Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pecinta Gajayana
(21-09-2011, 02:43 PM)CC203 35 Wrote:
(21-09-2011, 05:19 AM)slamtrack Wrote: seandainya ada ka pilihan setara gajayana dengan relasi malang-singosari-bangil-sidoarjo-wonokromo-surabaya gubeng-surabaya pasar turi-bojonegoro-cepu-semarang tawang-pekalongan -tegal-cirebon-jatinegara-gambir//pp
mungkinkah dijalkan...?
Bye Bye

Ya ampun,di Malabar dan Gajayana sampai dibikin relasi baru juga.
Tapi yakin tuh?Animo masyarakat di jalur utara itu nggak sebanyak jalur selatan.Selain itu,penumpang dari SBI akan lebih memilih ka ABA dan Sembrani.Dari SMT pasti lebih milih Argo Sindoro dan Argo Muria.Ingat,jangan hanya karena waktu tempuh ya!
Yg penting itu okupansinya,dari SBI itu sudah terlayani 4K1 sehari,dari SMT apalagi.Sudah bagus kok lewat selatan,karena Ka ke Malang,Madiun dll itu sedikit yg dari Jakarta. Bye Bye

akhirnya ada yg bersuara duluan juga
gw bosen jadi orang yg pertama bersuara mlulu
NgakakNgakak
tampaknya orang ini ga pernah percaya sama yg namanya fakta, data & bahkan susah membedakan angan dengan realita.
ini saatnya gw jujur2an aja, pengguna gajah sama layaknya sperti malabar & bima yg penumpang itu tidak sepenuhnya bertujuan penuh sampe ML atopun JAKK, fungsi dari gajayana berjalan di track ML-YK & alesan kenapa sukses adalah karna KA ini slaen mengangkut penumpang ML tapi juga menampung penumpang DAOP 7 yg ga kedapetan bangunkarta karna dari PSE berangkat terlalu awal dengan seat yg terbatas & bahkan DAOP 6 yg memburu waktu atopun ga kedapetan ticket lawu, dwipangga, maupun taksaka.

KA ini lahir dari tangan orang2 profesional era Perumka yg memiliki planning jangka panjang jauh lebi baek daripada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini, kenapa mereka masi berani menjalankan gajayana dg trayek sperti skarang ini kalo memang diputer2 lewat utara lebi efektif scara waktu & okupansinya?
apa masi inget nasib yg namanya jatayu? si KA full K1 SB-ML yg merosot secara bertahap berubah jadi malex exis & akhirnya malex pun turun klas lagi jadi K2 & akhirnya meskipun keisi rata2 60% tetep ditutup oleh menhub karna dinilai ga efektif, itu tandanya apa?
mengubah relasi sbuah KA bukan semata mata karna track itu lowong, tinjau pasarannya dulu baru bisa bilang layak ngga nya relasi suatu KA diubah, dari penurunan jatayu & malex uda mencerminkan penumpang disana ga 100% relevan lagi dengan seiringnya perkembangan harga yg dibuat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekalipun itu K2, sementara yg namanya hukum pasar produk yg sehat harganya pasti meningkat secara bertahap, kalo harga yg middle low aja penumpang uda ga relevan apalagi yg tinggi?

