12-10-2013, 10:59 PM
saya selalu monitoring gan , justru yg jarang telat yg pakai batik ungu , cmiw
|
Pecinta Gajayana
|
|
12-10-2013, 10:59 PM
saya selalu monitoring gan , justru yg jarang telat yg pakai batik ungu , cmiw
Tanggal 10 Oktober kemarin saya naik KA 32 dari Gambir ke Malang.
Berikut catatan perjalanannya : 18.20 Berangkat dari Gambir tepat waktu 21.01-21.07 Cirebon 21.35-21.42 x Stasiun Ciledug 22.10-22.14 x Stasiun Songgom 23.19-23.24 Purwokerto 00.04-00.06 x dengan KA Ekse(lupa di stasiun mana) 00.25-00.30 x Kereta Ekse di Stasiun Gombong 00.42-00.43 Stasiun Sruweng(mungkin ketahan sinyal) 01.13-01.18 x K1 di salah satu stasiun kelas1/besar(jauh dari papan nama) 02.08-02.14 Yogyakarta (tertidur) ![]() 05.45-05.56 Kediri 06.27-06.31 Tulungagung 07.07-07.14 Blitar 07.40-07.41 Wlingi 08.32-08.36 Kepanjen 09.06 Malang Nyampe di Malang kecepeten 13 menit di Kepanjen silang dengan Maliboro Ekspress yang membawa 3K3AC - KMP2 - 3K1 - P. Disana KA 32 berangkat dulu menuju Malang dan disusul Malioboro beberapa saat kemudian untuk melanjutkan perjalanan menuju YogyaCatatan, beberapa kali silang di Stasiun kecil antara CN-PWT justru dengan KA Ekonomi. Baliknya tanggal 19 Oktober kemarin naik KA 31, di KA ini Gajayana membawa kereta makan yang memakai corak batik hijau gajah 15.00 berangkat dari Stasiun Malang 15.28-15.38 Kepanjen, terlihat KA Penataran menunggu silang dengan KA 31. 16.26-16.28 Wlingi 16.56-17.04 Blitar 17.41-17.44 Tulungagung 18.17-18.21 Kediri 19.15-19.25 Nganjuk, silang dengan KA Pasundan 19.5x-20.34 Madiun, ganti masinis sekaligus sempat mengalami PLB >20 menit karena masalah rem. Loko tak diganti. (selanjutnya tertidur hingga PWT) 01.16-01.12 Purwokerto (selanjutnya tertidur pulas hingga Cikampek) ![]() 05.04 ls di Stasiun CIkampek 05.20-05.36 berhenti beberapa ratus meter menjelang Stasiun Karawang 06.29 Jatinegara Telat hampir 50 menit, tapi kalau melihat adanya PLB yang lama di Madiun dan Karawang ya wajar sih. Catatan, sudah tidak terlihat lagi pedagang asongan di dalam Stasiun Blitar, Tulungagung dan Kediri. Kalau di Nganjuk sih masih ada. Oh ya, waktu balik ke Jakarta dari Malang naik KA 31, posisi duduk saya di kursi 1A, pojok bagian belakang kereta. Plus minusnya : Plus : 1. Lampu lebih temaram dibandingkan posisi tempat duduk yang lainnya, lebih nyaman bagi yang ingin tidur dengan keadaan minim cahaya 2. AC super dingin. Pakai selimut biru KA pun masih tembus(salah sendiri pake celana jins juga) 3. Lebih dekat ke toilet. Minus : 1. Njut-njutan karena kursi berada disekitar bogie, serasa naik bus kota bekas Jepang trayek 46 jurusan Grogol - Kmp Rambutan dulu. 2. Lebih bising, karena posisi tempat duduk dekat dengan bordes. 3. Jauh dari TV, posisi TV ada sekitar 15 meter didepan. Bisa lihat kebelakang dengan memutar kursi, namun karena saya berangkat sendiri dan ingin tempat duduk searah dengan perjalanan KA, jadinya posisi kursi membelakangi TV.
