Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Malioboro Ekspress (Yogyakarta [YK]- Malang [ML])
#71
(26-10-2011, 08:03 AM)Joe_cn Wrote:
(26-10-2011, 08:00 AM)aditnugie Wrote: Kira-kira kalo terealisasi mau berangkat jam berapa ya dari Yk soalnya setauku kalo pagi dari Yk lumayan padat jam keberangkatan KAnya...

Jam 07:15 ada Sancaka
jam 08:00 ada FU YK
jam 09:00 ada Argo Lawu
jam 09:25 ada Lodaya
jam 10:00 ada Taksaka

belum lagi KA prameks yang jadwalnya ane gak hafal.

Kalo bisa ya subuh aja ya, setelah Taksaka datang atau yang paling siang jam6 lha sebelum Sancaka keluar kandang.Ngeledek

masalahnya kan cuma sancaka aja kalau argo lawu sama lodaya kan berangkat dari solo dan rel Slo - Yk udah double track...taksaka juga ke barat gak ke timur
kalau jam 6 pagi ya kepagian mas, menurut saya ya jam 8.30 atau jam 9.00

MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU


SETELAH ISTIRAHAT PANJANG
Senang
Reply
#72
benar sekali kalau jalur ini lumayan gemuk
terbukti bis malam malang-jogja hampir selalu penuh
sampai2 Ros**ia Ind** buka trayek pagi berangkat dr malang
pengamatan yg bagus dr PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Big Grin
Reply
#73
(26-10-2011, 07:31 AM)satria banyubiru Wrote:
(26-10-2011, 06:34 AM)GR_10152 Wrote: KAI Buka Jurusan Malang-Jogja
Selasa, 25 Oktober 2011 15:15
SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghentikan operasional KA Rajawali dan KA Harina, per 1 Nopember mendatang. Kedua KA ini kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung dibukanya jurusan baru yaitu Malang-Jogjakarta.
Hal di atas diungkapkan Sri Winarto, Kepala Humas KAI Daops VIII Surabaya kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Pasti. Kedua KA akan ditutup dan kedua armadanya akan dimanfaatkan untuk pembukaan jalur baru Malang-Jogja’’ tandas Winarto.
Dikatakan dia, manajemen KAI dengan sangat terpaksa menutup KA Rajawali yang beroperasional di jalur Surabaya-Semarang. Karena load factor (daya angkut) KA Rajawali tidak sesuai dengan target yang diharapkan manajemen. Sebaliknya, justru kerugian terus mendera KAI.
Kondisi serupa, lanjut dia, juga diberlakukan untuk KA Harina yang beroperasional di rel Bandung-Semarang. Bahkan, load factor-nya jauh lebih buruk dibanding KA Rajawali. Tapi, berapa nilai kerugian yang ditanggung selama kedua KA dioperasikan, tidak ada jawaban pasti.
‘’Bukan wewenang saja. Yang boleh menyebutkan angka kerugian hanya pusat (KAI Bandung). Tapi, kalau tidak rugi tentu tidak mungkin kita tutup,’’ katanya dengan menyebut pangsa pasar penumpang untuk kedua KA ternyata jauh dari harapan.
Tentang pembukaan jalur baru Malang-Jogja, Sri menyebutkan, tim khusus di KAI Pusat tengah mematangkan rencana pembukaan jalur gemuk ini. Jika tidak ada halangan, tahun 2011 ini juga, KA yang namanya belum ditentukan tersebut sudah dioperasikan.
‘’Pasarnya sangat siap. Pasarnya cukup gemuk. Tim sekarang masih merampungkan laporannya terkait jurusan baru tadi. Kalau namanya masih belum ditentukan. Biasanya, nama itu ditentukan mendekati hari-hari operasional,’’ ujarnya.
Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post di Daops VII Surabaya menunjukkan, KA Rajawali ditutup sesuai SK Direksi PT KA No: KEP.U/II.207/X/2/KA-2011. Padahal, KA Rajawali baru diluncurkan ke public 12 Pebruari 2011 lalu.
Selama ini, KA Rajawali diperkuat dengan tiga gerbong eksekutif dan tiga gerbong bisnis. KA ini dimaksudkan untuk menambah pelayanan KA Rajawali Sore yang telah ada sebelumnya. ‘’Ternyata KA Rajawali pagi tidak laku, sejak dioperasionalkan delapan bulan lalu, kursinya hanya laku seprohnya saja,’’ kata Sri.
Seharusnya dengan kekuatan tiga gerbong eksekutif, KA ini mampu menampung sebanyak 150 penumpang kelas eksekutif ditambah tiga gerbong bisnis yang berkapasitas 180 penumpang kelas bisnis. Tapi dari kedua kelas itu penumpangnya tiap hari tidak sampai 150 orang.
Awalnya gerbong KA Rajawali jumlahnya delapan unit yaitu empat esksekutif dan empat bisnis. Karena sepi masing-masing kelas dikurangi satu gerbong. Sampai-sampai agar masyarakat tertarik KAI hanya menjual tiket seharga Rp 120 ribu – Rp 200 ribu untuk eksekutif. Dan kelas bisnis harga separohnya.
‘’Hari ini (kemarin) kita masih melayani penjualan karcis. Karena operasionalnya baru tutup 1 November nanti,’’ pungkasnya dengan mengatakan sejak 24 Oktober lalu dihentikan juga KA Pandan Wangi Semarang-Solo. (has)

