Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Raibnya Gerbong Kereta Solo Berusia Seabad
#1
Maaf jika salah tempat..

[spoiler]
Quote:Polisi Selidiki Raibnya Dua Gerbong KA Kuno
SOLO (KRjogja.com) - Jajaran Polresta Solo hingga kini masih menyelidiki kasus raibnya dua unit gerbong kereta api kuno yang telah didaftarkan sebagai benda cagar budaya koleksi langka PT Kereta Api Indonesia (KAI) dari tempat penyimpanannya di Terminal Peti Kemas Stasiun Jebres Solo, Rabu (14/3). Polisi yang dilapori oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VI Yogyakarta menduga adanya oknum orang dalam yang terlibat terkait hilangnya gerbong kereta api terbuat dari kayu buatan tahun 1893 peninggalan dari Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij, perusahaan transportasi kereta api pada jaman penjajahan Belanda.

Kapolresta Solo Kombes Pol Adjima’in Rabu (14/3) kepada wartawan mengatakan akan menindaklanjuti kasus pencurian dua unit gerbong kereta api kuna itu. “Kasus itu masih diselidiki,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun KRjogja.com, menyebutkan raibnya dua gerbong kayu kuna itu diketahui justru ketika koleksi yang telah didaftarkan sebagai benda cagar budaya itu akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman yakni di museum kereta api Ambarawa. Jhohanes Marbun Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) ketika dihubungi KRjogja.com, Rabu (14/3) petang mengatakan pihaknya sebagai lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap warisan heritage khususnya kereta api sangat menyayangkan ada upaya untuk menutupi kasus dicurinya dua gerbong kuno itu.

“Saya punya dokumennya kalau gerbong kereta kayu buatan tahun 1893 terdaftar sebagai benda cagar budaya satu gerbong dalam surat bernomor EB/KKCR/06/2009 sedang gerbong lainnya di surat bernomor EB/KKCR / 07/2009,” ujar Jhohanes Marbun .

Sementara itu secara terpisah Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VII Yogyakarta Eko Budiyanto, Rabu (14/3) mengatakan pihak KAI Daops VII Yogyakarta telah melaporkan kasus pencurian dua gerbong kuna itu ke polisi termasuk dugaan adanya oknum pegawai stasiun Jebres yang diduga terlibat dalam pencurian.

“Hasil penyelidikan internal ada oknum menjabat kepala depo yang terlibat, sekarang telah dicopot . Dan sanksi hukumnya kita serahkan ke pihak kepolisian,” ujar Eko Budiyanto.

Sementara sumber KRjogja.com mengatakan kepala depo di stasiun Jebres bernama Y itu menjual dua unit gerbong kuna itu ke kolektor barang antik senilai Rp 10 juta. “Padahal kalau dilihat nilai historisnya serta nilai kekunaannya gerbong itu nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Jhohanes Marbun Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya). (Hwa)

Quote:Gerbong Kereta Api Kuno di Stasiun Jebres Raib

Kamis, 15 Maret 2012 04:46 WIB - editor : Abu Nida
SOLO-Aksi pencurian yang dilakukan oleh pegawai PT KA ini tergolong nekad. Pejabat bagian depo di Stasiun Jebres Solo mencuri dua buah gerbong kereta api. Gerbong yang dicuri tidak ternilai harganya sebab usianya lebih dari seabad.

Pencurian tersebut diduga telah dilakukan pada Februari lalu. Aksi tersebut tidak diketahui oleh orang lain lantaran pelaku mempretelinya hingga menjadi bagian-bagian kecil. Ironisnya, dua gerbong kuno yang terbuat dari kayu itu hanya dijual seharga Rp 10 juta.

Hilangnya dua gerbong kuno itu diketahui saat PT KA bermaksud merenovasi barang heritage tersebut. “Ternyata ada karyawan yang lalai dan menjual gerbong yang disangkanya sudah tidak terpakai itu,” kata Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto.

Setelah dilakukan pemeriksaan internal, pegawai berinisial YT itu mengaku jika telah mengambil dan menjual barang itu. “Pegawai yang bersangkutan terus kami periksa,” katanya. Selain itu, pegawai tersebut telah dicopot dari jabatannya.

(Abu Nida)

Quote:Tadinya, Dua Gerbong Kuno yang Dicuri akan Direnovasi di Ambarawa

Penulis : Widjajadi
Kamis, 15 Maret 2012 13:32 WIB

SOLO--MICOM: Dua gerbong kereta api kuno yang dicuri dan dijual oknum Kepala Depo Stasiun KA Jebres Solo ternyata sudah direncanakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogjakarta untuk direhab dan direnovasi di bengkel Museum Kereta Ambarawa.

