Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA MERUPAKAN PASAR BERJALAN YANG TERBESAR DAN TERLENGKAP
#71
(18-12-2011, 10:42 AM)Kutukupret Wrote: Playboy
klo di K3 boleh lah asal jumlah asongan dibatasi

Mungkin maksudnya asongan boleh masuk selama KA berhenti di Stasiun, tidak ikut sampai jalan
Pasrah Aja Dah
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#72
[spoiler=Masih berkaitan dengan pedagang asongan di KA]Aparat Siap Amankan Sabotase Rel KA
Selasa, 20/12/2011 | 10:35 WIB

MGANJUK-Menyusul ancaman para pedagang asongan kereta api di wilayah Nganjuk yang akan menyabotase rel kereta api, jajaran Polres Nganjuk siap membantu PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan pengamanan jalur rel kereta api (KA) dari aksi pemblokiran oleh pedagang asongan.

Alasannya, aksi sabotase fasilitas umum melanggar undang-undang. Rel KA merupakan fasilitas pemerintah untuk melayani jasa transportasi kepada masyarakat. Jika ada tindakan sabotase berarti mengganggu pelayanan ketertiban dan kepentingan masyarakat umum.

"Diminta atau tidak, aparat siap mengamankan jalur rel KA dari kemungkinan gangguan sabotas pengasong," kata Kapolres Nganjuk, AKBP Anton Sasono SH, kepada wartawan, Senin (19/12) di Mapolres Nganjuk.

Anton mengatakan itu terkait pemblokiran rel KA oleh pengasong, yang sebelumnya terjadi di Madiun dan Ngawi beberapa hari lalu. Mereka melakukan itu sebagai aksi protes menyusul rencana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan UU No 23 tahun 2010 tentang perkeretapian, yang berdampak pada dilarangnya pengasong berjualan di dalam kereta api demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

Anton mengaku telah menerima penjelasan dari petugas di lapangan dan sudah mempelajari dampak diberlakukanya undang-undang No 23 tahun 2010 tentang Kereta Api. Yakni mulai 1 Januari 2012 pedagang asongan tidak lagi boleh berjualan didalam KA.

Hal itu mengakibatkan pedagang asongan merasa dirugikan sehingga berniat melakukan perlawanan terhadap larangan tersebut. Jika ada aksi pemblokiran di wilayah Nganjuk, tambah Anton, pihaknya siap menerjunkan petugas kepolisian di sepanjang jalur KA di wilayah Nganjuk.

Saat ini sejumlah petugas intelkam sudah melakukan pemantauan dari gerakan para pedagang asongan sebagai bentuk dari reaksi menentang pemberlakukan UU no 23 tahun 2010. “Kami juga masih menunggu koordinasi i PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di wilayah Nganjuk guna memaksimalkan tindak pengamanan,,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa pedagangan asongan (pengasong) di stasiun Nganjuk dan stasiun besar Kertosono, masih berjalan seperti biasa. Mereka berdagang aneka kebutuhan makanan minuman siap santap, seperti, nasi bungkus, snack, dan makanan oleh-oleh khas Nganjuk.

Mereka masuk dalam kereta saat berhenti. Dan, beberapa pengasong mengikuti kereta sampai tujuan tertentu, dan akan kembali dengan kereta api ari arah sebaliknya.

Tidak ada satupun pembicaraan di kalangan pengasong soal sabotase. Mereka hanya mengeluhkan rencana aturan baru PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun depan. Mereka kuatir kelangsungan usahanya akan terganggu.

Seperti Suyanto, pedagang asongan dari Kertosono, mengaku akan menerima kerugian jika ada pelarangan tidak boleh berjualan di dalam kereta api. "Karena, penumpang banyak yang mencari makanan atau minuman saat kereta berjalan," katanya.

Senada dengan hal itu, Setyo Kurniawan, pengasong dari Nganjuk, mengatakan pengasong tidak diperbolehkan berdagang di KA berarti sama halnya mematikan pengasong. "Kami jadi kehilangan mata pencaharian," tukasnya.

Baik Setyo maupun Suyanto, meminta kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) agar bisa bersikap bijaksana dalam memberlakukan UU perkeretaapian itu. Artinya, orentasi penertiban juga memperhatikan nasib pengasong. md4
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berit...087eb1b2dc[/spoiler]

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
#73
Lah, kalau pake acara mau sabotase segala, apa malah gak menurunkan citra pedagang asongan yah? Ntar gimana kalau penumpangnya jadi gak simpati sama pedagang asongan? Sedih Semoga segera menemukan titik terang deh, kasian juga kalau mereka lenyap sepenuhnya dari muka stasiun Sedih
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#74
[spoiler=Pedagang Asongan Protes Larangan Berjualan Di Kereta]

BLORA, suaramerdeka.com - Perwakilan pedagang asongan stasiun kereta api Cepu mendatangi DPRD Blora, Selasa (20/12). Mereka mengadukan larangan berjualan di atas kereta api kepada para wakil rakyat.

Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPRD, H Dasum didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM), Gunadi, di ruang komisi D.

Imam Buchori, koordinator pedagang asongan mengemukakan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) per 1 Januari 2012, akan memberlakukan larangan pedagang asongan kereta ekonomi beraktifitas di atas kereta, dengan alasan keamanan, service dan kenyamanan. Kebijakan tersebut ditentang para pedagang asongan. "Kami siap dibina tapi janganlah berjualan di atas kereta api itu dilarang," ujarnya.

Dia mengemukakan belum lama ini dilakukan pertemuan antara perwakilan pedagang asongan dengan pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dalam pertemuan itu disosialisasikan larangan berjualan di atas kereta. Namun di pertemuan tersebut seluruh pedagang menolak larangan itu.

