Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Asik, aliran atas rusak lagi [segala uneg uneg untuk KRL]
Malam ini KRL sudah bisa lewat jalur Bojonggede - Bogor tapi dengan kecepatan terbatas. Naek KRL Ekonomi sama petugas disuruh duduk sebelah kanan kalo ke arah Bogor, tapi penasaran sama longsornya akhirnya pindah kekiri liat longsornya juga penumpangnya KRL ekonomi lainnya, ternyata longsornya sangat parah, meskipun KRL berjalan amat pelan tetapi sangat serem dan menegangkan.
Reply
Dapet info nih dri PT. KAI
Jadwal sementara Bogor-Jakarta Kota CommuterLine, Pagi pukul: 04:45, 05:05, 05:45, 06:05, 06:45, 07:45, 08:05 WIB. Ekonomi, Pagi Pukul: 04:25, 05:25, 07:05 WIB

Jadwal KRL sementara Bogor - Jatinegara, CommuterLine, Pagi Pukul: 06:25, 07:25 WIB. Ekonomi, Pagi Pukul: 05:25 WIB

Jadwal KRL sementara Jatinegara - Bogor, CommuterLine, Malam Pukul: 19:26, 19:57, 20:25, 21:12 WIB

Jadwal KRL sementara Jakarta Kota - Bogor, CommuterLine, Malam Pukul: 19:20, 20:27, 21:24, 21:40, 22:35 WIB. Ekonomi, Malam Pukul: 20:17, 21:10, 21:30 WIB

Siang hingga sore (selain jam" tersebut) KRL Menuju atau dari Bogor, Tidak di jalankan.
Reply
(29-11-2012, 04:40 PM)Kang_Jenit Wrote: Dapet info nih dri PT. KAI
Jadwal sementara Bogor-Jakarta Kota CommuterLine, Pagi pukul: 04:45, 05:05, 05:45, 06:05, 06:45, 07:45, 08:05 WIB. Ekonomi, Pagi Pukul: 04:25, 05:25, 07:05 WIB

Jadwal KRL sementara Bogor - Jatinegara, CommuterLine, Pagi Pukul: 06:25, 07:25 WIB. Ekonomi, Pagi Pukul: 05:25 WIB

Jadwal KRL sementara Jatinegara - Bogor, CommuterLine, Malam Pukul: 19:26, 19:57, 20:25, 21:12 WIB

Jadwal KRL sementara Jakarta Kota - Bogor, CommuterLine, Malam Pukul: 19:20, 20:27, 21:24, 21:40, 22:35 WIB. Ekonomi, Malam Pukul: 20:17, 21:10, 21:30 WIB

Siang hingga sore (selain jam" tersebut) KRL Menuju atau dari Bogor, Tidak di jalankan.

lumayanlah daripada ga ada sama sekali. thanks infonya, bermanfaat sekali buat para komuter.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .


[Image: new2copy.jpg]
Reply
biasanya sih, seiring memasuki musim penghujan (nov-feb), frekuensi gangguan krl terutama lintas selatan semakin sering. entah itu laa mati, putus ketimpa pohon rubuh, sinyal kesamber geledek, longsor, banjir, dll.

mudah2an sih tidak banyak gangguannya. yang penting antisipasinya menangani gangguan2 tersebut.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(01-12-2013, 06:33 AM)ady_mcady Wrote: biasanya sih, seiring memasuki musim penghujan (nov-feb), frekuensi gangguan krl terutama lintas selatan semakin sering. entah itu laa mati, putus ketimpa pohon rubuh, sinyal kesamber geledek, longsor, banjir, dll.

mudah2an sih tidak banyak gangguannya. yang penting antisipasinya menangani gangguan2 tersebut.

Yang jelas harus cepat tanggap klo ada gangguan/ranjau..
Reply
Ada berita gag mengenakkan
Quote:
FPI Ancam Bakar Stasiun UI

TEMPO.CO, Depok - Front Pembela Islam Depok mengancam akan merusak Stasiun Universitas Indonesia jika pengelola stasiun tidak memberi akses jalan kepada masyarakat Pondok Cina. Sebab, sejak akses jalan ditutup, masjid yang ada di tempat itu ikut sepi. "Kalau tidak ada tanggapan, bukan saja tembok yang kami hancurkan, tapi stasiun yang kami bakar," kata Deni Rahman, perwakilan FPI Depok, Jumat, 29 November 2013.

Sebelum PT Kereta Api Indonesia memberlakukan tiket elektronik, di tempat itu ada Jalan Pepaya yang menjadi akses dari Jalan Margonda Raya ke Stasiun UI dan kampus UI. Akses itu ditutup karena dinilai menghambat pemberlakuan tiket elektronik (Baca: Sterilisasi Stasiun UI Temui Jalan Buntu).

Helmi Ibrahim, Ketua RT 3 RW 7 Pondok Cina, mengatakan penutupan Jalan Pepaya sudah diterapkan sejak pertengahan tahun lalu. Masyarakat setempat telah menempuh berbagai cara agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersedia membuka akses jalan bagi mereka. Sebab, saat ini mereka seperti terisolasi. "Dulu masjid ramai dikunjungi orang yang melintas dari stasiun, sekarang jadi sepi," katanya.