Lembaga heritage milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yakni APV Heritage, sudah menginventarisasi, dan memasukkan dua gerbong kuno buatan 1904 itu sebagai benda rusak yang perlu diperbaiki.

"Kita sungguh kaget dan tidak menyangka sama sekali. Jadi sungguh menyedihkan, karena dua gerbong kuno itu, oleh lembaga heritage PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sudah ada dalam daftar yang akan dibawa ke Museum KA Ambarawa untuk direnovasi pada Maret ini," ujar Jubir PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogjakarta Eko Budianto, Kamis (15/3).

Menurut dia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogjakarta benar-benar merasa kecolongan, karena dari sisi pengawasan dan pengamanan sudah dilakukan maksimal. Pihak manajemen menjadi lengah, karena oknum pencuri adalah seorang yang memiliki jabatan kepala depo, yang memiliki kewenangan untuk mendata, memeriksa, dan mengawasi.

Eko menambahkan oknum berinisial YT itu sejauh ini belum mengaku dua gerbong kuno yang terbuat dari kayu itu yang dipreteli itu dilempar atau dijual kepada siapa. "Pengakuan tersangka, hasil penjualan dua gerbong itu akan dipergunakan untuk memperbaiki barang-barang lain yang ada di stasiun. Tapi tidak jelas, untuk perbaikan apa. Ya ini mungkin dia khilaf. Karena itu masih terus dalam pemeriksaan Polsus KAI," imbuh dia.

Meski masih dalam pemeriksaan internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero), pihaknya juga terbuka jika polisi ikut masuk untuk melakukan pengusutan atas kasus pencurian dua gerbong kuno yang sudah berusia lebih dari satu abad itu. Sejauh ini, Polri diakui memang belum melakukan penanganan secara khusus.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Edy S Sitepu menyatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait pencurian dua gerbong yang dilakukan Kepala Depo Stasiun Solo Balapan itu.

"Tapi kita akan usut," katanya. (WJ/OL-10)

Quote:Gerbong KA Kuno Dicuri

Kamis, 15/03/2012 06:00 WIB -

SOLO—Dua gerbong kereta api (KA) kuno yang disimpan di Depo Stasiun Jebres, Solo, digelapkan dan dijual oleh oknum petinggi Depo KA. Publik kaget mendengar, ada oknum PT KA yang terlibat dalam penjualan benda berumur lebih dari satu abad itu.
PT KA yang membentuk tim internal untuk menyelidiki kasus itu, mengungkapkan, oknum yang menjual dua gerbong yang dibuat tahun 1893 itu, adalah YT (52). Oknum itu, sebelum kasus terbongkar menjabat sebagai kepala depo stasiun.
Pejabat Humas PT KA Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, Rabu (14/3) membeberkan, kedua gerbong itu diketahui hilang awal Maret lalu. Hal itu diketahui, saat gerbong-gerbong kuno tersebut dilakukan pemeriksaan untuk dibawa ke Ambarawa guna perbaikan.
Kedua gerbong kuno yang sebagian besar konstruksinya dari kayu itu, rencananya akan dijadikan koleksi gerbong antik.

