Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
Selamat malam semuanya... mencoba membalas postingan rekan2 & berbagi pandangan lg ah.... Sorry, biar nggak terlalu panjang beberapa kalimat rekan2 saya edit saja ya...

(29-04-2013, 02:35 AM)zmidth Wrote: ^edit

Kang, PerPres sudah ditandatangani, PM juga sudah ada, UU udah berlaku juga, tapi kenapa PT Sepur masih teriak2 IMO tidak pernah turun. Menteri BUMN yg sekarang pun mengatakan IMO tidak turun. Padahal sudah ganti tahun anggaran lho. Kalau IMO tidak turun, artinya Pemerintah masih menganggap kalau IMO sama dengan TAC yg harus dibayar oleh PT Sepur. Dalam berita yg dicantumkan sama kang Logawa, PT Sepur minta bayar TAC 600milyar sedangkan Pemerintah harus bayar IMO 2triliun. Kalau TAC=IMO, berarti PT Sepur saat ini harus bayar TAC 2triliun. Bayar 2triliun tapi ngga semua prasarana dimanfaatkan dengan optimal ya yg rugi PT Sepur donk. PT Sepur ogah rugi sendirian, akhirnya mengajak masyarakat rugi bareng2 lewat tarif yg mahal.

Kalo ngeliat jam bales postingan saya koq pagi bener, Kang... Lg ronda ya, Kang...? :p
Kalimat sampeyan yg saya bold saya pikir sdh sampeyan jawab sendiri di halaman2 terdahulu dech...
Sebenarnya kalo membaca kembali Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27 ayat 3 koq saya jd geli sendiri ya...
Quote: Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27
ayat 3 : Biaya untuk pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibiayai terlebih dahulu oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan menjadi kewajiban Pemerintah

Sementara ayat 1nya :
Quote: Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27
ayat 1 : Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, PT.Kereta Api Indonesia (Persero) ditugaskan sebagai penyelenggara kewajiban pelayanan publik, perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara untuk Tahun Anggaran 2012.

Mengkomentari ayat 3 dari Perpres tsb koq lucu jg ya, negara segede Indonesia koq nggak punya duit sepeser pun sich...? Pemerintah bisa2nya utang ke Badan Usahanya sendiri... (#sesuatu, kalo kata Syahrini.... )

(29-04-2013, 08:46 PM)zmidth Wrote: ^edit

Maaf agak OOT, Yuk kita lihat sebagian daftar BUMN yg bergerak dalam bidang transportasi:
* di sektor penerbangan, sudah ada Garuda, Merpati dan Angkasa Pura. Garuda bergerak sebagai pengelola sarana penerbangan, sedangkan Angkasa Pura sebagai pengelola prasarana penerbangan. Semuanya berbentuk PT.
* di sektor pelayaran, pengelola sarana ada PELNI, pengelola prasarana ada Pelindo.
* di sektor transportasi darat, pengelola sarana ada DAMRI, pengelola prasarananya ada 2. Kalau yg mengelola jalan berbayar itu ada Jasa Marga sedangkan jalan yg gratisan itu dikelola langsung sama Dirjen Bina Marga.

Sedangkan disektor perkeretaapian masih dimonopoli oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pengelola sarana sudah jelas PT Sepur, kalau pengelola prasarana masih rancu apakah PT Sepur atau DJKA. Lalu kenapa sektor perkeretaapian ngga dibikin kayak sektor transportasi yg lain? Jawabannya yg tau cuma Tuhan dan Pemerintah

^edit

Kalo menurut saya, semenjak dikeluarkan UU Perkeretaapian No 23 Tahun 2007 sampai tahun 2011 itu masih rancu siapa pengelola prasarananya. Tapi semenjak dikeluarkan Perpres No 53 Tahun 2012 seperti yg sdh saya tulis di atas kan sdh jelas siapa yg diberi hak & wewenangnya.

Ditambah lg pd :
Quote:BAB VII KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 28
Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pelaksana penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum milik negara yang ada saat ini tetap melaksanakan tugas perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian umum milik negara sampai dengan terbentuknya Badan Usaha penyelenggara prasarana perkeretaapian umum.

Soal DJKA saat ini masih melakukan pekerjaan utk proyek doble track Lintas Utara & Lintas Selatan itu kan sdh masuk dlm DIPA yg mereka buat dan nantinya kalo sdh selesai seperti biasanya akan ada BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasi) ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Ya kyk serah terima K3AC atau KRD gitu.... Selain itu sdh menjadi rahasia umum kalo Kementerian atau Direktorat Jenderal blm bs menyerap anggaran dgn baik kan belum greget... :p

(29-04-2013, 08:58 AM)eri4nto Wrote: setau saya TAC blm ada dasar hukum pemungutannya sbg PNBP. menurut slentingan, TAC ini juga blm akan diatur dalam revisi peraturan pemerintah yg mengatur seluruh PNBP yg berlaku di kemenhub. semoga aja ini gak jadi alasan buat memperpanjang rezim IMO=TAC.