track SB-ML jangan dipikir sepi juga, karna disana ada 48 trip seharinya untuk track yg bertaspat rendah dilintasan porong (PR) & single track sepanjang jalurnya, dg system pengaturan traffic sperti skarang ini (ga ada 2 petak aman) untuk KA bendera berjalan yakin bisa dapet persis sperti yg diasumsikan? blom bicara juga lokal2an yg ada di petak SBI-SMT-TG lho ya, sedangkan KA barang baik yg masi KLB atopun uda reguler & KA penumpang antar DAOP uda gw jlasin dg detail kan? tinggal dibaca ulang sendiri. kalo gw bilang dialihkan bgono, mau ngomong bisa tempuh dlm 12jam lebi dikit doank digapekanya si silakan aja, tapi gw yakin butuh 13,5-14jam perjalanan dilapangannya, silakan estimasi sendiri aja, apa masi pada mau kalo cenderung lebi lama dibandingin gajayana asli sperti skarang ini waktunya dilapangan?
Reply
Betul Bung Andrew, memindahkan trayek KA tidak semudah yang diperkirakan karena tiap2 KA sudah punya pelanggan masing-masing dan butuh survey okupansi yang cukup lama.Menurut gw sich KA 31/32 udah bagus lewat PWT - YK - MN buat menampung penumpang jalur selatan. Begitu juga dengan 'partnernya' KA Malabar yang menurut gw udah cocok berlain di lintas selatan....
Reply
(21-09-2011, 09:22 PM)aditnugie Wrote: Betul Bung Andrew, memindahkan trayek KA tidak semudah yang diperkirakan karena tiap2 KA sudah punya pelanggan masing-masing dan butuh survey okupansi yang cukup lama.Menurut gw sich KA 31/32 udah bagus lewat PWT - YK - MN buat menampung penumpang jalur selatan. Begitu juga dengan 'partnernya' KA Malabar yang menurut gw udah cocok berlain di lintas selatan....
Bye Bye
share to progress...
bukan menggantikan / memindahkan maaf2 mohon baca yang lengkap dan teliti .....
Bye Bye
ini kan usulan aje dengan referensi gapeka dan cakupan signifikansi populasi kepadatan willayah serta faktor pendukung lainnya he..he



Reply




Quote:Masyarakat ML dan sekitarnya emang banyak yak yg mau ke TG/PK/SMT?
Tapi,kalaupun lewat utara untuk ke Jakarta-nya banyak saingan.Maksudnya dari SMT/TG/PK/CN ke arah Jakarta untuk K1 banyak,ada Ka ABA,Sembrani,Gumarang,Bangunkarta,Argo Sindoro,Argo Muria,Argo Jati,Cirebon Express dll.
Massa nanti penuh cuma sampai TG/PK doang.Yg wajib diperhatiin waktunya juga,asalkan waktunya tidak mengganggu Ka lain.Tapi tetep aja bakalan lama karena taspat di utara itu sering turun setiap lewat stasiun.
Maksud Mas Slamtrack itu mau bikin relasi baru atau pindah relasi?
Terus Barometernya apaan aja?

dari wilis, malabar, sekarang giliran gajayana deh yang dilewatkan utara hahaNgakak
Reply
(21-09-2011, 10:06 PM)dickyarisandi Wrote:
Quote:Masyarakat ML dan sekitarnya emang banyak yak yg mau ke TG/PK/SMT?
Tapi,kalaupun lewat utara untuk ke Jakarta-nya banyak saingan.Maksudnya dari SMT/TG/PK/CN ke arah Jakarta untuk K1 banyak,ada Ka ABA,Sembrani,Gumarang,Bangunkarta,Argo Sindoro,Argo Muria,Argo Jati,Cirebon Express dll.
Massa nanti penuh cuma sampai TG/PK doang.Yg wajib diperhatiin waktunya juga,asalkan waktunya tidak mengganggu Ka lain.Tapi tetep aja bakalan lama karena taspat di utara itu sering turun setiap lewat stasiun.
Maksud Mas Slamtrack itu mau bikin relasi baru atau pindah relasi?
Terus Barometernya apaan aja?

dari wilis, malabar, sekarang giliran gajayana deh yang dilewatkan utara hahaNgakak

