Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi : Subsidi BBM untuk Angkutan KA
#41
hallow.. nyambung lagi ya... Ngiler

postingan mas Ady_McAdy yang barusan membuktikan kebenaran postingan saya kan???? hehehe... bukan cuma bis ke Sumatera mas.. bis-bis ke Bali juga rontok karna pesawat.... iya emang bis pake subsidi dan pesawat ga pake subsidi... untuk Jakarta-Bali bis L****a tarifnya 500rb hari2 gini.. kalo pesawat... weekend ajah bisa 350-650 rb (LCC loh yaaa)... apalagi kalo maskapai tersebut adalah merchant kartu kredit kita, ato kita udah dapet Frequent Flyer nya... lebih menguntungkan, lebih murah, dapet banyak bonus...

artinya... perusahaan pesawat kan perusahaan besar... mangkanya dengan kekuatan aset, modal, kekuatan SDM kreatif yang dimiliki dan kekuatan yg berupa networking... walo ga pake BBM subsidi harganya bisa lebih rendah dari yg pake subsidi kek bis toh... postingan njenengan udah menjelaskan... bahwa semakin besar perusahaan, semakin banyak armadanya... dan dengan semakin hebat SDM serta networking yang dimiliki... tentu berbanding lurus dengan efisiensi kinerjanya.... pesawat tetep untung tuh... dibandingkan dengan bis yang ga ada apa-apanya dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh pesawat... meskipun bis pake BBM subsidi dan pesawat tidak.

nah, berkaca dari kondisi itu... harusnya kereta api, sebagai perusahaan yang segede gaban... dengan kekuatan-kekuatan internal mutlak yang dimiliki, harusnya udah jadi penguasa bisnis transportasi darat kan..... lah dengan kekuatan segede gitu, pasti efisiensinya akan bisa sangat dioptimalkan.."itu kalo kita melihat dari yang normal loh yaaaa..Ngikik "
dan pastinya unggul mutlak lah dari transportasi darat apapun itu... masa iya nuntut perlakuan sama kek usaha kecil/menengah.. koq ngeliatnya ke bawah terus.... xexexe...

trus kalo misalnya semua angkutan umum musti pake BBM subsidi, harusnya pesawat juga dunk.. termasuk pesawat yang melayani rute gemuk, bahkan Garuda juga dunk.... trus kalo pesawat pake BBM subsidi dan harganya jadi lebih murah lagi... ntar kereta tereak lagi...Ngakak lah sekarang ajah sama2 ga pake subsidi.. pesawat bisa lebi murah ketimbang kereta.. oh iya pesawat juga banyak keluar biaya koq: perizinan yang mahal dan harus diupdate tiap dua tahun, maintenance yang pake standar amrik (mahal kan).... biaya sewa parkir di bandara, sewa terminal di Bandara serta sewa berbagai pelayanan bandara... tapi koq bisa tetep terjangkau yaaa....

@ Ady-McAdy lagi ==> pesawat yang lebih murah dari kereta.... silahkan liat2 di Tiger Air mas... tiket Jakarta-Hongkong ajah di weekend totalnya USD 144.. dengan rincian CGK-SIN USD 44 dan SIN-HK USD 100. emang kalo pake Tiger musti transit dulu di S'pore,... secara HK loh... jauh tuh... iya, ke Chek Lap Kok yang keren abezzz..... cuman emang lebih keren Kansai International Airport seh.... coba bandingkan dengan keretaXie Xie palagi kalo weekdays CGK-SIN "cuman" USD 25 .. masih banyak koq mas LCC yang malayani rute2 internasional dengan harga yang "terjangkau" dan pelayanan yang ga murahan...

sebenarnya persoalan utama nya bukan persoalan subsidi ato ngga kan... pasti kita semua tahu lah, persoalan utamanya ini kan....
(24-11-2011, 10:29 AM)Kutukupret Wrote: gue demen neh ama komen terkahir Ngakak
perusahaan segede gaban yg "katanya" terus merugi sampe2 menuntut untuk dapet bbm bersubsidi,?kan subsidi udah ada buat K3,klo gitu yg salah dimanakah,yg jelas mungkin di manajemennya aja yg........(jawab sendiri tuh yg titik2) :p
benerin dulu tuh sarana kreta penumpang,konsumen aja banyak yg ngeluh entah karna services atau prasarana,baru deh nuntut yg lain(termasuk PSO untuk KA barang)

@ Mas Bravo Eling => untuk pesawat yang punya rute sama dengan KA (JKT ke Surabaya, Jogja, Semarang, Malang) emang aturan oleh Ditjen perhubungan Udara, bahwa batasan tarif bawahnya tidak boleh lebih rendah dari tarif kereta Api... tujuannya apa??? agar keberadaan pesawat terbang tidak membunuh kereta atpi..... bukankah itu juga sudah merupakan komitmen hebat Pemerintah dalam melindungi keberadaan kereta api.... kurang apa lagi coba Kereta Api ini...
mangkanya kan tarif pesawat ke Surabaya yg pada kisaran 350rb-500rb lebih mahal ketimbang ke Bengkulu, palembang yg 280rb an... bahkan Manado ajah kalo kita ga pake garuda Rp. 2jt PP masih susuk mas
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#42
baca-baca dulu ah
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#43
(24-11-2011, 03:32 PM)kabei Wrote:
(24-11-2011, 03:11 PM)eling Wrote:
(24-11-2011, 09:56 AM)kabei Wrote: bruakakakakak ngakak lagi, kereta ekonomi sudah tuh disubsidi trus kurang apa???