Nah, ini lebih greget lagi... Kalo belum ada payung hukumnya biasanya diulur2 waktu utk merumuskan & membuatnya... Apalg 1 tahun lg udah Pilpres, ya tinggal dipilih istilah "Lali opo nglali..."

(29-04-2013, 04:04 PM)MakSaa Wrote: bukannya lebih baik kita mengembalikan kepada "khittah"nya masing-masing, karena prasarana ini adalah asset milik negara ya mau gak mau negara yang ngurus, dan diserahkan kepada lembaga non profit (maaf kalau istilahnya kurang tepat), karena kalau diserahkan lagi ke BUMN bentukan baru nanti dia akan dituntut lagi untuk mencari keuntungan dan pasti akan membebankan TAC yang tinggi ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero), ujung-ujungnya sama saja kaya' sekarang kondisinya..
Tapi yang jadi kesulitan bila BLU yang mengurus adalah status karyawan yang harus dijadikan PNS ya...

Saya pikir inti permasalahan ini cuma DANA, tersedia atau tdk...? Mari kita coba melihat secara kronologis sj. Pada saat operator KA berbentuk Perum, saat itu operator KA nggak dituntut utk untung yg penting rakyat / masyarakat terlayani dgn baik. Soal perawatan prasarana dan alat2 prasarana (kyk pasukan kuning Plasser & Theurer dan Crane) sdh disediakan oleh Pemerintah, entah duit utk belinya dulu dari mana...

Nah, tahun 1997 - 1998 ternyata Indonesia ambruk imbasnya operator KA berbentuk Perum diubah jd PT agar bisa mandiri. Mulai tahun 1999 (CMIIW) mulai digagas adanya mekanisme IMO, PSO & TAC melalui SKB 3 Menteri. Tahun 2007, SBY merevisi UU perkeretaapian yg lama menjadi UU perkeretaapian yg baru dan memasukan mekanisme IMO, PSO & TAC dlm UU tsb. Terus terang saja yg saya nggak habis pikir semenjak bergulirnya UU tsb tahun 2007, Dirut terdahulu kenapa nggak mencoba "merangsek" ke Pemerintah kalo UU tsb mesti disempurnakan / dilengkapi dgn PerPres atau PerMen yg mengatur hal2 yg dituliskan dlm UU tsb...? Andai saja Perpres & PerMen tsb sdh dibuat & disepakati (dalam kurun waktu 2007 - 2009 awal) saya pikir Dirut sekarang (IJ) nggak perlu tega2an membuat harga tiket KA jd mahal kyk sekarang.
Reply
(01-05-2013, 12:38 AM)Logawa_ATB Wrote: Kalo ngeliat jam bales postingan saya koq pagi bener, Kang... Lg ronda ya, Kang...? :p
sesuatu ya kang kalau saya balas postingan jam segitu. Jangan punya pikiran yg macem2 lho, semua ini gara-gara si operator seluler yg dulu pas banyak gratisan jam segini, sekarang pas jamannya internet yg koneksinya rada cepet ya jam segini juga. Kalau siang-sore rada leleeeetnya ga ketulungan. Ya maklum saya tinggalnya di kampung yg jauh dari hingar bingar kota besar. Lagipula masuk ke forum ini masih bebas kan, ga perlu pake boarding segala kan?
(01-05-2013, 12:38 AM)Logawa_ATB Wrote: Kalimat sampeyan yg saya bold saya pikir sdh sampeyan jawab sendiri di halaman2 terdahulu dech...
Sebenarnya kalo membaca kembali Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27 ayat 3 koq saya jd geli sendiri ya...
Quote: Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27
ayat 3 : Biaya untuk pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibiayai terlebih dahulu oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan menjadi kewajiban Pemerintah

Sementara ayat 1nya :
Quote: Perpres No. 53 Tahun 2012 Bab VI Pasal 27
ayat 1 : Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, PT.Kereta Api Indonesia (Persero) ditugaskan sebagai penyelenggara kewajiban pelayanan publik, perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara untuk Tahun Anggaran 2012.

Mengkomentari ayat 3 dari Perpres tsb koq lucu jg ya, negara segede Indonesia koq nggak punya duit sepeser pun sich...? Pemerintah bisa2nya utang ke Badan Usahanya sendiri... (#sesuatu, kalo kata Syahrini.... )
Ya begitulah Indonesia. Tadi sore liat headline dr berita tipi yg saya kira cocok buat kasus ini "Inkonsistensi Pemimpin"
(01-05-2013, 12:38 AM)Logawa_ATB Wrote: Kalo menurut saya, semenjak dikeluarkan UU Perkeretaapian No 23 Tahun 2007 sampai tahun 2011 itu masih rancu siapa pengelola prasarananya. Tapi semenjak dikeluarkan Perpres No 53 Tahun 2012 seperti yg sdh saya tulis di atas kan sdh jelas siapa yg diberi hak & wewenangnya.

