Posts: 975
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
24
(07-04-2013, 11:06 PM)Logawa_ATB Wrote: (07-04-2013, 09:48 PM)dozykayen Wrote: Coba saja kita lihat pas mereka kampanye. Apa mereka menyuarakan tentang KA? Kalaupun ada pasti jarang sekali. Saya sih pengen ada subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Misalnya saja KRD KTS. Kan udah mulai ashee tuh, nah asheenya ditanggung Pemprov Jatim, terus tetek bengek lain dari pusat. Ya menhubnya aja orang partai, coba saja menhubnya professional transportasi, terlebih pakar transportasi KA. Bisa saja proyek tol TransJawa, Trans Sumatera, dll, dibatalkan diganti proyek DT....
Selamat malam, Kang...
Ikutan nimbrung lagi..., kalo Menhubnya dari orang profesional transportasi tapi Presidennya masih cenderung berpihak ke kendaraan pribadi ya siap2 ajah Menhub itu "masuk kotak". Udah hukum alam itu... 
Ya iya juga ya, mungkin presidennya harus seperti Pak Jokowi/Ahok dkk yang pro transportasi massal
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
(07-04-2013, 11:25 PM)dozykayen Wrote: (07-04-2013, 11:06 PM)Logawa_ATB Wrote: (07-04-2013, 09:48 PM)dozykayen Wrote: Coba saja kita lihat pas mereka kampanye. Apa mereka menyuarakan tentang KA? Kalaupun ada pasti jarang sekali. Saya sih pengen ada subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Misalnya saja KRD KTS. Kan udah mulai ashee tuh, nah asheenya ditanggung Pemprov Jatim, terus tetek bengek lain dari pusat. Ya menhubnya aja orang partai, coba saja menhubnya professional transportasi, terlebih pakar transportasi KA. Bisa saja proyek tol TransJawa, Trans Sumatera, dll, dibatalkan diganti proyek DT....
Selamat malam, Kang...
Ikutan nimbrung lagi..., kalo Menhubnya dari orang profesional transportasi tapi Presidennya masih cenderung berpihak ke kendaraan pribadi ya siap2 ajah Menhub itu "masuk kotak". Udah hukum alam itu... 
Ya iya juga ya, mungkin presidennya harus seperti Pak Jokowi/Ahok dkk yang pro transportasi massal
Kalau saya pribadi bukan melihat dari karakteristik atau sepak terjang satu atau dua figur aja, tetapi sistem yang ada. Misalnya Jokowi atau Ahok tidak "kompromi" dengan sistem itu, ya sama aja. Bukan pesimis ya, sistem yang ada saat ini sudah mengakar dan sulit dilepas.
Perlu dilihat strategi bisnis pt sepur dipengaruhi juga oleh pemerintah yang dalam hal ini harus melihat lobi2 politik perusahaan ban karet, perlu dilihat juga bagaimana cerewetnya org***a, bagaimana pula pertimbangan politik yang dimiliki, jadi memang sektor2 yang mengena ke masyarakat pun adalah imbas dari "permainan" mereka.
Jadi bagaimana sekarang? Mau ikut terbawa arus, ataukah kreatif dalam arus, anda yang memilih
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(08-04-2013, 07:39 PM)Anugrah Bima Wrote: (07-04-2013, 11:25 PM)dozykayen Wrote: (07-04-2013, 11:06 PM)Logawa_ATB Wrote: (07-04-2013, 09:48 PM)dozykayen Wrote: Coba saja kita lihat pas mereka kampanye. Apa mereka menyuarakan tentang KA? Kalaupun ada pasti jarang sekali. Saya sih pengen ada subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Misalnya saja KRD KTS. Kan udah mulai ashee tuh, nah asheenya ditanggung Pemprov Jatim, terus tetek bengek lain dari pusat. Ya menhubnya aja orang partai, coba saja menhubnya professional transportasi, terlebih pakar transportasi KA. Bisa saja proyek tol TransJawa, Trans Sumatera, dll, dibatalkan diganti proyek DT....
Selamat malam, Kang...
Ikutan nimbrung lagi..., kalo Menhubnya dari orang profesional transportasi tapi Presidennya masih cenderung berpihak ke kendaraan pribadi ya siap2 ajah Menhub itu "masuk kotak". Udah hukum alam itu... 
