Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(01-03-2011, 04:39 AM)tomrys Wrote: (27-02-2011, 08:55 PM)harsono Wrote: Saya nambahin komentar tentang nama St. Hall Bandung.
Awalnya, sd tahun 80an, bangunan stasiun untuk masuk dan keluar penumpang hanya sisi Selatan. Bentuk bangunan bagian lobi bagian dalam mempunyai atap yang tinggi, sehingga saat itu masyarakat menyebutnya Stasiun Hall.
Seingat saya, sekitar tahun 70-80, lahan di antara stasiun dengan Jl Kebonjati digunakan sebagai terminal oplet (ukurannya 2x nya oplet si Dul). Terminal tsb juga dilengkapi area untuk oplet menunggu penumpang, lengkap dg atap peron. Jurusannya adalah ke Dago dan Lembang.
Di papan trayek tertulis St.Hall-Lembang.
Jadi, St Hall adalah sebutan St Bandung sisi Selatan.
Sampai sekarangpu, trayek angkot yang lewat stasiun selatan juga tertulis St Hall, misal yang ke Cimahi.
Mulai tahun 80 an. sisi utara yang tadinya lahan kosong mulai dibangun tempat parkir, tanpa dilengkapi fasilitas bangunan stasiun.
Seiring dg peningkatan jumlah penumpang, sisi utara mulai dibangun fasilitas penjualan karcis. Beberapa tahun kemudian, sisi utara lebih difungsikan sebagai pintu utama.
oh,gt toh asal-usul ST HALL..
info bagus,Oom
  
Tapi setidaknya, sekalipun sekarang yang jadi pintu utama itu yang sisi utara, tapi ciri-ciri "the real" Stasiun Hall sebagai pintu utama belum hilang sepenuhnya: adanya monumen lok TC 10 08 (biasanya letak sebuah monumen, apapun itu, pasti di pintu utama suatu bangunan/taman)...
Tapi koq, sekarang, kesannya seperti sempit dan kumuh ya? Sangat kontras dengan pintu utara yang jauh lebih bersih dan luas...
Jujur saja, hal ini sangat disayangkan mengingat pintu selatan ini punya sejarah tersendiri yang tidak dimiliki pintu utara...
Posts: 81
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
0
Hmm.. anak-anak ku pun sudah mulai menyukai kereta nampaknya
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
(01-03-2011, 06:34 AM)dtRAiNeR Wrote: (01-03-2011, 04:39 AM)tomrys Wrote: (27-02-2011, 08:55 PM)harsono Wrote: [spoiler]
Saya nambahin komentar tentang nama St. Hall Bandung.
Awalnya, sd tahun 80an, bangunan stasiun untuk masuk dan keluar penumpang hanya sisi Selatan. Bentuk bangunan bagian lobi bagian dalam mempunyai atap yang tinggi, sehingga saat itu masyarakat menyebutnya Stasiun Hall.
Seingat saya, sekitar tahun 70-80, lahan di antara stasiun dengan Jl Kebonjati digunakan sebagai terminal oplet (ukurannya 2x nya oplet si Dul). Terminal tsb juga dilengkapi area untuk oplet menunggu penumpang, lengkap dg atap peron. Jurusannya adalah ke Dago dan Lembang.
Di papan trayek tertulis St.Hall-Lembang.
Jadi, St Hall adalah sebutan St Bandung sisi Selatan.
Sampai sekarangpu, trayek angkot yang lewat stasiun selatan juga tertulis St Hall, misal yang ke Cimahi.
Mulai tahun 80 an. sisi utara yang tadinya lahan kosong mulai dibangun tempat parkir, tanpa dilengkapi fasilitas bangunan stasiun.
Seiring dg peningkatan jumlah penumpang, sisi utara mulai dibangun fasilitas penjualan karcis. Beberapa tahun kemudian, sisi utara lebih difungsikan sebagai pintu utama.
[/spoiler]
oh,gt toh asal-usul ST HALL..
info bagus,Oom
  
Tapi setidaknya, sekalipun sekarang yang jadi pintu utama itu yang sisi utara, tapi ciri-ciri "the real" Stasiun Hall sebagai pintu utama belum hilang sepenuhnya: adanya monumen lok TC 10 08 (biasanya letak sebuah monumen, apapun itu, pasti di pintu utama suatu bangunan/taman)...
