Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRD BUMI GEULIS
(25-06-2013, 08:55 AM)ahmadi Wrote:
(24-06-2013, 09:16 PM)febri12 Wrote: nah, operator KRL dan sepur tanpa setrum kan udah beda walaupun masih satu induk (KAI), apa ya mau itu KAI bakalan menerapkan sistem spt itu
Quote: OOT:
jd inget beberapa waktu lalu KAI menghapus tiket terusan KA reguler sbg free KRL

Kalau baca plang dipo KRL BOO sih tulisannya PT.KAI, bukan PT.KCJ. Lihat R6 kru KRL pun masih R6 PT.KAI DAOP I. Yang saya bayangkan kalau Buge sudah 2 trip lebih per hari apa masih ada waktu buat bulak-balik BOO-THB + Check Up di THB ? Kalau masih bolak-balik THB konsekuensinya harus punya rangkaian banyak. Itu semua akan menambah biaya perawatan armada, biaya perka KLB, biaya HSD,kru juga harus dobel,dll. Padahal pendapatan Buge cuma segitu-gitunya, itu pun entah nutup entah tidak untuk solar saja. Dari awal pengoperasiannya juga sudah dibilang kalau ini proyek rugi, apa tidak ada usaha untuk mengurangi kerugian? Padahal hanya membenahi birokrasi.
Kenapa KRD di DAOP I harus nginduk di THB ? Dulu awalnya semua KRD DAOP I nginduk di Dipo KRL-KRD BUD, kalau tidak salah termasuk WIKU, kecuali KRD Sukabumi di BOO sampai tahun 2006. Setelah terbakarnya 2 dari 4 KRD di Cikampek tahun 2004,ditambah kebanjiran KRL eks Jepun membuat dipo BUD kewalahan urus KRD. Dulu dipo + BY DP belum ada. Awalnya KRD mau dilepas dari BUD ke JNG, tapi ditolak JNG, karena JNG juga kewalahan urus loko. THB tidak bisa menolak, karena armadanya DH semua, sama seperti KRD. Akhirnya semua armada KRD dipindah dari BUD ke THB, BUD hanya menyisakan 1 set KRD NR. Waktu itu yang masih KRD yang masih operasional hanya KRD Nambo & KRD BOO-SI. Nambo dipindah ke THB, BOO-SI tetap di BOO sampai pada tahun 2006 keduanya stop operasional. Dulu waktu jaman KRD eko,tiap lepas dinas masuk dipo BOO dan check up di loss. Sekarang jamannya Buge Check up hanya seminggu 2 kali, ditambah jarang PAL. Jadwal seharusnya tahun 2010, ini baru tahun 2012 baru masuk BY,itupun karena rusak berat. Wajar kalau kondisinya seperti sekarang, check up cuma seminggu 2 kali ditambah PAL 4 tahun sekali.

hmmm.... Sakit
semoga komuter di Surabaya dan sekitarnya lebih baik lagi Malaikat
Reply
(25-06-2013, 08:55 AM)ahmadi Wrote:
(24-06-2013, 09:16 PM)febri12 Wrote: nah, operator KRL dan sepur tanpa setrum kan udah beda walaupun masih satu induk (KAI), apa ya mau itu KAI bakalan menerapkan sistem spt itu
Quote: OOT:
jd inget beberapa waktu lalu KAI menghapus tiket terusan KA reguler sbg free KRL

Kalau baca plang dipo KRL BOO sih tulisannya PT.KAI, bukan PT.KCJ. Lihat R6 kru KRL pun masih R6 PT.KAI DAOP I. Yang saya bayangkan kalau Buge sudah 2 trip lebih per hari apa masih ada waktu buat bulak-balik BOO-THB + Check Up di THB ? Kalau masih bolak-balik THB konsekuensinya harus punya rangkaian banyak. Itu semua akan menambah biaya perawatan armada, biaya perka KLB, biaya HSD,kru juga harus dobel,dll. Padahal pendapatan Buge cuma segitu-gitunya, itu pun entah nutup entah tidak untuk solar saja. Dari awal pengoperasiannya juga sudah dibilang kalau ini proyek rugi, apa tidak ada usaha untuk mengurangi kerugian? Padahal hanya membenahi birokrasi.
Kenapa KRD di DAOP I harus nginduk di THB ? Dulu awalnya semua KRD DAOP I nginduk di Dipo KRL-KRD BUD, kalau tidak salah termasuk WIKU, kecuali KRD Sukabumi di BOO sampai tahun 2006. Setelah terbakarnya 2 dari 4 KRD di Cikampek tahun 2004,ditambah kebanjiran KRL eks Jepun membuat dipo BUD kewalahan urus KRD. Dulu dipo + BY DP belum ada. Awalnya KRD mau dilepas dari BUD ke JNG, tapi ditolak JNG, karena JNG juga kewalahan urus loko. THB tidak bisa menolak, karena armadanya DH semua, sama seperti KRD. Akhirnya semua armada KRD dipindah dari BUD ke THB, BUD hanya menyisakan 1 set KRD NR. Waktu itu yang masih KRD yang masih operasional hanya KRD Nambo & KRD BOO-SI. Nambo dipindah ke THB, BOO-SI tetap di BOO sampai pada tahun 2006 keduanya stop operasional. Dulu waktu jaman KRD eko,tiap lepas dinas masuk dipo BOO dan check up di loss. Sekarang jamannya Buge Check up hanya seminggu 2 kali, ditambah jarang PAL. Jadwal seharusnya tahun 2010, ini baru tahun 2012 baru masuk BY,itupun karena rusak berat. Wajar kalau kondisinya seperti sekarang, check up cuma seminggu 2 kali ditambah PAL 4 tahun sekali.

