Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About KA Pangrango (rangkaian, loko, tiket, dan segala lika-likunya)
(03-12-2013, 12:49 PM)fajarwe Wrote: kemon guys.. lets be smart.. masa sih alasannya seperti itu. saya pikir alasannya lebih ke Teknis knapa KA Pangrango cm sampai Cianjur. mari kita lihat bersama. okelah masalah okupansi. okupansi yang besar di jawab dengan penambahan kereta, sekarang rangkaian Pangrango trdiri atas 6 Kereta. 1 KMP 2 K1 dan 3 K3. bahkan gosipnya akan dtambah mnjadi 7 kereta karena kereta ini slalu full dan penambahan jmlah penumpan tujuan Cianjur.

lalu kita melihat sejarah argo peuyem. brapa kereta dalam 1 rangkaian argopeyem? 2, 3 atau 4 atau 5? misalkan sekarang diganti dengan loko 206 yg lebih kuat. maka untuk alasan keselamatan operasional, jumlah rangkaian di jalur ini maksimal 5 kereta. 1 KMP 2 K1 dan 2 K2, kalau dipaksa lebih akan kesulitan mengerem rangkaian karena curamnya tanjakan buat ukuran kereta..

sekarang bandingkan. 7 banding 5. jelas lebih baik dipisahkan saja. dari pada di Cianjur bongkar pasang rangkaian. dicopot dilepas sebagian. makan waktu... jadi memang bagusnya tetep ada 2 KA. yaitu Pangarango BOO-CJ dengan 6-7 kereta dan buat yang Bandungan Bd - CJ maksimal 5 kereta.
wah,bener juga mas,setuju banget!
Reply
(03-12-2013, 12:44 PM)luthfi muhammad Wrote:
(03-12-2013, 12:34 PM)Wanda Fathoni Wrote: saya mau tanya nih, jarak bogor - sukabumi berapa km ya ?Big Grin
sekitar 57 km an masPlayboy

wenak jarak segitu udah dilayani k1 hehehe, jadi ngiri yah andai daop 8 ada layanan k1 antar kota di jatim yg jaraknya gk jauh2 amat, hehe maaf oot thanks infonya mas Big Grin
Kereta Api itu seksi denger ajah semboyan35 nya, bunyi waktu jalan & dencitan rel, apalagi rangkaianya its so WONDERFULL Big Grin
My Social Network :
akun YouTube
akun Flickr
akun Twitter
Reply
(03-12-2013, 12:49 PM)fajarwe Wrote: kemon guys.. lets be smart.. masa sih alasannya seperti itu. saya pikir alasannya lebih ke Teknis knapa KA Pangrango cm sampai Cianjur. mari kita lihat bersama. okelah masalah okupansi. okupansi yang besar di jawab dengan penambahan kereta, sekarang rangkaian Pangrango trdiri atas 6 Kereta. 1 KMP 2 K1 dan 3 K3. bahkan gosipnya akan dtambah mnjadi 7 kereta karena kereta ini slalu full dan penambahan jmlah penumpan tujuan Cianjur.
lalu kita melihat sejarah argo peuyem. brapa kereta dalam 1 rangkaian argopeyem? 2, 3 atau 4 atau 5? misalkan sekarang diganti dengan loko 206 yg lebih kuat. maka untuk alasan keselamatan operasional, jumlah rangkaian di jalur ini maksimal 5 kereta. 1 KMP 2 K1 dan 2 K2, kalau dipaksa lebih akan kesulitan mengerem rangkaian karena curamnya tanjakan buat ukuran kereta..

sekarang bandingkan. 7 banding 5. jelas lebih baik dipisahkan saja. dari pada di Cianjur bongkar pasang rangkaian. dicopot dilepas sebagian. makan waktu... jadi memang bagusnya tetep ada 2 KA. yaitu Pangarango BOO-CJ dengan 6-7 kereta dan buat yang Bandungan Bd - CJ maksimal 5 kereta.