Helmi menambakan, masyarakat hanya meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan sedikit akses untuk menuju kampus UI. Misalnya saja dengan membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan mulut Gang Sawo. Hal itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Ya, sekitar 1,5 meter saja jalan setapaknya," kata dia.

Deni Rahman mengatakan, mereka sudah bertemu dengan kepala stasiun. "Intinya, kami masih menghargai proses hukum," katanya. Tetapi, jika tidak ada solusi, mereka terpaksa melakukan dengan cara sendiri.

Sebelumnya, juru bicara PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sukendar Mulya, mengatakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mungkin memenuhi tuntutan warga. Sebab, standar penerapan tiket elektronik harus dibarengi dengan sterilisasi di stasiun. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh berada di area stasiun. "Kalau dulu memang banyak jalan tikus. Tapi sekarang sudah satu pintu, jadi tidak bisa lagi. Ini kan untuk kepentingan bersama," kata Sukendar.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/29...Stasiun-UI
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
(01-12-2013, 09:04 AM)cc 204 18 Wrote: Ada berita gag mengenakkan
Quote:
FPI Ancam Bakar Stasiun UI

TEMPO.CO, Depok - Front Pembela Islam Depok mengancam akan merusak Stasiun Universitas Indonesia jika pengelola stasiun tidak memberi akses jalan kepada masyarakat Pondok Cina. Sebab, sejak akses jalan ditutup, masjid yang ada di tempat itu ikut sepi. "Kalau tidak ada tanggapan, bukan saja tembok yang kami hancurkan, tapi stasiun yang kami bakar," kata Deni Rahman, perwakilan FPI Depok, Jumat, 29 November 2013.

Sebelum PT Kereta Api Indonesia memberlakukan tiket elektronik, di tempat itu ada Jalan Pepaya yang menjadi akses dari Jalan Margonda Raya ke Stasiun UI dan kampus UI. Akses itu ditutup karena dinilai menghambat pemberlakuan tiket elektronik (Baca: Sterilisasi Stasiun UI Temui Jalan Buntu).

Helmi Ibrahim, Ketua RT 3 RW 7 Pondok Cina, mengatakan penutupan Jalan Pepaya sudah diterapkan sejak pertengahan tahun lalu. Masyarakat setempat telah menempuh berbagai cara agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersedia membuka akses jalan bagi mereka. Sebab, saat ini mereka seperti terisolasi. "Dulu masjid ramai dikunjungi orang yang melintas dari stasiun, sekarang jadi sepi," katanya.

Helmi menambakan, masyarakat hanya meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan sedikit akses untuk menuju kampus UI. Misalnya saja dengan membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan mulut Gang Sawo. Hal itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Ya, sekitar 1,5 meter saja jalan setapaknya," kata dia.

Deni Rahman mengatakan, mereka sudah bertemu dengan kepala stasiun. "Intinya, kami masih menghargai proses hukum," katanya. Tetapi, jika tidak ada solusi, mereka terpaksa melakukan dengan cara sendiri.

Sebelumnya, juru bicara PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sukendar Mulya, mengatakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mungkin memenuhi tuntutan warga. Sebab, standar penerapan tiket elektronik harus dibarengi dengan sterilisasi di stasiun. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh berada di area stasiun. "Kalau dulu memang banyak jalan tikus. Tapi sekarang sudah satu pintu, jadi tidak bisa lagi. Ini kan untuk kepentingan bersama," kata Sukendar.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/29...Stasiun-UI

buat saja jembatan penyeberangan yang melewati Sta. UI atau sesuai selera, khan yang dituju UI khan??dan agar warga dan mahasiswa bisa menuju masjid????Polisi
[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]
M1 nya Pangrango, buset dah..
Reply
(01-12-2013, 02:39 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote:
(01-12-2013, 09:04 AM)cc 204 18 Wrote: Ada berita gag mengenakkan
Quote:
FPI Ancam Bakar Stasiun UI

TEMPO.CO, Depok - Front Pembela Islam Depok mengancam akan merusak Stasiun Universitas Indonesia jika pengelola stasiun tidak memberi akses jalan kepada masyarakat Pondok Cina. Sebab, sejak akses jalan ditutup, masjid yang ada di tempat itu ikut sepi. "Kalau tidak ada tanggapan, bukan saja tembok yang kami hancurkan, tapi stasiun yang kami bakar," kata Deni Rahman, perwakilan FPI Depok, Jumat, 29 November 2013.

Sebelum PT Kereta Api Indonesia memberlakukan tiket elektronik, di tempat itu ada Jalan Pepaya yang menjadi akses dari Jalan Margonda Raya ke Stasiun UI dan kampus UI. Akses itu ditutup karena dinilai menghambat pemberlakuan tiket elektronik (Baca: Sterilisasi Stasiun UI Temui Jalan Buntu).