Betul tuh,dari Argo Wilis,Malabar sekarang giliran Gajayana deh Ngakak
Kurak efektif kalau dilewatkan ke utara.Bagus dan efisien yg sekarang kok.Bisa membawa pnp dari Daop 7 dan Daop 6 seperti kata Mas Andrew.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
(21-09-2011, 10:13 PM)CC203 35 Wrote:
(21-09-2011, 10:06 PM)dickyarisandi Wrote:
Quote:Masyarakat ML dan sekitarnya emang banyak yak yg mau ke TG/PK/SMT?
Tapi,kalaupun lewat utara untuk ke Jakarta-nya banyak saingan.Maksudnya dari SMT/TG/PK/CN ke arah Jakarta untuk K1 banyak,ada Ka ABA,Sembrani,Gumarang,Bangunkarta,Argo Sindoro,Argo Muria,Argo Jati,Cirebon Express dll.
Massa nanti penuh cuma sampai TG/PK doang.Yg wajib diperhatiin waktunya juga,asalkan waktunya tidak mengganggu Ka lain.Tapi tetep aja bakalan lama karena taspat di utara itu sering turun setiap lewat stasiun.
Maksud Mas Slamtrack itu mau bikin relasi baru atau pindah relasi?
Terus Barometernya apaan aja?
dari wilis, malabar, sekarang giliran gajayana deh yang dilewatkan utara hahaNgakak
Betul tuh,dari Argo Wilis,Malabar sekarang giliran Gajayana deh Ngakak
Kurak efektif kalau dilewatkan ke utara.Bagus dan efisien yg sekarang kok.Bisa membawa pnp dari Daop 7 dan Daop 6 seperti kata Mas Andrew.
Heran
ka ini kalo jadi teraplikasi nantinya tidak akan menggantikan /menghapus ka lainnya dan kalo pertimbangan daop dihitung ka ini juga bisa membawa daop 8 dipetak sgs-bangil(bisa berpotensi mengcover wilayah padat penduduk pasuruan, besuki, probolinggo, jember, bondowoso dll) yang belum ada ka langsung ke jakarta
-sda (kawasan industri berpotensi berkepentingan naik ka) -sgu(sebagai pilihan ke daop 4 dan ke jakarta )-sbi + daop 4 dipetak bj-cu-smt-pk-tg Bye Bye
yu..k share lagi Lok Merah Biru

Reply
gajayana juga dipindahkan lewat utara???Xie Xie
seperti udah ada di posting2 sebelumnya, kan lewat utara udah ada sembrani dan ABA, misal kalau dipindah lewat utara trus penumpang K1 BL-TA-KD mau naik apa? mengingat di daerah tersebut okupansi lumayan bagus lho....
trus untungnya apa kalau dipindah lewat utara? rasanya kurang efisien dan efektif
Esok lusa boleh kita jumpa pula
Reply
(21-09-2011, 09:42 PM)slamtrack Wrote:
(21-09-2011, 09:22 PM)aditnugie Wrote: Betul Bung Andrew, memindahkan trayek KA tidak semudah yang diperkirakan karena tiap2 KA sudah punya pelanggan masing-masing dan butuh survey okupansi yang cukup lama.Menurut gw sich KA 31/32 udah bagus lewat PWT - YK - MN buat menampung penumpang jalur selatan. Begitu juga dengan 'partnernya' KA Malabar yang menurut gw udah cocok berlain di lintas selatan....
Bye Bye
share to progress...
bukan menggantikan / memindahkan maaf2 mohon baca yang lengkap dan teliti .....
Bye Bye
ini kan usulan aje dengan referensi gapeka dan cakupan signifikansi populasi kepadatan willayah serta faktor pendukung lainnya he..he
Gak apa2 koq... Kita khan menghargai suatu pendapat dan usul seseorang atau banyak orang...Bye Bye
Nah... mengingat KA Rajawali itu masih beroperasi, nampaknya Gajayana bisa juga mungkin kita namain Gajayana II. Toh khan Gajayana milik Daops VIII Surabaya khan? Terserah dari Malang mau dikemanain... Melihat jumlah pr penumpang yg nampaknya padet utk KA Rajawali (tolong yg berdomisili di Daops IV dan VIII bisa jelasin lhb detail mungkin....) mungkin warga Semarang dan sekitarnya jg pd byk yang ingin ke Malang? Begitu pun sebaliknya.

Jadi kalau pun disetujuin yah baiknya yg via pantura aku sih berusul cuma sampai Semarang aja... Entah tetep yg aku harapin dinamain Gajayana II atau KA apa gitu... Itu pendapat aku sih...Xie Xie