semoga aja cepat terealisasi KA yang melayani YK - ML
kira2 nanti pakai kelas apa ya? apa full exe atau full bisnis atau bisnis dan eksekutif kayak sancaka.....Bingung

Kan uda di state 2x kang, yg di bold
Brarti uda pasti exis, tp ga mungkin pake rangkaian harina jg karna masi dipake harina malem.
[Image: overstappen.png]
(26-10-2011, 07:39 AM)b450ri7 Wrote: aLHAMDULILLAH, trek ml-yk bisa dinikmati siang hari dong. Insya Alloh akan di jadwalkan pagi, 2 rangkaian

Kalo menurut gw si emank sangat perlu 2 rangkaian dijalankan skaligus dr kdua arah dg rentan waktu yg ga terlalu jauh berbeda kalo mau rangkaiannya terpelihara & okupansi terjaga, kenapa?
Karna kalo cuma 1 rangkaian di buat pp dg waktu tempuh YK-ML 7-7,5 jam misal 1 rangkaian itu brangkat pertama tiap harinya dari YK pagi, maka itungannya sampe ML siang agak sore baliknya lagi bisa2 sore sampe YK lg larut malem. Ada 2 kesulitannya disini, pertama soal perawatan bagi KA yg sampe di depo malem maka perawatannya ga maksimal; terbatas sama jam kinerja orang (staff depo) kalo uda malem scara manusiawi, kedua soal okupansi yg rebutan sama KA laen yg brangkat dr ML juga siang jelang sore yaitu gajayana; terlebih malabar yg bisa diperkirakan berdempet sama jam berangkatnya KA ini dr ML.
Misal rangkaian itu brangkat pertama tiap harinya dari ML pagi, diperkirakan sampe YK siang agak sore, baliknya bisa sore sampe ML malem, slaen masalah perawatan rangkaian sama kayak diatas, apa sore bgitu okupansinya ga nanggung dr YKnya & ga kemaleman sampe MLnya meskipun jauh dr berebutan okupansi sama KA laen.
Kalo dibekali 2 rangkaian dijalankan skaligus dr kdua arah dg rentan waktu yg ga terlalu jauh berbeda, okupansi jlas akan sangat terjaga, KA dipetak ini kosong sama skali, waktu perawatan lebih dari cukup, bisa dirotasi dg KA laen kalo dibutuhkan, bahkan kalo lagi dibutuhkan rangkaian itu masi bisa di pake untuk trayek pendek laennya kayak kaligung mas-rajawali.
Dg adanya 2 rangkaian bukan kekurangan tp justru keuntungan lebi yg didapet buat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) & penumpang sendiri.
Reply
#74
kira2 mau dikasih nama apa ya? Mikir Dulu
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#75
(26-10-2011, 08:13 AM)satria banyubiru Wrote:
(26-10-2011, 08:03 AM)Joe_cn Wrote:
(26-10-2011, 08:00 AM)aditnugie Wrote: Kira-kira kalo terealisasi mau berangkat jam berapa ya dari Yk soalnya setauku kalo pagi dari Yk lumayan padat jam keberangkatan KAnya...

