Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Harina (Diskusi, Formasi)
(17-02-2012, 11:13 AM)CC203 35 Wrote:
(17-02-2012, 11:05 AM)adinugroho Wrote: Harina Pagi udah bener2 dihapus & ga ada fakultatif lagi ya? Di situs resmi PT KA sudah ga ada & info dari loket Stasiun Bandung juga sudah tidak dijadwalkan. Hari minggu malah saya lihat rangkaiannya dipakai untuk Gopar

Yang fakultatif masih jalan kok. Biasanya jalan pas akhir tahun, natal, awal tahun, lebaran, holiday, dan kalau ada penumpukan penumpang.

Fakultatif Artinya Nggak Sering Jalan??? Bingung
Make yourself usefull to other.
Reply
(17-02-2012, 11:29 AM)Alifiardi CC204 11 Wrote:
(17-02-2012, 11:13 AM)CC203 35 Wrote:
(17-02-2012, 11:05 AM)adinugroho Wrote: Harina Pagi udah bener2 dihapus & ga ada fakultatif lagi ya? Di situs resmi PT KA sudah ga ada & info dari loket Stasiun Bandung juga sudah tidak dijadwalkan. Hari minggu malah saya lihat rangkaiannya dipakai untuk Gopar

Yang fakultatif masih jalan kok. Biasanya jalan pas akhir tahun, natal, awal tahun, lebaran, holiday, dan kalau ada penumpukan penumpang.

Fakultatif Artinya Nggak Sering Jalan??? Bingung

Fakultatif itu artinya jalan sesuai kebutuhan, apalagi pas padat2'a pnp, contoh pas liburan sekolah aja
Add yah: Muhammad Andika & follow juga yah @andika_ABA Xie Xie
Reply
Terakhir ane naik harina dari stasiun pekalongan hari sabtu, 11 Februari 2012 jam 22.30an, ane dapet gerbong yang beda walaupun gerbong executive tapi interiornya beda cuma yang membedakan pintu gerbong yang gak nutup secara otomatis alias manual, bangkunya sedikit agak tinggi dan posisi pintu ada di tengah beda banget sama gerbong yang ke tiganya gerbong mirip argo. Niat mau naik yang harina pagi tetapi sudah ditiadakan ane iseng tanya ke penjaga loket stasiun pekalongan katanya "Harina Pagi sudah berhenti operasionalnya dikarekan pemintnya kurang" oh...ya sudah. Seperti biasa sampai stasiun cikampek ane putar bangku supaya gak berlawanan arah. Yang jadi pertanyaan ane kenapa gerbong harina kok satu gak seragam yah? (gerbong 4) terus kayakya executive nya kok agak tidak terawat begitu? dan info lagi tarif khusus jumat, sabtu, dan minggu naik nya bervariasi???
Reply
(23-02-2012, 02:15 PM)mkdj.legolas Wrote: Terakhir ane naik harina dari stasiun pekalongan hari sabtu, 11 Februari 2012 jam 22.30an, ane dapet gerbong yang beda walaupun gerbong executive tapi interiornya beda cuma yang membedakan pintu gerbong yang gak nutup secara otomatis alias manual, bangkunya sedikit agak tinggi dan posisi pintu ada di tengah beda banget sama gerbong yang ke tiganya gerbong mirip argo. Niat mau naik yang harina pagi tetapi sudah ditiadakan ane iseng tanya ke penjaga loket stasiun pekalongan katanya "Harina Pagi sudah berhenti operasionalnya dikarekan pemintnya kurang" oh...ya sudah. Seperti biasa sampai stasiun cikampek ane putar bangku supaya gak berlawanan arah. Yang jadi pertanyaan ane kenapa gerbong harina kok satu gak seragam yah? (gerbong 4) terus kayakya executive nya kok agak tidak terawat begitu? dan info lagi tarif khusus jumat, sabtu, dan minggu naik nya bervariasi???

Hmm, pasti dapetnya antara yg livery Argo tapi isi Satwa (K1 0 02 20-29) ata yg livery Satwa, asli maupun isi Eksis... Mikir Dulu

Soal ketidakseragaman rangkaian, ini disebabkan rangkaian Argo Sindoro yg dulu (mirip Anggrek) ditarik untuk dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu KA Argo Bromo Anggrek. Oleh karena itu, rangkaian Argo Muria (yg dibilang mirip Argo itu, karena emang kelas Argo), Harina dan Rajawali (yg pintu tengah seri 2002), juga Kaligung Mas (sisanya) dicampur aduk untuk 4-5 rangkaian. Biar "adil", maka setiap rangkaian pasti campur aduk. Diprioritaskan untuk Argo Sindoro, yg mendapat rangkaian terbaik pertama. Kedua Argo Muria, baru sisanya dibagi lagi untuk Harina + Rajawali dan Kaligung Mas.

