Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA MERUPAKAN PASAR BERJALAN YANG TERBESAR DAN TERLENGKAP
#51
(25-01-2011, 07:51 PM)vandoe matarmajamania Wrote: [Spoiler=nyumbang ah]
[Image: 2a91ldz.jpg]
segala ada tukang beginian
yang biasanya keliling antar kampung sekarang antar rangkaian[/Spoiler]
NgakakNgakak

Lama-lama tukang bakso keliling juga nanti mungkin bakalan ada NgakakNgakak
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#52
Yang jelas,
mereka jauh lebih terhormat daripada mereka yang
tampak taat dan santun, berpendidikkan, berbudi pekerti,
tetapi makan uang rakyat, uang yang bukan menjadi haknya !

Saya angkat topi buat mereka,
sejauh mereka berjualan dengan tidak memaksa,
dan memakai bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi.

Top Banget
Reply
#53
Quote:Puluhan Pedagang Minta Larangan Berdagang Dibatalkan.

Liputan6.com, Ngawi: Larangan berdagang di gerbong kereta api yang akan diberlakukan 1 Januari 2012 menuai reaksi. Puluhan pedagang asongan di Ngawi, Jawa Timur, Selasa (13/12) berunjuk rasa di kantor DPRD setempat. Mereka minta anggota Dewan membantu menunda dan membatalkan larangan berjualan di atas kereta api yang diberlakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VII Madiun.

Pengunjuk rasa tiba di lokasi menggunakan truk. Mereka adalah pedagang yang biasa berjualan di dalam gerbong kereta api di Stasiun Geneng, Paron, dan Stasiun Walikukun. Massa berunjuk rasa membawa poster dan barang dagangan mereka.

Namun saat berdialog dengan perwakilan pedagang, petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VII Madiun tidak bergeming dengan keputusan tersebut. Mereka tetap bersikukuh akan memberlakukan larangan sampai ada keputusan dari pusat.

Karena tak ada titik temu, pedagang pun membubarkan diri. Mereka tetap akan berjualan dalam kereta. Sedangkan petugas kereta juga akan tetap memberi sanksi dengan menurunkan paksa pedagang yang nekat berjualan dalam kereta.
Reply
#54
Tidak hanya di asongan dari Ngawi saat ini sedang gelisah sepertinya, sekarang 14 Desember, 2 minggu bukanlah waktu yang lama, singkat dan mereka harus berpikir, bertindak cepat mencari solusi sendiri mencari lapangan pekerjaan pengganti bilamana pelarangan diberlakukan nanti, karena banyak orang dibelakang mereka benar-benar membutuhkannya, mereka benar-benar menghadapi tembok kokoh yang sulit ditembus, semoga anggota dewan dan pihak-pihak terkait tidak hanya termenung dalam buaian pundi-pundi rupiah melihat bertambahnya jumlah pengangguran di depan mata?
Reply
#55
(14-12-2011, 12:35 PM)Ken Aditya Wrote: Tidak hanya di asongan dari Ngawi saat ini sedang gelisah sepertinya, sekarang 14 Desember, 2 minggu bukanlah waktu yang lama, singkat dan mereka harus berpikir, bertindak cepat mencari solusi sendiri mencari lapangan pekerjaan pengganti bilamana pelarangan diberlakukan nanti, karena banyak orang dibelakang mereka benar-benar membutuhkannya, mereka benar-benar menghadapi tembok kokoh yang sulit ditembus, semoga anggota dewan dan pihak-pihak terkait tidak hanya termenung dalam buaian pundi-pundi rupiah melihat bertambahnya jumlah pengangguran di depan mata?

Hal yang serupa juga dirasakan oleh para pedagang di Stasiun Cikampek
sekarang sepi katanya , sejak banyak KA yang berjalan lagsung.