Jam 07:15 ada Sancaka
jam 08:00 ada FU YK
jam 09:00 ada Argo Lawu
jam 09:25 ada Lodaya
jam 10:00 ada Taksaka

belum lagi KA prameks yang jadwalnya ane gak hafal.

Kalo bisa ya subuh aja ya, setelah Taksaka datang atau yang paling siang jam6 lha sebelum Sancaka keluar kandang.Ngeledek

masalahnya kan cuma sancaka aja kalau argo lawu sama lodaya kan berangkat dari solo dan rel Slo - Yk udah double track...taksaka juga ke barat gak ke timur
kalau jam 6 pagi ya kepagian mas, menurut saya ya jam 8.30 atau jam 9.00

Kalo gw si setujuan usul brangkat 8.15-8.30 si ya, yg gw tau karakter penumpang KA exis di YK itu mirip sama penumpang JAK yg berkarakter pebisnis besar & kantoran, dikasi pemberangkatan dibawah jam 7 rata2 sepi, jam ideal pemberangkatan jarak jauh mereka skitar jam 7-10 pagi.
Toh pertimbangan jarak antar KA di track timur YK & kemungkinan meraup okupansinya bgini:
6.00 KA 152 kahuripan
6.30 KA xxx sri tanjung
7.15 KA 84 sancaka
xxx MN jaya
8.30 KA xx YK-ML
9.00 KA xxx logawa
Yg berpengaruh sangat besar adalah keberadaan MN jaya & sancaka, tp MN jaya yg jenisnya sbagai KA lokal meskipun mungkin ac bisa jadi beda pangsa pasar sama KA ini & sancaka yg uda skitar 1 jam didepannya cuma menyandingi okupansi KA ini sampe stengah jalan doank dg adanya jeda waktu 1 jam yg gw rasa cukup untuk memulihkan dl angka okupansi di sta pemberhentian yg tadinya terangkut oleh sancaka, rasanya ga terlalu merugikan KA ini asalkan KA ini dapet harga yg bersanding sama sancaka untuk harga tengahnya yg mungkin jatoh di KTS. KA ini jlas menang okupansi untuk track KTS-ML & sebaliknya sbagai satu2nya KA pada jam itu (5 jam lebih dibelakang KA 101 & 32) walopun nanggung siang bolong bagi penumpang DAOP VII tp sbagai satu2nya pilihan maka bisa dijadikan jaminan.
Itu menurut apa yg gw tau & strategi yg terpikirkan dikepala gw.
Reply
#76
(26-10-2011, 12:34 PM)Andrew_CN Wrote: Kalo gw si setujuan usul brangkat 8.15-8.30 si ya, yg gw tau karakter penumpang KA exis di YK itu mirip sama penumpang JAK yg berkarakter pebisnis besar & kantoran, dikasi pemberangkatan dibawah jam 7 rata2 sepi, jam ideal pemberangkatan jarak jauh mereka skitar jam 7-10 pagi.
Toh pertimbangan jarak antar KA di track timur YK & kemungkinan meraup okupansinya bgini:
6.00 KA 152 kahuripan
6.30 KA xxx sri tanjung
7.15 KA 84 sancaka
xxx MN jaya
8.30 KA xx YK-ML
9.00 KA xxx logawa
Yg berpengaruh sangat besar adalah keberadaan MN jaya & sancaka, tp MN jaya yg jenisnya sbagai KA lokal meskipun mungkin ac bisa jadi beda pangsa pasar sama KA ini & sancaka yg uda skitar 1 jam didepannya cuma menyandingi okupansi KA ini sampe stengah jalan doank dg adanya jeda waktu 1 jam yg gw rasa cukup untuk memulihkan dl angka okupansi di sta pemberhentian yg tadinya terangkut oleh sancaka, rasanya ga terlalu merugikan KA ini asalkan KA ini dapet harga yg bersanding sama sancaka untuk harga tengahnya yg mungkin jatoh di KTS. KA ini jlas menang okupansi untuk track KTS-ML & sebaliknya sbagai satu2nya KA pada jam itu (5 jam lebih dibelakang KA 101 & 32) walopun nanggung siang bolong bagi penumpang DAOP VII tp sbagai satu2nya pilihan maka bisa dijadikan jaminan.
Itu menurut apa yg gw tau & strategi yg terpikirkan dikepala gw.