Ya iya juga ya, mungkin presidennya harus seperti Pak Jokowi/Ahok dkk yang pro transportasi massal
Kalau saya pribadi bukan melihat dari karakteristik atau sepak terjang satu atau dua figur aja, tetapi sistem yang ada. Misalnya Jokowi atau Ahok tidak "kompromi" dengan sistem itu, ya sama aja. Bukan pesimis ya, sistem yang ada saat ini sudah mengakar dan sulit dilepas.
Perlu dilihat strategi bisnis pt sepur dipengaruhi juga oleh pemerintah yang dalam hal ini harus melihat lobi2 politik perusahaan ban karet, perlu dilihat juga bagaimana cerewetnya org***a, bagaimana pula pertimbangan politik yang dimiliki, jadi memang sektor2 yang mengena ke masyarakat pun adalah imbas dari "permainan" mereka.
Jadi bagaimana sekarang? Mau ikut terbawa arus, ataukah kreatif dalam arus, anda yang memilih
yang muda harus makin kreatif menjaga Semangatnya yang membara untuk mengingatkan PT Sepur
Posts: 327
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
5
ijin share........
mulai tgl 10 april 2013, untuk beberapa KA dgn pelayanan kelas ekonomi AC split akan mengalami penyesuaian, diantaranya:
- Matarmaja 130.000
- GBMS 110.000
- Brantas 110.000
- Kertajaya 110.000
- Pasundan 100.000
- Kahuripan 100.000
- Bengawan 90.000
- Progo 90.000
- Logawa 100.000
- Kutojaya Utara 70.000
- Sri Tanjung 90.000 (pending)
- Tawang Jaya 80.000
- Serayu 60.000 (pending)
- Kutojaya Selatan 50.000
- Tegal Arum 40.000
- Tawang Alun 50.000
- Serelo 40.000
- Rajabasa 40.000
- Sireks 30.000
- Putri Deli 40.000 (mulai berlaku periode Juni-Juli)
seluruh penjualan KA-KA tsb selama periode hingga akhir juli menggunakan tarif tsb sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.......
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
Posts: 1,823
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
21
Ketemu berita di Jawa Pos 2 hari terakhir (hari ini ama kemaren)
Rata 2x di Jatim pada g setuju tarif KA Ekonomi dinaikin. Bahkan YLAK Jember mau mengajukan class action ke PT.Sepur. Makin seru saja masalah KA rakyat di Indo. Rakyat pengen ada KA murah,sedang si Ijon pengennya profit. Ya siap 2x ditinggal penumpang setianya
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(12-04-2013, 06:48 AM)Garry KAHP Wrote: Ketemu berita di Jawa Pos 2 hari terakhir (hari ini ama kemaren)
Rata 2x di Jatim pada g setuju tarif KA Ekonomi dinaikin. Bahkan YLAK Jember mau mengajukan class action ke PT.Sepur. Makin seru saja masalah KA rakyat di Indo. Rakyat pengen ada KA murah,sedang si Ijon pengennya profit. Ya siap 2x ditinggal penumpang setianya 
demonya kurang tepat sasaran ..... Pemerintah nya harusnya ikutan (≖᷆︵︣≖) dooong
Gak sabar pengen liat three-way-battle antara Rakyat - PT. Sepur - Pemerintah .... apa bakal seseru duelnya Will Turner - Jack Sparrow - James Norrington atau Zuko - Aang - Azula yaaa??
*efek kebanyakan nonton film dan kartun
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 244
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
0
(07-04-2013, 05:06 PM)KinjengCilik Wrote: (07-04-2013, 04:34 PM)Anugrah Bima Wrote: (07-04-2013, 02:51 PM)tomrys Wrote: Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya
kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC
"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."
jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya
cmiiw
Memang benar demikian adanya
Kalau udah politik (yang kotor dan ultramodern) masuk ke dalam aspek kehidupan, jangan harap masyarakat dapat fasilitas ya, khususnya sektor yang (dari dulu) ga diperhatikan layaknya kereta api ini
Jadi pernyataan Jonan tue ada benarnya juga, meskipun kebijakannya belum tentu benar
Perlu diingat Kawan RF semua bahwa tahun politik sudah didepan mata mungkin saja nanti ada pahlawan kesiangan yang muncul dengan kebijakan yang pro pengguna jasa KA yg hanya untuk menggaet suara dan setelah mereka bertengger sbg penguasa dengan mudahnya mengkesampingkan moda transportasi massal ini menjadi prioritas kesekian. sory oot, menhub bukannya orang partai yah?
selama pemerintah masih sering memungut di luar pajak ke pengusaha mobil dan motor, pasti ada hutang budinya, yah yang dipentingin pasti jalan tol dkk, kereta api mah gak bakal dipeduliin, malah kalo bisa jalurnya dijadiin jalan tol pikiran pemerintah mah
BOO-THB-PLM
my "lovely" route hahaha...