Gimana Kalo dari di cj bukan bongkar gerbong tapi di DT memungkinkan ga?
Tentu dgn syarat jalurnya sudah direvitalisasi dlu utk mengakomodir dua lok cc dan rangkaiannya.
Reply
[spoiler]
Quote:Gimana Kalo dari di cj bukan bongkar gerbong tapi di DT memungkinkan ga?
Tentu dgn syarat jalurnya sudah direvitalisasi dlu utk mengakomodir dua lok cc dan rangkaiannya.
[/spoiler]

Masa setiap perjalanan doble traksi.. boros lok dan hsd dong.. Ngakak
Reply
(03-12-2013, 02:10 PM)alfarand Wrote:
(03-12-2013, 12:49 PM)fajarwe Wrote: kemon guys.. lets be smart.. masa sih alasannya seperti itu. saya pikir alasannya lebih ke Teknis knapa KA Pangrango cm sampai Cianjur. mari kita lihat bersama. okelah masalah okupansi. okupansi yang besar di jawab dengan penambahan kereta, sekarang rangkaian Pangrango trdiri atas 6 Kereta. 1 KMP 2 K1 dan 3 K3. bahkan gosipnya akan dtambah mnjadi 7 kereta karena kereta ini slalu full dan penambahan jmlah penumpan tujuan Cianjur.
lalu kita melihat sejarah argo peuyem. brapa kereta dalam 1 rangkaian argopeyem? 2, 3 atau 4 atau 5? misalkan sekarang diganti dengan loko 206 yg lebih kuat. maka untuk alasan keselamatan operasional, jumlah rangkaian di jalur ini maksimal 5 kereta. 1 KMP 2 K1 dan 2 K2, kalau dipaksa lebih akan kesulitan mengerem rangkaian karena curamnya tanjakan buat ukuran kereta..

sekarang bandingkan. 7 banding 5. jelas lebih baik dipisahkan saja. dari pada di Cianjur bongkar pasang rangkaian. dicopot dilepas sebagian. makan waktu... jadi memang bagusnya tetep ada 2 KA. yaitu Pangarango BOO-CJ dengan 6-7 kereta dan buat yang Bandungan Bd - CJ maksimal 5 kereta.



Gimana Kalo dari di cj bukan bongkar gerbong tapi di DT memungkinkan ga?
Tentu dgn syarat jalurnya sudah direvitalisasi dlu utk mengakomodir dua lok cc dan rangkaiannya.

memungkinkan, bila jalur dan jembatan jembatan sudah direhab semua, cuma yang krusial dan perlu diperhatikan adalah masalah pengereman di jalur yang punya turunan cukup panjang dan curam.
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
(03-12-2013, 02:56 PM)Rail_Ram Wrote: [spoiler]
Quote:Gimana Kalo dari di cj bukan bongkar gerbong tapi di DT memungkinkan ga?
Tentu dgn syarat jalurnya sudah direvitalisasi dlu utk mengakomodir dua lok cc dan rangkaiannya.
[/spoiler]

Masa setiap perjalanan doble traksi.. boros lok dan hsd dong.. Ngakak

Klo cmn boros masalahnya c simple aja mnrt sy, sesuaikan tarif nya aja. DT nya kan cmn dr cj sampe pdl/bd. Ga usah dua2nya 206, 206-201 jg mgkn mumpuni.
Dlu rangkaian kreta daop 2 banyak ko yg DT dr bdg sampe banjar karna bawa gerbong lbh dari 11, terutama pas musim mudik.
Reply
(03-12-2013, 12:49 PM)fajarwe Wrote: kemon guys.. lets be smart.. masa sih alasannya seperti itu. saya pikir alasannya lebih ke Teknis knapa KA Pangrango cm sampai Cianjur. mari kita lihat bersama. okelah masalah okupansi. okupansi yang besar di jawab dengan penambahan kereta, sekarang rangkaian Pangrango trdiri atas 6 Kereta. 1 KMP 2 K1 dan 3 K3. bahkan gosipnya akan dtambah mnjadi 7 kereta karena kereta ini slalu full dan penambahan jmlah penumpan tujuan Cianjur.

