Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(11-03-2012, 12:58 AM)adityasu Wrote: yg bener nih skr beli tiket kereta 1 penumpang cuma 1 orang aja? ada yg bisa ngasih foto pengumuman tersebut?
Fotonya memang belum ada tapi beritanya di SINI
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(10-03-2012, 07:46 PM)Bangunkarta Wrote: ^^^^
Tul mbah kabei.... telp ke 121 makan pulsa nya ga ketulungan...
Baru dapet inpoh neh, katanya tempelan2 di tasiun... masing2 pnp hanya berhak atas 1 karcis dan harus melampirkan copy ktp... dan klo bli bwt 2 org ato lebih....haris menyerahkan copy ktp semua valon penumpangnya.... hallahhh.. koq makin ribet seh beli tiket sepur ajah...
Kenapa koq pt sepur keknya suka yg rempong yak?pdhal ada yg praktis tuh.... kenpa ga pernah mau bikin e-ticketing via web...kn lebih enak... dan kenapa yg "dipersulit" koq malah upaya mendapatkan tiket ya.... bukan pengetatan penumpang yg udah megang tiket....
kenapa logikanya dibalik.... bukankah pemeriksaan id penumpang kan setahu saya, yg lunrah pada saat boarding ato sebelum brangkat... dgn mempermudah penumpang mendapatkan tiket, lah ini..... cari tiket dipersulit, tapi pas boarding and di atas kereta ga ada pemeriksaan id penumpang
TANYA KENAPA.................
Rempong niaan .... kok kebijakan birokrasi masa jahiliyah di Indonesia masih teteeep aja dipertahankan ya?  yang itu tuh "Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah"
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
saya tidak melihat ada sisi negatif dari kebijakan pesan tiket H-90 ini. adanya kekuatiran bahwa nanti calo akan semakin merajalela sudah dijawab dengan kebijakan tambahan 1 orang 1 tiket dan sesuai dengan kartu identitas. itu adalah kebijakan yang penting dan kuncinya ada di situ. sekarang ini tinggal kedisiplinan PT KA aja untuk menjalankan kebijakan tersebut dengan konsisten yaitu dengan memastikan identitas penumpang yang naik ke kereta telah sesuai dengan karcisnya.
kalau dibilang bahwa kebijakan tersebut bikin lebih repot, saya setuju, namun menurut saya manfaatnya masih lebih besar. siapa tau setelah kebijakan ini nanti, PT KA akan meluncurkan e-ticketing melalui website, jadi lengkap deh, hehehe.. semoga terwujud.
KA Sumber Kentjono
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(16-03-2012, 08:24 AM)eri4nto Wrote: saya tidak melihat ada sisi negatif dari kebijakan pesan tiket H-90 ini. adanya kekuatiran bahwa nanti calo akan semakin merajalela sudah dijawab dengan kebijakan tambahan 1 orang 1 tiket dan sesuai dengan kartu identitas. itu adalah kebijakan yang penting dan kuncinya ada di situ. sekarang ini tinggal kedisiplinan PT KA aja untuk menjalankan kebijakan tersebut dengan konsisten yaitu dengan memastikan identitas penumpang yang naik ke kereta telah sesuai dengan karcisnya.
kalau dibilang bahwa kebijakan tersebut bikin lebih repot, saya setuju, namun menurut saya manfaatnya masih lebih besar. siapa tau setelah kebijakan ini nanti, PT KA akan meluncurkan e-ticketing melalui website, jadi lengkap deh, hehehe.. semoga terwujud.
tambahan juga harusnya di setiap loket pembelian ada tersedia fasilitas debit, jadi yang punya kartu debit/ kartu ATM kan bisa langsung gesek tanpa khawatir berapa harga tiket tsb.
Terus juga yg aneh di YK masa atm di stasiun masih di dalam alias di peron sementara hanya penumpang saja yang boleh masuk, harusnya kalo mau bagus ATMnya dipindah ke tempat reservasi....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(16-03-2012, 08:36 AM)Joe_cn Wrote: [spoiler] (16-03-2012, 08:24 AM)eri4nto Wrote: saya tidak melihat ada sisi negatif dari kebijakan pesan tiket H-90 ini. adanya kekuatiran bahwa nanti calo akan semakin merajalela sudah dijawab dengan kebijakan tambahan 1 orang 1 tiket dan sesuai dengan kartu identitas. itu adalah kebijakan yang penting dan kuncinya ada di situ. sekarang ini tinggal kedisiplinan PT KA aja untuk menjalankan kebijakan tersebut dengan konsisten yaitu dengan memastikan identitas penumpang yang naik ke kereta telah sesuai dengan karcisnya.
kalau dibilang bahwa kebijakan tersebut bikin lebih repot, saya setuju, namun menurut saya manfaatnya masih lebih besar. siapa tau setelah kebijakan ini nanti, PT KA akan meluncurkan e-ticketing melalui website, jadi lengkap deh, hehehe.. semoga terwujud.
tambahan juga harusnya di setiap loket pembelian ada tersedia fasilitas debit, jadi yang punya kartu debit/ kartu ATM kan bisa langsung gesek tanpa khawatir berapa harga tiket tsb.