Soal terawat tidaknya, ya itu tergantung dipo masing-masing. Kalo naik GoPar pasti penilaiannya bakal beda, walaupun harganya termasuk mahal (numpang promosi dikit gapapa kan Ngeledek )...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
(23-02-2012, 02:34 PM)dtRAiNeR Wrote:
(23-02-2012, 02:15 PM)mkdj.legolas Wrote: Terakhir ane naik harina dari stasiun pekalongan hari sabtu, 11 Februari 2012 jam 22.30an, ane dapet gerbong yang beda walaupun gerbong executive tapi interiornya beda cuma yang membedakan pintu gerbong yang gak nutup secara otomatis alias manual, bangkunya sedikit agak tinggi dan posisi pintu ada di tengah beda banget sama gerbong yang ke tiganya gerbong mirip argo. Niat mau naik yang harina pagi tetapi sudah ditiadakan ane iseng tanya ke penjaga loket stasiun pekalongan katanya "Harina Pagi sudah berhenti operasionalnya dikarekan pemintnya kurang" oh...ya sudah. Seperti biasa sampai stasiun cikampek ane putar bangku supaya gak berlawanan arah. Yang jadi pertanyaan ane kenapa gerbong harina kok satu gak seragam yah? (gerbong 4) terus kayakya executive nya kok agak tidak terawat begitu? dan info lagi tarif khusus jumat, sabtu, dan minggu naik nya bervariasi???

Hmm, pasti dapetnya antara yg livery Argo tapi isi Satwa (K1 0 02 20-29) ata yg livery Satwa, asli maupun isi Eksis... Mikir Dulu

Soal ketidakseragaman rangkaian, ini disebabkan rangkaian Argo Sindoro yg dulu (mirip Anggrek) ditarik untuk dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu KA Argo Bromo Anggrek. Oleh karena itu, rangkaian Argo Muria (yg dibilang mirip Argo itu, karena emang kelas Argo), Harina dan Rajawali (yg pintu tengah seri 2002), juga Kaligung Mas (sisanya) dicampur aduk untuk 4-5 rangkaian. Biar "adil", maka setiap rangkaian pasti campur aduk. Diprioritaskan untuk Argo Sindoro, yg mendapat rangkaian terbaik pertama. Kedua Argo Muria, baru sisanya dibagi lagi untuk Harina + Rajawali dan Kaligung Mas.

Soal terawat tidaknya, ya itu tergantung dipo masing-masing. Kalo naik GoPar pasti penilaiannya bakal beda, walaupun harganya termasuk mahal (numpang promosi dikit gapapa kan Ngeledek )...

wkwwkwk gw benerin dikit. yang ek-cireks itu gerbongnya tahun 60an.
pokoknya kalau gerbongnya satwa tahun 60an itu pasti ex-cieks eksbis yang d retrofit jd argo. emang rada tinggi tp mini kursinya. cm ada 1-2 gerbong kalau beruntung acnya dingin. tp ada 1 gerbong yang acnya panas setengah mati Sakit


itu exanya bukannya tidak terawat. namun dulunya kelas eksis nya cireks. di retrofit jd eksa argo. sementara exterionya satwa karena striping satwa ngecatnya lebih mudah dan cepat. bisa dibilang PA dadakan si itu ^^
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
(23-02-2012, 03:24 PM)Illia Wrote:
(23-02-2012, 02:34 PM)dtRAiNeR Wrote:
(23-02-2012, 02:15 PM)mkdj.legolas Wrote: Terakhir ane naik harina dari stasiun pekalongan hari sabtu, 11 Februari 2012 jam 22.30an, ane dapet gerbong yang beda walaupun gerbong executive tapi interiornya beda cuma yang membedakan pintu gerbong yang gak nutup secara otomatis alias manual, bangkunya sedikit agak tinggi dan posisi pintu ada di tengah beda banget sama gerbong yang ke tiganya gerbong mirip argo. Niat mau naik yang harina pagi tetapi sudah ditiadakan ane iseng tanya ke penjaga loket stasiun pekalongan katanya "Harina Pagi sudah berhenti operasionalnya dikarekan pemintnya kurang" oh...ya sudah. Seperti biasa sampai stasiun cikampek ane putar bangku supaya gak berlawanan arah. Yang jadi pertanyaan ane kenapa gerbong harina kok satu gak seragam yah? (gerbong 4) terus kayakya executive nya kok agak tidak terawat begitu? dan info lagi tarif khusus jumat, sabtu, dan minggu naik nya bervariasi???

