Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
(09-11-2011, 09:41 PM)Warteg Wrote:
(09-11-2011, 06:16 PM)anodarno Wrote: sekedar info, tiket seluruh KA ekonomi keberangkatan dari St.Kiaracondong sudah habis terjual s.d. tgl 12/11/2011

Lho, kok bisa begitu. Padahal kan di KAC menjadi sentralisasi pemberangkatan K3
What reason ? Alasannya apa ya........? Bingung

Biasa Mas Warteg. Akhir pekan. Bye Bye
Reply
(07-11-2011, 01:58 PM)Warteg Wrote:
(06-11-2011, 10:52 PM)Illia Wrote: efek tidak d jualnya tiket berdiri. tiket emang habis...tp jujur baru kemaren naik tawang jaya dari SMC yang biasanya penuh bener namun sekarang jd serasa naik k1 Wek
cm pedagang asongan masih ada si Ngakak

Jadi penuhnya bukan karena penumpang, tapi penuh dengan pedagang asongan ya.???NgakakNgakak
dari pada penuh pedagang asongan mending penuh penumpang, kasihan lho mereka yang tidak terangkut

benar om warteg dari pada penuh dengan pedagang ya lebih baik penuh dengan penumpang berkarcis lah wong pedagang tidak berpengaruh terhadap keuangan perusahaan dan sebenarnya mereka mereka inilah yang membuat perjalanan penumpang di kereta api tidak nyaman. yang saya heran kita buat melangkah ke toilet di k3 aja susah eh yang saya bingung mereka bisa berpindah dari gerbong satu ke gerbong yang lain.jujur saja sepenuh apapun penumpang dalam rangkaian k3 saya masih sanggup jika tanpa ada pedagang bersliweran daripada saya harus naik bis.namun kalau di selingi dengan pedagang saya tobat deh . memang sih itu buat kenyaman penumpang namun resikonya jika yang ada keperluan mendadak malah jadi nggak bisa naik kereta Heran
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
(09-11-2011, 01:30 AM)pardjono Wrote:
[Image: migrasi_ticketing.png]

semalem nyoba cari tiket di situs,, stasiun keberangkatan ma tujuan udah tambah banyak seperti semula. harga tiket udah dibedain tarif dewasa ma tarif anak.
Reply
(10-11-2011, 12:23 PM)dedy vh Wrote:
(07-11-2011, 01:58 PM)Warteg Wrote: [spoiler]
(06-11-2011, 10:52 PM)Illia Wrote: efek tidak d jualnya tiket berdiri. tiket emang habis...tp jujur baru kemaren naik tawang jaya dari SMC yang biasanya penuh bener namun sekarang jd serasa naik k1 Wek
cm pedagang asongan masih ada si Ngakak

Jadi penuhnya bukan karena penumpang, tapi penuh dengan pedagang asongan ya.???NgakakNgakak
dari pada penuh pedagang asongan mending penuh penumpang, kasihan lho mereka yang tidak terangkut
[/spoiler]

benar om warteg dari pada penuh dengan pedagang ya lebih baik penuh dengan penumpang berkarcis lah wong pedagang tidak berpengaruh terhadap keuangan perusahaan dan sebenarnya mereka mereka inilah yang membuat perjalanan penumpang di kereta api tidak nyaman. yang saya heran kita buat melangkah ke toilet di k3 aja susah eh yang saya bingung mereka bisa berpindah dari gerbong satu ke gerbong yang lain.jujur saja sepenuh apapun penumpang dalam rangkaian k3 saya masih sanggup jika tanpa ada pedagang bersliweran daripada saya harus naik bis.namun kalau di selingi dengan pedagang saya tobat deh . memang sih itu buat kenyaman penumpang namun resikonya jika yang ada keperluan mendadak malah jadi nggak bisa naik kereta Heran

Nah inilah pekerjaan polsuska, sebenarnya harus diberi jatah beberapa menit saja untuk seorang pedagang asongan boleh mengitari gerbong, kalo perlu jangan sama sekali mereka naik ke gerbong.
tapi memang sulit juga seh menertibkan hal yang seperti ini, sudah menjadi kebiasaan melihat gerbong warna oranye nah tuh semua pedagang langsung dah pada stand by di peron.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
imbas dari sistem pesenan tiket KAI yang lagi dibenerin, antrian pemesanan tiket di stasiun gambir cukup panjang. begitu juga di tiket penjualan langsung. (sementara tiket ga bisa dipesen lewat 121 n tempat pmesanan lain kecuali di stasiun).
Reply
sabtu, 5 nop 2011 (sekali lagi) pai keabisan tiket tawang alun di BG... Nangis
Reply
(10-11-2011, 08:01 PM)codinda31 Wrote: imbas dari sistem pesenan tiket KAI yang lagi dibenerin, antrian pemesanan tiket di stasiun gambir cukup panjang. begitu juga di tiket penjualan langsung. (sementara tiket ga bisa dipesen lewat 121 n tempat pmesanan lain kecuali di stasiun).

