Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
shortcut tanjungrasa-cibungur
proyek short cut tjs-cbr kalo di lihat mulai di stasiun tjs sampai kearah jembatan dilihat dari ukuran lebar pemadatannya ya buat double track

Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
Bagamanakah perkembangan kemajuan short cut tanjung rasa-cibungur ...???
apakah sudah mulai digarapkah 2 jembatan sebelah barat stasiun tanjung rasa ....???
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
Yang dari pelabuhan Cirebon ke Kejaksan saja belum di sentuh sama sekali..ini dia.


[Image: dsc04332resize.jpg]


Bingung
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(23-12-2011, 10:53 PM)slamtrack Wrote: Bagamanakah perkembangan kemajuan short cut tanjung rasa-cibungur ...???
apakah sudah mulai digarapkah 2 jembatan sebelah barat stasiun tanjung rasa ....???

Proyek Rel Kereta Cibungur-Tanjungsari Terhambat
sumber:
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1...-terhambat

Minggu, 11 Desember 2011

INILAH.COM, Purwakarta - Rencana pembuatan shortcut rel kereta api antara Cibungur (Purwakarta) sampai Tanjungrasa (Subang), terkendala masalah lahan. Lahan yang menghambat pembangunan rel ini, milik PJT II Jatiluhur dan PSDA Jabar.

Penanggung jawab pembangunan shortcut rel kereta Kabupaten Purwakarta Deni Supardi mengatakan, proyek pengerjaan rel kereta ini dimulai dari Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari. Sebelumnya, kegiatan ini tak ada masalah. Akan tetapi, kedepan sepertinya akan tersandung masalah.

Pasalnya, saat dilakukan penyisiran, lintasan jalur baru kereta api ini akan melintasi irigasi. Irigasi ini yang jadi persoalan. Karena, tanah di sekitar irigasi merupakan milik PJT II Jatiluhur dan PSDA.

"Proyek kami belum berjalan karena masih ada kendala. Kendalanya yakni, sampai saat ini, belum ada izin dari PJT II. Pasalnya, jalur yang akan kami bangun melewati Irigasi yang tanahnya milik PJT II," kata Deni, kepada INILAH.COM, Minggu (11 Desember 2011).

Dikatakan Deni, seharusnya izin dari dua instansi tersebut sudah dikantongi agar kegiatan bisa berjalan lancar. Apalagi, pengerjaan proyek ini harus selesai sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Karena belum ada izin ini, lanjut Deni, pihaknya kebingungan. Jika kegiatan ini tetap dijalankan, khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Sebaliknya, jika dihentikan maka proyeknya bisa molor.

Deni menyebutkan, saat ini pengerjaan rel kereta api jalur sodetan ini (short cut) baru dilaksanakan sepanjang 700 meter. Alasannya, karena baru sepanjang itu lahan yang dibebaskan.

