Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
http://www.kereta-api.co.id/informasi-me...image.html

kereta restorasi baru punya daop V PWT
Reply
jika jokowi terpilih, impian para RF terwujud

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu moda transportasi massal yang sudah dijajal langsung oleh bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra, Joko Widodo, adalah bus transjakarta.

Setelah menjajal, tercetus sebuah ide untuk mengganti sistem busway dengan railbus. "Untuk koridor-koridor yang padat penumpang, saya punya gagasan untuk mengubahnya menjadi railbus," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012).

Menurutnya, ide penggantian sistem untuk beberapa koridor padat ini bukan tanpa pertimbangan yang matang. Ia merasakan sendiri naik bus transjakarta koridor I (Blok M-Kota) dengan mengantre tiket dan menunggu lama armada busnya tiba.

Bahkan, ia juga berdesakan dengan masyarakat di dalam bus. "Nanti kalau diganti railbus, headway-nya akan semakin cepat. Jadi tak perlu menunggu lama," jelas Jokowi.

"Dengan sistem rel ini, armadanya bisa banyak tersambung satu sama lain sehingga sekali angkut langsung banyak dan ruangnya lega, tidak desak-desakan," imbuhnya.

Ketika ditanyai mengenai kesulitan pemasangan rel di jalur bus transjakarta, ia mengungkapkan bahwa pemasangan rel di jalur bus transjakarta yang memiliki koridor padat ini tidak akan memakan waktu lama. "Pasang rel itu tidak terlalu susah. Siapa bilang enggak bisa? Ini sudah pernah saya lakukan di Solo dan bisa," ungkapnya.

Meski memiliki gagasan untuk mengubah sedikit desain bus transjakarta, ia menegaskan tetap akan meneruskan pembangunan koridor bus transjakarta hingga terpenuhi 15 koridor. Kemudian nanti akan dilihat koridor mana saja yang padat dan layak diganti railbus.

"Kami tidak akan mengubah Pola Transportasi Makro yang sudah direncanakan. Tapi memodifikasi sedikit untuk kenyamanan bersama, saya rasa tidak ada salahnya," tandasnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/...ti.Railbus.
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
(03-04-2012, 12:07 PM)enrico Wrote: jika jokowi terpilih, impian para RF terwujud

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu moda transportasi massal yang sudah dijajal langsung oleh bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra, Joko Widodo, adalah bus transjakarta.

Setelah menjajal, tercetus sebuah ide untuk mengganti sistem busway dengan railbus. "Untuk koridor-koridor yang padat penumpang, saya punya gagasan untuk mengubahnya menjadi railbus," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012).

Menurutnya, ide penggantian sistem untuk beberapa koridor padat ini bukan tanpa pertimbangan yang matang. Ia merasakan sendiri naik bus transjakarta koridor I (Blok M-Kota) dengan mengantre tiket dan menunggu lama armada busnya tiba.

Bahkan, ia juga berdesakan dengan masyarakat di dalam bus. "Nanti kalau diganti railbus, headway-nya akan semakin cepat. Jadi tak perlu menunggu lama," jelas Jokowi.

"Dengan sistem rel ini, armadanya bisa banyak tersambung satu sama lain sehingga sekali angkut langsung banyak dan ruangnya lega, tidak desak-desakan," imbuhnya.

Ketika ditanyai mengenai kesulitan pemasangan rel di jalur bus transjakarta, ia mengungkapkan bahwa pemasangan rel di jalur bus transjakarta yang memiliki koridor padat ini tidak akan memakan waktu lama. "Pasang rel itu tidak terlalu susah. Siapa bilang enggak bisa? Ini sudah pernah saya lakukan di Solo dan bisa," ungkapnya.

Meski memiliki gagasan untuk mengubah sedikit desain bus transjakarta, ia menegaskan tetap akan meneruskan pembangunan koridor bus transjakarta hingga terpenuhi 15 koridor. Kemudian nanti akan dilihat koridor mana saja yang padat dan layak diganti railbus.