HeranSedihSedih
Reply
#56
(14-12-2011, 12:35 PM)Ken Aditya Wrote:
Tidak hanya di asongan dari Ngawi saat ini sedang gelisah sepertinya, sekarang 14 Desember, 2 minggu bukanlah waktu yang lama, singkat dan mereka harus berpikir, bertindak cepat mencari solusi sendiri mencari lapangan pekerjaan pengganti bilamana pelarangan diberlakukan nanti, karena banyak orang dibelakang mereka benar-benar membutuhkannya, mereka benar-benar menghadapi tembok kokoh yang sulit ditembus, semoga anggota dewan dan pihak-pihak terkait tidak hanya termenung dalam buaian pundi-pundi rupiah melihat bertambahnya jumlah pengangguran di depan mata?

Ibarat buah simalakama, semoga ada win win solution.
http://www.semboyan35.com/showthread.php...#pid283621
Reply
#57
Betul, kalo kuli angkut aja boleh beroperasi mereka juga harusnya boleh.

sekali lagi PT KA harus melihat mereka jangan dari 1 sisi saja....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#58
Saya termasuk salah satu yang suka dengan keberadaan pedagang di Kereta Api. Tentu pedagang yang mengerti batas kewajaran, bukan pedagang yang memaksa atau mengganggu kenyamanan penumpang. Saya sendiri belum mengalami gangguan dari para pedagang selama naik Kereta Api, mungkin karena itulah pandangan saya kepada mereka tidak terlalu negatif. Yang jelas, sedikit atau banyak saya tertolong dengan keberadaan mereka karena saya bisa memenuhi "hasrat" saya selama perjalanan di Kereta Api. Please lakukanlah sesuatu wahai para orang-orang di atas sana, pejabat KAI, DPR, atau siapapun lah, agar bisa menyenangkan semua orang Sedih Mereka juga mencari nafkah buat keluarganya lho Pak Sedih
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#59
Kalau aturannya jadi di berlakukan nanti gak ada yang namanya sego pecel didalam KA lagi donk SedihSad
Kangen naik KA, Kangen Sego Pecel Terharu
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#60
Pengumuman

okezone.com Wrote:
Tidur Di Atas Rel, Pedagang Asongan Sandera Kereta Api

NGAWI - Puluhan pedagang asongan yang biasa berjualan di atas kereta api, nekat menghadang laju kereta. Aksi ini dilakukan sebagai protes kebijakan larangan berjualan di atas gerbong.

Puluhan pedagang melakukan aksi duduk dan tidur di atas rel di depan lokomotif pada Kamis (15/12/2011) siang. Akibatnya Kereta Pasundan jurusan Surabaya-Bandung sempat tertahan di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama hampir satu jam.

Sementara pedagang lainya berusaha menerobos petugas yang menghadang di pintu gerbong hingga sempat terjadi aksi saling dorong.

Beberapa di antaranya bersitegang dan adu mulut di depan kantor stasiun dan meneriakkan yel-yel perlawanan.

Aksi sempat memanas ketika petugas tetap ngotot tidak mengizinkan para pedagang menaiki gerbong. Adu argumen berlanjut hingga menarik perhatian penumpang dalam kereta.

Petugas berusaha menjelaskan aturan yang diberlakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), namun para pedagang meminta aturan tersebut tak berlaku di kereta kelas ekonomi.

Seorang penumpang asal Surabaya, Susanto, menilai keberadaan para pedagang dalam kereta ekonomi bisa dimaklumi. Pasalnya jajanan yang ditawarkan pengasong lebih murah ketimbang harus beli di stasiun atau restorasi kereta.

Menanggapi aksi para pedagang, Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Sugianto, saat dikonfirmasi melalui telepon, mengatakan meski masih ada beberapa pedagang yang membandel, pihaknya tak akan menambah petugas pengamanan.

Pihaknya juga akan tetap bersikap tegas dan akan menurunkan para pedagang asongan yang masih nekat berjualan.

Setelah negosiasi yang cukup panas akhirnya dicapai kesepakatan dengan ketentuan pedagang hanya boleh berjualan di gerbong paling belakang.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: