Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bahan Bakar lokomotif
#91
bukan common rail, Renault thn 95 gak rusak tu cuman kalau jalan bau minyak goreng.
Reply
#92
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#93
ja tapi susah perlu tangki tekanan tinggi mirip lpg. Di belanda sudah diterapkan di mobil pakai lpg. Tapi diesel bisa pakai minyak goreng tanpa perubahan mesin. Soedah saiya teliti dengan seksama.
Salam
[Image: overstappen.png]
tu..electrification is the final solution. Goblok sing nulis.
Reply
#94
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#95
dan gunanya apa pakai bahan bakar lain juga menghasilkan ruang kaca.
Reply
#96
kalau pakai 100% biodiesel kendalanya apa ya? apakah lebih mahal dari hsd?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#97
kendala, dimusim dingin terlalu kentel, memerlukan banyak tanah yang diperlukan untuk pertanian dan tidak ada gunanya! Sama2 menghasilkan co2 thus rumah kaca. Harga kurang lebih sama.
Reply
#98
untuk perbadingan jika menggunakan minyak goreng/jelantah, ada baiknya melihat pengalaman bus trans pakuan di bogor.

bus trans pakuan di bogor sudah lama menggunakan minyak jelantah yang diolah menjadi biodisel. hitung2an per unitnya, satu bus perhari membutuhkan 12 liter jelantah yang akan diolah jadi biodisel. lalu dicampur solar menjadi B20 (20%biodisel 80%solar).

dari 20 unit bus transpakuan, hanya 10 yang diberi "minum" B20, karena kekurangan pasokan minyak jelantah yang hanya 10 ribu liter setahun. idealnya diperlukan 43,2 ribu liter jelantah setahun untuk memenuhi kebutuhan seluruh bus transpakuan.

untuk mengumpulkan jelantah, pemkot membeli dari pemilik restoran, rumah makan, dan pedagang kakilima dengan harga Rp. 3000 perliter. yang paling sulit adalah mengumpulkan dari pedagang kakilima/gorengan. sebab mereka biasanya menggunakan minyak goreng sampai habis. untuk memperbanyak pasokan, harga jelantah akan dinaikan jadi Rp 4000 per liter.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#99
kalau pakai minyak bekas berapa tuh ongkos nyaringnya. Kan buntu semua kalau ada sisa tahu gorengnya.
Reply
(11-11-2011, 07:32 PM)antonius_123 Wrote: kalau pakai minyak bekas berapa tuh ongkos nyaringnya. Kan buntu semua kalau ada sisa tahu gorengnya.

kalo minyak jelantah tukang gorengan jangan dah, pernah liat di tipi, ada oknum pedagang gorengan mencampur minyaknya yg msh baru dengan plastik bekas minyaknya, biar gorengan nya crispy, selama masih panas nggak ketahuan, nah kalo itu minyak didiemin trus dingin nanti baru keluar endapan plastiknya, bisa jebol dah mesin Ngakak
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)