"Kami tidak akan mengubah Pola Transportasi Makro yang sudah direncanakan. Tapi memodifikasi sedikit untuk kenyamanan bersama, saya rasa tidak ada salahnya," tandasnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/...ti.Railbus.

Alhamdulillah
walaupun bentuknya Lain tapi hampir mirip Dengan Cita2ku
awalnya Keinginanku adalah Train/BusCombi
yaitu Gabungan antara Gandeng dan Tingkat
tapi syukurlah Bila ada yang bisa 4 gerbong jadi warga Jakarta bisa lebih berkurang bebannya
Reply
Quote:Menurut UU : Kecelakaan perlintasan sebidang bukan kecelakaan KA.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta yang sebidang bukanlah kecelakaan kereta api.

Hermanto dalam diskusi tentang Keberadaan Perlintasan KA Sebidang di Jakarta memaparkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan KA pada Pasal 110 Ayat (1) disebutkan bahwa "pada perpotongan sebidang antara jalur KA dengan jalan yang untuk lalu lintas umum atau lalu lintas khusus, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan KA".

Selanjutnya, dalam Pasal 110 ayat (2) disebutkan, "pemakai jalan wajib mematuhi semua rambu-rambu jalan di perpotongan sebidang".

Sedangkan dalam Pasal 110 ayat (3) disebutkan, "dalam hal terjadi pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) yang menyebabkan kecelakaan, maka hal ini bukan merupakan kecelakaan perkeretaapian."

Sementara berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan wajib mendahulukan kereta api.

"Sesuai peraturan, perjalanan kereta api harus didahulukan, karena dengan massa besar dan kecepatan tinggi tidak mudah untuk menghentikan kereta api," katanya.

Ia menyesalkan masih adanya pandangan dari masyarakat bahwa setiap terjadinya kecelakaan antara KA dengan kendaraan jalan raya selalu dipersalahkan penjaga pintu perlintasan.

Untuk itu, ujar dia, diperlukan koordinasi yang baik antara jajaran perkeretaapian dan jajaran kepolisian untuk penanganan kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sumber : antaranews.com
Reply
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akan Kembangkan Kereta Wisata Di Yogyakarta.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengembangkan kereta api wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kereta api yang akan dioperasionalkan yakni kereta uap dan diesel yang dibuat sejak 1900-an.

"Di Yogyakarta ada 10 stasiun dengan bangun unik peninggalan Belanda dan terjaga dengan baik. Kami merencanakan akan melakukan komersialisasi. Tapi, pembangunannya tergantung dengan ketersediaan anggaran, dan mempertimbangkan nilai komersial lokasi," kata VIP Non Bangunan Pusat Pelestarian Benda Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Trenggono Adi, di pameran Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (4/4/2012).

Stasiun dan rel kereta di Yogyakarta, menurut Adi, terpelihara dengan baik, seperti Stasiun Pengok, Stasiun Maguwo, bangunan jalur lama Palbapang, mulai jalan Wates sampai Bantul. "Kami baru menginvestaris berapa yang kami punya, kemudian kalau ada anggaran langsung dikembangkan menjadi wisata kereta," ujar Adi.

Ia juga mengatakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengembangkan kereta wisata di Ambarawa yang sebelumnya menjadi pusat militer. "Wisata kereta Ambarawa ini menyuguhkan perkebunan kereta yang dioperasionalkan yakni kereta kuno buatan 1902 dengan bahan bakar kayu dan batubara," ungkap Adi.

Harga tiket kereta wisata, kata Adi, tergantung dari jenis kereta yang digunakan. Tiket kereta yang menggunakan bahan bakar kayu akan jauh lebih murah dibandingkan dengan yang menggunakan diesel. "Tiket relatif. Yang penting, kami manfaatkan, supaya dapat digunakan untuk merawat bendanya," kata Adi.

Sumber : kompas.com
Reply
(04-04-2012, 06:22 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Akan Kembangkan Kereta Wisata Di Yogyakarta.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengembangkan kereta api wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kereta api yang akan dioperasionalkan yakni kereta uap dan diesel yang dibuat sejak 1900-an.