”Kedua gerbong itu digelapkan dan dijual salah satu petugas kami dengan harga Rp 10 juta. Petugas itu adalah Kepala Depo berinisial YT. Yang bersangkutan telah dicopot dari jabatannya dan dilakukan proses hukum,” kata Eko kepada wartawan, Rabu (14/3).
Sedangkan oknum penadah atau pembeli gerbong kuno belum diketahui. ”Katanya dijual Rp 10 juta, tetapi dijual kepada siapa, saya juga tidak tahu,” ujarnya. YT, kata Eko, dimungkinkan akan dikenai sanksi pemecatan. ”Ya itu sangat dimunkinkan. Tapi kami juga masih menunggu proses hukumnya nanti seperti apa. Kami akan pertimbangkan, mengingat YT juga sudah bekerja cukup lama di PT KA Persero.”
Kasus itu, lanjut Eko, sudah dilaporkan ke Polresta Surakarta pada Jumat (9/3). Namun, ketika Joglosemar mengonfirmasi Polresta Surakarta, justru sebaliknya. Pihak Polresta mengklaim belum menerima laporan terkait kasus penggelapan dua gerbong kuno itu.
Hasil investigasi internal PT KA belum bisa mengungkap cara YT menjual dua gerbong itu. Namun, diketahui sudah ada kesepakatan antara YT dengan pembeli soal bagian gerbong mana yang akan dijual dan dua gerbong itu sudah dipotong-potong.
Setelah kasus itu terbongkar, beberapa bagian gerbong yang dijual sudah dikembalikan ke tempat semula.”Beberapa bagian sudah dikembalikan, tapi apa saja saya belum tahu. Karena gerbong sudah menjadi barang bukti, maka untuk melihatnya harus seizin dari pihak kepolisian,” papar Eko.
Kepala Pusat Pelestarian Bangunan dan Benda PT KA, Ella Ubaidi, menyayangkan tindakan oknum pegawai PT KA itu. Menurutnya gerbong-gerbong kuno itu merupakan aset PT KA peninggalan masa Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij. Saat ini saja jumlahnya hanya tinggal 21 buah.
”Kini tinggal 21 gerbong sejenis. Delapan di antaranya sudah diperbaiki dan digunakan untuk keperluan wisata serta koleksi cagar budaya. Rencananya dua gerbong yang ada di Stasiun Jebres juga akan kami perbaiki untuk keperluan yang sama, tapi sudah telanjur raib,” ujarnya.
Ella Ubaidi menegaskan saat ini PT KA sedang berusaha keras untuk menemukan lagi seluruh bagian dari gerbong langka itu. Pihaknya mengaku baru bisa menemukan bagian-bagian gerbong yang terbuat dari kayu. Sedangkan bagian sasis yang terbuat dari besi, hingga saat ini belum ditemukan.
Kasus penggelapan dan penjualan dua gerbong kuno itu, dikecam publik penggemar kereta api. Anggota Indonesian Railway Preservation Society (Komunitas Pencinta KA), Dwi Haryanto, kepada Joglosemar, mengaku kaget mendengar penjualan dua gerbong kuno tersebut.
”Terus terang saya baru tahu dan kaget mendengar berita ini. Tentu kabar ini sangat tidak bagus. Lokomotif kuno yang seharusnya dijaga kelestariannya malah digelapkan dan dijual oleh orang tertentu,” kecamnya.

Ari Purnomo | Yasser Arafat

Sumber:

Satu
Dua
Tiga
Empat
[/spoiler]
Railfans yang juga teknisi komputer
Reply
#2
TEMPO.CO, Surakarta - Dua gerbong kereta api kuno yang berusia lebih dari seabad raib dari depo Stasiun Jebres Solo, Jawa Tengah. Kereta ini diduga digelapkan oleh seorang pegawai PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Hilangnya dua gerbong kuno itu baru diketahui awal Maret lalu. "Pada Maret ini kami berencana membawanya ke Ambarawa untuk diperbaiki," kata juru bicara PT KA Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, Rabu, 14 Maret 2012. Tujuannya, mereka akan memanfaatkan gerbong kuno yang rusak itu sebagai salah satu koleksi heritage.

Setelah memeriksa secara internal, gerbong tersebut telah digelapkan dan dijual oleh seorang karyawan PT KA yang berinisial YT. Tersangka menjabat sebagai kepala depo,” kata Eko.

Ironisnya, menurut dia, pelaku hanya menjual gerbong kuno itu dengan harga Rp 10 juta. PT Kereta Api tengah berupaya melacak keberadaan barang berharga tersebut. Untuk mempermudah pemeriksaan internal, pelaku penggelapan juga dicopot dari jabatannya.

Kepada Tempo, Kepala Pusat Pelestarian Bangunan dan Benda PT KA, Ella Ubaidi, mengakui gerbong tersebut merupakan koleksi langka. Gerbong tersebut merupakan peninggalan dari Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij, perusahaan transportasi kereta api jaman penjajahan Belanda.

Dia menyebut, kasus yang terjadi di Stasiun Jebres merupakan hal yang serius lantaran terkait dengan aset yang sangat berharga. »Saat ini kami tengah fokus terhadap upaya pengembalian barang yang terlanjur dijual tersebut,” kata Ella.

Untungnya, saat ini mereka telah berhasil memulangkan sebagian besar gerbong yang dijual dalam bentuk peretelan itu. »”Bagian-bagian yang terbuat dari kayu sudah terkumpul lengkap,” katanya. Hanya saja mereka masih harus mencari bagian chasis yang hingga saat ini belum terlacak keberadaannya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Kota Surakarta, Ajun Komisaris Sisraniwati, menyebutkan jika saat ini kasus penggelapan itu tengah ditangani oleh tim reserse kriminal. »Masih dalam upaya pendalaman dan pengembangan,” katanya.