Helmi Ibrahim, Ketua RT 3 RW 7 Pondok Cina, mengatakan penutupan Jalan Pepaya sudah diterapkan sejak pertengahan tahun lalu. Masyarakat setempat telah menempuh berbagai cara agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersedia membuka akses jalan bagi mereka. Sebab, saat ini mereka seperti terisolasi. "Dulu masjid ramai dikunjungi orang yang melintas dari stasiun, sekarang jadi sepi," katanya.

Helmi menambakan, masyarakat hanya meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan sedikit akses untuk menuju kampus UI. Misalnya saja dengan membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan mulut Gang Sawo. Hal itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Ya, sekitar 1,5 meter saja jalan setapaknya," kata dia.

Deni Rahman mengatakan, mereka sudah bertemu dengan kepala stasiun. "Intinya, kami masih menghargai proses hukum," katanya. Tetapi, jika tidak ada solusi, mereka terpaksa melakukan dengan cara sendiri.

Sebelumnya, juru bicara PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sukendar Mulya, mengatakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mungkin memenuhi tuntutan warga. Sebab, standar penerapan tiket elektronik harus dibarengi dengan sterilisasi di stasiun. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh berada di area stasiun. "Kalau dulu memang banyak jalan tikus. Tapi sekarang sudah satu pintu, jadi tidak bisa lagi. Ini kan untuk kepentingan bersama," kata Sukendar.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/29...Stasiun-UI

buat saja jembatan penyeberangan yang melewati Sta. UI atau sesuai selera, khan yang dituju UI khan??dan agar warga dan mahasiswa bisa menuju masjid????Polisi

Wah ini usul yang bagus malahan yg paling baik mungkin yaitu membuat JPO diatas stas. UI..
Tapi apakah PT KA mau membuatnya atau warga sendiri yg akan membuatnya?
Reply
(01-12-2013, 02:52 PM)Rail_Ram Wrote:
(01-12-2013, 02:39 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote:
(01-12-2013, 09:04 AM)cc 204 18 Wrote: Ada berita gag mengenakkan
Quote:
FPI Ancam Bakar Stasiun UI

TEMPO.CO, Depok - Front Pembela Islam Depok mengancam akan merusak Stasiun Universitas Indonesia jika pengelola stasiun tidak memberi akses jalan kepada masyarakat Pondok Cina. Sebab, sejak akses jalan ditutup, masjid yang ada di tempat itu ikut sepi. "Kalau tidak ada tanggapan, bukan saja tembok yang kami hancurkan, tapi stasiun yang kami bakar," kata Deni Rahman, perwakilan FPI Depok, Jumat, 29 November 2013.

Sebelum PT Kereta Api Indonesia memberlakukan tiket elektronik, di tempat itu ada Jalan Pepaya yang menjadi akses dari Jalan Margonda Raya ke Stasiun UI dan kampus UI. Akses itu ditutup karena dinilai menghambat pemberlakuan tiket elektronik (Baca: Sterilisasi Stasiun UI Temui Jalan Buntu).

Helmi Ibrahim, Ketua RT 3 RW 7 Pondok Cina, mengatakan penutupan Jalan Pepaya sudah diterapkan sejak pertengahan tahun lalu. Masyarakat setempat telah menempuh berbagai cara agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersedia membuka akses jalan bagi mereka. Sebab, saat ini mereka seperti terisolasi. "Dulu masjid ramai dikunjungi orang yang melintas dari stasiun, sekarang jadi sepi," katanya.

Helmi menambakan, masyarakat hanya meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan sedikit akses untuk menuju kampus UI. Misalnya saja dengan membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan mulut Gang Sawo. Hal itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Ya, sekitar 1,5 meter saja jalan setapaknya," kata dia.

Deni Rahman mengatakan, mereka sudah bertemu dengan kepala stasiun. "Intinya, kami masih menghargai proses hukum," katanya. Tetapi, jika tidak ada solusi, mereka terpaksa melakukan dengan cara sendiri.

Sebelumnya, juru bicara PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sukendar Mulya, mengatakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mungkin memenuhi tuntutan warga. Sebab, standar penerapan tiket elektronik harus dibarengi dengan sterilisasi di stasiun. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh berada di area stasiun. "Kalau dulu memang banyak jalan tikus. Tapi sekarang sudah satu pintu, jadi tidak bisa lagi. Ini kan untuk kepentingan bersama," kata Sukendar.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/29...Stasiun-UI

buat saja jembatan penyeberangan yang melewati Sta. UI atau sesuai selera, khan yang dituju UI khan??dan agar warga dan mahasiswa bisa menuju masjid????Polisi

Wah ini usul yang bagus malahan yg paling baik mungkin yaitu membuat JPO diatas stas. UI..
Tapi apakah PT KA mau membuatnya atau warga sendiri yg akan membuatnya?

operator lah yang seharusnya membuat JPO, ini semua demi kelancaran perjalanan KRL, warga sekitar sudah panas-panasnya nih, masa mereka yang harus bikin, malah jadi nih ngebakar stasiunnya..Nangis
[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]
M1 nya Pangrango, buset dah..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)