Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Komuter Lawang - Kepanjen.
#21
Reply
#22
Lok Merah Biru telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011
Reply
#23
Ini yg ditunggu sejak lama.
Sudah lama saya menginginkan adanya komuter lintas LW-KPJ (Lawang-Kepanjen red.), jadi biar suasana Malang Raya benar2 seperti Bandung Raya, dimana di kawasan Bandung Raya punya komuter lintas PDL-CCL (Padalarang-Cicalengka red.). Kalo bener2 jadi, ngebayang nantinya stasiun Lawang bakal mirip Padalarang & stasiun Kepanjen bakal mirip Cicalengka, trus stasiun Malang Kota Baru bakal mirip Bandung Hall, sedangkan stasiun Malang Kota Lama bakal mirip Kiaracondong (walaupun gak sama persis). Cuman sebelum pengoperasian komuter Malang Raya ini dimulai, sebaiknya perlu pembenahan sarpras lintas LW-KPJ agar mendukung kelancaran pengoperasiannya, seperti perluasan ML (dg pemindahan dipo ke tempat yg baru & mengoperasikan stasiun lama biar nantinya ML bakal ada 2 bangunan stasiun yg beroperasi), perluasan & penambahan jalur stasiun LW (yg sekarang 3 jalur dibuat 4-5 jalur & penambahan panjang emplasemennya yg masih tergolong "pendek"), penambahan jalur & perluasan stasiun KPJ (sekarang KPJ cuman 2 jalur, ke depannya dibuat 4-5 jalur juga serta pengembangan emplasemennya), & yg paling penting: DT (double track) lintas LW-ML-MLK-KPJ agar tidak terjadi penumpukan serta persinyalan elektrik lintas LW-ML-MLK-KPJ untuk kelancaran operasionalnya.Pisss ahhh...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#24
Ni masih anget beritanya, baru gelar koranNgeledek

Quote:Komuter Beroperasi Tahun Ini
Selasa, 21 Februari 2012 15:38

MALANG - Setelah direncanakan sejak lama, akhirnya komuter dengan route Lawang-Malang-Kepanjen dipastikan beroperasi tahun ini juga. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan satu rangkaian kereta yang terdiri lima gerbong untuk jalur Lawang-Malang-Kepanjen.
Realisasi rencana pengoperasian komuter ini pun kini sedang diseriusi. Dinas Perhubungan Kota Malang segera mengusulkan anggaran pembangunan tiga shuttle atau tempat perhentain komuter di wilayah Kota Malang dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012 pertengahan tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, HM Yusuf menjelaskan, pembangunan shuttle merupakan kewajiban yang harus dipenuhi Pemkot Malang. Hal yang sama juga dilakukan Pemkab Malang.
Sebab untuk mengoperasionalkan komuter, pemerintah pusat menyiapkan rangkaian kereta dan pemerintah daerah siapkan perangkat pendukung. Salah satunya yakni shuttle atau tempat pemberhentian.
’’Ini berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Pemkab Malang, Pemkot Malang, Pemprov Jatim, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Inka. Rapat diadakan pada 14 Februari lalu,’’ jelas Yusuf di balai kota, kemarin.
Lebih lanjut Yusuf menyebut, shuttle yang harus dibangun Pemkot Malang yakni di Polowijen, Lowokwaru dan Gadang. Pembangunan masing-masing shuttle membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. lokasi pembangunan shuttle menggunakan lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Namun demikian, khusus di wilayah Kota Malang, komuter juga akan berhenti di Stasiun Blimbing, Stasiun Kota Baru dan Stasiun Kota Lama.
Berdasarkan rapat di Jakarta, lanjut Yusuf, rangkaian kereta komuter yang siap diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan terdiri dari lima rangkaian gerbong. Masing-masing gerbong berkapasitas 100 sampai 150 orang.
Setiap gerbong didesain nyaman dan full ac. Dalam sehari, komuter Lawang-Malang-Kepanjen dijadwalkan enam kali beroperasi. Jadwal keberangkatan masih dibahas dan disesuaikan dengan pemberangkatan kereta yang melintas wilayah kota dan kabupaten Malang selama ini.
’’Kalau tarifnya memang belum dibahas secara detail. Tapi kalau diprediksi sekitar Rp 5.000 per penumpang untuk sekali perjalanan,’’ paparnya. Sedangkan kecepatannya antara 60 sampai 80 Km per jam.
Angkutan massal ini, lanjut Yusuf akan dioperasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Karena itulah saat pembahasan di Jakarta, 14 Februari lalu dihadiri oleh manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
’’Direncakan komuter beroperasi dalam tahun in juga. Tapi harus diawali dengan berbagai persiapan. Untuk mengkonkretkan rencana ini akan dibahas lagi dalam rapat di Kementerian Perhubungan pada dua pekan mendatang,’’ jelasnya.
Yusuf menegaskan, komuter tidak akan bersinggungan dengan angkutan umum. Sebab jalur dan pemberhentiannya tidak sama. Justru antara angkutan umum dengan komuter akan sinergi. Misalnya angkutan umum mengangkut penumpang di sekitar shuttle.
Komuter yang sedang digagas ini untuk memberi layanan alternatif angkutan massal yang nyaman kepada masyarakat. Selain itu untuk mengatasi kepadatan dan kemacetan yang melanda kota pendidikan ini.
’’Dengan beroperasinya komuter ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan umum yang belakangan semakin padat,’’ pungkasnya. (van/avi)
Reply
#25
wah......makin rame aja ni ML Tersenyuum
Reply
#26
(22-02-2012, 08:22 AM)mszams Wrote: Ni masih anget beritanya, baru gelar koranNgeledek