AHMAD RAFIQ

http://id.berita.yahoo.com/raibnya-gerbo...31273.html

Solo (ANTARA) - Dua gerbong kereta api kuno di Stasiun Jebres Solo dijual oleh oknum pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menjabat sebagai kepala Depo KA Solo Balapan.

"Dua gerbong yang dijual oleh seorang oknum pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berinisial YP itu, merupakan buatan pada zaman penjajahan Belanda atau tahun 1904," kata Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun di Solo, Rabu.

Pihaknya mendapat informasi penjualan dua gerbong kuno tersebut awal Maret 2012, setelah diklarifikasi kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta ternyata pihak tersebut membenarkan kejadian tersebut.

Gerbong penumpang mayoritas terbuat dari kayu jati tersebut untuk mengangkut penumpang sekitar tahun 1908.

Menurut Kepala Stasiun Jebres Heru Hartanto, dua gerbong kuno tersebut selama ini disimpan di lokasi penyimpanan peti kemas, bukan di stasiun.

Padahal, katanya, pengamanan di lokasi itu dilakukan secara maksimal.


Namun, pihaknya juga merasa kaget saat melakukan pengecekan yang ternyata dua gerbong kuno tersebut tidak di lokasi penyimpanan.

Ia menjelaskan, kondisi dua gerbong yang hilang tersebut sudah rusak dan tinggal sekitar 20 persen yang masih baik.

Pihaknya sudah melaporkan hilangnya dua gerbong kuno tersebut kepada Polresta Surakarta karena tindakan yang diduga sebagai menjual aset negara oleh oknum tersebut sudah masuk pidana.

Pihaknya berharap polisi dapat melakukan penyelidikan terhadap pembeli atau penadah gerbong yang diduga sudah masuk barang cagar budaya itu.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VI Yogyakarta Eko Budianto, peristiwa penjualan gerbong kuno tersebut dilakukan pada Februari 2012, tetapi hal itu baru diketahui pada 3 Maret 2012.

Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan internal yang ditangani tim "comite onderzoek" (CO).

Ia mengatakan, YP yang menjabat sebagai Kepala Depo Kereta Solo Balapan mengaku jika telah menjual dua gerbong tersebut.

Pelaku mengaku menjual dua gerbong tersebut dengan cara melepas satu per satu bagiannya untuk kemudian dijual seharga sekitar Rp10 juta. Pelaku kemudian dikenai sanksi dengan dicopot dari jabatannya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Solo AKP Edy S. Sitepu saat dikonfirmasi soal kejadian tersebut menyatakan, pihaknya belum menerima laporan kasus itu.

"Kita belum mendapat laporan soal hilangnya dua gerbong KA itu. Namun, jika sudah ada laporan, kami akan segera melakukan penyelidikan kasus itu," katanya.

http://id.berita.yahoo.com/dua-gerbong-k...3QD;_ylv=3
Reply
#3
Berita yg cukup mengenaskan, seorang KDK teganya "mengkhianati" tempat dirinya bekerja...

BTW, ini thread selisih 6 menit (03:46 pm) lebih lambat sama thread PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kehilangan 2 Gerbong Kunonya (03:40 pm). Apakah sebaiknya digabung, dan ditaruh di PPKA? Sepertinya emang lebih cocok di PPKA daripada di PLH...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#4
Ini ga ditaroh sepur badug ya?
Reply
#5
mohon kepada moderator untuk dipindahkan.. terima kasih..
Railfans yang juga teknisi komputer
Reply
#6
(15-03-2012, 03:53 PM)dtRAiNeR Wrote: Berita yg cukup mengenaskan, seorang KDK teganya "mengkhianati" tempat dirinya bekerja...

BTW, ini thread selisih 6 menit (03:46 pm) lebih lambat sama thread PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kehilangan 2 Gerbong Kunonya (03:40 pm). Apakah sebaiknya digabung, dan ditaruh di PPKA? Sepertinya emang lebih cocok di PPKA daripada di PLH...

Yoi, repost... sok deh digabung aja..
Reply
#7
masiha ada aja oknum pegawai yang cari tambahan dengan menjual aset aset yag bernialai sejarah !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#8
Keterlaluan tuh oknum Red Bull

aset budaya dan sejarah yang hanya bisa kita ceritakan kepada anak bangsa

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
#9
ada yang punya gambarnya ?
saya jadi penasaran seperti apa sih gerbong mangkrak tersebut sehingga mengoda iman sang oknum untuk menjualnya !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#10
ini bukan gerbong jaladara kan.? Bingung
lama enggak buka S-35 jadi gaptek nih.
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)