Pengerjaannya juga, baru sebatas tahap pengerasan tanah. Dengan kata lain, proyek ini belum terlalu sibuk. Karena itu, pihaknya baru sebatas menurunkan satu unit alat berat. Alat berat yang digunakan juga hanya buldozer.[ang]
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Tidak ad ke Intregasian antara Lembaga pemerintah serta instansi Instansi terkait, proyek proyek cuma sampai di koran saja, tidak pernah di tenderkan, padahal semua tanah itu ya milik pemerintah republik indonesia dibawah pengawasan kementerian keuangan, jadi emang ga ad niat kali ya padahal Sekarang sudah tahun 2012, apa sudah bisa dimulai pekerjaannya? Apa teman teman ada yg mempunyai Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga milik Ditjen KA? Supaya kita sbagai railfans bisa mengikuti perkembangan kemajuan Prasrana n sarana Kereta api.
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
perlu diketahui rencana induk perkeretaapian nasional kementerian perhubungan bahwa pemerintah pada saat ini akan merevitalisasi jalur2 KA yang sudah mati?dulu waktu prasarana dipegang oleh operator bukannya jalur KA bertambah tetapi malah berkurang, nah sekarang prasarana diambil oleh pemerintah akan merevitalisasi kembali khususnya jalur2 mati di indonesia ini?pada TA 2011 lalu ditjen KA telah melakukan DED (detail engenering desaign)atau studi secara mendetail seluruh prasarana? tetapi jalur KA eksisting tidak boleh dipergunakan lagi oleh pemda setempat? maka akan diambil alternatif melalui stasiun cangkring menuju pelabuhan?jalur ini memang dititik beratkan pada angkutan penumpang tetapi bertujuan untuk menngurangi beban jalan raya khusunya pada angkutan barang???pada TA 2012 telah diajukan untuk pembangunan infrastruktur (fisik) prasarana jalur KA?
Reply
Lho, memang percabangan rel yang ke pelabuhan (bakal) ada di CNK ya....???BingungBingung
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
hehehe ternyata cuma sebatas wacana aja, mudah2n bisa cepet terealisasi deh Big Grin
Reply
Bye Bye
29 december 2011
Source : investor daily
Keyword : category : railways
File : proyek ka ganda utara jawa rp 1 t ditender.pdf
Northern java rp 1 trillion double-track railway project tendered
Jakarta – The government has opened tenders for 81 work packages for the double-track railway line project development that will traverse the northern part of Java Island, with a total budget of around Rp 985 billion. This budget is taken from the 2012 Budget Expenditures List (DIPA) of the Directorate General of Railways at the Ministry of Transport (MoT), which totals Rp 8.86 trillion.
The 81 work packages for the double-track railway project crossing northern Java consists of 54 physical work packages, i.e., construction of a railway line stretching 61 kilometres, bridges, stations, emplacements, and public facilities valued at Rp 949.33 billion, and 27 non-physical work packages including supervisory activities and making a detailed engineering design (DED), with a total budget ceiling of Rp 36 billion.
Tundjung lnderawan, Directorate General of Railways at the MoT, says that the double-track railway line project traversing the north of Java Island is one of five priority railway sector projects in 2012. Apart from this double-track railway line, the four other projects are the Soekarno-Hatta Airport railway project, the commuter line, construction of the Sei Mangkei railway line, and the Cibungur-Tanjung Rasa shortcut.
“For 2012, the double-track railway project crossing northern Java is prioritising construction of the railroad and the bridge on the Cirebon-Tegal section of track stretching 47.33 km, construction of the 89.30 km-long double-track railroad for the Pekalongan-Semarang section of track, and construction of the railroad and bridge on the Semarang-Surabaya section,” he explained in Jakarta on Wednesday.
So far, only 295 km of the 727 km-long project that connects Jakarta to Surabaya has been built, leaving 432 km still to be completed. The project requires total funds of Rp 9.015 trillion and is being fast-tracked to connect the cities by the end of 2013. The project will support the government’s plans to reduce the load on the north coast (Pantura) road by boosting freight transport by rail, with a rail transportation capacity of up to 15,000 TEUs per week.
Bambang Supriyadie Ervan, Head of the MoT Communications Centre, says that the MoT’s DIPA for 2012 of about Rp 28.117 trillion was received by the Ministry from President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) on 20 December, 2011. The DIPA has also been conveyed to all Echelon 1 officials at the MoT to be forwarded to all of the working units that have been formed. The MoT began tendering all MoT transportation infrastructure projects in November.
“The tenders began in November, and with the DIPA funds being disbursed more quickly, we hope that MoT budget absorption in 2012 will be much improved. In 2011, we also had a high level of budget absorption, placing second after the Ministry of Public Works,” he said.
For the 2011 budget of Rp 23.278 trillion, as of 30 November, 2011 only Rp 14.89 trillion (63.99%) had been absorbed, with the remaining financing and physical construction only achieving 73.16% realisation. Apart from land issues, this low level of budget absorption was also due to Presidential Regulation (Perpres) No. 54 of 2011 on Government Procurement of Goods and Services, which provided for a lengthy appeals process. Nevertheless, the MoT is confident that by the end of the year, realisation of financial absorption will reach 85.34% while physical absorption will reach 88.56%. (ari) Daily News Category
Bye Bye
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)