Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
(14-10-2011, 06:38 PM)phepe_ph Wrote: Lho.. trit ini mirip trit saya... Elevated Track di Semarang
Mungkin sebaiknya digabung saja...
![[Image: new_bye.gif]](http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bye.gif) Yah silahkan saja...
Menurut aku pribadi... mending dibuat shorcut yang agak jauhan dikit buat ngindarin terjadinya rob yg seringkali terjadi... Namanya tetep Semarang Tawang, yang ada skarang pun dijadiin haritage / museum cagar budaya dg dinamain Semarang Venisia van Java Museum... Hehehe... dah kyk kota Venisia di Italia sih...
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(26-01-2012, 02:12 AM)Illia Wrote: Monggo dinikmati beritanya
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...April-2012
24 Januari 2012 | 21:55 wib
Fly Over Rel KA Sepanjang 8,1 Kilometer
Fly Over Rel Ganda Dibangun April 2012
SEMARANG, suaramerdeka.com - April 2012 pekerjaan fisik jalur rel ganda Semarang-Bojonegoro akan dimulai. Satuan kerja (satker) pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro rencananya akan membangun fly over rel kereta api sepanjang 8,1 kilometer di Semarang mulai dari Kaligawe sampai Mangkang.
Kepala Satker Departemen Perhubungan pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro Hendy Siswanto mengatakan, fly over setinggi 15 meter dibangun untuk mengantisipasi penurunan tanah di Kota Semarang. Nantinya akan ada dua fly over yang dibangun untuk jalur ganda yakni di Gambir Jakarta dan Semarang.
Pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sepanjang 190 kilometer akan dikerjakan selama 21 bulan. Rencananya, beberapa material untuk persinyalan seperti wesel akan diimpor dari Jepang dan Belanda. Satker akan mengerjakan daerah daerah yang tidak perlu pembebasan lahan terlebih dulu seperti jembatan, sedang untuk lahan yang harus dibebaskan pekerjaan masih menunggu. Saat ini pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sedang tahap lelang proyek senilai Rp 4,6 triliun, yang dijadwalkan selesai akhir Maret.
"Dari lima wilayah yang dilewati pembangunan yakni Semarang, Demak, Grobogan, Blora, dan Bojonegoro, pembebasan lahan yang memakan waktu cukup lama adalah di Semarang, Grobogan dan Blora. Di Semarang, pembebasan lahan dari Stasiun Tawang hingga Alastuwa akan mengambil wilayah di selatan rel eksisting. Tapi di sisi kanan kiri tetap akan kena pelebaran untuk fly over. Total pembebasan lahan adalah 23 hektare," katanya usai telekonferen Gubernur Jateng dengan Wakil Presiden RI Boediono dari Stasiun Tawang, yang dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, akan mengordinasi 12 kabupaten/kota terkait proyek jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya yang melewati jalur pantura Jateng. Berdasarkan data, sekitar 90% lahan untuk proyek jalur ganda merupakan tanah milik PT Kereta Api (KA).
"Persoalannya ada masyarakat yang menggunakan lahan-lahan tersebut sehingga perlu ditertibkan. Untuk persoalan secara teknis, nantinya pihak panitia pengadaan tanah (P2T) yang bekerja, tetapi tetap memerlukan koordinasi dengan PT KA dan pemda," ujarnya.
ada bocoran blue print nya gak dlm bentuk peta atau denah skema atau design???? menarik nih rencana nih. sangat menarik. jadi penasaran kira2 seperti apa kelak Poncol, Tawang dan Semarang Gudang
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
wah, serius ini rupanya. jadi nantinya yang punya elevated track bukan hanya jakarta.
tapi apakah daop 4 ada niat untuk mengoptimalkan jalur ini sebagai jalur komuter, sehingga diikuti dengan penambahan halte2 baru seperti yang di jakarta? jarak 8.1 km itu lumayan jauh mirip beos-mri yang 9 km. atau hanya sekedar flyover dengan stasiun2 yang telah ada ?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(26-01-2012, 02:12 AM)Illia Wrote: Monggo dinikmati beritanya
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...April-2012
24 Januari 2012 | 21:55 wib
Fly Over Rel KA Sepanjang 8,1 Kilometer
Fly Over Rel Ganda Dibangun April 2012
SEMARANG, suaramerdeka.com - April 2012 pekerjaan fisik jalur rel ganda Semarang-Bojonegoro akan dimulai. Satuan kerja (satker) pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro rencananya akan membangun fly over rel kereta api sepanjang 8,1 kilometer di Semarang mulai dari Kaligawe sampai Mangkang.