Soal DJKA saat ini masih melakukan pekerjaan utk proyek doble track Lintas Utara & Lintas Selatan itu kan sdh masuk dlm DIPA yg mereka buat dan nantinya kalo sdh selesai seperti biasanya akan ada BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasi) ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Ya kyk serah terima K3AC atau KRD gitu.... Selain itu sdh menjadi rahasia umum kalo Kementerian atau Direktorat Jenderal blm bs menyerap anggaran dgn baik kan belum greget... :p
Ya beginilah yg namanya inkonsistensi, padahal sesuai amanat UU perkeretaapian yg terbaru kan pembangunan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian kan satu paket tugasnya si pengelola prasarana. Berhubung di thread sebelah ada yg nyanyi buat HBD pake bahasa inggris, Ada petikan lagu yg cocok buat PT Sepur, ini keren lho pake basa Korea+Portugal

Angge-angge orong-orong
Ora melok nggawe melok momong
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
saya hanya berharap kereta api lokal pwk - jakk dan sebaliknya berhenti di setiap stasiun yang di lewatinya karena menurut saya dengan berhenti di setiap stasiun yang di lewatinya sejalan dengan program pemerintah yang berusaha mengurangi pemakaian kendaraan pribadi sehingga dapat mengurangi beban jalan yang sudah overload. dengan begini masih sejalan dengan program langit biru yang selam ini di gembar gemborkan semua kalangan.

saya rasa hanya itu saja program PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang tidak sesuai dengan program langit biru dan go green dan memang saya akui PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang menata stasiun dan mempersingkat waktu tempuh ka. karena kelebihan ka di banding moda transportasi lain di antaranya murah dan mudah di jangkau tanpa harus menyusahkan para calon penumpangnya
semoga pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan kembali di cintai oleh rakyat.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
Buat skema seperti ini:
K3 tetap non-AC
K2 pake AC Kemenhub (masih desain)
K1 pelayanannya dibenahi.
"MY TRAIN MY ADVENTURE"

[Image: DSC_0288.jpg]

Reply
sebenarnya sih masih merakyat namun rakyat nya yang menengah ke atas !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
Masalah rakyat merakyat....
Gatau sih ya ni dalam rangka merakyat ngga....
tapi selama saya mencintai moda ini, baru kali ini PT spoor memberikan tiket promo untuk mudik, gilak ga bisa dibayangin deh bulan yang mungkin bagi sebagian besar ato mungkin semua moda transportasi bulannya ngeruk keuntungan sebesar mungkin, tapi PT spoor masih memberikan tiket promo untuk para pemudik..

Mungkin ada contoh laen dari moda transportasi laen yang memberikan promo saat mudik?Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Promo nya random om, kyk kuis berhadiah, 10 seat tokh, pesen tiket sesuai harga, 1 persen kemungkinan dpt yg promo
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(30-05-2013, 01:48 PM)bonbon Wrote: Promo nya random om, kyk kuis berhadiah, 10 seat tokh, pesen tiket sesuai harga, 1 persen kemungkinan dpt yg promo

Berarti bisa dipastikan semuanya tergantung amal ibadah si pembeli, termasuk beberapa % keberuntungan yang dimiliki....Ngakak
bagus sih, sangat bagus menurut saya, dengan begitu kalo emang niat mudik ya harus beli, lagian kalo uda mau mudik sih harga nomor sekian lah, yang penting bisa mudik ngumpul2 sama keluarga besar....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Kalau memang cari untung,Nggak usah ACnisasi K3 dan nyuruh naik transportasi lain.Roda karet biang polusi.Ngakak
"MY TRAIN MY ADVENTURE"

[Image: DSC_0288.jpg]

Reply
Quote: U.S. Embassy Jakarta ‏@usembassyjkt 2h
PT @KAI121 psan 100 lokomotif br dr AS. Kamu salah satu pengguna kereta api?Apa keuntungan naik kereta api menurutmu? http://goo.gl/kH1qp
Expand Reply Retweet Favorite More
Itep Seferagic ‏@tep_itepitep 1h
@usembassyjkt @KAI121 pelayanan bagus, tapi terkesan tidak bersahabat dengan masyarakat kecil tarifnya..
Expand
Kereta Api Indonesia ‏@KAI121 18m
@tep_itepitep, untuk tarif KA Ekonomi akan ada perubahan tarif, seiring dgn adanya subsidi dari Pemerintah, terima kasih.
Hide conversation Reply Retweet Favorite More
7:02 PM - 18 Jun 13 · Details

merunut dr kicauan PT. Sepur, ada sedikit harapan bisa lebih ngirit lg buat pulkam Ngiler mulai ada aura merakyat lg nih Xie Xie
START MER - FINISH BW Kapan ya... KAPAN YA?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)