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
(12-04-2013, 06:48 AM)Garry KAHP Wrote: Ketemu berita di Jawa Pos 2 hari terakhir (hari ini ama kemaren)
Rata 2x di Jatim pada g setuju tarif KA Ekonomi dinaikin. Bahkan YLAK Jember mau mengajukan class action ke PT.Sepur. Makin seru saja masalah KA rakyat di Indo. Rakyat pengen ada KA murah,sedang si Ijon pengennya profit. Ya siap 2x ditinggal penumpang setianya  Ya salah satu peran media ya kayak gitu, ikut membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil. Kalau mau gugat menggugat tarif, ya bukan ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) toh yo, seharusnya ke Pemerintah lah. Toh yg didalam YLAK orang berpendidikan semua. Kalau orang awan/masyarakat biasa baru saya maklum.
Rakyat sich sah-sah aja pengin KA murah, tapi jangan kebangetan. Realistis aja, kereta api butuh biaya untuk operasionalnya yang jumlahnya ngga sedikit. Dengan tarif yg dipake sejak beberapa tahun yg lalu apakah tarif segitu masih bisa menutup biaya operasional KA saat ini. Disini sekali lagi peran pemerintah yg sangat menentukan dalam tarif KA dan Pemerintah sudah memutuskan KA Ekonomi pake tarif baru seperti yang telah kita ketahui. Ya terima aja.
Kalau dalam berita itu mengambil contoh Pengemudi angkot yang tiap tahun mudik ke YK, saya kira dari JR ke YK pakai tarif 90rb itu sangat wajar untuk saat ini. Kalau ngga mau bayar 90rb ya tinggal cari moda transportasi lain ya. Gitu aja repot.
Kereta api ditinggal pelanggan setianya, saya kira ngga. Kereta api tetap ada pangsa pasar tersendiri. Hanya saja dengan tarif yg semakin mahal, market sharenya yang mengecil.
(12-04-2013, 10:14 AM)Hungry Soul Wrote: demonya kurang tepat sasaran ..... Pemerintah nya harusnya ikutan (≖᷆︵︣≖) dooong 
Gak sabar pengen liat three-way-battle antara Rakyat - PT. Sepur - Pemerintah .... apa bakal seseru duelnya Will Turner - Jack Sparrow - James Norrington atau Zuko - Aang - Azula yaaa?? 
*efek kebanyakan nonton film dan kartun 
wah salam ghoibnya mantap bener, pake Aang segala **efek kebanyakan baca thread "salam ghoib" nech  * mau duel seseru pertempuran raja Ozai dgn Aang, tetaplah rakyat kecil tetap tergencet #ehh
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(12-04-2013, 07:44 PM)zmidth Wrote: Ya salah satu peran media ya kayak gitu, ikut membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil. Kalau mau gugat menggugat tarif, ya bukan ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) toh yo, seharusnya ke Pemerintah lah. Toh yg didalam YLAK orang berpendidikan semua. Kalau orang awan/masyarakat biasa baru saya maklum.
Rakyat sich sah-sah aja pengin KA murah, tapi jangan kebangetan. Realistis aja, kereta api butuh biaya untuk operasionalnya yang jumlahnya ngga sedikit. Dengan tarif yg dipake sejak beberapa tahun yg lalu apakah tarif segitu masih bisa menutup biaya operasional KA saat ini. Disini sekali lagi peran pemerintah yg sangat menentukan dalam tarif KA dan Pemerintah sudah memutuskan KA Ekonomi pake tarif baru seperti yang telah kita ketahui. Ya terima aja.
Kalau dalam berita itu mengambil contoh Pengemudi angkot yang tiap tahun mudik ke YK, saya kira dari JR ke YK pakai tarif 90rb itu sangat wajar untuk saat ini. Kalau ngga mau bayar 90rb ya tinggal cari moda transportasi lain ya. Gitu aja repot.