Jd korbannya semalem ya, Om...? Beruntung ajah saya nggak begitu antri, cuma sempat ribut sedikit dgn orang sepur yg pake R6. Maklum, mereka masih ada rasa "dibutuhkan"... Ngakak
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
(10-11-2011, 01:03 PM)Joe_cn Wrote:
(10-11-2011, 12:23 PM)dedy vh Wrote:
(07-11-2011, 01:58 PM)Warteg Wrote: [spoiler]
(06-11-2011, 10:52 PM)Illia Wrote: efek tidak d jualnya tiket berdiri. tiket emang habis...tp jujur baru kemaren naik tawang jaya dari SMC yang biasanya penuh bener namun sekarang jd serasa naik k1 Wek
cm pedagang asongan masih ada si Ngakak

Jadi penuhnya bukan karena penumpang, tapi penuh dengan pedagang asongan ya.???NgakakNgakak
dari pada penuh pedagang asongan mending penuh penumpang, kasihan lho mereka yang tidak terangkut
[/spoiler]

benar om warteg dari pada penuh dengan pedagang ya lebih baik penuh dengan penumpang berkarcis lah wong pedagang tidak berpengaruh terhadap keuangan perusahaan dan sebenarnya mereka mereka inilah yang membuat perjalanan penumpang di kereta api tidak nyaman. yang saya heran kita buat melangkah ke toilet di k3 aja susah eh yang saya bingung mereka bisa berpindah dari gerbong satu ke gerbong yang lain.jujur saja sepenuh apapun penumpang dalam rangkaian k3 saya masih sanggup jika tanpa ada pedagang bersliweran daripada saya harus naik bis.namun kalau di selingi dengan pedagang saya tobat deh . memang sih itu buat kenyaman penumpang namun resikonya jika yang ada keperluan mendadak malah jadi nggak bisa naik kereta Heran

Nah inilah pekerjaan polsuska, sebenarnya harus diberi jatah beberapa menit saja untuk seorang pedagang asongan boleh mengitari gerbong, kalo perlu jangan sama sekali mereka naik ke gerbong.
tapi memang sulit juga seh menertibkan hal yang seperti ini, sudah menjadi kebiasaan melihat gerbong warna oranye nah tuh semua pedagang langsung dah pada stand by di peron.

Sudah ada kongkalikong dengan orang dalam Gembira
Bahkan mereka juga mengenakan seragam yang ada logo PT.KAI sebagai atribut dalam berdagang
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Sengaja saya langsir disini,
seandainya ada yang belum pernah melihat kartu pensiunan
pegawai kereta yang sudah purna tugas.

Dengan menunjukkan KBD dan SAP ini,
baru dapat mengurus tiket, sehingga dapat tempat duduk.


Terima kasih kepada Bapak Prawoto,
yang telah berkenan meminjamkan kartu ini,
demi untuk berbagi dengan kita semua,
para pecinta kereta api,
sehingga dapat mengetahui bentuk surat dan kartu ini.

[spoiler]

[Image: PW01.jpg]


[Image: PW02.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: PW03.jpg]


[Image: PW04.jpg][/spoiler]
Bye Bye
Reply
Dari Forum tetangga & maaf klo salah langsir

Ada Permainan Calo?
oleh Setiyo Bardono pada 14 November 2011 jam 10:16

"Tiket kereta ekonomi tujuan Jakarta sampai tanggal 13 Nov habis!"
Pengumuman di speaker stasiun Kutoarjo itu memupuskan harapan orang-orang yang mengantri di loket. Begitu juga dengan Paijo yang sudah mengisi formulir pemesanan. Padahal, hari itu baru tanggal 8 Nov.
Untuk mengusir rasa kecewa, Paijo menuju warung kopi tak jauh dari stasiun. Di sela hangat seruputan kopi, pemilik warung menyapanya.
"Lagi mengantar saudara, Mas?"
"Nggak Bu, mau pesan tiket ke Jakarta tapi kehabisan."
"Emang buat tanggal berapa?"
"Tanggal 13 Bu."
"Tenang aja Mas," kata pemilik warung sambil mengambil sesuatu dari laci. Ternyata puluhan tiket kereta.
"Silakan pilih mau di gerbong berapa. 80 ribu saja."
Paijo terhenyak. Padahal harga resminya hanya 28 ribu.
Ternyata, inilah salah satu dampak dari pembatasan tiket kereta hanya sesuai jumlah tempat duduk. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan.
Begitulah penuturan Paijo yang saya sms untuk memesan tiket balik ke Jakarta ketika hendak ke pulang kampung halaman. Hukum pasar sepertinya sedang berlaku, tiket terbatas sementara permintaan tinggi. Maka timbullah praktik percaloan.
Untuk meminimalkan praktik seperti ini, sepertinya harus ada kebijakan cara menjual tiket. Untuk pemesanan tiket lebih dari satu sebaiknya diberi satu tiket saja. Dengan begitu ruang gerak calo bisa berkurang.
Kalau 1 tiket berisi 5 tempat duduk, calo harus berjuang mengumpulkan 5 orang. Pasti itu akan lebih menyulitkan.

Kutoarjo, 13 Nov 2011

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)