dulu biasanya sepulang dines siang dari SI ke BOO, masuk depo buat check sekitar 30menit - 1jam. jalan lagi sekitaran jam 16.30-17.00 ke SI, biasanya para calon penumpang ikut masuk ke Depo soalnya takut ga kebagian tempat duduk (kenyataannya emang ga akan kebagian tempat duduk kalo ga ikut ke Depo)
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
(25-06-2013, 10:54 AM)febri12 Wrote:
(25-06-2013, 08:55 AM)ahmadi Wrote:
(24-06-2013, 09:16 PM)febri12 Wrote: nah, operator KRL dan sepur tanpa setrum kan udah beda walaupun masih satu induk (KAI), apa ya mau itu KAI bakalan menerapkan sistem spt itu
Quote: OOT:
jd inget beberapa waktu lalu KAI menghapus tiket terusan KA reguler sbg free KRL

Kalau baca plang dipo KRL BOO sih tulisannya PT.KAI, bukan PT.KCJ. Lihat R6 kru KRL pun masih R6 PT.KAI DAOP I. Yang saya bayangkan kalau Buge sudah 2 trip lebih per hari apa masih ada waktu buat bulak-balik BOO-THB + Check Up di THB ? Kalau masih bolak-balik THB konsekuensinya harus punya rangkaian banyak. Itu semua akan menambah biaya perawatan armada, biaya perka KLB, biaya HSD,kru juga harus dobel,dll. Padahal pendapatan Buge cuma segitu-gitunya, itu pun entah nutup entah tidak untuk solar saja. Dari awal pengoperasiannya juga sudah dibilang kalau ini proyek rugi, apa tidak ada usaha untuk mengurangi kerugian? Padahal hanya membenahi birokrasi.
Kenapa KRD di DAOP I harus nginduk di THB ? Dulu awalnya semua KRD DAOP I nginduk di Dipo KRL-KRD BUD, kalau tidak salah termasuk WIKU, kecuali KRD Sukabumi di BOO sampai tahun 2006. Setelah terbakarnya 2 dari 4 KRD di Cikampek tahun 2004,ditambah kebanjiran KRL eks Jepun membuat dipo BUD kewalahan urus KRD. Dulu dipo + BY DP belum ada. Awalnya KRD mau dilepas dari BUD ke JNG, tapi ditolak JNG, karena JNG juga kewalahan urus loko. THB tidak bisa menolak, karena armadanya DH semua, sama seperti KRD. Akhirnya semua armada KRD dipindah dari BUD ke THB, BUD hanya menyisakan 1 set KRD NR. Waktu itu yang masih KRD yang masih operasional hanya KRD Nambo & KRD BOO-SI. Nambo dipindah ke THB, BOO-SI tetap di BOO sampai pada tahun 2006 keduanya stop operasional. Dulu waktu jaman KRD eko,tiap lepas dinas masuk dipo BOO dan check up di loss. Sekarang jamannya Buge Check up hanya seminggu 2 kali, ditambah jarang PAL. Jadwal seharusnya tahun 2010, ini baru tahun 2012 baru masuk BY,itupun karena rusak berat. Wajar kalau kondisinya seperti sekarang, check up cuma seminggu 2 kali ditambah PAL 4 tahun sekali.

hmmm.... Sakit

itu yg dibold, kepanjangannya apa ya?
Maklum newbie, msh awam soal dunia sepur..
Hehe
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
(25-06-2013, 07:45 PM)zae abjal Wrote: itu yg dibold, kepanjangannya apa ya?
Maklum newbie, msh awam soal dunia sepur..
Hehe

Itu mah KAIS Wijayakusuma yg dibold gan Playboy
Facebook : Garry RP
Twitter : GarryKAHP
Flickr : GarryKAHP
Youtube : Gerikahp
Majulah Perkeretaapian Indonesia
Reply
(25-06-2013, 07:45 PM)zae abjal Wrote:
(25-06-2013, 10:54 AM)febri12 Wrote:
(25-06-2013, 08:55 AM)ahmadi Wrote:
(24-06-2013, 09:16 PM)febri12 Wrote: nah, operator KRL dan sepur tanpa setrum kan udah beda walaupun masih satu induk (KAI), apa ya mau itu KAI bakalan menerapkan sistem spt itu
Quote: OOT:
jd inget beberapa waktu lalu KAI menghapus tiket terusan KA reguler sbg free KRL

