Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
In memoriam trek kota wingko sampai kota legen/tuak
perkembangan terbaru PengumumanPengumuman
Quote:SURYA Online, SURABAYA-Surya Kemacetan kendaraan di ruas jalan utama di Jatim tak bisa terelakkan sehingga Dinas Perhubungan dan LLAJ (Dishub dan LLAJ) Jatim melirik jalur rel. Untuk itu, Dishub dan LLAJ Jatim berencana akan menghidupkan jalur rel yang sudah mati sepanjang 194 km sekitar 2014 mendatang.

Kabid Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Jatim, Isa Anshori menjelaskan, dengan jalur rel sekitar 600 km di Jatim, maka sebenarnya potensi angkutan barang dan penumpang dari KA cukup tinggi. "Kalau selama ini barang-barang industri seperti semen biasanya diangkut lewat jalan darat, tentu kemacetan dan potensi jalan rusak juga terjadi," jelasnya kepada wartawan, Rabu (18/7/2012).

Selain itu, rencana menghidupkan jalur rel KA yang mati juga bisa memberi alternatif perjalanan, ketika jadwal KA sangat padat. Yang lebih penting, menghidupkan jalur rel yang sudah mati akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. "Kami baru saja membahas hal ini dengan Dirjen KA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta," tandasnya.

Berdasarkan data Dishub dan LLAJ Jatim, ada tiga jalur rel yang akan dihidupkan. Pertama di utara, yakni Kandangan-Indro-Gresik sepanjang 14 km. Untuk jalur rel ini sudah mati sekitar 1980an. Rencananya, jalur ini dipakai mengangkut pupuk dan minyak. "Setelah ada perbaikan rel, tinggal dioperasikan," ujarnya.

Yang kedua adalah jalur Babat-Tuban sepanjang 38 km dan Babat-Jombang sepanjang 72 km. Jalur ini mati sekitar 1980an dan rencananya untuk KA barang dan penumpang.

Lalu yang ketiga adalah Kalisat-Bondowoso-Situobondo-Panarukan sepanjang 70 km. "Ini untuk KA barang dan penumpang. Pada jalur ini banyak potensi ekonomi seperti pelabuhan dan pertanian," katanya.

Mengenai tempat perhentian atau stasiun, pihaknya belum menentukan. Yang penting, pihaknya akan segera mengusulkan hal ini pada 2013 dan mengajukan dana APBN untuk 2014 mendatang. "Kalau prioritas memang dari APBN. Namun tak menutup kemungkinan dari APBD juga bisa," ujarnya

sumber
saya cuma bisa terus dan terus berdoaNgiler
Reply
apakah ada yang hilang dari gambar ini di lokasi yang sama seperti gambar di post sebelumnya? (bangunanya si bertambah) BingungBingung

[Image: 578784_3454687934712_1730991019_n.jpg]

kalau gak tau, saya kasih tau jawabanya
[spoiler=benar benar suatu penghinaan ]
[Image: 480523_3454687494701_1276337960_n.jpg][/spoiler]
Reply
Kalo saya punya usul, kalo dihidupkan lagi untuk kereta wisata yang nantinya juga diarahkan ke pusat oleh-oleh atau tempat wisata kota tuban dan babat. Selain untuk KA Barang

Numpang Share stasiun-stasiun lintas Babat-Tuban

[Image: Babat-Tuban.jpg]
Reply
om zeldha, itu mungkin karena yg punya aset jarang kontrol... Begitulah dari dulu.. Kaya yg udah-udah. Saya cuma bisa menahan sedih plus amarah di hati ini melihatnya. Sedih
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
(07-08-2012, 12:23 PM)zeldha Wrote: apakah ada yang hilang dari gambar ini di lokasi yang sama seperti gambar di post sebelumnya? (bangunanya si bertambah) BingungBingung

[Image: 578784_3454687934712_1730991019_n.jpg]

kalau gak tau, saya kasih tau jawabanya
[spoiler=benar benar suatu penghinaan ]
[Image: 480523_3454687494701_1276337960_n.jpg][/spoiler]

hah !
Kok seenak ny sndiri corat - coret papan begitu !
Reply
(07-08-2012, 06:31 PM)Nicodio Wrote: Kalo saya punya usul, kalo dihidupkan lagi untuk kereta wisata yang nantinya juga diarahkan ke pusat oleh-oleh atau tempat wisata kota tuban dan babat. Selain untuk KA Barang
kalau menurut saya, jadiin jalur KA reguler aja + barang, soalnya kalau cuma kereta wisata, bentar aja dah merugi, alasan klasik penutupan jalur...

