24-10-2011, 09:27 PM
foto yang double track, double gauge itu dimana ya? Jadi yang 1067mm sudah double track.
|
Mblusuk Jalur Lori jaman Belanda
|
|
24-10-2011, 09:27 PM
foto yang double track, double gauge itu dimana ya? Jadi yang 1067mm sudah double track.
25-10-2011, 05:45 PM
antonius_123 Wrote:foto yang double track, double gauge itu dimana ya? Jadi yang 1067mm sudah double track? Letak tepatnya ane ga tw mas, tapi yang jelas itu cikal bakal lintas Solo - Yogyakarta yang doubel track sekarang. Tuh sekarang masih double track, tapi double gaugenya uda ga ada. Itu dicabutin ama Jepang samasa invasi Jepang untuk membangun jalur2 KA di negara2 jajahan Jepang yang lain seperti Burma, Vietnam, etc. Dan aset2 KA yang dibongkar oleh Jepang kebanyakan aset NIS. Dan NIS pun menyatakan bangkrut dan melikuidasi aset2nya tahun 1945. Ntar deh ane post juga sertifikat/dokumentasi aset2 NIS. Jadi jawaban ke pertanyaannya mas antonius ya itu diantara Solo ama Yogyakarta.
26-10-2011, 02:36 PM
(24-10-2011, 07:57 PM)bad_boy Wrote: Ane kasih foto jadulnya ama foto blusukan ane yah.....yang ini eks rel lori milik PG Jombang Baru, Jawa Timur. Mirip banget yak kayak jalur KA Feede/Jaladara di Solo. Padahal ini non aktifnya bisa dikatakan baru, soalnya tahun 2007-2008 ane ke Jombang rel ini masih aktif. Dulu ada rambu lalu lintas lintasan KA tapi sekarang uda dicabut. BTW Dari Jombang baru sebelah mana nya tuh.? kmrn ane pas mudik ke Jombang enggak liat ada rel ini.. lagi pula Jombang baru pun loriny di tarik traktor
TUT TUT.. KOBONG..!!
~Presjam~
26-10-2011, 04:39 PM
Yoga Bagus Wrote:BTW Dari Jombang baru sebelah mana nya tuh.? Kalo dari arah menara air Ringin Contong, itu ngikuti jalan raya yang lewat tengah pasar/pusat perbelanjaan terus kearah Kertosono. Ntar disebelah kiri jalan akan menemui PG Jombang Baru. Ikuti terus jalan rayanya ntar pasti ketemu itu disebelah kiri jalan. Itu akhirnya nyeberang jalan yang sekarang uda jadi tempat pemberhentian truk tebu disitu. Ya itu sekarang yang bikin ane males masuk PG Jombang Baru, karena untuk langsir dalam pun uda pake traktor, jadi uda ga semenarik dulu. O ya, sedikit ralat. Itu foto ane yang double track double gauge, yang sebelah kiri yang 1067 mm milik SS, yang sebelah kanan yang double gauge itu milik NIS (Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij). Maaf sebelumnya ada salah pengetikan.
26-10-2011, 05:44 PM
(26-10-2011, 04:39 PM)bad_boy Wrote:Yoga Bagus Wrote:BTW Dari Jombang baru sebelah mana nya tuh.? Oww pantes aja.. ![]() BTW sama udh enggak ada lok lagi di PG Djombang Baru maupun PG Djukir.. TUT TUT.. KOBONG..!!
~Presjam~
Ya.... biarlah...
![]() ane yo pengen seh punya loko meskipun bekas.... ![]() g apalah.... ![]() ![]()
27-10-2011, 02:11 PM
Yoga Bagus Wrote:Oww pantes aja.. Pantes aja napa?? Emank PG Tjoekir sekarang langsir dalamnya uda ga pake lok lori lagi??