Quote:Komuter Beroperasi Tahun Ini
Selasa, 21 Februari 2012 15:38

MALANG - Setelah direncanakan sejak lama, akhirnya komuter dengan route Lawang-Malang-Kepanjen dipastikan beroperasi tahun ini juga. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan satu rangkaian kereta yang terdiri lima gerbong untuk jalur Lawang-Malang-Kepanjen.
Realisasi rencana pengoperasian komuter ini pun kini sedang diseriusi. Dinas Perhubungan Kota Malang segera mengusulkan anggaran pembangunan tiga shuttle atau tempat perhentain komuter di wilayah Kota Malang dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012 pertengahan tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, HM Yusuf menjelaskan, pembangunan shuttle merupakan kewajiban yang harus dipenuhi Pemkot Malang. Hal yang sama juga dilakukan Pemkab Malang.
Sebab untuk mengoperasionalkan komuter, pemerintah pusat menyiapkan rangkaian kereta dan pemerintah daerah siapkan perangkat pendukung. Salah satunya yakni shuttle atau tempat pemberhentian.
’’Ini berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Pemkab Malang, Pemkot Malang, Pemprov Jatim, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Inka. Rapat diadakan pada 14 Februari lalu,’’ jelas Yusuf di balai kota, kemarin.
Lebih lanjut Yusuf menyebut, shuttle yang harus dibangun Pemkot Malang yakni di Polowijen, Lowokwaru dan Gadang. Pembangunan masing-masing shuttle membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. lokasi pembangunan shuttle menggunakan lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Namun demikian, khusus di wilayah Kota Malang, komuter juga akan berhenti di Stasiun Blimbing, Stasiun Kota Baru dan Stasiun Kota Lama.
Berdasarkan rapat di Jakarta, lanjut Yusuf, rangkaian kereta komuter yang siap diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan terdiri dari lima rangkaian gerbong. Masing-masing gerbong berkapasitas 100 sampai 150 orang.
Setiap gerbong didesain nyaman dan full ac. Dalam sehari, komuter Lawang-Malang-Kepanjen dijadwalkan enam kali beroperasi. Jadwal keberangkatan masih dibahas dan disesuaikan dengan pemberangkatan kereta yang melintas wilayah kota dan kabupaten Malang selama ini.
’’Kalau tarifnya memang belum dibahas secara detail. Tapi kalau diprediksi sekitar Rp 5.000 per penumpang untuk sekali perjalanan,’’ paparnya. Sedangkan kecepatannya antara 60 sampai 80 Km per jam.
Angkutan massal ini, lanjut Yusuf akan dioperasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Karena itulah saat pembahasan di Jakarta, 14 Februari lalu dihadiri oleh manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
’’Direncakan komuter beroperasi dalam tahun in juga. Tapi harus diawali dengan berbagai persiapan. Untuk mengkonkretkan rencana ini akan dibahas lagi dalam rapat di Kementerian Perhubungan pada dua pekan mendatang,’’ jelasnya.
Yusuf menegaskan, komuter tidak akan bersinggungan dengan angkutan umum. Sebab jalur dan pemberhentiannya tidak sama. Justru antara angkutan umum dengan komuter akan sinergi. Misalnya angkutan umum mengangkut penumpang di sekitar shuttle.
Komuter yang sedang digagas ini untuk memberi layanan alternatif angkutan massal yang nyaman kepada masyarakat. Selain itu untuk mengatasi kepadatan dan kemacetan yang melanda kota pendidikan ini.
’’Dengan beroperasinya komuter ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan umum yang belakangan semakin padat,’’ pungkasnya. (van/avi)