"Di Yogyakarta ada 10 stasiun dengan bangun unik peninggalan Belanda dan terjaga dengan baik. Kami merencanakan akan melakukan komersialisasi. Tapi, pembangunannya tergantung dengan ketersediaan anggaran, dan mempertimbangkan nilai komersial lokasi," kata VIP Non Bangunan Pusat Pelestarian Benda Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Trenggono Adi, di pameran Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (4/4/2012).

Stasiun dan rel kereta di Yogyakarta, menurut Adi, terpelihara dengan baik, seperti Stasiun Pengok, Stasiun Maguwo, bangunan jalur lama Palbapang, mulai jalan Wates sampai Bantul. "Kami baru menginvestaris berapa yang kami punya, kemudian kalau ada anggaran langsung dikembangkan menjadi wisata kereta," ujar Adi.

Ia juga mengatakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengembangkan kereta wisata di Ambarawa yang sebelumnya menjadi pusat militer. "Wisata kereta Ambarawa ini menyuguhkan perkebunan kereta yang dioperasionalkan yakni kereta kuno buatan 1902 dengan bahan bakar kayu dan batubara," ungkap Adi.

Harga tiket kereta wisata, kata Adi, tergantung dari jenis kereta yang digunakan. Tiket kereta yang menggunakan bahan bakar kayu akan jauh lebih murah dibandingkan dengan yang menggunakan diesel. "Tiket relatif. Yang penting, kami manfaatkan, supaya dapat digunakan untuk merawat bendanya," kata Adi.

Sumber : kompas.com

Eh saya baru tau kalo ada stasiun Pengok....Heran

Wah cepetan dhe kalo bener2 jadi wah Jogja semakin kaya dengan sebutan kota pariwisata deh.
pas sekali kalo memang KA wisata ini mau dibangun di jogja pangsa pasarnya buanyak banget...Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(31-03-2012, 09:04 AM)mdnboy Wrote: UU/09/1998 ttg kemerdekaan menyampaikan aspirasi dimuka umum

BAB III
HAK DAN KEW AJIBAN
Pasal 5
Warga ncgara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak untuk :
a. mengeluarkan pikiran secara bebas;
b. memperoleh perlindungan hukum.
Pasal 6
Warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :
a. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain;
b. menghonnati aturan-aturan moral yang diakui umum;
c. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. menjaga dan menghonnati keamanan dan ketertiban umum; dan
e. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Pasal 7
Dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di rnuka umurn oleh warga negara. aparatur pernerintah berkewajiban
dan bertanggung jawab untuk :
a. melindungi hak asasi manusia;
b. rnenghargai asas legalitas;
c. menghargai prinsjp praduga tidak bersalah; dan
d. rnenyelenggarakan pengamanan.
Pasal 8
Masyarakat berhak berperan serta secara bertanggung jawab untuk berupaya agar penyarnpaian pendapat di muka
umum dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai.

BAB IV
BENTUK-BENTUK DAN TATA CARA PENYAMPAIAN
PENDAPAT Dl MUKA UMUM
Pasal 9
(1) Bentuk penyampaian pendapatdi muka urnum dapat dilaksanakan dengan:
a. unjuk rasa atau dernonstrasj;
b. pawai;
c. rapat umurn; dan atau
d. mimbar bebas.
(2) Penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dilaksanakan di tempat-tempat
terbuka untuk umum. kecuali :
a. di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah. instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut,stasiun kereta api. terminal angkutan darat, dan obyek-obyek vital nasional;
b. pada hari besar nasional.

(3) Pelaku atau peserta penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilarang
membawa benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan umum.

ini harus dipasang di tiap-tiap setasiun besar supaya bisa dibaca mereka2 yg hobi demo mengganggu kelancaran kereta api


(03-04-2012, 12:07 PM)enrico Wrote: jika jokowi terpilih, impian para RF terwujud

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu moda transportasi massal yang sudah dijajal langsung oleh bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra, Joko Widodo, adalah bus transjakarta.