Terus juga yg aneh di YK masa atm di stasiun masih di dalam alias di peron sementara hanya penumpang saja yang boleh masuk, harusnya kalo mau bagus ATMnya dipindah ke tempat reservasi....
[/spoiler] tidak ada yang salah dengan pemesanan H-90, bahkan menurut saya hal tersebut patut diapresiasi untuk memberikan kemudahan bagi penumpang yang merencanakan perjalanan jauh-jauh hari..... dan tidak ada yang salah juga dengan prosedur penulisan data manifest penumpang di masing2 tiket KA.....
tapiiiiiii yang dipersoalkan adalah  .... ketika kita melakukan prosedur pembelian yang menurut kita ribet dan sekarang cari tiket kereta susah... lah koq ternyata ketika kita boarding ato pas di dalem sepur sama sekali ga ada pemeriksaan ID penumpang... dan setelah pengetatan pembelian tiket dan rentang waktu pembelian tiket diperpanjang... tiket jadi lebih susah didapet, apalagi untuk K-3 dan K-2 yg sekarang adalah barang langka, sementara K-1 tiketnya ga begitu susah koq... terlebih pas liburan, pasti akan ada KA exe tambahan.... sementara ketika kehabisan tiket K-2/K-3 di loket... coba perhatikan, justru sekarang sangat banyak "ticket delivery"... dimana penyedia jasa "menghampiri" calon penumpang yg telah kehabisan tiket... dan adalah sudah umum apabila di atas KA tiket kita atas nama orang lain juga ga jadi soal,...
artinya.... tidak ada yg salah dengan prosedur... yang bermasalah adalah implementasinya.... dan yang dipersoalkan adalah, terobosan2 baru tersebut tidak diikuti dengan penanganan masalah-masalah lama, sehingga akan selalu muncul masalah2 baru, cuman sebenarnya persoalan lama seh yg ga tuntas ajah.... berhubung ada persoalan di implementasinya... banyak kan temen2 pengguna sepur yang bilang bahwa prosedur beli tiket sepur itu kebalik... harusnya beli tiket dipermudah, asal dara manifest penumpang sama ama tiket, ga perlu lah pake no KTP, serahin copy KTP dll... asal pada saat boarding/pemeriksaan di atas KA... baru diperketat, ga kek sekarang... beli tiket susah, eh di KA ga ada pemeriksaan manifest penumpang
oh iya persoalan e-ticketing via web... dari dulu saya sudah ngimpi2 mas (ampe saya buat trid ngimpi e-ticketing  ).... biar lebih praktis... eeeee, yg ada malah telp ke 121 yg makan pulsa ga ketulungan, drive thru (kek resto siap saji ajah), indomaret, dll... oh iya ttg beli di Indomaret.... saya pernah beberapa kali nyoba, kena charge 7500, gapapa seh... cuman gabisa milih bangku... saya liat monitornya ajah, begitu konek dgn server sepur... langsung disodori no TD sekian... dan rata2 di tengah2/gang... jadi saya gabisa tidur nyaman... yg parah, pernah beli 2 tiket, eeeee dapetnya ga sebangku.. tapi 6-B ama 8-C .... saya coba minta no laen... ga bisa milih TD kek kalo kita beli langsung di tasiun
postingan Mas Joe bener koq.. harusnya juga pembelian tiket ga harus cash lah.... takut kita bawa duit kurang, harusnya disediakan fasilitas debit ato pake kartu kredit... oh iya, secara pembelian jaoh2 hari sebenarnya baik untuk pemetaan pasar... namun alangkah lebih baik lagi, kalo ada 1-2 gerbong yang tiketnya dijual khusus pada hari keberangkatan..... secara banyak penumpang yg naek moda transport karena mendadak (meskipun ada selisih harga 10-20rb dari pemesanan ga jadi soal koq, ketimbang kudu via calo), dan prasaan dulu2 selain pesen jaoh2 hari... selalu ada deh alokasi 1-2 gerbong yg tiketnya buat dibeli buat go show....