*moga aja besok ga ada penumpang pesawat (penumpang lion, garuda, merpati, batavia dll) yang minta avtur disubsidi juga :ngakak:ngakak
KA eksekutif dan KA bisnis gak disubsidi, trus kenapa bis eksekutif bisa menikmati subsidi solar mas kabei....???

pesawat kelas ekonomi ga disubsidi, ga mewek tuh penumpangnya Big Grin
bahkan tiket pesawat bisa lebih murah dari kereta api Big Grin

perbandingan sama2 angkutan darat donk...
Reply
#44
hmm..Maskapai low cost carrier alias berbiaya rendah melakukan efisiensi menghasilkan tiket yg murah. Langkah efisiensi seperti apa yg konkret yg mgkin jadi solusi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) agar jasa angkutan barangnya bisa bersaing dg angkutan truk tanpa harus mewek minta BBM disubsidi ?

Reply
#45
(24-11-2011, 09:34 PM)hujanturun Wrote: hmm..Maskapai low cost carrier alias berbiaya rendah melakukan efisiensi menghasilkan tiket yg murah. Langkah efisiensi seperti apa yg konkret yg mgkin jadi solusi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) agar bisa bersaing dg angkutan truk tanpa harus mewek minta BBM disubsidi ?

Perbanyak angkutan KA barang (khususnya KA tambang). Malah kalau bisa diatas 50 % harus KA barang yang harus profitable. Nah, kalau sudah begitu harga bisa ditekan dengan cross subsidy.

Unpopular move kalau begini caranya....
Reply
#46
(24-11-2011, 09:40 PM)mas_bagus_ajah Wrote:
(24-11-2011, 09:34 PM)hujanturun Wrote: hmm..Maskapai low cost carrier alias berbiaya rendah melakukan efisiensi menghasilkan tiket yg murah. Langkah efisiensi seperti apa yg konkret yg mgkin jadi solusi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) agar bisa bersaing dg angkutan truk tanpa harus mewek minta BBM disubsidi ?

Perbanyak angkutan KA barang (khususnya KA tambang). Malah kalau bisa diatas 50 % harus KA barang yang harus profitable. Nah, kalau sudah begitu harga bisa ditekan dengan cross subsidy.

Unpopular move kalau begini caranya....
sebuah ide yang konkrit mas... emang KA seharusnya difokuskan ke KA barang kelas berat... dan harusnya optimasi KA di sumatera bisa ditingkatkan, serta pembangunan KA di Kalimantan yang terintegrasi dengan dry port, pelabuhan sungai besar serta mempunyai pelabuhan samudera yang bisa menampung muatan sangat besar dan efektif dalam bongkar-muatnya... paling relevan kan pembangunan KA di Kalimantan toh..

nah masalah KA yang emang sekarang fokusnya juga di Jawa doank.. menurut saya sih... yang mutlak diperlukan
1. manajemen yang visioner dan kreatif, cerdas serta penuh ide brilian... tak lupa punya semangat need for acchievement, tidak mudah menyerah dan menyalahkan keadaan.. apalagi menyalahkan penumpang Ngikik ... itu cuman didapat dengan seleksi SDM baru yang terbuka dan transparan.. bukan SDM baru dulure sopo????

2. profesionalisasi jajaran internal yang artinya menaruh the right person at the right place... karena ini persoalan yang krusial dan sepertinya operator kita tidak melakukan ini... buktinya, masih inget kan pernyataan Humas yang "aneh" dan malah memancing kontroversi... kalo jadi pimpinan, udah GPL, langsung saya pecat tuh humas kek gitu... bukannya membuat pernyataan yang bisa memperbaiki citra perusahaan, malah membuat pernyataan "bunuh diri" dalam kondisi panas lagi... "saya jadi kepikiran, itu humas ga pernah belajar imu Komunikasi ya"

3. penanaman value customer oriented dan customer care... maka yg dikejar kan customer satisfaction yang akan berujung pada customer TRUST.. ya keuntungan jangka panjang udah ada di depan mata toh, kalo pelanggan udah loyal... bukannya cuman mengejar keuntungan jangka pendek dan hasil laba akhir tahun doank....Bethe

emang seh, saya selalu melihat kekurangan KA sekarang adalah dari sisi manajerial, semangat memenagkan persaingan serta esensi dasar yang hilang dari sebuah perusahaan jasa... yakni customer care

kenapa musti manajerial dulu??? ya karna manajemen itu core dari sebuah unit kerja apapun itu... kalo manajemen hebat, maka dibawahnya juga akan hebat..

