23-04-2013, 11:08 AM
mantaf...
jadi sumber pembelajaran juga nih..
jadi sumber pembelajaran juga nih..
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
|
Diagram Sederhana Lokomotif DE
|
|
23-04-2013, 11:08 AM
mantaf...
jadi sumber pembelajaran juga nih.. masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
08-05-2013, 11:00 PM
(23-04-2013, 10:42 AM)Tsany_New Image Wrote: Mw tnya jg. Kn lok DE juga bisa mundur tuh. Itu gimana cara kerjanya, kenapa arah putaran TM bisa berubah? Motor traksi DC tinggal dibalik polaritasnya aja bisa langsung mundur, Motor traksi AC (motor induksi) tinggal dibalik urutan fasanya juga bisa mundur.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
09-06-2013, 04:55 AM
Penyaluran daya dari 1 generator ke 6 motor traksi dilakukan secara paralel. Benar tidak? Bagiamana untuk sistem AC-AC?
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
![]()
10-06-2013, 02:34 PM
(09-06-2013, 04:55 AM)antimon40 Wrote: Penyaluran daya dari 1 generator ke 6 motor traksi dilakukan secara paralel. Benar tidak? Bagiamana untuk sistem AC-AC? Kalo dari electronic box-nya ya sendiri-sendiri, biar bisa diatur. Intinya kalo kecepatan rendah/traksi tinggi diseri, kalo kecepatan tinggi/traksi rendah diparalel.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
08-07-2013, 10:28 PM
Mantap..
14-07-2013, 01:55 AM
(This post was last modified: 14-07-2013, 01:56 AM by Krusty Krupp.)
untuk lok AC-AC setau saya arus listrik dari generator AC 3-fasa disearahkan menjadi DC oleh rectifier lalu dirubah kembali menjadi AC 3-fasa terkendali oleh inverter (kalo di KRL mungkin biasa disebut VVVF).
Kecepatan medan magnet putar yang ada di stator TM AC-3 fasa ditentukan dari manipulasi kecepatan fasa oleh inverter, jadi cepat atau lambatnya putaran TM tidak di tentukan dari rpm mesin diesel melainkan dari berapa besar frekuensi AC 3-fasa yang dihasilkan oleh inverter (AC-DC-AC terkendali) CMIIW
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
VVVF -> Variable Voltage, Variable Frequency.
Ini hampir universal untuk kontrol motor non-DC.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
17-07-2013, 10:16 PM
(This post was last modified: 17-07-2013, 10:20 PM by antonius_123.)
(09-06-2013, 04:55 AM)antimon40 Wrote: Penyaluran daya dari 1 generator ke 6 motor traksi dilakukan secara paralel. Benar tidak? Bagiamana untuk sistem AC-AC?TM-DC dihubungkan paralel, betul. Tenaga diatur dengan putaran generator dan prime mover. Karena itu TM tidak bisa diatur sendiri2, kalau satu TM selip, tenaga keseluruhan harus dikurangi. TM AC, tenaga bisa diatur sendiri2 karena tenaga dan putaran diatur oleh Inverter. Tiap TM punya Inverter sendiri. Kalau 1 TM selip, cukup tenaga dari TM itu saja yang dikurangin. (10-06-2013, 02:34 PM)ArdWar Wrote:Ini salah pak.(09-06-2013, 04:55 AM)antimon40 Wrote: Penyaluran daya dari 1 generator ke 6 motor traksi dilakukan secara paralel. Benar tidak? Bagiamana untuk sistem AC-AC? Yang di paralel ato serie tergantung beban dan kecepatan itu, kumparan stator dan rotor di TM DC.
20-07-2013, 12:40 AM
(17-07-2013, 10:16 PM)antonius_123 Wrote: Ini salah pak. Eh, sebentar, ini tidak beda persepsi kan? Kalimat pertama dan kedua agan antimon40 itu menanyakan sistem DC, baru pada kalimat ketiga menanyakan perbedaannya dengan sistem AC kan? Nah, saya menjawab pertanyaan yang pertama. Untuk loko DC, setahuku malah bertahap, dari semua seri (1x6), tiga seri diparalel (2x3), dua seri diparalel (3x2), semua paralel (6x1), baru kumparan medan & armatur diparalel, baru kalau tetep mau nambah kecepatan, ditambah resistansi seri, field weakening, dll. Nggak semuanya dipake, bahkan rata-rata konfigurasi motornya tetep seri, baru diparalel (?sepex?) saat dynamic braking. Perhatian untuk para Bravo. Jika isi spoiler berikut melanggar peraturan, silakan langsung dihapus. Tidak perlu perlu konfirmasi/DM. Ini contohnya GE Dash-7: [spoiler=Skematik TM sederhana] TM yang atas itu kumparan armatur (rotor). TM yang bawah itu kumparan medan (stator). REV = Reverser Secara default, motor DC beroperasi secara seri (series wound).[/spoiler] [spoiler=Kecepatan rendah] Saat kecepatan rendah, tiap pasang motor DC dihubungkan secara seri, konfigurasi motor tetap series wound.[/spoiler] [spoiler=Kecepatan tinggi] Saat kecepatan tinggi, tiap motor dihubungkan paralel, konfigurasi motor tetap series wound.[/spoiler] [spoiler=Skema (setengah) lengkap, BEWARE!!! ]Waktu dynamic braking, konfigurasinya baru diubah jadi sepex (you don't say?). Tiap pasang kumparan medan dihubungkan seri melalui switch BKT dan dieksitasi oleh generator. Kumparan armatur dihubungkan ke brake grid (BRG) dengan kumparan armatur TM "pasangannya". Walaupun TM pasangannya di-cut out, TM tetep bisa DB karena CT BRG dihubungkan common dengan CT BRG pasangan lainnya. BB = Busbar (mungkin) Maaf, skemanya cuma separo.[/spoiler] CMIIW!! ![]() BTW, kalau mau, motor DC bisa juga diatur individual pake' PWM. Tapi bakalan nonsense soalnya sirkuit PWM hampir mirip dengan sirkuit inverter motor AC.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
25-08-2013, 05:07 AM
(18-11-2009, 08:11 AM)Agung Wrote: kalo untuk CC201-CC203 menggunakan generator DC dan motor traksi DC juga...... oh jadi TM nya masih pake DC smua toh.. untuk yg DC-DC sistem kontrol elektriknya yg buat ngatur arus ke TM gimana sih? pake kendali adaptif kah? trus juga spek TM nya kek gimana? barangkali ada diagramnya boleh ditampilin skalian..
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|