Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[DISKUSI] Pembagian tarif berdasarkan sub kelas
#11
pertamina kasih harga khusus untuk SPBUnya yang sejalur/dekat dengan SPBU pesaing (shell, total, dll)
KA Sumber Kentjono
Reply
#12
Back to topic.
yang saya takutkan adalah adanya perlakuan yg berbeda antara penumpang yg beli tiket sub kelas lebih rendah dengan sub kelas yg lebih tinggi , atau malah ini adalah sebuah keuntungan bagi si pemegang tiket sub kelas yg lebih tinggi ya ?

Dan baru sadar, dengan sistem ini kita gak bisa pindah tempat duduk lagi dong yah, biasanya kan kalo dpt kursi yang rada ga enak bisa pindah ke kereta lain yang kosong, lah skrg sudah fix beli tempat duduk disitu ya gak boleh pindah-pindah lagi Xie Xie
"Penumpang menunggu kereta api BUKAN kereta api menunggu penumpang."

[Image: 332wepw.jpg]
Reply
#13
(11-05-2013, 10:54 AM)mij_jim Wrote: Back to topic.
yang saya takutkan adalah adanya perlakuan yg berbeda antara penumpang yg beli tiket sub kelas lebih rendah dengan sub kelas yg lebih tinggi , atau malah ini adalah sebuah keuntungan bagi si pemegang tiket sub kelas yg lebih tinggi ya ?

Dan baru sadar, dengan sistem ini kita gak bisa pindah tempat duduk lagi dong yah, biasanya kan kalo dpt kursi yang rada ga enak bisa pindah ke kereta lain yang kosong, lah skrg sudah fix beli tempat duduk disitu ya gak boleh pindah-pindah lagi Xie Xie

Hihihihi, biasanya juga kalau perjalanan jauh, orang yang rela jalan dari ujung kereta ke ujung yang lain buat nyari kursi kosong juga ndak terlalu banyak kok mas, paling kalo ada juga sejenis eR eP .... saya sendiri paling pol cuma pindah ke kereta sebelah (misalnya dari kereta 1 ke kereta 2). Jadi ya kayaknya ndak terlalu bermasalah juga bagi kebanyakan orang tentang sistem subkelas ini. Hahaha.

Kalau pelayanan ... ya seperti yang sering saya sebutkan di berbagai trid, palingan juga berhubung tempatnya jauh dari KM, kalo pesen makanan agak lama datengnya, trus berhubung di belakang lok juga, kalo non eksekutif ya jadi berisik, lalu di beberapa stasiun gak kebagian kanopi dan peron tinggi, dan seterusnya dan seterusnya .... secara umum sih menurut saya tidak terlalu mengganggu dan mengkastakan penumpang secara ekstrim kok Ngikik
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#14
(11-05-2013, 12:50 PM)Hungry Soul Wrote:
(11-05-2013, 10:54 AM)mij_jim Wrote: Back to topic.
yang saya takutkan adalah adanya perlakuan yg berbeda antara penumpang yg beli tiket sub kelas lebih rendah dengan sub kelas yg lebih tinggi , atau malah ini adalah sebuah keuntungan bagi si pemegang tiket sub kelas yg lebih tinggi ya ?

Dan baru sadar, dengan sistem ini kita gak bisa pindah tempat duduk lagi dong yah, biasanya kan kalo dpt kursi yang rada ga enak bisa pindah ke kereta lain yang kosong, lah skrg sudah fix beli tempat duduk disitu ya gak boleh pindah-pindah lagi Xie Xie

Hihihihi, biasanya juga kalau perjalanan jauh, orang yang rela jalan dari ujung kereta ke ujung yang lain buat nyari kursi kosong juga ndak terlalu banyak kok mas, paling kalo ada juga sejenis eR eP .... saya sendiri paling pol cuma pindah ke kereta sebelah (misalnya dari kereta 1 ke kereta 2). Jadi ya kayaknya ndak terlalu bermasalah juga bagi kebanyakan orang tentang sistem subkelas ini. Hahaha.