Setelah menjajal, tercetus sebuah ide untuk mengganti sistem busway dengan railbus. "Untuk koridor-koridor yang padat penumpang, saya punya gagasan untuk mengubahnya menjadi railbus," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012).

Menurutnya, ide penggantian sistem untuk beberapa koridor padat ini bukan tanpa pertimbangan yang matang. Ia merasakan sendiri naik bus transjakarta koridor I (Blok M-Kota) dengan mengantre tiket dan menunggu lama armada busnya tiba.

Bahkan, ia juga berdesakan dengan masyarakat di dalam bus. "Nanti kalau diganti railbus, headway-nya akan semakin cepat. Jadi tak perlu menunggu lama," jelas Jokowi.

"Dengan sistem rel ini, armadanya bisa banyak tersambung satu sama lain sehingga sekali angkut langsung banyak dan ruangnya lega, tidak desak-desakan," imbuhnya.

Ketika ditanyai mengenai kesulitan pemasangan rel di jalur bus transjakarta, ia mengungkapkan bahwa pemasangan rel di jalur bus transjakarta yang memiliki koridor padat ini tidak akan memakan waktu lama. "Pasang rel itu tidak terlalu susah. Siapa bilang enggak bisa? Ini sudah pernah saya lakukan di Solo dan bisa," ungkapnya.

Meski memiliki gagasan untuk mengubah sedikit desain bus transjakarta, ia menegaskan tetap akan meneruskan pembangunan koridor bus transjakarta hingga terpenuhi 15 koridor. Kemudian nanti akan dilihat koridor mana saja yang padat dan layak diganti railbus.

"Kami tidak akan mengubah Pola Transportasi Makro yang sudah direncanakan. Tapi memodifikasi sedikit untuk kenyamanan bersama, saya rasa tidak ada salahnya," tandasnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/...ti.Railbus.
kalo terpilih apa masih inget dengan rencana ini ya Bingung

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
Ditunggu nih Kapan ya...

Pemerintah Akan Bangun Rel Baru di 5 Pulau
Add yah: Muhammad Andika & follow juga yah @andika_ABA Xie Xie
Reply
Ada keluhan dari kaskuser terkait permainan bersama antara calo dan petugas tiket kita .... apa orang-orang ticketing PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus menunggu Pak Dahlan Iskan ngobrak-abrik loket dulu baru mereka mau sadar dan berbenah diri ya? Ngiler

Quote:Tiket KA Ekonomi H-7 Jurusan Jogja Solo Habis dalam 10 menit.. mgkin ini jawabanya...

[spoiler]Ini sharing pengalaman saya, ketika antri tiket KA untuk Pulkam Kejogja Gan..

Apakah ada yang senasib dengan saya?...
Saya yakin pasti ada..

Jadi begini ceritanya...

Pada Tanggal 15 maret saya berangkat dari kost jam 05:00 ke stasiun senen, sampai setasiun jam 05:10 ternyata sudah banyak yang antri.
Ternyata apes dapet di barisan nomor 30an lebih. soalnya banyak yang antri sebelum subuh, dan bahkan ada yang nginap..
saat itu ada lima antrian yang jumlah antri untuk tiket ekonomi H-7 untuk keberangkatan tanggal 22 Maret. Jumlah yang antri sudah mencapai ratusan saat saya datang..
Setelah berdiri antri selama 3 jam akhirnya loket dibuka, dan satu loket di operasikan sebagai tambahan, jadi ada 6 loket yang melayani penjualan Tiket Ekonomi. Akhirnya lumayan aga lega..
Namun baru kurang dari 10 menit sejak loket dibuka, sudah ada pengumuman kalo tiket KA Progo dan Bengawan yang tujuan jogja dan Solo habis...
kontan saja ga percaya, masa dalam hitungan menit 1500 tiket tempat duduk habis ....
dan itupun baru antrian pertama sampai ketiga, langsung di umumkan habis..