setuju dg mas ini
karakter penumpang jogja malang mirip dg penumpang Muttim surabaya banyuwangi.
Kita llihat Muttim berangkat Pkl. 9.15WIB. Dimana jam itu merupakan jam ideal untuk kereta jarak menengah.
Salah satu kunci sukses muttim ane rasa krn jam berangkat yg ideal
semoga bisa menular ke kereta jogja malang ini yg rata2 adalah pebisnis.
Reply
#77
kenapa ga dibikin semarang madiun/malang aja ???
Reply
#78
(26-10-2011, 02:40 PM)kabei Wrote: kenapa ga dibikin semarang madiun/malang aja ???

mas mohon dibaca judul threadnya sblum posting..thread ini ttg kereta relasi yogyakarta - malang...ato gunakan quote out of topic klo mau oot..

Back on Topic
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#79
Dua kota ini adalah salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Untuk itu pihak KAI menjembatani bagi para pelancong dari kedua kota tsb untuk saling bertukar. Untuk yang satu ini saya kira kita harus kasih applaus ke DAOP VIII, terutama Pak Sri Winarno sebagai orang aseli Malang.
Saya sendiri sebagai orang Malang memang mendambakan jalur ML-YK ada and berangkat/pulang siang hari agar bisa explore jalur ini siang hari. Kebayangkan kalo kita naik sancaka pagi dari SGU ke YK ato Wilis
Reply
#80
(26-10-2011, 02:40 PM)kabei Wrote: kenapa ga dibikin semarang madiun/malang aja ???

Kan yg mendasari trayek ini dirapatkan karna merupaka jalur gemuk, sementara kalo SMT-ML mungkin mreka pikir keberadaan okupansi senja ML sama KA 44 aja masi sering ga menentu, apalagi dikasi KA siang sendiri

Kalo berangkatnya dari YK kayak yg gw usulin strateginya, gw si mikir bikin aja terintegrasi sama KRD dari PWT, kalo toh dr PWTnya ga begitu banyak, paling ngga bisa angkut penumpang dr GB, KA, KM, KTA & WT ke ML pake KA ini. Misal di brangkat dr YKnya 8.30, bisa dibikin & perkirakan KRD MGW-PWTnya sperti ini:
PWT-MGW: 05.00-08.20
MGW-PWT: 08.30-11.45
PWT-MGW: 12.00-15.15
MGW-PWT: 15.30-18.50
Misal KA ini dr ML di berangkatkan 7.00-7.30 dg estimasi waktu tempuh ML-YK juga sama, antara 7-7,5 jam jadi penumpang bisa tinggal nunggu sambil antri ticket, mreka bisa melanjutkan perjalanan ke PWT pake KRD yg terakhir (15.30 dari MGW) ini bisa jadi nilai plus dari KA ini, lebih worthy dari kaligung mas & rajawali malahan karna kdua arah bisa terintegrasi sementara kaligung mas bisa sambung rajawali (50) tapi rajawali (49) ga terintegrasi sama kaligung mas.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)