Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bima
(08-12-2013, 06:37 PM)alfarand Wrote:
(08-12-2013, 09:03 AM)plumesky Wrote: Kalo foto interior full ga ada masbroh. Dulu kan kamera barang langka. Paling ada foto ibu ane sm temen2 crewnya pas di restorasi bima sm pas nyambut penumpang di pintu masuk KA. Dulu prami Bima pake summerdress warna biru+handgloves+topi kecil untuk asesoris kepala. Ga kalah kece sm pramugari pesawat. Hehe

Ni kereta kebanggan sy dr sejak kecil,
Bima si biru malam, no. KA 1 & 2 pd jamannya,
Sekaligus kereta exe dgn trayek terpanjang pd saat itu.

Bima memang kereta Legendaris, menurut kata orang ada rasa kepuasan tersendiri jika naik 33 atopun 34.
sejak kecil pengen banget ngerasain naik nie kereta dan baru kesampaian setelah menunggu kesempatan selama 35 taon Ngakak
maaf ya para sesepuh kl jd curhat Xie Xie maklum newbie
Reply
(08-12-2013, 09:03 AM)plumesky Wrote: Kalo foto interior full ga ada masbroh. Dulu kan kamera barang langka. Paling ada foto ibu ane sm temen2 crewnya pas di restorasi bima sm pas nyambut penumpang di pintu masuk KA. Dulu prami Bima pake summerdress warna biru+handgloves+topi kecil untuk asesoris kepala. Ga kalah kece sm pramugari pesawat. Hehe

Ni kereta kebanggan sy dr sejak kecil,
Bima si biru malam, no. KA 1 & 2 pd jamannya,
Sekaligus kereta exe dgn trayek terpanjang pd saat itu.
Reply
(08-12-2013, 12:52 AM)plumesky Wrote: Ikutan cerita ya,, nubie di marih. Selama ini jd SR mulu. Hehe
ibu ane dulu pernah jd prami di Bima jaman bima msh ada kompartemen tidurnya. Dari cerita beliau emag mantep bgt servicenya. Dulu service bima cm bs di compare sm pelayanan penerbangan krn ga ada transpotasi darat yg bs nyaingin bima di jaman itu.
Dulu bahkan dinner+breakfast-nya itu prasmanan meskipun udah dijatah per penumpang dan buat dinner selalu ada temanya, misal hari ini temanya gudeg jogja, besok soto lamongan, besoknya masakan padang. Kl breakfast telur rebus sm sandwich yg isinya boleh milih sesuka hati. Pas br boarding jg dapet snack+beverages berupa kopi or teh (milih).
Kl kompartemen jd ada kelasnya. Ada kelas exe, bisnis, eko. Penumpang exe dpt priority lebih, contoh kl dinner/breakfast dinomorsatukan dibanding kelas lainnya dan jumlah tempat tidur per kompartemen hanya 1 sedangakan untuk eko bs tumpuk 2.
Bahkan ibu ane cerita, di jaman bima lg jaya2nya penumpangnya itu bukan orang sembarangan. Ibu ane cerita ketika itu salah satu penumpangnya adalah Guruh Soekarno Putra dan Ramli. Kl cuma pejabat negara sm turis bule mah udah ga keitung.
Tp sayang biaya operasionalnya jd bengkak banget akhirnya kompartemen dihapus. Sbnrnya pengoperasian kereta dgn kompartemen (eg: Bima) sangat tidak menguntungkan. Pun dengan bima ketika itu. Tp bima tetap dipertahankan karena Bima digunakan sebagai "Simbol". Bima sendiri adalah hasil ide dr Bung Karno yg ingin membuat sebuah moda transportasi yg membanggakan dan berkelas di Indonesa ketika itu, untuk kereta ya diterapkan di Bima. Jd bs dibilang Bima itu adalah proyek gengsi pemerintah kita ketika itu. Jd meski rugi yaa jalan terooos sing penting gengsi.. Hihi.
Salam.

Kalo pernah baca di salah satu sumber yang terpercaya tentang bima, bukannya kereta tidur dan pelayanan di Bima lebih pada alasan sosial daripada profit mas? Soalnya di sana disebutkan juga bahwa keuntungan penjualan tiket Bima saat itu sangat menguntungkan, hanya saja banyak alasan sosial yang tidak cocok pada penerapan kereta seperti Bima di indonesia.