Kepala Satker Departemen Perhubungan pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro Hendy Siswanto mengatakan, fly over setinggi 15 meter dibangun untuk mengantisipasi penurunan tanah di Kota Semarang. Nantinya akan ada dua fly over yang dibangun untuk jalur ganda yakni di Gambir Jakarta dan Semarang.
Pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sepanjang 190 kilometer akan dikerjakan selama 21 bulan. Rencananya, beberapa material untuk persinyalan seperti wesel akan diimpor dari Jepang dan Belanda. Satker akan mengerjakan daerah daerah yang tidak perlu pembebasan lahan terlebih dulu seperti jembatan, sedang untuk lahan yang harus dibebaskan pekerjaan masih menunggu. Saat ini pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sedang tahap lelang proyek senilai Rp 4,6 triliun, yang dijadwalkan selesai akhir Maret.
"Dari lima wilayah yang dilewati pembangunan yakni Semarang, Demak, Grobogan, Blora, dan Bojonegoro, pembebasan lahan yang memakan waktu cukup lama adalah di Semarang, Grobogan dan Blora. Di Semarang, pembebasan lahan dari Stasiun Tawang hingga Alastuwa akan mengambil wilayah di selatan rel eksisting. Tapi di sisi kanan kiri tetap akan kena pelebaran untuk fly over. Total pembebasan lahan adalah 23 hektare," katanya usai telekonferen Gubernur Jateng dengan Wakil Presiden RI Boediono dari Stasiun Tawang, yang dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, akan mengordinasi 12 kabupaten/kota terkait proyek jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya yang melewati jalur pantura Jateng. Berdasarkan data, sekitar 90% lahan untuk proyek jalur ganda merupakan tanah milik PT Kereta Api (KA).
"Persoalannya ada masyarakat yang menggunakan lahan-lahan tersebut sehingga perlu ditertibkan. Untuk persoalan secara teknis, nantinya pihak panitia pengadaan tanah (P2T) yang bekerja, tetapi tetap memerlukan koordinasi dengan PT KA dan pemda," ujarnya.
Dulu Ngenyek Waktu liat Usulan SM-PK cuma 1:30 Jam
sekarang malu karena mengucap monggo berita double track
udahlah pastinya era Hajar Taspat bakal bangkit kedepannya dengan elevated track d Central Java khususnya SMT-PK
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
musti cepet2 ngoleksi foto SMT sama SMC..
takut2 ntar nasib stasiun nya kayak GMR..
693-5073-893-673
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
wah, ternyata bukan wacana lagi rupanya
mantab....
mungkin tawang dan poncol nggak akan berubah cuma emplasemennya aja yang diatas mengingat merupakan bangunan heritage
kalau naiknya dari alastuwa dan mangkang apa gak nabrak jaln tol dan flyover arteri?
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(28-01-2012, 10:50 AM)tomrys Wrote:
musti cepet2 ngoleksi foto SMT sama SMC..
takut2 ntar nasib stasiun nya kayak GMR..
jangan sampe terjadi nasib SMT dan SMC kayak GMR, hilang tidak berbekas  najis deh, jangan terjadi
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
(28-01-2012, 09:47 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (28-01-2012, 10:50 AM)tomrys Wrote:
musti cepet2 ngoleksi foto SMT sama SMC..
takut2 ntar nasib stasiun nya kayak GMR..
jangan sampe terjadi nasib SMT dan SMC kayak GMR, hilang tidak berbekas najis deh, jangan terjadi
seingat ane, SMT itu masuk bangunan cagar budaya,,jadi gak bisa begitu saja di-demolish,,
sebaiknya flyovernya dibangun di emplasemennya, jadi bangunan aslinya tetap utuh
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(28-01-2012, 10:47 PM)Adolph Wrote: (28-01-2012, 09:47 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (28-01-2012, 10:50 AM)tomrys Wrote:
musti cepet2 ngoleksi foto SMT sama SMC..
takut2 ntar nasib stasiun nya kayak GMR..
jangan sampe terjadi nasib SMT dan SMC kayak GMR, hilang tidak berbekas najis deh, jangan terjadi
seingat ane, SMT itu masuk bangunan cagar budaya,,jadi gak bisa begitu saja di-demolish,,
sebaiknya flyovernya dibangun di emplasemennya, jadi bangunan aslinya tetap utuh
naruh tiang pondasinya di bekas2 rel aja. jadi tidak membongkar peron yg udh ada. peron bisa dialih fungsikan untuk kegunaan lain
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
setelah dibuat flyover, apakah rel dibawahnya dicabut? bagaimana jika ada kegiatan bongkar muat barang seandainya kereta barangnya lewat atas?
thread ini sama dengan ini. jadi silahkan mas bravo apakah akan digabung atau tidak?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|