wah, berarti rangkaiannya sudah fix pakai KRDE AC nih...

mantab..
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#27
karcisnya cuma 5ribu buat KRD AC, asik juga...

tapi "tahun ini" masih ada 10 bulan lagi, tungguin aja.... Kapan ya...
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#28
(19-02-2012, 02:25 PM)mszams Wrote:
(19-02-2012, 01:56 PM)nino Wrote: diterusin sampe dampit donk.... :p

wkwkwkwkwkw
rel udah ilang sebagian mas Ngakak

Jadi ingat saat peluncuran KRD Bandung Raya.
Waktu itu langsung mencuat wacana transportasi massal dengan konsep "Padungkawi", yaitu intensifikasi jalur Padalarang-Cicalengka serta penghidupan kembali jalur mati Rancaekek-Tanjungsari serta Cikudapateuh-Ciwidey. Saat konsep diluncurkan railbed Rancaekek-Tanjungsari serta jalur rel Kiaracondong-Cibangkonglor-Ciwidey masih terlihat jelas. Tiga puluh tahun berlalu, konsep tetap jadi konsep sedangkan jalur rel mati makin banyak dirambah.
Sebetulnya jalur rel sekitar Gondanglegi-Turen-Dampit masih terlihat jelas railbednya. Seandainya ditingkatkan tonasenya dan diaktifkan sepertinya masih layak. Jika dibuat shortcut ke Kepanjen lebih bagus lagi.

Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
#29
Semoga segera terlaksana, karena kehadiran komuter ini akan melengkapi pelayanan transportasi di Malang Raya, memberikan percepatan waktu tempuh antara Lawang dan Kepanjen, mengurangi kepadatan jalan raya, semoga lintas Malang-Tumpang serta Turen-Dampit bisa diaktivasi kembali, memang butuh anggaran besar,se-ide dengan pendapat anda Mas Nurcahyoms.
Reply
#30
(22-02-2012, 03:59 PM)Ken Aditya Wrote: Semoga segera terlaksana, karena kehadiran komuter ini akan melengkapi pelayanan transportasi di Malang Raya, memberikan percepatan waktu tempuh antara Lawang dan Kepanjen, mengurangi kepadatan jalan raya, semoga lintas Malang-Tumpang serta Turen-Dampit bisa diaktivasi kembali, memang butuh anggaran besar,se-ide dengan pendapat anda Mas Nurcahyoms.
mantap lagi klo jalur yang relnya terpendam juga di angkat... MLK ke BLL sampai Turen kan cuma tertutup tanah masih bananyak yg ada..
Lok Merah Biru telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)