Bahagianya aku yg pernah
di Gajayana, bangganya aku menjadi anak dari seorang masinis Gajayana
21-10-2013, 12:25 PM
dulu waktu awal gajayana ada smpe taun 2005 an masi nyaman bgt,..baru brgkt dr ML dpt teh anget gratis, trs dilanjutin mkan malem gratis kira2 da smpe kediri...
sekarang mah sepi melompong...uda mahal tiketnye, gak dpt apa2 lg gan... mending naek matarmaja aja gan skrg..iirit
22-10-2013, 10:08 AM
(21-10-2013, 12:25 PM)santowa Wrote: dulu waktu awal gajayana ada smpe taun 2005 an masi nyaman bgt,..baru brgkt dr ML dpt teh anget gratis, trs dilanjutin mkan malem gratis kira2 da smpe kediri... Masa gratis, om...? Baru tau saya...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![]()
22-10-2013, 12:05 PM
(22-10-2013, 10:08 AM)see_204XX Wrote:(21-10-2013, 12:25 PM)santowa Wrote: dulu waktu awal gajayana ada smpe taun 2005 an masi nyaman bgt,..baru brgkt dr ML dpt teh anget gratis, trs dilanjutin mkan malem gratis kira2 da smpe kediri... Kan dulu masih dapet service makan dan minum Om .... istilah ndeso nya apa sih .... Tuslah ya?
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu dan semua keindahan, yang memudar atau cinta, yang tlah hilang ========== My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
22-10-2013, 02:33 PM
Tuslah yang paling sering saya rasakan ketika jamannya perumka dan PT.KA (persero)
semenjak di pegang sama PT.KAI yang sekarang ini -_- tuslah tersebut hilang di telan bumi. tetapi ada satu hal yang membuat saya salut dari PT.sepur sekarang. sebagai gantinya tuslah. saya sudah mencicipi berbagai kereta dari kelas rakyat jelata sampai kelas rakyat atas :p ya pasti tahu kan apa pengganti tuslah tersebut ![]() [spoiler]Tuslah = momoan tiap bulan[/spoiler]
22-10-2013, 02:42 PM
Kalo ingat tuslah gajayana jaman dulu yang paling diingat ya tahunya yg ukurannya cukup menyedihkan, tebal g sampe 3 mm
22-10-2013, 05:10 PM
(22-10-2013, 02:42 PM)yharto Wrote: Kalo ingat tuslah gajayana jaman dulu yang paling diingat ya tahunya yg ukurannya cukup menyedihkan, tebal g sampe 3 mm atau lauknya yang seukuran jempol kaki atau porsi nasinya yang seukuran beberapa sendok, buahnya yang seringnya pisang dengan ukuran tak lebih dari 10-12cm. Kalau saya sih makan segitu pasti habis. Sengaja menahan lapar dari Malang hingga dibagikannya tuslah makan itu.
22-10-2013, 06:23 PM
(22-10-2013, 05:10 PM)oke_sr Wrote:(22-10-2013, 02:42 PM)yharto Wrote: Kalo ingat tuslah gajayana jaman dulu yang paling diingat ya tahunya yg ukurannya cukup menyedihkan, tebal g sampe 3 mm Masih mending waktu msh 3 kelas, ekse, bisnis plus & bisnis, yg bisnis dpt roti 1 buah plus 1 botol aqua 600 ml. Sesudah jd single class, kalo stlh brkt dr malang dpt teh manis anget 1 cangkir, kalo dr jakarta, teh dibagikan pada pagi hari. Iya betul, makan malam dibagikan setelah brkt dr kediri, krn Gajayana br akan berhenti normal di MN jd cukup waktu bagi prami & prama u bagikan makan sampe mengumpulkan lg piring kosong. Karena porsi yg seuprit ya persiapan dgn beli pecel di blitar u nambah porsi. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|