Kereta api ditinggal pelanggan setianya, saya kira ngga. Kereta api tetap ada pangsa pasar tersendiri. Hanya saja dengan tarif yg semakin mahal, market sharenya yang mengecil.
Hmm, entah saya pernah nulis ini di mana, di forum ini, di grup Indonesian Railfans, atau di grup non kereta api. Yang jelas saya pernah menjelaskan nilai mata uang dulu dan sekarang dengan media Wafer T*ngo. Dulu di awal dekade 2000 an, dengan harga Rp 750 sudah dapet 6 keping wafer. Jadi kalau diitung kasar tanpa memperhitungkan biaya kemasan dll, rata-rata harganya Rp 125 per keping. Sekarang kalo ndak salah dengan harga Rp 1000 hanya dapat sekitar 4 keping wafer. Jadi rata-ratanya Rp 250 per keping, meningkat dua kali lipat.
Ini baru satu contoh barang, kudapan langganan kita yang lain sejak masih sekolah yang masih kita sukai sampe sekarang jika diamati rata-rata juga mengalami kalo nggak penyusutan volume ya penyesuaian harga. Kasih contoh lain deh: Ch*ki-ch*ki dengan berbagai variannya, G*ry dan berbagai variannya, dst.
Nah lalu apa hubungannya sama kereta api? Yaa walaupun gak bisa dibandingin apple to apple, ini kan bisa menunjukkan kalau nilai uang Rp 45.500 (harga Brantas subsidi yang telah ada sejak paruh awal dekade 2000) itu berbeda dulu dengan yang sekarang. Jadi kalau dilihat dengan nilai uang sekarang, bisa saja itu menjadi sekitar Rp 80.000 - 90.000 an gitu. Yaa (maaf) masyarakat kita mungkin terbiasa dengan kereta yang bener-bener murah bertahun-tahun, jadinya dengan adanya kenaikan ini banyak yang kena shock therapy, padahal (nuwun sewu) harga rokok walaupun disesuaikan berkali-kali pun kayaknya bakal tetep kebeli juga tiap harinya.
Balik lagi ke sepur, sebenernya lumayan juga loh peningkatan pelayanan di dalam kereta nya, yang paling kerasa ya dihapusnya tiket tanpa tempat duduk itu. Perlu keberanian ekstrim untuk mengambil kebijakan ini. Ya walaupun di aspek yang lain masih banyak yang kurang dan perlu dibenahi, tapi aspek yang ini saja sudah membuat kenyamanan perjalanan pengguna kereta meningkat drastis kok.
Ya saya pribadi sih pengen egois juga, KA Brantas tetep murah 45.500, dengan tanpa tiket berdiri, fasilitas Ashee, Makanan Reska murah, dan seabrek nafsu pribadi saya yang lainnya. Tapi kalo nurutin nafsunya penumpang terus kapan sehatnya itu perusahaan? Lah wong ternyata subsidi buat K3 ternyata beberapa tahun ini bermasalah gitu .... kecuali pemerintah rela ngasih subsidi bermiliar-miliar bahkan ber triliun untuk ngejalanin sepur semurah itu, ya boleh deeeh. Nah berhubung realitasnya kayak yang seperti kita ketahui bersama ini, ya mau gak mau saya harus ikutan permainannya Pak Jonan, Take it or leave it....
Dan tampaknya dengan keadaan saya tahun ini, saya harus mengambil opsi "take it". Well Played, Mr. Jonan, Well Played ....
(12-04-2013, 07:44 PM)zmidth Wrote: wah salam ghoibnya mantap bener, pake Aang segala **efek kebanyakan baca thread "salam ghoib" nech * mau duel seseru pertempuran raja Ozai dgn Aang, tetaplah rakyat kecil tetap tergencet #ehh
Seperti yang saya tulis di atas, Mr. Jonan sudah memberikan opsi ... "take it or leave it". Di Indonesian Railfans juga saya pernah bilang kalo Gajah berkelahi dengan gajah, pelanduk akan mati di tengah-tengah. Karena itu, jadilah "pelanduk" yang pintar, kalau gak mau terluka, ya kalau berdiri jangan di tengah-tengah gajah. Agak minggir sedikit, yaa minimal risiko mati terinjak-injak jadi lebih kecil, palingan cuma luka baret saja ....
Wah, Mr. Zmidht, zmidhte, zmidth belum mendalami sejarah Salam Ghoib kayaknya, hahahaha
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
|