Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(06-10-2013, 09:41 PM)zae abjal Wrote: Sundul lagi ah trit ini:
setelah kebijakan (baca=peraturan) ini berjalan selama hampir setahun lebih (lihat judul trit), belakangan kebijakan spt ini "di perlonggar" lgi..diantaranya, kini ada beberapa KA ganjil (utamanya yg nyampe Daop 1 nya dini hari) yg berhenti di BKS, dimana sebelum2nya bablas sebagaimana kebijakan ini mulai diberlakukan..CMIIW
Trus mulai sekarang jga, salah satu KA jarak jauh yg berangkat dri jakarta, ada yg berhenti di BKS yaitu Argo Parahyangan (20,22,28)..sebelumnya tdk, sebegaimana kebijakan diatas mulai diberlakukan..
Selain itu, ada jga kebijakan yg lain spt KA ganjil yg mengakhiri perjalanannya di stasiun gambir, yg berhenti jga di MRI (gopar 29, cireks 55)..
Konon, adanya kebijakan2 di atas, itu karna permintaan dri pnp (setia) nya spt untuk point pertama dan ketiga (kalau yg kedua, sya kurang tahu karna kebijakan ini terhitung baru)..
Heemmh,
bagaimana menurut teman2 terkait hal ini..?

Bagus itu..., kalo orang marketing bilang ini bagian dr penetrasi pasar. Dulu dibuang2, abis itu ditarik2 lg...kompetitor yg nggak siap ya bs kewalahan.
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
(06-10-2013, 11:36 PM)Logawa_ATB Wrote: (06-10-2013, 09:41 PM)zae abjal Wrote: Sundul lagi ah trit ini:
setelah kebijakan (baca=peraturan) ini berjalan selama hampir setahun lebih (lihat judul trit), belakangan kebijakan spt ini "di perlonggar" lgi..diantaranya, kini ada beberapa KA ganjil (utamanya yg nyampe Daop 1 nya dini hari) yg berhenti di BKS, dimana sebelum2nya bablas sebagaimana kebijakan ini mulai diberlakukan..CMIIW
Trus mulai sekarang jga, salah satu KA jarak jauh yg berangkat dri jakarta, ada yg berhenti di BKS yaitu Argo Parahyangan (20,22,28)..sebelumnya tdk, sebegaimana kebijakan diatas mulai diberlakukan..
Selain itu, ada jga kebijakan yg lain spt KA ganjil yg mengakhiri perjalanannya di stasiun gambir, yg berhenti jga di MRI (gopar 29, cireks 55)..
Konon, adanya kebijakan2 di atas, itu karna permintaan dri pnp (setia) nya spt untuk point pertama dan ketiga (kalau yg kedua, sya kurang tahu karna kebijakan ini terhitung baru)..
Heemmh,
bagaimana menurut teman2 terkait hal ini..?

Bagus itu..., kalo orang marketing bilang ini bagian dr penetrasi pasar. Dulu dibuang2, abis itu ditarik2 lg...kompetitor yg nggak siap ya bs kewalahan.
ya justru itu om..terkadang sya bingung, dulu buat kebijakan ini tujuan utamanya apa ya? kalau akhirnya, sekarang sedikit demi sedikit (dri) kebijakan itu mulai dicabut..
jdi inget pernyataan seorang member sini terkait mengomentari kebijakan diatas:
Quote:2. apa alternative laen uda layak dijadikan solusi pemecah jangka panjang yg SO dari desember nanti? karna di negara2 laen itu membuat suatu kebijakan artinya solusi tepat jangka pendek & panjang dari kebijakan tersebut uda dipastikan berfungsi dengan baik saat kebijakan itu mulai dijalankan. qta liat dhe ya dari hal mengena dibawah post ini sbagai solusi yg seharusnya diambil
kenyataannya sekarang setelah dijalankan, malah jdi:
solusi tepat jangka panjang yg (kayanya) berumur pendek karna (mungkin) fungsinya kurang baik..
