Posts: 779
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
13
18-01-2012, 10:26 PM
(This post was last modified: 18-01-2012, 10:27 PM by Muhammad Dhafin Khomsah.)
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
Nah,
kalau lihat rel seperti ini,
pusing tidak bagian weselnya ?
[ railways of the world, 1979, by brian hollingsworth ]
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
Nah,
kalau yang gambar dibawah ini,
di Australia jaman setengah jadul,
dari koleksi buku yang sama.
Bayangkan jika mau dinas,
jalan kaki menuju loko saja,
sudah capek duluan...
Posts: 905
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
8
Kalo Pengait relnya pada ilang kayk gini, berbahaya ga ya????
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
(19-03-2012, 05:01 PM)samnawi Wrote: Kalo Pengait relnya pada ilang kayk gini, berbahaya ga ya????
![[Image: 5ukzl3.jpg]](http://i40.tinypic.com/5ukzl3.jpg)
Dimana nih??
Kalo KAnya pelan ya gpp, tapi kalo kecepatan tinggi ya bahaya....
Posts: 905
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
8
(19-03-2012, 07:22 PM)phepe_ph Wrote: (19-03-2012, 05:01 PM)samnawi Wrote: Kalo Pengait relnya pada ilang kayk gini, berbahaya ga ya????
![[Image: 5ukzl3.jpg]](http://i40.tinypic.com/5ukzl3.jpg)
Dimana nih??
Kalo KAnya pelan ya gpp, tapi kalo kecepatan tinggi ya bahaya....
itu di daerah dekat lokasi terjadinya tragedi bintaro.
kenapa ga diperbaiki ya????
atau harus nunggu korban????
atau mungkin ada toleransi berapa pengait yang hilang per berapa meternya????
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
(29-03-2012, 03:44 PM)samnawi Wrote: (19-03-2012, 07:22 PM)phepe_ph Wrote: (19-03-2012, 05:01 PM)samnawi Wrote: [Spoiler=Kalo Pengait relnya pada ilang kayk gini, berbahaya ga ya????]
[/spoiler]
Dimana nih??
Kalo KAnya pelan ya gpp, tapi kalo kecepatan tinggi ya bahaya....
itu di daerah dekat lokasi terjadinya tragedi bintaro.
kenapa ga diperbaiki ya????
atau harus nunggu korban????
atau mungkin ada toleransi berapa pengait yang hilang per berapa meternya????
Tidak ada toleransi untuk membolehkan ada pengait yang hilang pada rel (aktif)
Itu sangat berbahaya
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
Teman - teman, saya mau tanya nih tentang jalan rel khususnya di Pulau Jawa karena saya sedikit curiga dengan kondisi yang ada di lapangan.
Kan seperti diketahu bahwa jalan rel di Pulau Jawa khususnya di lintasan utara dan selatan ini didominasi oleh jalan rel R54 dan R42. Kiranya temen2 tahulah dimana letak perbedaannya. Kalau kita melihat langsung ke arah relnya mungkin tahu lah kalau R54 itu relnya lebih besar. Nah, bagaimana kalau kita didalam kereta ? Dari waktu kecil saat naek kreta, saya sebenarnya sudah penasaran bagaimana bisa kereta yang jalan suaranya bising dan gemuruh tiba-tiba langsung menjadi hening dan sunyi. Saya ambil contoh, ketika naek Jatayu dulu, di petak Malang - Bangil, ampun deh suaranya bikin telinga sakit, meskipun waktu itu KA Jatayu yang eksa masih ada karpet setidaknya bisa meredam dikit, bagaimana kalau yang ekonomi, tapi setelah di jalur Sidoarjo - Gubeng tiba-tiba jadi hening, kereta terasa nyaman sekali.
Dan semakin lama saya sadar bahwa yang bikin kereta bising dan gemuruh itu karena melalui rel yang kecil ditambah pula bantalan besi atau kayu. Saya sempet berpikir setelah diganti beton maka suara bising itu hilang tapi ternyata tidak, seperti contoh petak Malang - Bangil yang sudah diganti beton tapi masih R42 tapi tetap tidak sehening petak Kertosono - Nganjuk yang R54.
Nah, yang saya curiga itu adalah lintas utama seperti di Jalur ganda Jakarta - Cirebon, sebenarnya bingung sih, seperti diketahui kalau lintas ini sebenarnya sudah memakai rel R54 tetapi ada yang aneh terhadap suara di gerbong. Setelah diamati, ternyata rel R54 di Jakarta - Cikampek dan Cikampek - Cirebon berbeda jenis. Mengapa di Jakarta - Cikampek itu lebih bagus dan tidak berisik dibandingkan Cikampek - Cirebon. Beberapa kali naek kreta, selalu setelah Cikampek ke arah Cirebon, gemuruhnya minta ampun deh, ada petak sepanjang 4 km, tiba-tiba suara menjadi hening mirip sepeti Jalur Kertosono - Nganjuk itu, tetapi saat kemudian berisik lagi. Saya curiga, ini permasalahan ada dimananya ? Kalau menurut saya ini adalah persoalan yang ga boleh disepelekan karena menyangkut kenyamanan dan kecepatan kereta itu sendiri..
|