Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Komuter Lawang - Kepanjen.
#41
Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran
Reply
#42
(25-04-2012, 04:55 PM)Adi Sutjipto Wrote: Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran

Jauh2 hari, Pak KS KPN yg dulu juga pernah menjabat sbg KS LW pun mengatakan hal yg sama seperti yg ada di koran radar malang hari ini... Makanya beliau juga agak pesimis dgn rencana ini...

Bethe
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
#43
Harusnya sih, pake 3 K2, atau K3.. khusus lokalan gitu...
Terus belajar tentang kehidupan dengan Lok Merah Biru , terjun ke masyarakat dengan kereta api adalah cara belajar terbaik.
Reply
#44
(25-04-2012, 04:55 PM)Adi Sutjipto Wrote: Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran
semoga tidak ada kendala lagi Xie Xie
Reply
#45
(25-04-2012, 04:55 PM)Adi Sutjipto Wrote: Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran

Waduh,
Kok jadi ngeri ya....
Saya sendiri menyaksikan peresmian KRDE Rencang Geulis.
Jenisnya mirip dengan yang akan dipakai di Malang, hanya tidak ber-AC.
Rute yang direncanakan adalah Cibatu-Padalarang, dengan gradien tanjakan yang juga mirip dengan lintas Kepanjen-Lawang.
Apa yang terjadi?
Rangkaian ini langsung mogok pada hari yang sama dengan saat peresmian.....
Trayeknya tidak jadi Cibatu-Padalarang, tapi jadi Cicalengka-Padalarang...

Bagaimana dengan Malang Raya?
Mungkin perlu disediakan banking locomotive, yang bertugas membantu saat KRD menanjak. Saya kira BB301 juga cukup untuk keperluan ini.
Atau, apa salahnya jika KRDE-nya dimodifikasi?
Mungkin alternatifnya:
(1) Jumlah kereta dikurangi, misalnya jadi empat
(2) Sistem push-pull dengan 6 kereta, saat menurun hanya dijalankan satu mesin.
Kalau alterrnatif ini berhasil, siapa tahu bisa dikembangakan ke jalur BOO-SI.

Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
#46
(25-04-2012, 04:55 PM)Adi Sutjipto Wrote: Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran

Waduh,
Kok jadi ngeri ya....
Saya sendiri menyaksikan peresmian KRDE Rencang Geulis.
Jenisnya mirip dengan yang akan dipakai di Malang, hanya tidak ber-AC.
Rute yang direncanakan adalah Cibatu-Padalarang, dengan gradien tanjakan yang juga mirip dengan lintas Kepanjen-Lawang.
Apa yang terjadi?
Rangkaian ini langsung mogok pada hari yang sama dengan saat peresmian.....
Trayeknya tidak jadi Cibatu-Padalarang, tapi jadi Cicalengka-Padalarang...

Bagaimana dengan Malang Raya?
Mungkin perlu disediakan banking locomotive, yang bertugas membantu saat KRD menanjak. Saya kira BB301 juga cukup untuk keperluan ini.
Atau, apa salahnya jika KRDE-nya dimodifikasi?
Mungkin alternatifnya:
(1) Jumlah kereta dikurangi, misalnya jadi empat
(2) Sistem push-pull dengan 6 kereta, saat menurun hanya dijalankan satu mesin.
Kalau alterrnatif ini berhasil, siapa tahu bisa dikembangakan ke jalur BOO-SI.

Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
#47
(01-05-2012, 10:50 PM)nurcahyoms Wrote:
(25-04-2012, 04:55 PM)Adi Sutjipto Wrote: Tapi,
dikoran yang sama hari ini,
Jawa Pos Radar Malang,
ketinggian Stasiun Lawang yang mencapai 25 permil,
bisa menggagalkan ini Komuter.

Karena, fakta dilapangan saat ini,
Komuter hanya bisa dioperasikan
dengan ketinggian maksimal, 22 permil.

Ketinggian akan mempengaruhi daya angkut kereta.

Nah lo... Heran

Waduh,
Kok jadi ngeri ya....
Saya sendiri menyaksikan peresmian KRDE Rencang Geulis.
Jenisnya mirip dengan yang akan dipakai di Malang, hanya tidak ber-AC.
Rute yang direncanakan adalah Cibatu-Padalarang, dengan gradien tanjakan yang juga mirip dengan lintas Kepanjen-Lawang.
Apa yang terjadi?
Rangkaian ini langsung mogok pada hari yang sama dengan saat peresmian.....
Trayeknya tidak jadi Cibatu-Padalarang, tapi jadi Cicalengka-Padalarang...

Bagaimana dengan Malang Raya?
Mungkin perlu disediakan banking locomotive, yang bertugas membantu saat KRD menanjak. Saya kira BB301 juga cukup untuk keperluan ini.
Atau, apa salahnya jika KRDE-nya dimodifikasi?
Mungkin alternatifnya:
(1) Jumlah kereta dikurangi, misalnya jadi empat
(2) Sistem push-pull dengan 6 kereta, saat menurun hanya dijalankan satu mesin.
Kalau alterrnatif ini berhasil, siapa tahu bisa dikembangakan ke jalur BOO-SI.

