Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(08-07-2013, 05:28 PM)Andrew_CN Wrote: Gw malah confirm ma macus yg notabene dr kecil apal petak sana bilang yakin kalo awal peresmian cipuja brangkatnya dr CP, kalopun salah inget dia bilang brarti itungannya cuma dr KYA dg KYA-CPnya cuma diitung sbg feeder, kalo dr PWT dia malah blom pernah denger sampe skrang.

(08-07-2013, 11:48 PM)Andrew_CN Wrote: Wehehe
Dikira macus masi bocah
Koor nya spoor limo umur dah lebi dr 2,5 dekade bgitu gan :v
RF DAOP 5 tp kaga kenal dia, malah brarti yg kaga kenal dia itu yg diraguin (no offense)
Diralat infonya ternyata ma om ardi, ternyata bner awal dr PWT tp dg rangkean yg emank dr awal cuma sependek itu, brangkat dr PWT cuma stengah rangkean yg sangat pendek, jd kliatan kayak feeder doank, stengah rangkean laennnya brangkat dr CP yg sama pendeknya & di KYA gabungin rangkean skalian langsir lok & sbnernya nomer dr PWT atopun dr CPnya pun dulu blom yg bner2 nomer KA jarak jauh, baru saat langsir lok di KYA itu pake nomer cipuja yg jarak jauh.
Itu yg emank ternyata lebi masuk akal
 
Pantes..., bbrp hari yg lalu dia sempat tanya lewat BBM soalan ini. Eh, ternyata....
Dulu yg masih saya ingat Cipuja alias Serayu berangkat dari PWT, penumpang dari CP biasanya nebeng feedernya Purbaya atau Logawa gitu, om... Maksud saya dulu sewaktu Purbaya masih berangkat jam 6 dari PWT, penumpang Cipuja dari CP nebeng feedernya Purbaya. Setelah Purbaya digeser jadi jam 8, penumpang dari CP pake feedernya Logawa. Jd nggak ada sebagian rangkaian Cipuja alias Serayu nongkrong di CP (CMIIW).
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(11-07-2013, 10:02 AM)see_204XX Wrote: (08-07-2013, 05:28 PM)Andrew_CN Wrote: Gw malah confirm ma macus yg notabene dr kecil apal petak sana bilang yakin kalo awal peresmian cipuja brangkatnya dr CP, kalopun salah inget dia bilang brarti itungannya cuma dr KYA dg KYA-CPnya cuma diitung sbg feeder, kalo dr PWT dia malah blom pernah denger sampe skrang.

(08-07-2013, 11:48 PM)Andrew_CN Wrote: Wehehe
Dikira macus masi bocah
Koor nya spoor limo umur dah lebi dr 2,5 dekade bgitu gan :v
RF DAOP 5 tp kaga kenal dia, malah brarti yg kaga kenal dia itu yg diraguin (no offense)
Diralat infonya ternyata ma om ardi, ternyata bner awal dr PWT tp dg rangkean yg emank dr awal cuma sependek itu, brangkat dr PWT cuma stengah rangkean yg sangat pendek, jd kliatan kayak feeder doank, stengah rangkean laennnya brangkat dr CP yg sama pendeknya & di KYA gabungin rangkean skalian langsir lok & sbnernya nomer dr PWT atopun dr CPnya pun dulu blom yg bner2 nomer KA jarak jauh, baru saat langsir lok di KYA itu pake nomer cipuja yg jarak jauh.
Itu yg emank ternyata lebi masuk akal

Pantes..., bbrp hari yg lalu dia sempat tanya lewat BBM soalan ini. Eh, ternyata....
Dulu yg masih saya ingat Cipuja alias Serayu berangkat dari PWT, penumpang dari CP biasanya nebeng feedernya Purbaya atau Logawa gitu, om... Maksud saya dulu sewaktu Purbaya masih berangkat jam 6 dari PWT, penumpang Cipuja dari CP nebeng feedernya Purbaya. Setelah Purbaya digeser jadi jam 8, penumpang dari CP pake feedernya Logawa. Jd nggak ada sebagian rangkaian Cipuja alias Serayu nongkrong di CP (CMIIW)

Feedernya itu k3 kan?
Jare macus nyambungi inpone pider make sbagian rangkean si cipuja, jd bis dr CP si pider sambung ma cipuja di KYA, yg bner bijimana itu? Sing diomong macus cuma pas kae masi anane purbaya bae jd pidere make cipuja, kuen bae
Posts: 67
Threads: 0
Joined: Feb 2013
Reputation:
0
macus lagi macus lagi
adol jare kulak ndean
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
Emank benar yak, Serayu mau start dari PWT lagi...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.
Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.
Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.
Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.
"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.
Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.
"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.
"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.
Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.
"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.
" Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.
Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.
Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.
Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.
"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Saat ini, Warung-warung sudah rata dengan tanah, jalan didepan stasiun siap digeser ke sebelah timur dan lahan parkir segera diperluas
Posts: 104
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
(12-07-2013, 03:24 AM)zmidth Wrote: Emank benar yak, Serayu mau start dari PWT lagi...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.
Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.
Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.
Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.
"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.
Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.
"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.
"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.
Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.
"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.
"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.
Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.
Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.
Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.
"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Saat ini, Warung-warung sudah rata dengan tanah, jalan didepan stasiun siap digeser ke sebelah timur dan lahan parkir segera diperluas
wah argo?? daop v bakaln punya argo?
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
(12-07-2013, 09:10 AM)abdurrahman Wrote: (12-07-2013, 03:24 AM)zmidth Wrote: Emank benar yak, Serayu mau start dari PWT lagi...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.
Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.
Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.
Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.
"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.
Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.
"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.
"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.
Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.
"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.
"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.
Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.
Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.
Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.
"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Saat ini, Warung-warung sudah rata dengan tanah, jalan didepan stasiun siap digeser ke sebelah timur dan lahan parkir segera diperluas
wah argo?? daop v bakaln punya argo?
Perkiraanku ya jadi KA Argo Purwojaya alias Purwojaya EXE... maaf, OOT. Selanjutnya jgn ngbrol di thread ini... Ke thread sebelah aja...
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(11-07-2013, 10:31 PM)Andrew_CN Wrote: Feedernya itu k3 kan?
Jare macus nyambungi inpone pider make sbagian rangkean si cipuja, jd bis dr CP si pider sambung ma cipuja di KYA, yg bner bijimana itu? Sing diomong macus cuma pas kae masi anane purbaya bae jd pidere make cipuja, kuen bae