(07-08-2012, 11:31 PM)sonyazis Wrote: om zeldha, itu mungkin karena yg punya aset jarang kontrol... Begitulah dari dulu.. Kaya yg udah-udah. Saya cuma bisa menahan sedih plus amarah di hati ini melihatnya. Sedih
bener banget om, dah dipasang patok-patok gitu, tapi terus ditinggal lagi, yang bangun rumah juga gt, dah tau tanah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), masih aja mbangun disitu, gak mau modal tanah, kalau kena gusur malah minta gantirugi ma marah-marah

(08-08-2012, 05:55 AM)jonathan Wrote: hah !
Kok seenak ny sndiri corat - coret papan begitu !
kayaknya bukan corat-coret mas, tapi tu papan tanda aset di tutup seng lebar gitu, doh, dah tanah gak modal, mau bikin papan iklan gak modal juga
Reply
malam ini saya ingin berandai-andai kawan....

jika saya memiliki mesin waktu, saya akan kembali ke era 80-an dimana
bangunan besar ini masih bergetar seiring roda besi yang melewai jalur besi di depanya, serta suara derap langkah dari orang yang hilir mudik
[spoiler]
[Image: 183952_1869504186109_8276214_n.jpg][/spoiler]
dimana palang tanda nama stasiun Palang ini masih dapat terlihat dan terawat, serta si kuda besi masih berada di depanya, menunggu jam keberangkatan dengan gagahnya
[spoiler]
before
[spoiler=from cak winarno]
[Image: dsc00394resize.jpg][/spoiler]
after (why santa?)
[spoiler]
[Image: 431098_3507643138559_347999195_n.jpg][/spoiler]
[/spoiler]
ini juga jadi spot favorit saya, karna disini saya bisa melihat kereta satu rangkaian yang sedang berjalan dengan anggunya melewati persawahan yang menghijau
[spoiler]
[Image: 196001_3507642178535_687196438_n.jpg]
railbednya gundukan di belakang gubug pematang sawah di depan pohon[/spoiler]
bolehlah sering-sering kesini liat kuda besi yang lagi meliuk di tikungan dengan indahnya
[spoiler]
[Image: 547356_3507643818576_1154777897_n.jpg]
zoom

[Image: 378652_3507644578595_1322960015_n.jpg]
[/spoiler]
ya, jalan-jalan dengan adik kemarin sore (daripada dirumah cuma nyemil jajan lebaran mulu) telah membuat saya mengkhayalkan betapa indahnya jika jalur ini aktif kembali, dan betapa berkorbanya para nenek moyang kita yang susah payah menerjang hutan belantara dan membangun jalur kereta yang seakan dibuang oleh pemerintah kita sekarang, waktu masuk stasiun palang, saya merasakan perasaan aneh, antara seram dan ada hawa kebencian, mungkin itu arwah para pekerja yang marah karna usaha dan perjuangan mereka dulu tidak dihargai
Reply
Kmrn wktu hunting k stasiun kapas smpet ngobrol sm ks nya yaitu bpk joko
beliau bilang kmngknan stlh proyek DT slsai jlur babat tuban ada rncna d aktifkan
Smoga aja bsa trlaksna
Reply
(22-08-2012, 11:45 PM)ragil.triantoro Wrote: Kmrn wktu hunting k stasiun kapas smpet ngobrol sm ks nya yaitu bpk joko
beliau bilang kmngknan stlh proyek DT slsai jlur babat tuban ada rncna d aktifkan
Smoga aja bsa trlaksna

banyak yang bilang gitu mas, saudara ane yang asisten masinis sbi juga bilang gitu, tapi belum ada kepastian, biasa lah, rencana-rencana doang, tapi saya selalu berdoa, semoga rencana itu segera menjadi kenyataan, aamiin Ngiler
Reply
(22-08-2012, 11:45 PM)ragil.triantoro Wrote: Kmrn wktu hunting k stasiun kapas smpet ngobrol sm ks nya yaitu bpk joko
beliau bilang kmngknan stlh proyek DT slsai jlur babat tuban ada rncna d aktifkan
Smoga aja bsa trlaksna
Yang babat - jombang gmn? Apa juga ada rencana untuk diaktifkan lagi...???
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)