Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ASK] MU=Multiply Unit=Double Traksi=DT
Sekarang yg populer cuma LOCOTROL. Dulu Wabtec (Westinghouse) pernah bikin produk saingan, tapi skrg malah bikin produk bwt LOCOTROL.

Untuk MU [setau ane] cuma ada 1 pilihan kontrol, loko yg disambung langsung pake kabel cuma bisa jadi slave loko paling depan. Yg depan power notch 8, belakang ngikut. Depan dyna notch 8, belakang ngikut juga.

Kalau DP ada 2 pilihan, bisa sync (semua consist sama) atau async (tiap consist beda2). Kontrolnya pake' komputer di loko dpan (DP screen), stand kontrol masih kepake' juga (kayaknya cuma buat lead consist). Loko yg gak punya komputer DP kayaknya cuma bisa sync.

NB: LOCOTROL nggak cuma satu box itu lho. Klo gak salah ada modul RCL, LEB (komputerisasi) dll.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
Reply
(17-02-2012, 07:33 PM)Alifiardi Aditya M Wrote:
(17-02-2012, 07:32 PM)kikansha_otaku Wrote: Up...

Masih penasaran kenapa soket MU di loko dicabutin, termasuk di lok CC203
lok CC201 beberapa selang rem tambahannya malah tertutup semacam tabung besi tambahan di samping coupler.

Paling tidak, si bader c1 45 masih punya soket di belakang

soket tu apa yach Bingung

kalau loko BB disini ada juga pake MU
yaitu BB 302 01, 303 08, 303 10, 303 24, 303 43, 303 51,, tapi socketnya pakai udara seperti abar dan berada di chowceater..
Reply
(01-05-2012, 06:09 PM)Ersyad Amarul Wrote:
(17-02-2012, 07:33 PM)Alifiardi Aditya M Wrote:
(17-02-2012, 07:32 PM)kikansha_otaku Wrote: Up...

Masih penasaran kenapa soket MU di loko dicabutin, termasuk di lok CC203
lok CC201 beberapa selang rem tambahannya malah tertutup semacam tabung besi tambahan di samping coupler.

Paling tidak, si bader c1 45 masih punya soket di belakang

soket tu apa yach Bingung

kalau loko BB disini ada juga pake MU
yaitu BB 302 01, 303 08, 303 10, 303 24, 303 43, 303 51,, tapi socketnya pakai udara seperti abar dan berada di chowceater..

Wew... ternyata lok DH kecil juga udah ada MU... tapi itu nggak standard, kan? Cuma bisa dipakai untuk loko sejenis atau satu pabrikan.
Anehnya, lok DH paling kuat BB301 & BB304 nggak punya fasilitas MU.
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(02-05-2012, 10:06 AM)kikansha_otaku Wrote:
(01-05-2012, 06:09 PM)Ersyad Amarul Wrote:
(17-02-2012, 07:33 PM)Alifiardi Aditya M Wrote:
(17-02-2012, 07:32 PM)kikansha_otaku Wrote: Up...

Masih penasaran kenapa soket MU di loko dicabutin, termasuk di lok CC203
lok CC201 beberapa selang rem tambahannya malah tertutup semacam tabung besi tambahan di samping coupler.

Paling tidak, si bader c1 45 masih punya soket di belakang

soket tu apa yach Bingung

kalau loko BB disini ada juga pake MU
yaitu BB 302 01, 303 08, 303 10, 303 24, 303 43, 303 51,, tapi socketnya pakai udara seperti abar dan berada di chowceater..