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
@joe_cn dan @bangunkarta
saya setuju PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus konsisten dgn memastikan penumpang yg naik ke kereta identitasnya cocok dgn manifest dan ada fasilitas atm atau gesek tunai/kredit di loket pemesanan.
namun, mengenai pengisian no ktp pada saat pemesanan, saya menganggap hal tsb masih relevan. saya gak tau ya sistem ticketing PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu detailnya kyk gimana. namun kalau dilogika secara umum, pengisian no ktp itu penting karena no tsb unik jadi bisa untuk memastikan bahwa tidak ada 1 orang yg memesan banyak tiket untuk kereta yg sama dgn jadwal keberangkatan sama. dengan demikian ini dapat mempersulit calo karena calo tsb harus pinjam ktp org2 agar dapat membeli tiket dlm jumlah banyak, jadinya repot bgt. ditambah lg kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) konsisten meriksa identitas penumpang yg naik ke kereta sesuai manifest, maka calo semakin tertutup ruang geraknya.
semoga prosedur2 ideal itu benar2 dilakukan secara konsisten oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
KA Sumber Kentjono
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
Betul kata om bangunkarta ketika sampai di kereta tidak ada pemeriksaan ya implemnetasinya ya akan seperti itu2 aja.
Kalo bisa dalam hal ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa tegas sama seperti orang merokok dalam kereta langsung diturunkan, tapi bedanya kalo yang ini ketika nama di tiket beda dengan yang ada dalam manifes penumpang nah itu yang perlu dicurigai, berabikah langsung diturunkan di stasiun berikutnya?q
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
Ya begini deh kalau teori berbeda dengan praktik. Mau ngomongin tentang calo deh ya. Kata orang sih, maling selalu selangkah lebih maju daripada polisinya  Gak semua calo membeli dengan ngantri di loket. Ada (mungkin banyak) calo yang ternyata merupakan "sahabat" petugas loket. Mau sistemnya dibikin serempong apapun, kalau yang ini belum ada penyelesaian yang meyakinkan, paling ujung-ujungnya juga belum akan ada perubahan drastis juga  Reservasi H-90 salah satu tujuannya menekan calo kan? Hahahaha .... Tapi rempong ciiiiin. Dapetnya rempong, pas di atas train, eeeh ... cuma gitu doang .... gak ada pemeriksaan gak ada apa gitu ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
yup, prosedur2 ideal akan jadi meaningless kalau manusianya gak disiplin menerapkan. namun yg saya lihat di sini adalah paling tidak sdh ada itikad baik dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan tertib administrasi ticketing-nya.
oya, bwt yg pesan tiket di indomart, jika pas sistem menyodorkan nomer seat dan kita kurang sreg dgn nomer tsb, dicancel aja atau dibiarin aja sampe pop up nomer seat tertutup trus diklik pesan lg, ntar pasti muncul no seat yg berbeda. lakukan terus hal tsb sampe mendapatkan no seat yg sesuai keinginan. untuk melakukan trik ini perlu kedekatan personal dgn petugas indomart agar mau kita repotin dan pilih saat2 dmana kondisi indomart tsb lg sepi pembeli agar leluasa, hehe.
KA Sumber Kentjono
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(18-03-2012, 07:56 AM)eri4nto Wrote: yup, prosedur2 ideal akan jadi meaningless kalau manusianya gak disiplin menerapkan. namun yg saya lihat di sini adalah paling tidak sdh ada itikad baik dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan tertib administrasi ticketing-nya.
oya, bwt yg pesan tiket di indomart, jika pas sistem menyodorkan nomer seat dan kita kurang sreg dgn nomer tsb, dicancel aja atau dibiarin aja sampe pop up nomer seat tertutup trus diklik pesan lg, ntar pasti muncul no seat yg berbeda. lakukan terus hal tsb sampe mendapatkan no seat yg sesuai keinginan. untuk melakukan trik ini perlu kedekatan personal dgn petugas indomart agar mau kita repotin dan pilih saat2 dmana kondisi indomart tsb lg sepi pembeli agar leluasa, hehe.
wah wah wah, berarti sekarang kalo kita mo beli tiket sepur harus punya indomaret juga yah??? biar kalo refresh seat mudah tanpa diganggu orang :beer:
kerja mudah kok dibikin susah :tapee deh:
lebih mudah menyingkirkan para you know who daripada menyiksa calon penumpang dengan prosedur belibet kalo pengen kereta api bagus..... :o
|