lalu kita melihat sejarah argo peuyem. brapa kereta dalam 1 rangkaian argopeyem? 2, 3 atau 4 atau 5? misalkan sekarang diganti dengan loko 206 yg lebih kuat. maka untuk alasan keselamatan operasional, jumlah rangkaian di jalur ini maksimal 5 kereta. 1 KMP 2 K1 dan 2 K2, kalau dipaksa lebih akan kesulitan mengerem rangkaian karena curamnya tanjakan buat ukuran kereta..

sekarang bandingkan. 7 banding 5. jelas lebih baik dipisahkan saja. dari pada di Cianjur bongkar pasang rangkaian. dicopot dilepas sebagian. makan waktu... jadi memang bagusnya tetep ada 2 KA. yaitu Pangarango BOO-CJ dengan 6-7 kereta dan buat yang Bandungan Bd - CJ maksimal 5 kereta.

kalau menurut sya, kalau alasannya teknis di lintas CJ-BD jika membawa rangkaian yg panjang, kenapa gk coba sesuaikan sja rangkaiannya sejak berangkat dri BOO mula..kan nanti jga katanya akan ada rangkaian ke 2 dri Pangrango ini..jdi sya rasa, untuk menutupi permintaan okupansi yg tinggi, dngn adanya 2 rangkaian ini bsa memenuhi koq..bkn tambah kereta lgi di rangkaian Pangrango yg sekarang..CMIIW
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
yang saya dengar dari KS Lampegan memang masalah teknis pengaturan administrasi dan keuangan lintas DAOP
jadi supaya memudahkan ya terpaksa Pangrango stop di CJ
tpi rangkaian Cianjurannya ttp memakai stamformasi seperti pangrango atau mungkin sedikit lebih pendek,
lagipula sepertinya segmentasi pasar penumpang CJ-BD memang sedikit berbeda dengan jalur BOO-SI-CJ
untuk kompetitornya sendiri di jalur SI-CJ-BD lebih bervariasi dari segi harga dan pelayanan
makanya, saya pernah diberitahu oleh salah seorang RF CJ bahwa pihak sta CJ lbh mengharap penghasilan dari KA DAOP1 (Pangrango) dibandingkan dengan dari DAOP2....mestinya dengan keberhasilan tesrun lok kmren bs membuka mata DAOP2 bahwa pasar di lintas CJ-PDL ini ada, tidak seperti yang selalu mereka katakan bahwa jalur ini (CJ-PDL) selalu merugi.....cmiiw
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
rasa2nya masalah tanjakan/turunan yang curam dan administrasi bagi hasil memang jadi masalah utama
bahkan menurut trit sebelah aja tempo hari sewaktu masa2 perbaikan di daerah cipatat lok yang narik kricak aja selip ampe harus ngedorong bukan ditarik (entahlah apa benar begini kasusnya. CMIIW)
Reply
(03-12-2013, 04:45 PM)juanhalim Wrote: rasa2nya masalah tanjakan/turunan yang curam dan administrasi bagi hasil memang jadi masalah utama
bahkan menurut trit sebelah aja tempo hari sewaktu masa2 perbaikan di daerah cipatat lok yang narik kricak aja selip ampe harus ngedorong bukan ditarik (entahlah apa benar begini kasusnya. CMIIW)

lah emang dulu Belanda lewat jalur sini pakai lok uap tipe apa???perasaan kuat banget, mungkin dulu gerbongnya masih pada kecil dan sedikit lebih ringan kali yekh, mungkin ada yang lebih tahu...Xie Xie

[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]
M1 nya Pangrango, buset dah..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)