Secara Logika Ga mungkin kan habis begitu Cepat....

Akhirnya karena ga puas ane ke CS ( Custumor Service ) buat nanyain kok bisa habis cpt banget...
Si CS bilang karena di jul online.. akhirnya karena banyak yang pengen tahu jadi penuh juga ruangan CS oleh orang yang ga kebagian tiket..
Akhirnya karena ketakutan si CS ( cewek sih, makane takut di kerubung banyak orang kecewa gitu ) dan minta di dampingi oleh Polsuska. Akhirnya si Polsuska juga tetep ngotot kalo tiket habis karena alasan penjualan online, dan bisa di stasiun mana saja belinya..
( untuk data stasiun yang bisa melayani penjualan online : http://www.kereta-api.co.id ).
Akhirnya beberapa orang minta di cetakan data penjualan semua tiket KA Progo. Dan setelah nego secara alot dengan Bapak Polsuska akhirnya kami dapat hasil data penjualan tiket KA Progo untuk keberangkatan tanggal 22 Maret.
Dan saat itu Total yang jumlah yang terjual adalah 799 kursi. Akhirnya karena masih penasaran saya dan bapak Polsuska menghitung jumlah orang yang membeli tiket KA Progo.
Saat itu didapatkan bahwa yang membeli tiket KA Progo dari stasiun senen adalah 71 Orang

Dan ini semaki aneh ketika orang yang ada di Antrian nomor tiga tidak mendapatkan tiket KA tersebut, kalo di hitung secara rata2 berarti tiap loket mampu melayani pembeli sejumlah 71/6 loket 12 Orang
Tapi pada kenyataan orang di antrian 3 pun juga tidak mendapatkan tiket dan sudah di alihkan dari KA Progo ke Gaya Baru Malam...

....<<bukti keanehan pertama>>....

Dan akhirnya kami terus bertanya kenapa kok bisa yang antrian nomor tiga ga dapat? Bapak Polsuska yang bertugas tetep menjawab karena online..

Karena masih penasaran kami, orang2 yang tidak kebagian tiket mendesak untuk di cetakan kembali data penjualan tiket yang ada Jam Transaksi penjualan.. Setelah menunggu sekian lama kami akhirnya dapat cetakan penjualan yang ada history jam nya..
setelah kami lihat kami sangat terkejut...
kami lihat ada banyak transaksi penjualan tiket kereta Progo diatas jam 07:10 (waktu dimana sudah di umumkan tiket KA Bengawan dan Progo sudah habis) dan bahkan sampai jam 08:00 lebih masih ada penjualan tiket untuk KEreta Progo, jadi satu jam setelah di umumkan habis.

Akhirnya karena petugas di CS tidak bisa menjwab pertanyaan kami, akhirnya kami minta bertemu dengan Pejabat stasiun untuk meminta penjelasan kenapa terjadi.

Dan beberapa petugas administrasi KAI juga terkejut ketika ada penjualan tiket setelah di-umumkan habis.. Dan akhirnya mereka berdalih bahwa ini karena ada nya perbedaan jam server antra di stasiun2 penjualan dan server KAI yang ada di Bandung.....

<<Keanehan kedua.. kenapa beda jam server dengan jam kompt stasiun Jual bisa lebih dari 1 jam? brrti rawan bisa dimainkan untuk penjualanya dong????

akhirnya karena kami jumlahnya banyak, pejabat stasiun hanya maui menemui perwakilan saja dari orang yang tidak dapat tiket.
Akhirnya saya dan dua orang bapak2 di ajak berdialog dengan orang dari KAI, (kelihatanya yang pertama adalah ibu2 yang bertanggung jawab atas Administrasi ).
Dan akhirnya ibu tersbut menjawab pertanyaan kenapa tiket bisa terjual setelah di umumkan habis.
jawaban dari ibu itu ( yang notabene mewakili dari KAI stasiun senen ).
1. Tiket terjual setelah jam 08:10 dikarenakan ada perbedaan jam server.
2. Karena ada orang yang membatalkan jadi terjual lagi...