*just my opinion
kunjungi blog saya di sini
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
*opini saya pribadi, drpd nangkring diotak mulu*
Selama stasiun itu blm bisa/susah ditertibkan biasanya akan dikurangi atau ditiadakan KA yg berhenti di stasiun tersebut. Contoh: UI yg dilangsamkannya ComLin sementara pd saat pembersihan PKL, stasiun Kertosono yg dikurangi KA yg berhenti, KW dan CKP yg memang susah untuk ditertibkan
Untuk stasiun Penting, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan berjuang mati2an untuk mensterilkan stasiun tersebut, contoh PWT dan CN.
Kalau suatu stasiun dinilai sudah tertib, penumpang lokalan dan jarak jauh sudah bisa diatur, bukan tidak mungkin, stasiun itu bisa disinggahi oleh KA. Contoh BKS yg mulai disinggahi lagi. Bukan tidak mungkin JNG, KRW, CKP kalau sudah bs tertib akan disinggahi KA Jarak Jauh kembali.
Saya sich melihat kebijakan ini seperti komputer yang direstart ulang untuk menerapkan sebuah pengaturan baru. Peraturan yg lebih beradab, lebih manusiawi dan lebih modern.
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
3
Kalo menurut saya semuanya mempunyai kepentingan sendiri2....
Pedagang mempunyai kepentingan bagaimana daganganya laku, dapat duit, bisa untuk menyambung hidup.....
Penumpang punya kepentingan bagaimana sampe dirumah/kantor dgn cepat ongkos murah....
PT KA punya kepentingan bagaimana stasiun tetap tertip, rapi dan bersih.....
Apabila semua kepentingan ini dapat dijadikan satu dgn meminimalisir pertikaian2an, atau dgn kata lain win2 solution, tampa ada yg jadi korban, maka akan tercipta suatu suasana yg nyaman dan tentram.
Pedagang berdagang di stasiun akan menyebabkan stasiun jadi banyak sampah, arus lalu lalang penumpang jadi terganggu,. Mungkin sebaiknya pedagang tersebut bisa di buatkan suatu lahan khusus yg tidak menganggu penumpang, tempat dimana kebersihannya harus di kelola oleh pedagang itu sendiri.
Untuk KA yg tdk berhenti pd stasiun tertentu, mungkin ini bukan keputusan baku dari PT KA, selain masalah di stasiun kemungkinan jg karena masalah operasional sehingga KA tidak berhenti pd suatu stasiun. mudah2an saja PT KA bisa mengakomodasi keinginan2 penumpang, shg KA2 bisa berhenti lagi di Stasiun tersebut.
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
(07-10-2013, 07:55 PM)zmidth Wrote: *opini saya pribadi, drpd nangkring diotak mulu*
Selama stasiun itu blm bisa/susah ditertibkan biasanya akan dikurangi atau ditiadakan KA yg berhenti di stasiun tersebut. Contoh: UI yg dilangsamkannya ComLin sementara pd saat pembersihan PKL, stasiun Kertosono yg dikurangi KA yg berhenti, KW dan CKP yg memang susah untuk ditertibkan
Untuk stasiun Penting, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan berjuang mati2an untuk mensterilkan stasiun tersebut, contoh PWT dan CN.
Kalau suatu stasiun dinilai sudah tertib, penumpang lokalan dan jarak jauh sudah bisa diatur, bukan tidak mungkin, stasiun itu bisa disinggahi oleh KA. Contoh BKS yg mulai disinggahi lagi. Bukan tidak mungkin JNG, KRW, CKP kalau sudah bs tertib akan disinggahi KA Jarak Jauh kembali.
Saya sich melihat kebijakan ini seperti komputer yang direstart ulang untuk menerapkan sebuah pengaturan baru. Peraturan yg lebih beradab, lebih manusiawi dan lebih modern.
(yg dibold) lha, itu mah wajib atuh mas..soale kan jdi stasiun pusat daop di masing2 daop tsb..hehe
kalau sya sih berharap, setelah BKS dikasih akses, semoga ke depan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) jga memberi kemudahan buat para calon pnp KA JJ (terutama buat yg mau naik/turun di GMR) asal selatan provinsi jakarta dngn apa kek caranya..
kunjungi blog saya di sini
Posts: 538
Threads: 0
Joined: May 2013
Reputation:
7
Semoga saja ada petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membaca curahan hati saya.