Salam kami
Nurcahyo
*******

betul juga tuh kang Nurcahyo. sepetinya sejarah akan berulang...menurut saya KRDE ataupun KRDI memang kurang bersahabat dgn medan terjal terutama kecuraman tanjakan..kita lihat aja nanti.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#48
Quote:Komuter Surabaya-Kepanjen Diresmikan 29 Juni
Jumat, 25 Mei 2012 18:44 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Proyek kereta api komuter Surabaya-Kepanjen terus bergulir. Selain menentukan proses ujicoba yang dimulai 5-6 Juni, diperkirakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meresmikan sekaligus mengoperasikan KA komuter ini pada 29 Juni mendatang.

Kabid Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Jatim, Isa Anshori mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat beberapa kali, termasuk rapat terakhir pada Rabu (23/5/2012) lalu, Dishub Jatim akan mengoperasikan satu train set dari Surabaya-Kepanjen.

"Kalau dari rencana semula, Jatim memang minta ada dua train set, namun pusat merestui satu train set. Sedangkan satu train set lain untuk operasional KA di Aceh," terangnya kepada wartawan, Jumat (25/5/2012).

Diungkapkan, untuk satu train set itu nantinya terdiri atas 4-5 kereta. Sama seperti KA komuter yang beroperasi di Surabaya-Sidoarjo, maka tempat duduk akan dibuat menyamping. "KA komuter ini menggunakan kereta ber-AC," tandasnya.

Dari rencana yang ada, KA komuter ini akan berdiri sendiri, atau berbeda dengan KA komuter Surabaya-Sidoarjo yang sudah beroperasi. Karena menggunakan AC, maka tentu tarifnya akan lebih tinggi dari komuter yang ada.

Penulis : Sudharma Adi
Editor : Rudy Hartono
Share on Facebook
Reply
#49
Ya tunggu saja,
nanti kalau saya berkesempatan ikut uji coba lagi,
seperti biasa.
foto-fotonya akan saya upload.
Besok senin saya akan lihat, bagaimana telex nya.


Paling,
seperti dahulu, bagian tengah diberi muatan,
sebagai pengganti berat penumpang Bingung
Ya ditunggu saja ya...

[spoiler] repost.

[Image: Banyubiru01copy.jpg] [/spoiler]
Xie Xie
Reply
#50
Komuter Lawang - Kepanjen Uji Coba 6 Juni.

Rencana pengoperasian komuter rute Lawang-Kepanjen, hampir pasti terealisasi. Meski demikian, untuk besaran tarif yang dikenakan pada penumpang belum bisa dipastikan. Dinas Perhubungan dan Kominfo (Dishubkominfo) masih terus membahas secara spesifik untuk menentukan besaran tarif.

Untuk program ini, Dirjen Perkeretaapian memberikan satu unit komuter. Rencananya akan di uji coba 6 Juni mendatang untuk mengetahui kesiapan dan kekurangannya. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Malang, Nazar T Selian, mengatakan, sampai saat ini penentuan besaran tarif masih dibahas lebih lanjut dengan pihak Dirjen Perkeretaapian, tuturnya, Minggu (27/5).

Pembahasan itu antara lain untuk menentukan tambahan biaya operasional komuter. Meski menempuh rute Kepanjen – Lawang, komuter sendiri akan diparkir di Surabaya. Karena tidak ada kolong sepur untuk parkir komuter di Malang. “Karena itu komuter ini memerlukan biaya operasional ketika berangkat ke Malang dari Surabaya,” ujar Nazar.

Untuk pengoperasian tujuan sesuai rute, memanfaatkan stasiun kereta api yang sudah ada di Malang. “Beberapa pertimbangan itu membuat penentuan tarif masih perlu dibahas khusus lagi,” ucap Nazar.

Dikatakannya, untuk program komuter ini pihak Dirjen Perkeretaapian memberi bantuan satu unit komuter.

Kepastian itu didapat setelah ada rapat koordinasi dilakukan di Jakarta beberapa hari lalu. “Uji coba bertujuan mengetahui kemampuan mesin dieselnya. Selain itu juga mencoba jalur rel kereta api regular untuk digunakan komuter. Karena beda antara kereta api regular dengan komuter,” papar Nazar.

Dengan hanya satu unit komuter, maka tidak ada komuter pengganti. Artinya, sambung Nazar, begitu komuter dari Kepanjen tiba di Lawang, maka langsung kembali ke Kepanjen melanjutkan proses pengangkutan penumpang.

Dengan beroperasinya komuter ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan di jalan arteri Lawang-Kepanjen. Sementara mengenai jam operasional komuter diperkirakan mulai pukul 06.00 WIB sampai sore hari. Stasiun kereta api yang akan dilewati komuter antara lain Lawang, Singosari (Kabupaten Malang), Blimbing,

Kota Baru, Kota Lama (Kota Malang), Pakisaji dan Kepanjen (Kabupaten Malang). Komuternya akan membawa lima gerbong dan dilengkapi juga dengan toilet, AC dan tempat duduk laiknya kereta api biasa, dan tidak berhadap-hadapan seperti komuter rute Surabaya-Sidoarjo.

Sumber : surabayapost.co.id
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)