Kalau pelayanan ... ya seperti yang sering saya sebutkan di berbagai trid, palingan juga berhubung tempatnya jauh dari KM, kalo pesen makanan agak lama datengnya, trus berhubung di belakang lok juga, kalo non eksekutif ya jadi berisik, lalu di beberapa stasiun gak kebagian kanopi dan peron tinggi, dan seterusnya dan seterusnya .... secara umum sih menurut saya tidak terlalu mengganggu dan mengkastakan penumpang secara ekstrim kok Ngikik

Pemagaran & pemisahan pax di SGU malah merupakan pengkastaan dalam bentuk yg lebih ekstrim Ngakak
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#15
Mau nanya donk.. kalo kita pesen tiket di loket langsung, apakah kita bisa milih sendiri subkelasnya??
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#16
(12-06-2013, 11:40 AM)chr.christianto Wrote: Mau nanya donk.. kalo kita pesen tiket di loket langsung, apakah kita bisa milih sendiri subkelasnya??

Harusnya bisa dan itu merupakan hak calon penumpang. Jadi kalo si Mas pengen tau harga yang tersedia dan gak dikasih tau sama si petugas loket, ya tinggal dilaporin CS stasiun atau yang terkait, hehehe. Xie Xie
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#17
(12-06-2013, 12:02 PM)Hungry Soul Wrote:
(12-06-2013, 11:40 AM)chr.christianto Wrote: Mau nanya donk.. kalo kita pesen tiket di loket langsung, apakah kita bisa milih sendiri subkelasnya??

Harusnya bisa dan itu merupakan hak calon penumpang. Jadi kalo si Mas pengen tau harga yang tersedia dan gak dikasih tau sama si petugas loket, ya tinggal dilaporin CS stasiun atau yang terkait, hehehe. Xie Xie

Woo.. Oke Makasih Pencerahannya mas.. Xie Xie
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#18
saya rasa makin ribet aja sistem tarif seperti ini ! kalau harapan saya sih dari dulu harga beda sesuai dengan kelas nya namun masih dalam satu rangkaian seperti di kereta di amerika . ini lebih sederhana dan lebih manusiawi saya rasa . sudah kltur manusia mencari harga yang lebih murah. masalah depan dan belakang nggak kebagian peron tinggi mah itu tanggung jawab dan pr nya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) !orang kita mah yang penting dapat tiket dan bisa naik gitu aja saya rasa
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#19
(13-06-2013, 12:28 PM)dedy vh Wrote: saya rasa makin ribet aja sistem tarif seperti ini ! kalau harapan saya sih dari dulu harga beda sesuai dengan kelas nya namun masih dalam satu rangkaian seperti di kereta di amerika . ini lebih sederhana dan lebih manusiawi saya rasa . sudah kltur manusia mencari harga yang lebih murah. masalah depan dan belakang nggak kebagian peron tinggi mah itu tanggung jawab dan pr nya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) !orang kita mah yang penting dapat tiket dan bisa naik gitu aja saya rasa

Yaaa namanya juga Maskapai Wanna-be Pak ... Ngiler

Dan tentang pembagian tempat, lagi-lagi sih menurut saya ini termasuk "akal-akalan" PT. Sepur untuk membuat kekurangannya menjadi kelebihan (sumber pendapatan). Misalnya ya itu, di belakang lok berisik, tapi di tengah tenang. Deket KM, dapet peron, kanopi, dll. Ya udah kalo mau tenang, mau dilayanin cepet mau yg lain-lain, silakan pilih gerbong tengah dengan tambahan harga ... Ngeledek Mau murah ya silakan pesan secepat mungkin dan menerima segala kekurangan yang terjadi.

Oh, saya akui, ini memang "Jenius" ... Nyengir
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#20
Wahhh apa-apaan nihhh... gak waras ni klo ada yg bayarin. Ngakak


[Image: Untitled.jpg]



[Image: Untitled2.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)