Kalau bisa GoPar (JKT-BDG) berhenti lagi di Jatinegara (semenit-dua menit), jadi untuk warga di sekitar Jaktim gak usah jauh2 ke Gambir (lagipula CL juga gak berhenti di Gambir, jadi kudu turun di stasiun Juanda).
Terima kasih
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(07-10-2013, 06:58 AM)zae abjal Wrote: ya justru itu om..terkadang sya bingung, dulu buat kebijakan ini tujuan utamanya apa ya? kalau akhirnya, sekarang sedikit demi sedikit (dri) kebijakan itu mulai dicabut.. 
jdi inget pernyataan seorang member sini terkait mengomentari kebijakan diatas:
Quote:2. apa alternative laen uda layak dijadikan solusi pemecah jangka panjang yg SO dari desember nanti? karna di negara2 laen itu membuat suatu kebijakan artinya solusi tepat jangka pendek & panjang dari kebijakan tersebut uda dipastikan berfungsi dengan baik saat kebijakan itu mulai dijalankan. qta liat dhe ya dari hal mengena dibawah post ini sbagai solusi yg seharusnya diambil
kenyataannya sekarang setelah dijalankan, malah jdi:
solusi tepat jangka panjang yg (kayanya) berumur pendek karna (mungkin) fungsinya kurang baik.. 
*just my opinion
Nggak usah bingung2 lah, Kang... Kan sampeyan tau sendiri slogan dari operator KA apa, Silakan Menggunakan Moda Transportasi Lainnya... Tujuannya adalah operator KA mencoba mengedukasi ke calon pengguna jasa bila melakukan perjalanan ke luar kota tdk melulu harus menggunakan kereta api, bs pakai travel, bis atau malah kendaraan pribadi. Jd kereta api itu tdk lg memonopoli tp menjd pilihan alternatif utk bepergian. Buktinya sdh banyak, di saat harga tiket kereta api dibuat mahal & tdk berhenti di stasiun2 tertentu (misal GMR, JNG & BKS) banyak yg beralih menggunakan moda transportasi yg lainnya. Secara tdk langsung calon penumpang bs merasakan plus & minus antar moda transportasi.
Beda negara jelas beda kebijakan. Kalo di luar negeri mungkin kereta api udah jd tulang punggung transportasi nasional, jd setiap kebijakan mesti dipikirkan jangka panjangnya. Lha kalo di sini, apa iya kereta api sdh dijadikan tulang punggung transportasi nasional...? Inti dari setiap kebijakan operator KA kan nggak terlepas dari hakikat tsb.
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
(07-10-2013, 10:56 PM)Batpod Wrote: Semoga saja ada petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membaca curahan hati saya.
Kalau bisa GoPar (JKT-BDG) berhenti lagi di Jatinegara (semenit-dua menit), jadi untuk warga di sekitar Jaktim gak usah jauh2 ke Gambir (lagipula CL juga gak berhenti di Gambir, jadi kudu turun di stasiun Juanda).
Terima kasih 
lha naik gopar toh... Kalau ngga mau rempong karena harus turun di Juanda, ya tinggal naik CL ke BKS aja... Itu beberapa KA Gopar udah berhenti disono... Kalau mau naik Argo lainnya ya masih berrepot-repot ria
Posts: 538
Threads: 0
Joined: May 2013
Reputation:
7
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
25-05-2019, 02:15 PM
Mumpung belum terbit GAPEKA baru
Ane harap di GAPEKA baru PT Sepur membuat kebijakan untuk memberhentikan seluruh KA PNP di stasiun" berikut:
Daop 1 JAK: Bekasi, Cikampek
Daop 2 BD: Purwakarta, Cimahi, Kiaracondong, Rancaekek, Cibatu, Ciamis
Daop 3 CN: Jatibarang
Daop 4 SM: Pekalongan, Cepu
Daop 5 PWT: Kroya, Kutoarjo
Daop 6 YK: -
Daop 7 MN: Kertosono
Daop 8 SB: Bojonegoro, Mojokerto, Bangil, Malang Kotalama
Daop 9 JR: Pasuruan, Klakah, Tanggul
Pertimbangannya, stasiun" tersebut dapat menjaring penumpang dg porsi yg cukup besar sehingga ga perlu jauh" ke stasiun terminus yg rentan macet.
Sekian terima gaji
|