Posts: 499
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
3
wahh..itu kejadian tahun berpa yaa....?
Stasiun Parung panjangnya jg mash amburadul gitu.....atapnya sekarat.............
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Yg demo itu pertengahan Maret 2007 mas...
KRL ke Maja aku rasa bs diminimalisir kepadatannya kl ditambah lg semisal di jam 3an sore atau 1/2 4an sore... Krn aku pantau bbrp kali di Tn Abang lautan manusia terjadi sekitar jam sgitu... Jam 4an giliran yg dtg dr pekerja kantoran...
Jd intinya, antara pedagang dg pekerja kantoran dipisah aja... Bkn bermaksud kesenjangan sosial lho.... tp lbh kepada kapasitas angkut... Soalnya kedtgan KRL AC Commuter Line dr Bogor jam 1/2 3an sore - 1/2 4an sore memberi penumpukkan yg luar biasa + bertemu dr luar st Tn Abang...
Jd ingin bgt dioperasiin KRL ke Maja yg jam sgitu... Jd pengoperasiannya ada 2 utk tujuan Maja, jgn 1 aja...
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
3
Betulll.....
Kalo di lihat pada jam2 puncak (jam sibuk), hampir semua KRL dari semua jurusan itu sangat padat sekali (over load), hal ini akan mengakibatkan umur operasi KRL menjadi pendek (karena terlalu di paksakan). Padat jam sibuk dapat di lihat bagaimana kebutuhan lebih tinggi dari ketersediaan. Kalo ketersediaan sama dengan kebutuhan, maka apabila terjadi suatu halangan (misal ada KRL yg mogok) maka akan terjadi penumpukan penumpang, sebaiknya ketersediaan harus melebihi kebutuhan, sehingga kalau ada gangguan tdk menyebabkan penumpukan.
Pelayanan KRL AC sekarang menjadi lebih jelek di bandingkan dulu (kalo dulu KRL ekonomi yg jelek, banyak copet, pedagang, pengamen, di atap dll). Hal ini karena ketersediaan jauh di bawah kebutuhan.