Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.
"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.
Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.
Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.
Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.
Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.
Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.
ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR
-----------------------------------------------------------
Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin
693-5073-893-673
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
(07-11-2011, 09:53 PM)tomrys Wrote: [spoiler]
Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.
"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.
Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.
Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.
Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.
Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.
Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.
ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR[/spoiler]
-----------------------------------------------------------
Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin Kalau saya sih, bingung !
Nggak tahu lah, mau mikir apa.....
Soalnya,
semua kan sama-sama pemerintah,
ngaturnya bagaimana juga enggak tahu !
Hanya menurut Sujiwo Tejo di TV,
pemerintah kita kan tidak punya program,
tidak punya misi dan rencana !
tujuannya, tidak jelas, kata beliau .
Tambah bingung kan ?
Ya udah,
main ke tasiun aja,
ngobrol dengan semua yang ketemu disana,
sambil cari buat obyek foto.

Posts: 168
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
0
di postingan sblmnya Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) blg lbh baik tdk ada PSO.
Saya lbh setuju kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tdk dapat PSO dan memakai BBM bersubsidi.
1. tarif KA Ekonomi jarak jauh terlalu murah dgn fasilitas seadanya. Masyarakat mau aja membayar mahal asal dapat fasilitas yang memadai, keretanya nyaman dan tepat waktu.
2. pake BBM bersubsidi asal tarif Weekend sama Weekdays tidak berubah alias sama.
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(07-11-2011, 09:53 PM)tomrys Wrote: Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.
"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.
Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.
Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.
Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.
Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.
Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.
ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR
-----------------------------------------------------------
Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin
Ngiiik .... speechless, bingung mau ngomong apa ...  Ini menteri maunya apa coba?
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
(09-11-2011, 01:39 AM)pardjono Wrote:
![[Image: migrasi_ticketing.png]](http://www.kereta-api.co.id/images/banner/migrasi_ticketing.png)
wow, semoga semakin canggih dan memudahkan bagi calon penumpang dalam membeli tiket KA serta meningkatkan ketertiban pertiketan. bravo!
KA Sumber Kentjono
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
6
kalo bisa sih jual tiket online kaya penerbangan murah a*r a*ia
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
(07-11-2011, 11:06 PM)Smidi_cahbagus Wrote: di postingan sblmnya Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) blg lbh baik tdk ada PSO.
Saya lbh setuju kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tdk dapat PSO dan memakai BBM bersubsidi.
1. tarif KA Ekonomi jarak jauh terlalu murah dgn fasilitas seadanya. Masyarakat mau aja membayar mahal asal dapat fasilitas yang memadai, keretanya nyaman dan tepat waktu.
2. pake BBM bersubsidi asal tarif Weekend sama Weekdays tidak berubah alias sama.
memang benar..Pak IJ pernah bilang di surat kabar kalo ideal nya dalam kasus kereta KRL Jabodetabek aja nggak ada kelas Ekonomi.
(wajar lah PSO nya aja....ya tau sendiri lah)
tapi...
sayangnya..
ada salah satu tokoh LEMBAGA KONSUMEN yang menyatakan di dalam Kereta Api masih ada unsur atau aspek PELAYANAN
artinya...tetep harus ada Kelas Ekonomi
sepertinya beliau lupa..Kereta Api juga ada unsur Manajemen yang harus mengelola KA. Tentu dengan modal juga..
693-5073-893-673
|