Ane ngrasa masih janggal dua alasan itu, untuk yang pertama kalo jam server dan kompt client beda berrti rawan kecurangan, kenapa ini ga dibenahi? hanya orang bodoh yang buat program dengan banyak Bug , untuk sekala kepentingan umum sperti ini.

untuk alasan kedua, Logikanya ga mungkin orang antri dari Malam sampai pagi untuk tiket kemudian di batalkan???. dan jumlah yang dibatalkan banyak lagi...

dan secara hitung2an orang yang mendapatkan Tiket KA Progro di stasiun senen ga masuk akal, masa harusnya kurang lebih 71 orang yang dapat, tapi pada kenyataan yang mendapatkan hanya ( maksimal, karena blm tentu semua yang antri beli tiket KA Progo ) 3 orang x 6 loket = 18 orang... jauh kan Gan...
Akhirnya kami memanggilkan orang yang ada di antrian ke 3 namun tidak dapat. Dia menjelaskan bahwa di depanya ada dua orang, dia ada di antrian ke tiga. ketika tiba giliran dia, KA Progro sudah habis, akhirnya di pesan kereta Gaya Baru malam. dan di tiket KA Gaya Baru Malam tersbut jam cetaknya adalah jam 07:10...
Dan ibu dari KAI tidak percaya dia meminta dicetakan data penjualan di Loket tempat orang tersebut antri, setelah di cetak ibu itu membantah kalo orang yang tadi diurutan ketiga sebenarnya ada di urutan ke 18..????
<<<keanehan ketiga Gan... nomor tiga ... mosok nomor tiga di loket di layani nomor 18....???>>>>
setelah kami cek meang benar untuk nomor tiket yang dibeli orang yang di urutan ketiga tersebut adalah nomor 18. Dan yang bikin kaget untuk tiket yang tercetak sebelum antrian ketiga orang tsbt banyakan terjual separuh Harga Gan... (tahu sendiri separuh harga itu jatah siap kan?????)
kesimpulan nya dari sini berarti sebelum loket dibuka, orang loket tersebut sudah mencetak tiket dahulu....( pesanan mungkin red)

Dan keanehan lagi kami lihat untuk cetak terbaru yang ditunjukan, dimana cetakan yang kami bawa sebelumnya tikt yang terjual adala 799 jam delapan kurang , menjadi terjual 800, dan penjualan terakhir jam 08:11
<< KEanehan ke empat ... Kalo orang batalin tiket dan dibeli lagi kan logikanya adalah tiket terjual 799, dibatalin 1 dan dibeli 1 berarti tiket yang terjual total nya sama 799 .
Tapi ini kenapa kuota yang terjual menjadi tambah jadi 800 kalo ada pembatalan..>>
ga tahu gan,,.. eh tiba2 ibu dari KAI itu pergi ga balik2 nemui kita lagi diruangan meeting...

Dan yang bikin aneh lagi pas lihat data penjualan, ada nama yang sama bisa beli tiket dalam jumlah Puluhan...
Dari stasiun wates pembelian...
SeTahu Ane pembelian max adalah 4 tempat duduk untuk satu orang.
Dan kalo weekend dan liburan tidak melayani rombongan untuk Kereta..

dan jam transaksi dari orang yang bisa beli banyak ini di atas jam setelah tiket di umumkan habis...

mohon tanggapan dari agan semua...
Paling tidak kita tahu kenapa Tiket kereta Api Ekonomi bisa habis dalam hitungan menit gan.....

Dan apakah kejadian yang saya alami ini akan kembali terulang.... Apalagi menjelang long week End ini, dan lebih2 untuk mudik Lebaran cari tiket KEreta akan semakin susah

kalo di ibaratkan yang ngantri dari subuh ga dapat itu " Mati sebelum bertempur.. hahhahaha salahkamarcool


Dan ini pengalaman , NO hoax [/spoiler]



Nah, bahkan sampai masyarakat awam pun sudah sadar permainan orang-orang ticketing-nya KAI ..... Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)