Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Viaduct Matraman di Jakarta, Bermasalah Gak Sih?
#1
Kabar terkini utk tgl 27 September 2011 :
Truk Molen Tersangkut Jembatan Perlintasan KA Dievakuasi
Nasional / Selasa, 27 September 2011 13:45 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah truk molen tersangkut di jembatan perlintasan kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/9) pagi tadi. Kecelakaan mengakibatkan Jalan Matraman Raya sempat macet total. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Truk molen bernomor polisi B 9085 TIN Itu tersangkut di pembatas jembatan kereta api sejak pukul 04.00 WIB. Kecelakaan mengakibatkan portal dan bagian atas truk, rusak parah. Kemacetan panjang dari Kampung Melayu menuju Salemba Raya, pun tak terelakkan.

Truk molen berhasil dievakuasi lima jam kemudian setelah mengerahkan mobil derek.(DSY)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvide...Dievakuasi
----------
Truk Tangki Nyangkut di Jembatan Jatinegara
01/06/2011 05:59
Liputan6.com, Jakarta: Satu truk tangki pengangkut bahan bakar minyak atau BBM tersangkut di bawah jembatan rek kereta api, Gunung Antang, Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (31/5) malam. Sebelum tersangkut, mobil sempat menabrak portal pembatas ketinggian kendaraan yang melintang di bawah jembatan.

Sopir truk yang mengaku baru kali pertama melintasi kawasan tersebut tidak melihat rambu larangan melintas bagi kendaraan besar. Kolong jembatan ini sendiri hanya bisa dilalui kendaraan dengan tinggi di bawah tiga meter. Proses evakuasi truk oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berlangsung lama untuk mengangkat portal yang tersangkut. Evakuasi dilakukan hati-hati agar tidak mengganggu kendaraan dan kereta api.(BOG)

Tri Wibowo.

http://berita.liputan6.com/read/337123/t...jatinegara
------------
Pernah juga ada bus entah lupa apa Mayasari atau apa gitu... nekad lewat jalur busway deh... tp tetep nabrak portal pembatas dan GUBRAAAKKK.... Kemacetan pun parah...
----------
Jadi yang jadi pertanyaan besar aku :
1. Apa ada yg salah dengan perancang jembatan KA viaduct Matraman oleh org Belanda kala itu?
2. Apa ini kecerobohan sopir - sopir bus dan truk aja? Dg dalih mungkin entahlah apa krn takut kena pungli dll gitu...
3. Kenapa masih nekad kalau merasa sulit utk dilewatin kendaraan2 besar spt mereka2 itu?

Reply
#2
Coba jawab...

1. Ya mungkin dua opsi berikut bisa jadi alasannya:

- Pada saat dibuat tidak terpikirkan oleh para konstruktor di zaman itu bahwa jalan di bawah rel akan dilewati oleh kendaraan berukuran besar (zaman itu saja bus kota belum sebesar zaman sekarang)

- Dibuat rendah karena memperhitungkan ketinggian rel KA yang harus dihubungkan, agar tidak perlu ditinggikan maka jembatan yang "dikorbankan"

2 (merangkup 3). Ya murni donk kesalahan mereka, sudah tahu jalanan ga bisa dilalui kendaraan besar masih saja nekad. Segoblok-gobloknya (maaf) alasan mereka yg bilang "ga tahu medan", ya udah ada portal kenapa masih ditembus?

Segitu dari saya, mungkin ada yg lebih tahu dan bisa menambahkan/memperbaiki...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#3
kalau konstruksinya sih nggak ada masalah lah wong buktinya sampai sekarang aja masih bediri dengan kokoh dan relatif masih asli dari mulai pertama di bangun. memang sekarang ada penambahan portal di kedua sisinya yang berguna untuk mengahalangi kendaraan besar lewat dan menabrak konstruksi jembatan.
yang salah jelas si sopirnya yang tidak menyadari bahwa dia mengendaraai mobil berbadan besar. lah wong busway tranjakarta aja bakalan nyangkut kalau lewat situ makanya waktu pertama di bangun busway sempat bingung bagaimana caranya agar tidak nabrak tuh atapnya. akhirnya jalan nya yang di rendahkan namun tidak sampai menggangu tiang jembatan.