"Pedagang asongan tidak pernah mengganggu keamanan di atas kereta. Justru sering membantu pengamanan terhadap kejahatan di atas kereta," katanya.

Imron mengemukakan selama ini pedagang asongan telah memberikan kontribusi semisal uang kebersihan kepada pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melalui petugas-petugas di stasiun. Dari usaha perdagangan itu, para pengasong menggantungkan hidup untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga. Jika larangan berjualan di atas kereta api diterapkan, pasti pedagang asongan akan kesulitan.
[/spoiler]
Reply
#75
(20-12-2011, 02:57 PM)Hungry Soul Wrote: Lah, kalau pake acara mau sabotase segala, apa malah gak menurunkan citra pedagang asongan yah? Ntar gimana kalau penumpangnya jadi gak simpati sama pedagang asongan? Sedih Semoga segera menemukan titik terang deh, kasian juga kalau mereka lenyap sepenuhnya dari muka stasiun Sedih

Betul, jangan sampe mereka malah menjadi batu sandungan tersendiri bagi para penumpang2 KA, karena beberapa penumpang pasti sudah mengecap negatip kehadiran mereka karena dianggap mengganggu kenyamanan dan sebagainya, dengan mereka mensabotase tentu saja citra mereka di antara para penumpang akan sangat negatif sekali.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#76
[spoiler=Pedagang Asongan Kereta Api Tak Berdaya]

BLORA, suaramerdeka.com - Tuntutan pedagang asongan stasiun Cepu Blora untuk bisa berjualan di atas kereta api, tak bisa dipenuhi. Dengan dalih penerapan aturan dari pusat, para pedagang dibuat tidak berdaya. Merekapun tidak diperkenankan lagi berjualan di atas kereta api mulai 1 Januari 2012.

"Tanggal satu apapun yang terjadi, itu sudah menjadi ketentuan pusat dan harus dilaksanakan," ujar Sapto Hartoyo, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Semarang yang hadir dalam pertemuan dengan pedagang asongan stasiun Cepu di DPRD Blora, Jumat (23/12).

Selain Sapto, perwakilan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang hadir dalam pertemuan itu diantaranya Adv Sec M Amin Munadjat, Kepala Stasiun Cepu Suprapto serta sejumlah staf PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pertemuan yang dimediatori DPRD dan Pemkab Blora itu dilaksanakan terkait adanya tuntutan pedagang asongan yang menghendaki tetap diperbolehkan berjualan di atas kereta api termasuk kereta api ekonomi.

"Kami tidak melarang pedagang berjualan. Namun aturannya harus ditaati. Aturan itu berlaku secara nasional. Silahkan pedagang berjualan di kawasan stasiun bukan di atas kereta api. Di Tegal, Semarang, Bojonegoro tidak ada masalah. Para pedagang memahaminya," tandas Sapto.

Pernyataan Sapto itupun direaksi sejumlah pedagang dan anggota DPRD Blora. Mereka memahami aturan tersebut. Hanya para pedagang meminta pengertian PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus meminta solusi jika aturan itu benar-benar diterapkan.

"Seyogyanya ada kebijakan humanis menyikapi permasalahan itu. Kami paham aturan harus ditaati. Bisnis perusahaan negara tidak hanya semata-mata mengejar keuntungan. Tapi sisi sosial masyarakat juga harus diperhatikan pula," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Blora, Gunadi, yang turut hadir dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, HM Dasum.

Pedagang meminta kereta api lebih lama berhenti di stasiun Cepu. Itu untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang berjualan. "Kami siap menaati seluruh aturan asalkan tidak memberatkan pedagang. Kami siap membantu pelayanan termasuk keamanan di kereta api," ujar Slamet, salah seorang pedagang asongan.
[/spoiler]
Reply
#77
Quote:Pedagang meminta kereta api lebih lama berhenti di stasiun Cepu. Itu untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang berjualan.

Apakah Gapeka 2011 perlu diubah untuk menyenangkan pedagang di lingkungan stasiun Cepu? Ngikik
Reply
#78
(23-12-2011, 12:34 PM)senengnyepur Wrote:
Quote:Pedagang meminta kereta api lebih lama berhenti di stasiun Cepu. Itu untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang berjualan.

Apakah Gapeka 2011 perlu diubah untuk menyenangkan pedagang di lingkungan stasiun Cepu? Ngikik

bukan Gapekanya, tapi peraturannya lebih cocoknya..Xie Xie
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply
#79
Quote:Dianiaya Petugas, Pedagang Asongan Kereta Depresi.

Liputan6.com, Ngawi : Meski larangan berjualan di atas kereta api baru diberlakukan 1 Januari 2012, kekerasan yang dilakukan oknum petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terhadap pedagang asongan sudah terjadi. Akibat dianiaya, seorang pedagang asongan di Ngawi, Jawa Timur, terluka parah dan depresi berat.

Tumiyem menderita lebam dan depresi setelah turun dari kereta dua hari lalu. Korban diduga dianiaya petugas pengamanan KA Brantas karena berjualan di atas kereta, Kamis (29/12). Penganiayaan itu diduga terjadi saat kereta berjalan dari Stasiun Nganjuk menuju Madiun.

Hingga kini Tumiyem tidak mau mengungkapkan apa yang menimpanya. Namun menurut dokter, lebam di wajah Tumiyem akibat benturan benda tumpul. Meski kasus penganiayaan pedagang asongan ini sudah tersebar, petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Stasiun Paron belum mendapat laporan mengenai insiden itu.
Reply
#80
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)