Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.



"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.

Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.

Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.

Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.

Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.

Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.


ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR
-----------------------------------------------------------

Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin
693-5073-893-673
Reply
(07-11-2011, 09:53 PM)tomrys Wrote: [spoiler]
Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.



"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.

Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.

Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.

Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.

Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.

Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.


ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR[/spoiler]
-----------------------------------------------------------

Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin
Kalau saya sih, bingung !
Nggak tahu lah, mau mikir apa.....
Soalnya,
semua kan sama-sama pemerintah,
ngaturnya bagaimana juga enggak tahu !

Hanya menurut Sujiwo Tejo di TV,
pemerintah kita kan tidak punya program,
tidak punya misi dan rencana !
tujuannya, tidak jelas, kata beliau .

Tambah bingung kan ?
Ya udah,
main ke tasiun aja,
ngobrol dengan semua yang ketemu disana,
sambil cari buat obyek foto.
MabokSakit

Reply
di postingan sblmnya Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) blg lbh baik tdk ada PSO.

Saya lbh setuju kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tdk dapat PSO dan memakai BBM bersubsidi.
1. tarif KA Ekonomi jarak jauh terlalu murah dgn fasilitas seadanya. Masyarakat mau aja membayar mahal asal dapat fasilitas yang memadai, keretanya nyaman dan tepat waktu.
2. pake BBM bersubsidi asal tarif Weekend sama Weekdays tidak berubah alias sama.
Reply

[Image: migrasi_ticketing.png]
Reply
(07-11-2011, 09:53 PM)tomrys Wrote: Usul BBM Bersubsidi untuk PT Kereta Api Ditolak


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menolak memberikan bahan bakar bersubsidi untuk PT Kereta Api Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyarankan PT Kereta mengoptimalkan dana Publik Service Obligasi (PSO) yang diberikan setiap tahun untuk operasional perusahaan.



"Fokus saja kesana, itu juga sudah subsidi. Ada PSO dan subsidi BBM, kan jadinya double, " kata Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 7 November 2011.

Permintaan mendapatkan BBM bersubsidi datang dari PT Kereta Api yang diakukan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Kementerian BUMN telah mengkaji permintaan tersebut. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan permintaan direksi PT Kereta tersebut cukup realistis. Mereka berharap adanya BBM bersubsdisi mampu menekan biaya produksi. Sehingga tarif kereta bisa ditekan menjadi murah. Dengan begitu pengguna jasa, khususnya angkutan barang bisa lebih banyak menggunakan akses kereta api ketimbang angkutan barang lainnya, seperti truk.

Kelebihan lainnya ujar menurut Dahlan, akan menekan kemacetan lalu lintas akibat melimpahnya penggunaan truk di jalan raya setiap hari.
"kalau truk itu bisa mendapat bbm bersubsidi, kenapa kereta api tidak?,"ujarnya, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.

Perusahaan pelat merah itu membutuhkan BBM bersubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga moda transportasi massal ini bisa mengenakan tarif lebih murah. Penggunaan BBM dengan tarif industri diklaim menambah beban perusahaan sebesar Rp 360 miliar setahun. Perusahaan pun dibebani Pajak Pertambahan Nilai sekitar Rp 100 miliar per tahun.

Pemerintah sendiri, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, dalam rangka kewajiban pelayanan penumpang, akan menggelontorkan dana segar sebesar Rp 770 miliar untuk PT Kereta Api dari total 2 triliun dana PSO yang dialokasikan pemerintah di tahun 2012. "Lebih baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa menghitung dana PSO dengan benar. Mau pakai apapun mereka (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tetap dapat subsidi," katanya.

Bambang belum bersedia menyebut langkah yang akan dilakukan Kementerian terkait permintaan BBM bersubsidi untuk Kereta Api Barang yang didukung Kementrian BUMN dan Dewan."Nanti ada pers rilisnya, tunggu saja," katanya.


ALWAN RIDHA RAMDANI | ERWINDAR
-----------------------------------------------------------

Jadi mogok dong neh...asik dah..#prihatin

Ngiiik .... speechless, bingung mau ngomong apa ... Sakit Ini menteri maunya apa coba? Sakit
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(09-11-2011, 06:19 AM)Hungry Soul Wrote: Ngiiik .... speechless, bingung mau ngomong apa ... Sakit Ini menteri maunya apa coba? Sakit

Nggak perlu bersedih, Om... Harusnya malah bangga sebagai warga negara yg bs menjadi DONATUR TETAP Pemerintah RI. Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
(09-11-2011, 01:39 AM)pardjono Wrote:
[Image: migrasi_ticketing.png]

wow, semoga semakin canggih dan memudahkan bagi calon penumpang dalam membeli tiket KA serta meningkatkan ketertiban pertiketan. bravo!
KA Sumber Kentjono
Reply
(09-11-2011, 09:20 AM)see_204XX Wrote:
(09-11-2011, 06:19 AM)Hungry Soul Wrote: Ngiiik .... speechless, bingung mau ngomong apa ... Sakit Ini menteri maunya apa coba? Sakit

Nggak perlu bersedih, Om... Harusnya malah bangga sebagai warga negara yg bs menjadi DONATUR TETAP Pemerintah RI. Xie Xie

Ya saya sih seneng dan bangga saja jadi Donatur Tetap buat Pemerintah ... Ngeledek Tapi kasihan itu si Kereta Api, selalu dianaktirikan, dan Si Argo karet selalu dianakemaskan ... Nangis
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
kalo bisa sih jual tiket online kaya penerbangan murah a*r a*ia
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
(07-11-2011, 11:06 PM)Smidi_cahbagus Wrote: di postingan sblmnya Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) blg lbh baik tdk ada PSO.

Saya lbh setuju kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tdk dapat PSO dan memakai BBM bersubsidi.
1. tarif KA Ekonomi jarak jauh terlalu murah dgn fasilitas seadanya. Masyarakat mau aja membayar mahal asal dapat fasilitas yang memadai, keretanya nyaman dan tepat waktu.
2. pake BBM bersubsidi asal tarif Weekend sama Weekdays tidak berubah alias sama.

memang benar..Pak IJ pernah bilang di surat kabar kalo ideal nya dalam kasus kereta KRL Jabodetabek aja nggak ada kelas Ekonomi.

(wajar lah PSO nya aja....ya tau sendiri lah)

tapi...
sayangnya..
ada salah satu tokoh LEMBAGA KONSUMEN yang menyatakan di dalam Kereta Api masih ada unsur atau aspek PELAYANAN

artinya...tetep harus ada Kelas Ekonomi

sepertinya beliau lupa..Kereta Api juga ada unsur Manajemen yang harus mengelola KA. Tentu dengan modal juga..
693-5073-893-673
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)