Hmm, pasti dapetnya antara yg livery Argo tapi isi Satwa (K1 0 02 20-29) ata yg livery Satwa, asli maupun isi Eksis... Mikir Dulu

Soal ketidakseragaman rangkaian, ini disebabkan rangkaian Argo Sindoro yg dulu (mirip Anggrek) ditarik untuk dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu KA Argo Bromo Anggrek. Oleh karena itu, rangkaian Argo Muria (yg dibilang mirip Argo itu, karena emang kelas Argo), Harina dan Rajawali (yg pintu tengah seri 2002), juga Kaligung Mas (sisanya) dicampur aduk untuk 4-5 rangkaian. Biar "adil", maka setiap rangkaian pasti campur aduk. Diprioritaskan untuk Argo Sindoro, yg mendapat rangkaian terbaik pertama. Kedua Argo Muria, baru sisanya dibagi lagi untuk Harina + Rajawali dan Kaligung Mas.

Soal terawat tidaknya, ya itu tergantung dipo masing-masing. Kalo naik GoPar pasti penilaiannya bakal beda, walaupun harganya termasuk mahal (numpang promosi dikit gapapa kan Ngeledek )...

wkwwkwk gw benerin dikit. yang ek-cireks itu gerbongnya tahun 60an.
pokoknya kalau gerbongnya satwa tahun 60an itu pasti ex-cieks eksbis yang d retrofit jd argo. emang rada tinggi tp mini kursinya. cm ada 1-2 gerbong kalau beruntung acnya dingin. tp ada 1 gerbong yang acnya panas setengah mati Sakit


itu exanya bukannya tidak terawat. namun dulunya kelas eksis nya cireks. di retrofit jd eksa argo. sementara exterionya satwa karena striping satwa ngecatnya lebih mudah dan cepat. bisa dibilang PA dadakan si itu ^^

Kayak K1 0 67 21, itu yg ex. Cireks kan? Tapi kalo K1 0 66 23 gitu, itu asli punya SMC atau ex. Cireks juga? Soalnya dalemannya beda...

BTW, yg PA dadakan itu, tempat nomor kereta masih dibiarkan "original", dengan warna biru dan ada angka "1", ciri-ciri K1 Eksis. Gak dijadiin kuning plus tulisan diganti jadi "A"...

Tapi yg paling unik tetep K1 0 67 21 SMC, posisi WC-nya lain daripada yg lain...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
(23-02-2012, 03:29 PM)dtRAiNeR Wrote:
(23-02-2012, 03:24 PM)Illia Wrote:
(23-02-2012, 02:34 PM)dtRAiNeR Wrote:
(23-02-2012, 02:15 PM)mkdj.legolas Wrote: Terakhir ane naik harina dari stasiun pekalongan hari sabtu, 11 Februari 2012 jam 22.30an, ane dapet gerbong yang beda walaupun gerbong executive tapi interiornya beda cuma yang membedakan pintu gerbong yang gak nutup secara otomatis alias manual, bangkunya sedikit agak tinggi dan posisi pintu ada di tengah beda banget sama gerbong yang ke tiganya gerbong mirip argo. Niat mau naik yang harina pagi tetapi sudah ditiadakan ane iseng tanya ke penjaga loket stasiun pekalongan katanya "Harina Pagi sudah berhenti operasionalnya dikarekan pemintnya kurang" oh...ya sudah. Seperti biasa sampai stasiun cikampek ane putar bangku supaya gak berlawanan arah. Yang jadi pertanyaan ane kenapa gerbong harina kok satu gak seragam yah? (gerbong 4) terus kayakya executive nya kok agak tidak terawat begitu? dan info lagi tarif khusus jumat, sabtu, dan minggu naik nya bervariasi???

Hmm, pasti dapetnya antara yg livery Argo tapi isi Satwa (K1 0 02 20-29) ata yg livery Satwa, asli maupun isi Eksis... Mikir Dulu

Soal ketidakseragaman rangkaian, ini disebabkan rangkaian Argo Sindoro yg dulu (mirip Anggrek) ditarik untuk dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu KA Argo Bromo Anggrek. Oleh karena itu, rangkaian Argo Muria (yg dibilang mirip Argo itu, karena emang kelas Argo), Harina dan Rajawali (yg pintu tengah seri 2002), juga Kaligung Mas (sisanya) dicampur aduk untuk 4-5 rangkaian. Biar "adil", maka setiap rangkaian pasti campur aduk. Diprioritaskan untuk Argo Sindoro, yg mendapat rangkaian terbaik pertama. Kedua Argo Muria, baru sisanya dibagi lagi untuk Harina + Rajawali dan Kaligung Mas.