Tapi koq, sekarang, kesannya seperti sempit dan kumuh ya? Sangat kontras dengan pintu utara yang jauh lebih bersih dan luas...
Jujur saja, hal ini sangat disayangkan mengingat pintu selatan ini punya sejarah tersendiri yang tidak dimiliki pintu utara...
lho,justru waktu JR saya ke sana waktu itu yg saya jelajah ya ST HALL itu. Memang kumuh sih,mungkin karena akses ny yang dikonsentrasikan kepada pengangkutan barang ya. Kan di emplasemen selatan sebelah barat diisi oleh perusahaan ekspedisi. Mungkin itu juga yang membuat kumuh,karena akses penumpang lebih dikonsentrasikan ke Pintu Utara
Aneh,sih. Padahal di depannya ada Kantor HUMAS. Tapi nggak dirawat gt lingkungannya..
untungnya waktu keluar lewat ST HALL,PKD ny nggak mungut karcis di pintu keluar,padahal 2-3 orang di depan dipungut. Gara2 jaga jarak 5-10 langkah,eh tu PKD cuek aja..
693-5073-893-673
Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
(27-02-2011, 06:30 PM)dtRAiNeR Wrote: (27-02-2011, 05:52 PM)Dj_Dj_300791 Wrote: Mau nanya, apakah BD jadi tempat pemberhentian normal bagi Serayu dan Kahuripan? Apa langsung bablas ke KAC? Pernah ngeliat Serayu berhenti di BD... Apa itu BLB?
Setahu saya Serayu ga berhenti normal di BD, tapi dia berhenti karena ganti mass seringan di BD daripada di KAC, tempat dimana emang Serayu berhenti normal.
Dan selama ini baik dari KYA baik dari JAKK kalo Serayu berhenti di BD ga pernah ada aktivitas naik-turun penumpang...
betul... tida ada aktuvitas jual beli tiket di hall, tapi untuk turun penumpang ya ada.. baik dr arah brat maupun timur. baik kambingers maupun penumpang asli bertiket. mereka turun d hall krna klo dr kircon jauh dan hrus naik 2x..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(14-03-2011, 09:01 PM)tomrys Wrote: lho,justru waktu JR saya ke sana waktu itu yg saya jelajah ya ST HALL itu. Memang kumuh sih,mungkin karena akses ny yang dikonsentrasikan kepada pengangkutan barang ya. Kan di emplasemen selatan sebelah barat diisi oleh perusahaan ekspedisi. Mungkin itu juga yang membuat kumuh,karena akses penumpang lebih dikonsentrasikan ke Pintu Utara
Aneh,sih. Padahal di depannya ada Kantor HUMAS. Tapi nggak dirawat gt lingkungannya..
untungnya waktu keluar lewat ST HALL,PKD ny nggak mungut karcis di pintu keluar,padahal 2-3 orang di depan dipungut. Gara2 jaga jarak 5-10 langkah,eh tu PKD cuek aja..
Yang di-bold:
Hampir semua tempat penting ada di sisi selatan, mulai dari ruang PPKA, Humas, KS, bahkan "Ruang Tunggu Eksekutif/VIP" pun ada di bagian selatan.
Boleh lah ada bagian ekspedisi barang, tapi ya jangan sampe yang berwenang menyalahkan bagian itu atas kekumuhan yang terwujud. Tinggal bagaimana pengelolaannya aja, kalo bener-bener mau memperhatikan Pintu Selatan, pasti bisa seindah Pintu Utara, kalo nggak, ya gitu-gitu aja...
Atau, kalo mau, bagian ekspedisi itu agak digeser dikit, jangan terlalu menyatu dengan bangunan utama stasiun. Tapi... lingkungan di sekitar Pintu Selatan saja sudah terlanjur "kumuh", mo bagaimana lagi...
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
21-01-2012, 05:25 PM
(This post was last modified: 21-01-2012, 05:25 PM by d'tRAiNeR.)
Pengamatan di Stasiun Bandung, 21 Januari 2012:
Kursi-kursi di peron tinggi jalur 4 dan 5 hilang dari tempatnya. Ada apa gerangan ya, sampai-sampai membuat para calon penumpang banyak yang lesehan di peron terlebar di stasiun ini?