Kalau baca plang dipo KRL BOO sih tulisannya PT.KAI, bukan PT.KCJ. Lihat R6 kru KRL pun masih R6 PT.KAI DAOP I. Yang saya bayangkan kalau Buge sudah 2 trip lebih per hari apa masih ada waktu buat bulak-balik BOO-THB + Check Up di THB ? Kalau masih bolak-balik THB konsekuensinya harus punya rangkaian banyak. Itu semua akan menambah biaya perawatan armada, biaya perka KLB, biaya HSD,kru juga harus dobel,dll. Padahal pendapatan Buge cuma segitu-gitunya, itu pun entah nutup entah tidak untuk solar saja. Dari awal pengoperasiannya juga sudah dibilang kalau ini proyek rugi, apa tidak ada usaha untuk mengurangi kerugian? Padahal hanya membenahi birokrasi.
Kenapa KRD di DAOP I harus nginduk di THB ? Dulu awalnya semua KRD DAOP I nginduk di Dipo KRL-KRD BUD, kalau tidak salah termasuk WIKU, kecuali KRD Sukabumi di BOO sampai tahun 2006. Setelah terbakarnya 2 dari 4 KRD di Cikampek tahun 2004,ditambah kebanjiran KRL eks Jepun membuat dipo BUD kewalahan urus KRD. Dulu dipo + BY DP belum ada. Awalnya KRD mau dilepas dari BUD ke JNG, tapi ditolak JNG, karena JNG juga kewalahan urus loko. THB tidak bisa menolak, karena armadanya DH semua, sama seperti KRD. Akhirnya semua armada KRD dipindah dari BUD ke THB, BUD hanya menyisakan 1 set KRD NR. Waktu itu yang masih KRD yang masih operasional hanya KRD Nambo & KRD BOO-SI. Nambo dipindah ke THB, BOO-SI tetap di BOO sampai pada tahun 2006 keduanya stop operasional. Dulu waktu jaman KRD eko,tiap lepas dinas masuk dipo BOO dan check up di loss. Sekarang jamannya Buge Check up hanya seminggu 2 kali, ditambah jarang PAL. Jadwal seharusnya tahun 2010, ini baru tahun 2012 baru masuk BY,itupun karena rusak berat. Wajar kalau kondisinya seperti sekarang, check up cuma seminggu 2 kali ditambah PAL 4 tahun sekali.

hmmm.... Sakit

itu yg dibold, kepanjangannya apa ya?
Maklum newbie, msh awam soal dunia sepur..
Hehe

BUD = bukit duri, dipo KRL
WIKU = KA inspeksi WijayaKusuma Tersenyuum
semoga komuter di Surabaya dan sekitarnya lebih baik lagi Malaikat
Reply
Ini bener Bumi Geulis ya? kok ada di yogya

[SPOILER=1]
[Image: 9213949664_857026ac62_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=2]
[Image: 9213947332_0297b40c00_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=3]
[Image: 9213942666_da4a84aece_c.jpg][/SPOILER]
Reply
(07-07-2013, 08:29 AM)arsyadarradya Wrote: Ini bener Bumi Geulis ya? kok ada di yogya

[SPOILER=1]
[Image: 9213949664_857026ac62_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=2]
[Image: 9213947332_0297b40c00_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=3]
[Image: 9213942666_da4a84aece_c.jpg][/SPOILER]

Kan PA om di BY YK...udah kinclong begitu, berarti bentar lagi jalan dong
Reply
(07-07-2013, 10:34 AM)dozykayen Wrote:
(07-07-2013, 08:29 AM)arsyadarradya Wrote: Ini bener Bumi Geulis ya? kok ada di yogya

[SPOILER=1]
[Image: 9213949664_857026ac62_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=2]
[Image: 9213947332_0297b40c00_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=3]
[Image: 9213942666_da4a84aece_c.jpg][/SPOILER]

Kan PA om di BY YK...udah kinclong begitu, berarti bentar lagi jalan dong

iya utk KRD memang PA nya di YK, kira2 ada berapa kereta totalnya?
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
(07-07-2013, 04:11 PM)BuGe780 Wrote:
(07-07-2013, 10:34 AM)dozykayen Wrote:
(07-07-2013, 08:29 AM)arsyadarradya Wrote: Ini bener Bumi Geulis ya? kok ada di yogya

[SPOILER=1]
[Image: 9213949664_857026ac62_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=2]
[Image: 9213947332_0297b40c00_c.jpg][/SPOILER]
[SPOILER=3]
[Image: 9213942666_da4a84aece_c.jpg][/SPOILER]

Kan PA om di BY YK...udah kinclong begitu, berarti bentar lagi jalan dong

iya utk KRD memang PA nya di YK, kira2 ada berapa kereta totalnya?

Kayaknya kalo nggak salah denger sih 6 KD om...tapi nggak tau juga kalo nambah lagi
Reply
BuGe jalan fakultatif gak ya lebaran nanti??

[Image: Siggy.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)