Soal terawat tidaknya, ya itu tergantung dipo masing-masing. Kalo naik GoPar pasti penilaiannya bakal beda, walaupun harganya termasuk mahal (numpang promosi dikit gapapa kan Ngeledek )...

wkwwkwk gw benerin dikit. yang ek-cireks itu gerbongnya tahun 60an.
pokoknya kalau gerbongnya satwa tahun 60an itu pasti ex-cieks eksbis yang d retrofit jd argo. emang rada tinggi tp mini kursinya. cm ada 1-2 gerbong kalau beruntung acnya dingin. tp ada 1 gerbong yang acnya panas setengah mati Sakit


itu exanya bukannya tidak terawat. namun dulunya kelas eksis nya cireks. di retrofit jd eksa argo. sementara exterionya satwa karena striping satwa ngecatnya lebih mudah dan cepat. bisa dibilang PA dadakan si itu ^^

Kayak K1 0 67 21, itu yg ex. Cireks kan? Tapi kalo K1 0 66 23 gitu, itu asli punya SMC atau ex. Cireks juga? Soalnya dalemannya beda...

BTW, yg PA dadakan itu, tempat nomor kereta masih dibiarkan "original", dengan warna biru dan ada angka "1", ciri-ciri K1 Eksis. Gak dijadiin kuning plus tulisan diganti jadi "A"...

Tapi yg paling unik tetep K1 0 67 21 SMC, posisi WC-nya lain daripada yg lain...

smc ada kalo ga salah yg 60an eks kamandanu yaitu K1 64801
(ga tau nomor barunya) , K1 658xx sama K1 66xx
Reply
(23-02-2012, 03:29 PM)dtRAiNeR Wrote: Kayak K1 0 67 21, itu yg ex. Cireks kan? Tapi kalo K1 0 66 23 gitu, itu asli punya SMC atau ex. Cireks juga? Soalnya dalemannya beda...

BTW, yg PA dadakan itu, tempat nomor kereta masih dibiarkan "original", dengan warna biru dan ada angka "1", ciri-ciri K1 Eksis. Gak dijadiin kuning plus tulisan diganti jadi "A"...

Tapi yg paling unik tetep K1 0 67 21 SMC, posisi WC-nya lain daripada yg lain...

Yups...aku ga apal nomor e si. cm apal taune...
tapi emang ada satu yang beda sih. cm lupa taune. pas itu wa dapat pas dines harina. jd dalaman tulisanan ABCD dan tanda toilet yang biasanya digital itu blm digital. Mengingatkan aku pada rangkean KAMANDANU yang dulu. bisa jd itu ex kamandanu yang tersisa. itu cuma satu doank seingetku.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
d'tRAiNeR Wrote:Tapi yg paling unik tetep K1 0 67 21 SMC, posisi WC-nya lain daripada yg lain...
Emang Dimana?? Ada yang punya pic nya??
Make yourself usefull to other.
Reply
(23-02-2012, 03:57 PM)Illia Wrote:
(23-02-2012, 03:29 PM)dtRAiNeR Wrote: Kayak K1 0 67 21, itu yg ex. Cireks kan? Tapi kalo K1 0 66 23 gitu, itu asli punya SMC atau ex. Cireks juga? Soalnya dalemannya beda...

BTW, yg PA dadakan itu, tempat nomor kereta masih dibiarkan "original", dengan warna biru dan ada angka "1", ciri-ciri K1 Eksis. Gak dijadiin kuning plus tulisan diganti jadi "A"...

Tapi yg paling unik tetep K1 0 67 21 SMC, posisi WC-nya lain daripada yg lain...

Yups...aku ga apal nomor e si. cm apal taune...
tapi emang ada satu yang beda sih. cm lupa taune. pas itu wa dapat pas dines harina. jd dalaman tulisanan ABCD dan tanda toilet yang biasanya digital itu blm digital. Mengingatkan aku pada rangkean KAMANDANU yang dulu. bisa jd itu ex kamandanu yang tersisa. itu cuma satu doank seingetku.

Antara K1-66804 / K1 0 66 23 atau K1-66522 (nomor barunya lupa). Waktu dinas GoPar rasa Harina, keliling-keliling liat kereta, salah satu dari ini emang masih pake tulisan ABCD yg diterangin bohlam dari balik tulisan...

BTW, @ Alifiardi CC204 11: Posisi WC di sebelah kiri, bukan kanan kereta (itu kalo diliat dari ujung bordes, kalo diliat dari samping dia ada di samping pintu kanan). Saya ada fotonya, tapi di laptop yg lama...

Pokok, biar gampang ngebayanginnya, liat K1 biasa. Nah posisi WC-nya si K1 0 67 21 itu kebalikannya K1 biasa...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 18 Guest(s)