27-10-2011, 02:25 PM
Sisa rel lori di perempatan mergan MALANG itu dulu termasuk jaringan milik PG Kebonagoeng. Lori yang melewati mergan termasuk jalur utama yang menghubungkan PABRIK ke perkebunan tebu di DINOYO dan BLIMBING dulu (yang sekarang dah penuh rumah). Urutan jalur ini Kebonagoeng - Katjoek - Soekoen - Mergan - Poelosari - Jl. Simpang Wilis - Jl. Dempo. Di Jl. Dempo bercabang ke BLIMBING dan DINOYO. Ke arah BLIMBING : Jl. Dempo - Jl. Jakarta - Jembatan Brantas (satu2nya sisa yang masih utuh) - Samaan - Jl. Kalpataru - menyeberang jl. Candi Badut - melewati tengah ABM - melewati samping TELKOM - menyeberang lewat terowongan di bawah jl. A. Yani - menyeberang jl. Tenaga Baru - melewati timur stadion BLIMBING - menyeberang jl. L. A. Sutjipto - Gang Lori - lewat utara pom bensin (ada jembatan yang masih utuh) - stop terakhir. Ke arah DINOYO : Jl. Dempo - Jl. Gresik - menyeberang Jl. Surabaya - Jl. Semarang (depan UM - ada sisa jembatan dan tanggul yang masih utuh) - Jl. Bogor - Jl. Veteran (Depan MATOS) - Jl. Sigura-gura (Lurus) - terakhir PASAR DINOYO. Semoga ini bisa membantu.
27-10-2011, 05:43 PM
VAN_DER_SPOOR Wrote:Sisa rel lori di perempatan mergan MALANG itu dulu termasuk jaringan milik PG Kebonagoeng. Lori yang melewati mergan termasuk jalur utama yang menghubungkan PABRIK ke perkebunan tebu di DINOYO dan BLIMBING dulu (yang sekarang dah penuh rumah). Urutan jalur ini Kebonagoeng - Katjoek - Soekoen - Mergan - Poelosari - Jl. Simpang Wilis - Jl. Dempo. Di Jl. Dempo bercabang ke BLIMBING dan DINOYO. Ke arah BLIMBING : Jl. Dempo - Jl. Jakarta - Jembatan Brantas (satu2nya sisa yang masih utuh) - Samaan - Jl. Kalpataru - menyeberang jl. Candi Badut - melewati tengah ABM - melewati samping TELKOM - menyeberang lewat terowongan di bawah jl. A. Yani - menyeberang jl. Tenaga Baru - melewati timur stadion BLIMBING - menyeberang jl. L. A. Sutjipto - Gang Lori - lewat utara pom bensin (ada jembatan yang masih utuh) - stop terakhir. Ke arah DINOYO : Jl. Dempo - Jl. Gresik - menyeberang Jl. Surabaya - Jl. Semarang (depan UM - ada sisa jembatan dan tanggul yang masih utuh) - Jl. Bogor - Jl. Veteran (Depan MATOS) - Jl. Sigura-gura (Lurus) - terakhir PASAR DINOYO. Semoga ini bisa membantu. Mangstap infonya....bener2 master Groote Plein Suikeronderneming (PG Kebon Agung). Gini ae wes. Ntar q posting peta2 jadulnya untuk memperjelas maksudnya mas Van Der Spoor.
27-10-2011, 08:35 PM
(This post was last modified: 27-10-2011, 08:47 PM by Yoga Bagus.)
(27-10-2011, 02:11 PM)bad_boy Wrote:Yoga Bagus Wrote:Oww pantes aja.. Enggak pake lok lagi maksudny... ![]() ![]() Masih inggat dg lok lori dan spor lori di tanah sumatra sebagai pengangkut Kelapa Sawit.?
Sumber: http://www.internationalsteam.co.uk
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Nasip nya sekarang... ![]() ![]() ![]() Diganti dg: ![]() TUT TUT.. KOBONG..!!
~Presjam~
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|