Tapi emmang kalo dipikir2, terlalu terburu2 juga si Bima ini diganti dengan model K1 buatan Arrad yang katanya menjadi K1 terburuknya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sepanjang sejarah, beda dengan K1 Gorlitz yang nyaman banget itu, kalo gak karena alasan krusial tertentu. Bethe

tapi keren ini, dapet gambaran tentang servis bima dulu Big Grin
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran
Reply
(10-12-2013, 04:39 PM)Dimas Bilal Wrote: Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran

katanya naik GBM tuh. Emang ada ya KA khusus buat angkut jenazah? Bingung
Reply
(10-12-2013, 04:53 PM)Hendra20409 Wrote:
(10-12-2013, 04:39 PM)Dimas Bilal Wrote: Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran

katanya naik GBM tuh. Emang ada ya KA khusus buat angkut jenazah? Bingung

Ga jadi naik GBMS udah fix naik KA 34 dan BLB di Jenar
Info group sebelah
Reply
(10-12-2013, 05:05 PM)scorpion_Mutsel Wrote:
(10-12-2013, 04:53 PM)Hendra20409 Wrote:
(10-12-2013, 04:39 PM)Dimas Bilal Wrote: Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran

katanya naik GBM tuh. Emang ada ya KA khusus buat angkut jenazah? Bingung

Ga jadi naik GBMS udah fix naik KA 34 dan BLB di Jenar
Info group sebelah

Nampaknya di sediain 1 kereta bagasi Khusus. Sedih
Reply
(10-12-2013, 05:25 PM)Dimas Bilal Wrote:
(10-12-2013, 05:05 PM)scorpion_Mutsel Wrote:
(10-12-2013, 04:53 PM)Hendra20409 Wrote:
(10-12-2013, 04:39 PM)Dimas Bilal Wrote: Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran

katanya naik GBM tuh. Emang ada ya KA khusus buat angkut jenazah? Bingung

Ga jadi naik GBMS udah fix naik KA 34 dan BLB di Jenar
Info group sebelah

Nampaknya di sediain 1 kereta bagasi Khusus. Sedih

Mungkin pake B kuning luar dinas? Bingung kalo alm. mas Agus Suroto katanya pake 36 dibawanya. CMIIW. update di twitter : katanya alm mas Darman pake KA 8 BLB Jenar
Reply
(10-12-2013, 05:42 PM)Hendra20409 Wrote:
(10-12-2013, 05:25 PM)Dimas Bilal Wrote:
(10-12-2013, 05:05 PM)scorpion_Mutsel Wrote:
(10-12-2013, 04:53 PM)Hendra20409 Wrote:
(10-12-2013, 04:39 PM)Dimas Bilal Wrote: Railfaners, ada info dari detik nih. Maaf klo OOT

[spoiler]Jakarta - Tiga pegawai kereta api yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan maut di Bintaro, Senin kemarin, akan dibawa ke Stasiun Gambir. Di stasiun ini pihak kereta api akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawainya tersebut.

Mereka yang dinyatakan tewas dan telah teridentifikasi Pusdokkes Polri adalah Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (Asisten Masinis), dan Sofyan Hadi (Teknisi kereta). Dari gambar yang ditampilkan pihak rumah sakit, ketiganya tewas dalam kondisi hangus. Pihak forensik juga mengindentifikasi dua kaki yang dipastikan bagian tubuh dari Agus dan Darman.

"Nanti jam 5 sore ini dibawa ke Stasiun Gambir, ada upacara penghormatan terakhir dari Dirut Kereta Api," kata paman dari korban Darman Prasetyo, Suroyo, saat ditemui di RS Polri, Selasa (10/12/2013).

Darman meninggalkan seorang istri bernama Resa Felina (25) dan seorang anak bernama Faris (3). Mereka tinggal di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah diberikan penghormatan terakhir nanti dibawa ke desa menggunakan kereta khusus jenazah Bima," kata Suroyo.

Suroyo menuturkan, Darman terhitung empat tahun mengabdi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pihak kereta baru mempercayai Darman menjadi masinis pada 2011 lalu.

"Sebelumnya almarhum menjadi asisten masinis," katanya.

Selama dirantau, Darman tinggal bersama Suroyo. Di mata sang paman, Darman dikenal baik dan pekerja keras.[/spoiler]

Maksudnya gimana ya gan ? Menggunakan 34 kah? Heran

katanya naik GBM tuh. Emang ada ya KA khusus buat angkut jenazah? Bingung

Ga jadi naik GBMS udah fix naik KA 34 dan BLB di Jenar
Info group sebelah

Nampaknya di sediain 1 kereta bagasi Khusus. Sedih

Mungkin pake B kuning luar dinas? Bingung kalo alm. mas Agus Suroto katanya pake 36 dibawanya. CMIIW. update di twitter : katanya alm mas Darman pake KA 8 BLB Jenar

pake Bagasi Cheetah yang di dalemnya menggunakkan karpet merah. Dibawa KA 8 untuk alm. masinis yang BLB di Jenar, dan dibawa KA 36 untuk alm ass. mass yang berhenti di Cepu. untuk alm. teknisi menggunakan ambulans.
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
Penjualan tiket BIMA dibulan february kok ngga ada ya di paditrain?
malah yg nongol si bangunkarta doang?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)