jembatan sejenis hanya ada 3 di pulau jawa loh !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#4
nanti kalau jembatannya ditinggikan kereta nya nggak bisa nanjak dong.
Reply
#5
(27-09-2011, 02:46 PM)dedy vh Wrote: jembatan sejenis hanya ada 3 di pulau jawa loh !

salah satunya viaduct kertajaya di petak WO-SGU yang cuma setinggi 2,5 meter (lebih rendah dari gunung antang yang 3 meter)
Reply
#6
[spoiler]Kalau ada yang punya fotonya,
tolong di share dong.....
Kalau tidak salah, dulu ada bioskop Jaya dekat situ.
Buat mengobati rasa kangen dan nostalgia,
karena, saya lahir sampai tahun 76, sering lewat disana.
Dulu sekolah di Otista sampai SMP,
TK Vincentius,
SD/SMP Antonius,
dekat Youth Centre.


Seandainya ada yang upload foto-fotonya,
saya sangat berterma kasih,
untuk nostalgia sejak meninggalkan tempat tersebut,
hingga terdampar di Yogya dan Malang.
Sudah berapa tahun meninggalkannya ya.....

Sedih
Xie Xie[/spoiler]
Reply
#7
Kadangkala Dinas PU suka melakukan peninggian/penambalan aspal yang mengakibatkan tinggi jembatan semakin berkurang
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#8
(28-09-2011, 12:27 AM)Adi Sutjipto Wrote:
[spoiler]Kalau ada yang punya fotonya,
tolong di share dong.....
Kalau tidak salah, dulu ada bioskop Jaya dekat situ.
Buat mengobati rasa kangen dan nostalgia,
karena, saya lahir sampai tahun 76, sering lewat disana.
Dulu sekolah di Otista sampai SMP,
TK Vincentius,
SD/SMP Antonius,
dekat Youth Centre.


Seandainya ada yang upload foto-fotonya,
saya sangat berterma kasih,
untuk nostalgia sejak meninggalkan tempat tersebut,
hingga terdampar di Yogya dan Malang.
Sudah berapa tahun meninggalkannya ya.....

Sedih
Xie Xie[/spoiler]
pak dhe...
saya pernah lihat bbrtp foto2 terbarunya di trit sta jatinegara atau kombinasi moda ....maksudnya antara ka dan busways... monggoo di coba...selamat bernostalgia...

[Image: overstappen.png]
ini baru mungkin lho :
1...ada peninggian jembatan dan rel dalam rangka DDT
2.... idem..dalam rangka membuat sta baru sesuai rencana rencana krl

yang paling cepat dan terbukti ampuh......copy paste dari jalur busway saja...jalannya yg dikerok/direndahkan
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#9
Semua main asal2an... asal ada yg berkuasa... Jalur tengah penguasa jalan raya Jakarta, gak lain Trans Jakarta dg karpet merahnya (meski sering diserobot kendaraan bermotor lain). Yang tengahan dalam rangka proyek DDT dan penambahan stasiun (entah stasiun Matraman kali namanya...)?? Kalo bener demikian yah... Harusnya dah ada peringatan donk knapa truk2 besar dan bus2 besar msh nekad nyelonong arah sini yah? Kalo aja jalur kontainer banyak pungli di bbrp ruas jalur utama mrk itu, apa berhak lewat Matraman tuh kontainer?

Gimana dengan kasus jembatan KA di Jl. Gn. Sahari? Khan proyek rel ganda yg dah mati sejak th. 2000 silam (kalo gak salah inget) ini khan mau dihidupin lagi...

Reply
#10
Setahu sy d bwh Viaduct matraman sdh +-10 thn aspalnya mengalami penebalan/d tambah sma PU, sdgkan jembatan ga da masalah krn dr awal ya sgitu2 aja ga pernah berubah. JD silahkan tebak siapa yg hrs dikoreksi tp jgn menyalahkan krn ga da hasilnya klo saling menyalahkan
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)