"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#47
Kecuali maskapai yg kalo lagi low season murah buanget tapi begitu peak season sinting bin miring harganya garuda yang katanya full service aja kalah mahal. Apa mau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kaya gitu, eh sekarang aja KAI udah kaya gitu ya ?!
Satu hal airline ga perlu ngadain apalagi ngerawat prasarana ky rel, stasiun ka, persilangan dll, mereka cuma markir pesawat, ground handling agent yg kerja, beres deh !
Reply
#48
(24-11-2011, 11:00 PM)morkies Wrote: Kecuali maskapai yg kalo lagi low season murah buanget tapi begitu peak season sinting bin miring harganya garuda yang katanya full service aja kalah mahal. Apa mau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kaya gitu, eh sekarang aja KAI udah kaya gitu ya ?!
Satu hal airline ga perlu ngadain apalagi ngerawat prasarana ky rel, stasiun ka, persilangan dll, mereka cuma markir pesawat, ground handling agent yg kerja, beres deh !
sama ajah mas... yang namanya bisnis transportasi itu pasti banyak keluar cost...
kereta ga ada pembatasan usia armada kan? ga ada sertifikasi kelayakan armada juga kan?? ga harus beli rute kan?? masalah TAC yah wajar lah.. pengguna akses toll kan musti bgayar... masalah IMO, lah kan IMO emang dihilangkan... tapi lagi-lagi operator ga mau dihilangkan dan tetep pengen bayar IMO... soalnya kalo IMO dihapus, maka monopoli juga harus dihilangkan

kata siapa pesawat yg kerja cuman ground agent ajah... buktinya pesawat tetep nyediain e-ticketing, fasilitas credit card merchant, customer care, mau mendengar keluhan penumpang dan menindak-lanjuti dan selalu ada ajah yang namanya inovasi untuk menjaring customer trust.. dan satu hal lagi... manajemen pesawat ga pernah menyalahkan penumpang Ngikik
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#49
namanya juga indonesia
Reply
#50

[/quote]
operator pesawat mana yang murah mas kabei....??? kira2 berapa harga tiket kelas ekonomi Perseroan Terbatas Garuda Indonesia jurusan surabaya....???

[/quote]

bandingin kok penerbangan premium jangan bikin gw ngakak gitu donk Big Grin

KA meski kelas eksekutif pun tetep aja, pelayanan "no frill"
pesawat pake kelas ekonomi (pelayanan sama loh dengan KA eksekutif sama sama "no frill") dan ternyata bisa lebih murah tuh :ngakak

Quote:Argumentasi aneh...
juru bicara PT KA terguncyang....
ngomong ngomong duit PT KA yang disimpen di rekening pribadi direksi bagemana kabarnya???
100 milyar rupiah loh jumlahnya (minimal) :p



Quote:perbandingan sama2 angkutan darat donk...
hmm, mo bandingin sama angkutan darat???
ok, yang mewek mewek dimari minta subsidi pernah wawancara sama sopir bis ga??
tanya berapa biaya siluman yang dikeluarkan dia selama operasi???

kalo dah ketahuan baru bikin perbandingan dengan komprehensif :p
coba kalo kereta api juga ada pungli kek angkutan darat lainnya baru yu bisa bandingin kedua moda (bis vs KA) hanya dengan mengambil parameter BBM doang.....
TAPI selama yu ga memasukin parameter macam pungli, retribusi jalanan, biaya uji kir, "tilang" dalam perbandingan lo ya ga fair ngebandingin KA vs BIs hanya dari sisi konsumsi BBM :p

setiap moda angkutan punya kelebihan dan kelemahan (strength dan weaknesses)
mental pemenang, memaksimalkan kekuatan dan kalo bisa mengubah kelemahan menjadi opportunity...
mental pecundang, memaksimalkan kelemahan, mewek mewek ga jelas kemudian "mati".....
[Image: overstappen.png]
(24-11-2011, 11:00 PM)morkies Wrote: Kecuali maskapai yg kalo lagi low season murah buanget tapi begitu peak season sinting bin miring harganya garuda yang katanya full service aja kalah mahal. Apa mau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kaya gitu, eh sekarang aja KAI udah kaya gitu ya ?!
Satu hal airline ga perlu ngadain apalagi ngerawat prasarana ky rel, stasiun ka, persilangan dll, mereka cuma markir pesawat, ground handling agent yg kerja, beres deh !

gubraks :ngakak guling guling

ga ada yang update peraturan/undang undang terbaru kah???


[Image: overstappen.png]
nambahin aje

http://matoa.org/fakta-transportasi/

ternyata pesawat terbang paling boros, tapi ga mewek mewek minta subsidi bahan bakar :ngakak

artinya Kereta api = TRansportasi paling efisien

adalah HOAX, mitos, isu, takhayul Big Grin

yang benar adalah Pesawat = TRansportasi paling efisien

trims buat penumpang pesawat yang ga cengeng minta subsidi :beer:

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)