Wew... ternyata lok DH kecil juga udah ada MU... tapi itu nggak standard, kan? Cuma bisa dipakai untuk loko sejenis atau satu pabrikan.
Anehnya, lok DH paling kuat BB301 & BB304 nggak punya fasilitas MU.

memang tidak mas,,, itu hasil modifikasi teknisi di Divre 1 Medan,.,,,
dapat digunakan ke BB 303 dan BB 302, BB 306 nya ga punya alat MU....

loko yang sudah dipasangi MU :
BB 302 01 = BB 302 70 01 (loko favorit saya Xie Xie )
BB 303 08 = BB 303 73 03,
BB 303 10 = BB 303 73 04,
BB 303 24 = BB 303 78 03,
BB 303 43 = BB 303 84 01,
BB 303 51 = BB 303 84 08.

ini gambarnya :


[Image: 427866_282525895159977_100002077069775_6...6875_n.jpg]

yang dilingkari merah itu...

Code:
Tags :

[img]https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/427866_282525895159977_100002077069775_655733_1489136875_n.jpg[/img]
Reply
(06-06-2008, 03:15 PM)Gege Wrote: Dear railfans...

Ada info mengenai Double Traksi (DT/MU) begini :



Gambar oleh : Santo Tjokro

Ada yang bisa kasih penjelasan dalam Bahasa Indonesia?
Kalo ngga salah DT memakai selang yang ada di bumper lok itu khan yah?
Kalo pake MT/DT khususnya rangakaiannya Babaranjang?

Ada yang bisa share ilmunya?

begini mas gege . anda pernah lihat ketel di malang yng 3518dt sama 3520 kan ? apa mas gege pernah lihat MU nya? ya memang saya pernah beberapa kali lihat yg pakai MU. tapi yang namanya DT itu tidak selamanya pake MU. trus bagai mana pengaturan knotnya? apakah yg depan satu trus yg belakang ikut satu ? jawabannya tidak sodara :D kanapa saya bilang begtu karna saya sering ikut berdinas KA yang DT :D jadi begini. semisal satu rangkaian KA membawa 12 gerbong KKW dan di lintas malang bangil. (tau sendiri lah medannya kayak gmna) di starting (pertama kali jalan) lok yg depat memberi knot sperti biasa. hingga ka berjalan sperti biasa. namun ketika di tanjakan. dan lok depan tidak kuat. biasanya masinis yang depan akan memberi semboyan maka masinis yg belakang. akan memindahkan tuas reverse ke arah maju. dan menambah knot sesuai kebutuhan. untuk penambahan knot yg belakng. tidak perlu banyak. biasanya kno 2 atau 3. dan lagi klo yg didepan tidk memberi isyarat biasanya yg belakang menggunakan prasaan. yaiut dari gps. jika di tanjakan di gps kecepatan trunun drastis barulah lok yg belakang menambah. dan jika berjalan maka lok depan cuman di knot 7-8 aja. sisanya terserah yg belakang :D. dan untuk system pengereman. semua terserah di lok yg paling depan. di lok yg belakang. handle rek rangkaian akan di taruh di posisi loss. atau pilot cut offnya di posisikan out :D, sekian dari saya. semoga membantu :D
give me more BRP please
Reply
(07-08-2012, 02:35 AM)rizkygacor Wrote:
(06-06-2008, 03:15 PM)Gege Wrote: Dear railfans...

Ada info mengenai Double Traksi (DT/MU) begini :



Gambar oleh : Santo Tjokro

Ada yang bisa kasih penjelasan dalam Bahasa Indonesia?
Kalo ngga salah DT memakai selang yang ada di bumper lok itu khan yah?
Kalo pake MT/DT khususnya rangakaiannya Babaranjang?

Ada yang bisa share ilmunya?

begini mas gege . anda pernah lihat ketel di malang yng 3518dt sama 3520 kan ? apa mas gege pernah lihat MU nya? ya memang saya pernah beberapa kali lihat yg pakai MU. tapi yang namanya DT itu tidak selamanya pake MU. trus bagai mana pengaturan knotnya? apakah yg depan satu trus yg belakang ikut satu ? jawabannya tidak sodara. kanapa saya bilang begtu karna saya sering ikut berdinas KA yang DT. jadi begini. semisal satu rangkaian KA membawa 12 gerbong KKW dan di lintas malang bangil. (tau sendiri lah medannya kayak gmna) di starting (pertama kali jalan) lok yg depat memberi knot sperti biasa. hingga ka berjalan sperti biasa. namun ketika di tanjakan. dan lok depan tidak kuat. biasanya masinis yang depan akan memberi semboyan maka masinis yg belakang. akan memindahkan tuas reverse ke arah maju. dan menambah knot sesuai kebutuhan. untuk penambahan knot yg belakng. tidak perlu banyak. biasanya kno 2 atau 3. dan lagi klo yg didepan tidk memberi isyarat biasanya yg belakang menggunakan prasaan. yaiut dari gps. jika di tanjakan di gps kecepatan trunun drastis barulah lok yg belakang menambah. dan jika berjalan maka lok depan cuman di knot 7-8 aja. sisanya terserah yg belakang. dan untuk system pengereman. semua terserah di lok yg paling depan. di lok yg belakang. handle rek rangkaian akan di taruh di posisi loss. atau pilot cut offnya di posisikan out, sekian dari saya. semoga membantu Big Grin

Jadi ternyata MU tidak dipakai karena lok belakang gak harus selalu mendorong selama perjalanan, dan malah lebih sering idle... Emang sih mesin diesel lebih efisien kalau diberi beban 60% lebih dari kapasitas dayanya (CMIIW)... tapi ntar lok belakang cuma jadi beban mati selama sebagian besar waktu perjalanan donk.. Bingung
Paling tidak masih lebih praktis daripada pasang-lepas lokomotif di stasiun-stasiun tertentu waktu akan masuk atau setelah keluar dari lintasan berat Pisss ahhh...


Soal BB303 di Divre I itu, niat juga yah pegawai dipo bikin modifikasi segitu Top Banget Kekurangan SDM masinis kah Ngakak
Klo boleh tau, itu custom built atau beli aksesoris atau bikin dari rancangan yang udah ada? Trus pengaturan reverser maju/mundurnya dari mana kalau cuma ada satu selang pneumatik... Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
Tanya dikit boleh dong... Kalau ada 2 lok DT pakai kabel MU, di lok blakang gk ada masinis. Ketika lok depan membunyikan Semboyan 35, apakah Semboyan 35 di lok belakang bunyi juga??
Reply
(07-08-2012, 06:40 PM)kikansha_otaku Wrote:
(07-08-2012, 02:35 AM)rizkygacor Wrote:
(06-06-2008, 03:15 PM)Gege Wrote: Dear railfans...

Ada info mengenai Double Traksi (DT/MU) begini :



Gambar oleh : Santo Tjokro

Ada yang bisa kasih penjelasan dalam Bahasa Indonesia?
Kalo ngga salah DT memakai selang yang ada di bumper lok itu khan yah?
Kalo pake MT/DT khususnya rangakaiannya Babaranjang?

Ada yang bisa share ilmunya?

begini mas gege . anda pernah lihat ketel di malang yng 3518dt sama 3520 kan ? apa mas gege pernah lihat MU nya? ya memang saya pernah beberapa kali lihat yg pakai MU. tapi yang namanya DT itu tidak selamanya pake MU. trus bagai mana pengaturan knotnya? apakah yg depan satu trus yg belakang ikut satu ? jawabannya tidak sodara. kanapa saya bilang begtu karna saya sering ikut berdinas KA yang DT. jadi begini. semisal satu rangkaian KA membawa 12 gerbong KKW dan di lintas malang bangil. (tau sendiri lah medannya kayak gmna) di starting (pertama kali jalan) lok yg depat memberi knot sperti biasa. hingga ka berjalan sperti biasa. namun ketika di tanjakan. dan lok depan tidak kuat. biasanya masinis yang depan akan memberi semboyan maka masinis yg belakang. akan memindahkan tuas reverse ke arah maju. dan menambah knot sesuai kebutuhan. untuk penambahan knot yg belakng. tidak perlu banyak. biasanya kno 2 atau 3. dan lagi klo yg didepan tidk memberi isyarat biasanya yg belakang menggunakan prasaan. yaiut dari gps. jika di tanjakan di gps kecepatan trunun drastis barulah lok yg belakang menambah. dan jika berjalan maka lok depan cuman di knot 7-8 aja. sisanya terserah yg belakang. dan untuk system pengereman. semua terserah di lok yg paling depan. di lok yg belakang. handle rek rangkaian akan di taruh di posisi loss. atau pilot cut offnya di posisikan out, sekian dari saya. semoga membantu :D