Jadi begini, om... betul feedernya itu K3. Seingat saya, dulu feeder dari CP kan cukup panjang sekitar 4 kereta, lha isinya itu penumpang Purbaya & Cipuja. Rangkaian Cipuja yg stabling di PWT pd saat itu lbh panjang dari rangkaiannya Purbaya. Jd penumpang Cipuja dr CP kudu pindah kereta. Terus ganti tahun jadwalnya Purbaya digeser jadi lbh siang dr PWT, Logawa ganti posisi di jam 6. Feeder dari CP jd utk Logawa & Serayu. Sama polanya, feeder digandeng ke rangkaian Logawa sj.
Tahun2 segitu Mr. Macuz blm rutin & kenceng mblusukan di lintas, om... jd abis saya critain dia mencoba menganalisa dr sudut pandang dia sendiri. Ya kalo masih keliru mohon dimaafkan, om...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(12-07-2013, 10:06 AM)zmidth Wrote: (12-07-2013, 09:10 AM)abdurrahman Wrote: (12-07-2013, 03:24 AM)zmidth Wrote: Emank benar yak, Serayu mau start dari PWT lagi...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.
Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.
Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.
Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.
"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.
Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.
"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.
"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.
Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.
"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.
"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.
Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.
Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.
Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.
"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Saat ini, Warung-warung sudah rata dengan tanah, jalan didepan stasiun siap digeser ke sebelah timur dan lahan parkir segera diperluas
wah argo?? daop v bakaln punya argo?
Perkiraanku ya jadi KA Argo Purwojaya alias Purwojaya EXE... maaf, OOT. Selanjutnya jgn ngbrol di thread ini... Ke thread sebelah aja...
Cipuja malem bakal dempetan ma progo?
Itu brarti bukannya majuin jadwal buat tambahan waktu perjalanan PWT-KYA + aktifitas langsir di KYA nya, malah mundurin jadwal jadi jam 6 ato stenga 7an itu bukannya malah bakal makan waktu lebi lama lg ya? Krn ada X ma 127, ditambah pas dia sampe KYA ada 71 yg berkepentingan langsir jg jam 7 nya, sampe di JAKK bisa mundur jg yg skrang jam 4an jd jam 6an, cukup si kalo omong mau pengecekan dll dulu di JAKK, tp prakteknya dg lebi penuhnya traffic di JAKK jam dia masuk apa mungkin ga keburu2 ya?
Posts: 104
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
(12-07-2013, 11:12 AM)Andrew_CN Wrote: (12-07-2013, 10:06 AM)zmidth Wrote: (12-07-2013, 09:10 AM)abdurrahman Wrote: (12-07-2013, 03:24 AM)zmidth Wrote: Emank benar yak, Serayu mau start dari PWT lagi...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.
Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.
Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.
Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.
"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.
Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.
"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.
"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.
Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.
"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.
"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.
Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.
Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.
Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.
"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Saat ini, Warung-warung sudah rata dengan tanah, jalan didepan stasiun siap digeser ke sebelah timur dan lahan parkir segera diperluas
wah argo?? daop v bakaln punya argo?
Perkiraanku ya jadi KA Argo Purwojaya alias Purwojaya EXE... maaf, OOT. Selanjutnya jgn ngbrol di thread ini... Ke thread sebelah aja...
Cipuja malem bakal dempetan ma progo?
Itu brarti bukannya majuin jadwal buat tambahan waktu perjalanan PWT-KYA + aktifitas langsir di KYA nya, malah mundurin jadwal jadi jam 6 ato stenga 7an itu bukannya malah bakal makan waktu lebi lama lg ya? Krn ada X ma 127, ditambah pas dia sampe KYA ada 71 yg berkepentingan langsir jg jam 7 nya, sampe di JAKK bisa mundur jg yg skrang jam 4an jd jam 6an, cukup si kalo omong mau pengecekan dll dulu di JAKK, tp prakteknya dg lebi penuhnya traffic di JAKK jam dia masuk apa mungkin ga keburu2 ya?
dari fakta yg saya lihat, ka2 yg datng dan tdk menginap di dao, macam serayu dan TA, lebih diprioritaskan ama petugas DAO, dia bilang yg nginep bisa entaran katanya
|