Apalagi, dengan jumlah kursi yang tidak banyak untuk ukuran stasiun besar, hanya tersedia di peron tinggi jalur 6 sebelah timur, dan di peron rendah jalur 1 dan 2 juga 2 dan 3 sebelah barat, kursi-kursi yang dahulu ada banyak di peron tinggi jalur 4 dan 5 tersebut sangat dibutuhkan keberadaannya (selain, itu tempat favorit saya melihat aktivitas kereta di Stasiun Bandung, karena letaknya di bagian tengah bangunan)...
Posts: 294
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
2
wah jadi kangen bumi parahyangan
Esok lusa boleh kita jumpa pula
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
(21-01-2012, 05:25 PM)dtRAiNeR Wrote: Pengamatan di Stasiun Bandung, 21 Januari 2012:
Kursi-kursi di peron tinggi jalur 4 dan 5 hilang dari tempatnya. Ada apa gerangan ya, sampai-sampai membuat para calon penumpang banyak yang lesehan di peron terlebar di stasiun ini?
Apalagi, dengan jumlah kursi yang tidak banyak untuk ukuran stasiun besar, hanya tersedia di peron tinggi jalur 6 sebelah timur, dan di peron rendah jalur 1 dan 2 juga 2 dan 3 sebelah barat, kursi-kursi yang dahulu ada banyak di peron tinggi jalur 4 dan 5 tersebut sangat dibutuhkan keberadaannya (selain, itu tempat favorit saya melihat aktivitas kereta di Stasiun Bandung, karena letaknya di bagian tengah bangunan)...
Apakah kursinya dipindah ke lobi (diluar peron) ??
Wah, prihatin kok bisa sampai lesehan gitu,, memalukan padahal Bandung itu khan kantor pusatnya PT.KAI 
[Spoiler=Mungkin kursi di pindah ke lobi Stasiun]
![[Image: ACIMG3871.jpg]](http://i765.photobucket.com/albums/xx292/ajathooo/Bandung%20Argogede/ACIMG3871.jpg)
Yang punya foto, saya ijin tempel ya.......??[/Spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(05-03-2012, 05:21 PM)Warteg Wrote: (21-01-2012, 05:25 PM)dtRAiNeR Wrote: Pengamatan di Stasiun Bandung, 21 Januari 2012:
Kursi-kursi di peron tinggi jalur 4 dan 5 hilang dari tempatnya. Ada apa gerangan ya, sampai-sampai membuat para calon penumpang banyak yang lesehan di peron terlebar di stasiun ini?
Apalagi, dengan jumlah kursi yang tidak banyak untuk ukuran stasiun besar, hanya tersedia di peron tinggi jalur 6 sebelah timur, dan di peron rendah jalur 1 dan 2 juga 2 dan 3 sebelah barat, kursi-kursi yang dahulu ada banyak di peron tinggi jalur 4 dan 5 tersebut sangat dibutuhkan keberadaannya (selain, itu tempat favorit saya melihat aktivitas kereta di Stasiun Bandung, karena letaknya di bagian tengah bangunan)...
Apakah kursinya dipindah ke lobi (diluar peron) ??
Wah, prihatin kok bisa sampai lesehan gitu,, memalukan padahal Bandung itu khan kantor pusatnya PT.KAI  
[Spoiler=Mungkin kursi di pindah ke lobi Stasiun]
![[Image: ACIMG3868.jpg]](http://i765.photobucket.com/albums/xx292/ajathooo/Bandung%20Argogede/ACIMG3868.jpg)
Yang punya foto, saya ijin tempel ya.......??[/Spoiler]
Wah, kurang perhatiin juga ya. Tapi di lobi utara kursi-kursi tetep di posisi yg dulu, di sisi timur ruang tunggu (dekat Indomaret). Yang di foto itu tetep kosong, cuma tambahan meja kecil buat isi form reservasi tiket...
Tapi dulu di lobi selatan ada kursi gak ya? Soalnya sekarang ada kursi cukup banyak, bisa jadi itu kursi yg dulunya di peron tinggi jalur 4-5...
Emang sih kasihan juga banyak yg lesehan karena kursi di peron dikit, selain seperti menimbulkan kesan stasiun "tertinggal", gak punya kursi yg memadai... Kalo sepi sih keliatan mubazir kursi pada kosong, kalo rame (kayak nunggu Patas atau KRD Ekonomi) nah baru kerasa gunanya kursi-kursi itu...
Posts: 2,828
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
19
maaf klo oot, dari stasiun mnuju jembatan penyebrangan yg ada di timur stasiun lewat mana ya? (jalannya dr stasiun ke JPO tsb)
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo
|