Jadi ternyata MU tidak dipakai karena lok belakang gak harus selalu mendorong selama perjalanan, dan malah lebih sering idle... Emang sih mesin diesel lebih efisien kalau diberi beban 60% lebih dari kapasitas dayanya (CMIIW)... tapi ntar lok belakang cuma jadi beban mati selama sebagian besar waktu perjalanan donk.. :bingung:
Paling tidak masih lebih praktis daripada pasang-lepas lokomotif di stasiun-stasiun tertentu waktu akan masuk atau setelah keluar dari lintasan berat :peace ah:


Soal BB303 di Divre I itu, niat juga yah pegawai dipo bikin modifikasi segitu :topbgt: Kekurangan SDM masinis kah :ha ha ha:
Klo boleh tau, itu custom built atau beli aksesoris atau bikin dari rancangan yang udah ada? Trus pengaturan reverser maju/mundurnya dari mana kalau cuma ada satu selang pneumatik... :xie xie:

ya tidak sodara karna kebutuhan DT sebagaian besar hanya untuk membantu tanjakan saja. karna lok yg dt selalu ngepress beban rangkaiannya (rangkaian yg boleh di bawa maksimal) jadi untuk semua jenis lok untuk DT tanpa MU jara kerjanya hampir sama dengan yang tadi. namun untuk beberapa lok seperti BB301 dan 304 harus mengubah beberapa settingan di mesiinnya untuk pengereman

(07-08-2012, 09:32 PM)paulus Wrote: Tanya dikit boleh dong... Kalau ada 2 lok DT pakai kabel MU, di lok blakang gk ada masinis. Ketika lok depan membunyikan Semboyan 35, apakah Semboyan 35 di lok belakang bunyi juga??

tidak om :D anginnya dah beda lagi soalnya
give me more BRP please
Reply
mau tanya sebenernya fasilitas MU mulai ada di CC201 yg generasi 1 apa 2? kok di CC201 generasi 1 tempat slot MU kaya ditutup pelat gitu, sementara colokan selang2 angin dll gak ada sama sekali. Nah di CC201 generasi 2 colokan selang2 masih lengkap biarpun slot MU-nya diamputasi dan ditutup pelat. Ada yg bisa kasih jawaban?
Foto ilustrasi dari mas Warteg Bye Bye
ini generasi 2:
[spoiler]
[Image: warteglokomotifcc20140t.jpg][/spoiler]
ini generasi 1:
[spoiler]
[Image: WARTEGLOKOMOTIFCC20107TEGAL.jpg]
[/spoiler]
Reply
Untuk kasus lokomotif di Jawa untuk Lok Batch 1 : Selang angin biasanya dicopot saat PA karena jarang sekali lok-lok di Jawa menggunakan model MU, kalaupun memang harus MU, biasanya secara Manual

Artinya Manual MU adalah : Kedua lok digandeng, kedua lok hidup, MASS lok I, naik throttle, MASS lok II ikud menaikan dengan feeling yang sehingga mencapai daya yang sama dengan lok di depannya....
CMIIW

Silahkan baca thread ini dengan lengkap, sudah ada penjelasannya kalo ndak salah.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)