Posts: 568
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(24-07-2012, 03:06 PM)Illia Wrote: Daop 1 mah calo extrim 
wong kui proyeknya orang dalam stasiun 
Walah2 sekarng malah udah jadi proyek...
Lebih cepat proyek calo ternyata daripada proyek DT....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
0
Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(26-07-2012, 08:18 AM)Abu Hafsh Wrote: Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI
Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
0
(26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote: Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
tiket go shownya bener om, dijual jam 16.00, jadi yang dari siang nanya tiket itu langsung antri untuk go show, aneh kan, tapi di tangan calo bisa dicetak sebelum jam 16.00.
sebenarnya kalo dari pihak perusahaan kan tidak lebih "untung". yang untung kan oknum kalo model sekarang ini. kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serius mau memberantas calo ya segala upaya harus dilakukan, kalo di kelas komersial K1 dan K2 sepertinya calo ud jarang yang main, karena harganya yang fluktuatif naik turun.
jadi mungkin saran saya di atas bisa dicoba, paling tidak bisa mengembalikan kepercayaan pengguna KA.
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(26-07-2012, 09:31 AM)Abu Hafsh Wrote: tiket go shownya bener om, dijual jam 16.00, jadi yang dari siang nanya tiket itu langsung antri untuk go show, aneh kan, tapi di tangan calo bisa dicetak sebelum jam 16.00.
sebenarnya kalo dari pihak perusahaan kan tidak lebih "untung". yang untung kan oknum kalo model sekarang ini. kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serius mau memberantas calo ya segala upaya harus dilakukan, kalo di kelas komersial K1 dan K2 sepertinya calo ud jarang yang main, karena harganya yang fluktuatif naik turun.
jadi mungkin saran saya di atas bisa dicoba, paling tidak bisa mengembalikan kepercayaan pengguna KA.
Ya apa bedanya seh mau beli tiket hari ini sama go show...
hapus aja tuh sistem onlen2nan kalo memang go show sendiri, trus buat keberangkatan H-sekian sendiri...
ya pasti orang dalam juga dapat 10-20% dari si oknum....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 568
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
(26-07-2012, 09:31 AM)Abu Hafsh Wrote: (26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote: Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
tiket go shownya bener om, dijual jam 16.00, jadi yang dari siang nanya tiket itu langsung antri untuk go show, aneh kan, tapi di tangan calo bisa dicetak sebelum jam 16.00.
sebenarnya kalo dari pihak perusahaan kan tidak lebih "untung". yang untung kan oknum kalo model sekarang ini. kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serius mau memberantas calo ya segala upaya harus dilakukan, kalo di kelas komersial K1 dan K2 sepertinya calo ud jarang yang main, karena harganya yang fluktuatif naik turun.
jadi mungkin saran saya di atas bisa dicoba, paling tidak bisa mengembalikan kepercayaan pengguna KA.
kalau saran ane sih SDM di PT sepur terutama bagian tiketing harus dirubah dan diperbaiki agar kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(26-07-2012, 08:18 AM)Abu Hafsh Wrote: Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI setuju. Rasanya penuh ketidaktransparasi
(26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote: (26-07-2012, 08:18 AM)Abu Hafsh Wrote: Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI
Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal//// tapi ada lo stasiun kecil yang monitornya bisa diliat calon pax...
(26-07-2012, 09:53 AM)Didit Achmad Wrote: (26-07-2012, 09:31 AM)Abu Hafsh Wrote: (26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote: Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
tiket go shownya bener om, dijual jam 16.00, jadi yang dari siang nanya tiket itu langsung antri untuk go show, aneh kan, tapi di tangan calo bisa dicetak sebelum jam 16.00.
sebenarnya kalo dari pihak perusahaan kan tidak lebih "untung". yang untung kan oknum kalo model sekarang ini. kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serius mau memberantas calo ya segala upaya harus dilakukan, kalo di kelas komersial K1 dan K2 sepertinya calo ud jarang yang main, karena harganya yang fluktuatif naik turun.
jadi mungkin saran saya di atas bisa dicoba, paling tidak bisa mengembalikan kepercayaan pengguna KA.
kalau saran ane sih SDM di PT sepur terutama bagian tiketing harus dirubah dan diperbaiki agar kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi Aku malah kebalik om, yang penting bisa beli (ga cuma cek jadwal & harga) di situs PT.KA, karena nantinya konsumen akan berinteraksi langsung dengan mesin (sistem perkarcisan) tanpa harus lewat petugas (yg sering jadi celah dgn calo). Jadi nanti tiket dicetak di stasiun dengan menggunakan mesin, tinggal ketik kode pemesanan/pindai kode batang 2D, tiket langsung dicetak (kayak pas masuk maskapai luar negeri)
kecuali kalo calonya bisa kerjasama dgn orang dalam, yah, gimana yah....
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
sekarang kan tiket penumpang harus sesuai nama pada ktp, saat masuk pun nanti kan diperiksa. Apa ini sudah mengurangi percaloan????
Beberapa hari lalu, ibu pemilik warung (langganan saya kalo makan mie instant dan ngopi) cerita ke saya katanya nanti mau beli tiket ekonomi dari Jombang pake jasa calo. Kalo ndak salah orangnya pengurus parkiran di SETASIUN JOMBANG. Saya bilang, "hati2 bu, sekarang tiket KA harus sesuai ktp loh. Kalo tiket ibu sampai ditolak, ibu rugi kan" Bingung dah si ibu tadi
Mungkin ada baiknya Bpk Tundjung dkk, pas h-7 smp h+7 menyamar jadi pengguna jasa KA dan coba beli tiket di setasiun2 dr mulai DAOP 1 smp DAOP 9. Luangkan waktu lah barang sejenak
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
|