Reply
(22-09-2011, 09:12 AM)Dana Komuter Wrote:
(21-09-2011, 09:42 PM)slamtrack Wrote:
(21-09-2011, 09:22 PM)aditnugie Wrote: Betul Bung Andrew, memindahkan trayek KA tidak semudah yang diperkirakan karena tiap2 KA sudah punya pelanggan masing-masing dan butuh survey okupansi yang cukup lama.Menurut gw sich KA 31/32 udah bagus lewat PWT - YK - MN buat menampung penumpang jalur selatan. Begitu juga dengan 'partnernya' KA Malabar yang menurut gw udah cocok berlain di lintas selatan....
Bye Bye
share to progress...
bukan menggantikan / memindahkan maaf2 mohon baca yang lengkap dan teliti .....
Bye Bye
ini kan usulan aje dengan referensi gapeka dan cakupan signifikansi populasi kepadatan willayah serta faktor pendukung lainnya he..he
Gak apa2 koq... Kita khan menghargai suatu pendapat dan usul seseorang atau banyak orang...Bye Bye
Nah... mengingat KA Rajawali itu masih beroperasi, nampaknya Gajayana bisa juga mungkin kita namain Gajayana II. Toh khan Gajayana milik Daops VIII Surabaya khan? Terserah dari Malang mau dikemanain... Melihat jumlah pr penumpang yg nampaknya padet utk KA Rajawali (tolong yg berdomisili di Daops IV dan VIII bisa jelasin lhb detail mungkin....) mungkin warga Semarang dan sekitarnya jg pd byk yang ingin ke Malang? Begitu pun sebaliknya.

Jadi kalau pun disetujuin yah baiknya yg via pantura aku sih berusul cuma sampai Semarang aja... Entah tetep yg aku harapin dinamain Gajayana II atau KA apa gitu... Itu pendapat aku sih...Xie Xie

I read that clearly
gw baca & paham sepenuhnya soal buat KA baru yg entah bersanding ato berlawanan jadwal dg gajayana, tapi skali lagi ini thread apa? *no offense*
karna gw paham maksudnya adalah mau menjalankan KA ini dipetak ML-SB-SMT makanya pertimbangan kepadatan traffic dipetak itulah yg gw tulis dlm quote itu & daya beli sebagian besar penumpang sana yg jadi gambaran, beserta contoh konkrit yaitu jatayu yg akhirnya menurun jadi tumampel (sorry kmaren salah, bukan jadi malex, malex KA berbeda yg lahir stelahnya) serta malex sendiri yg menurun klasnya & akhirnya wafat, jangan lupain juga cantik express yg berakhir riwayatnya saat masi berklas exis yg artinya K2 maupun K1 pun di petak itu uda ga sepadan lagi dengan daya beli masyarakat sana, padahal jam 2 KA itu ga perlu dipungkiri lagi berada di jam strategis.
disamping itu untuk petak SBI-SMT pun kalo memank kdua rajawali uda ga muat, alternative laen berupa gumarang, sembrani, anggrek, kertajaya, bahkan disiang hari skarang uda ada KRDI CU, KRD BBT, feeder BJ, kedua bloja, KRD sulam, ato bahkan ada yg gw blom sebut yak? tp gw yakin itu lebi dari cukup., karna selama ini rajawali kalo bukan liburan masi ga membawa penuh sampe 12 kereta dlm rangkaiannya, jangan lupa saat ini banyak rangkaian KA yg isinya disepadankan dengan hasil survey okupansi dr bulan2 sblomnya.

bukan ga menghargai usulan orang, ato bersikap kolot lho ya, tp usul yg ditunjang dengan peluang lebi berguna dibanding yg cuma angan2 belaka, bukti? suda terlihat. tapi gw tetep suka 50% dari usulan yg disebut, yaitu peluang dicobanya trayek SMT/SMC-ML disiang hari, hanya aja gw lebi setuju dengan trayek SMT-SK-MN-ML karna disitu bisa lebi terlihat mobilitas penumpang DAOP VI yg mau ke ML sejauh ini hanya menunggu malabar di malem hari & sancaka pagi sambung dhoho ato penataran di siang hari itu worthy ngga, karna menurut penilaian gw dengan cukup banyaknya KA bsendera yg lewat di petak itu malem hari sbenernya penumpang sana mau membeli fasilitas yg lebi nyaman dr skedar K3, hanya perbedaan antara siang & malem itu yg masi menjadi misteri kan, kasihlah KA ini jalan cukup siang hari aja dg 2 rangkaian bersilangan karna ga cuma DAOP VI yg bisa pake KA ini dg mengawali perjalanan pake pramex ke SK tapi juga DAOP IV yg ga perlu menunggu malem senja ML dateng.
Reply
(21-09-2011, 09:22 PM)aditnugie Wrote: Menurut gw sich KA 31/32 udah bagus lewat PWT - YK - MN

sy setuju bgt, krn KA ini sdh jd langganan sy klo mau ke Jogja, buat sy sdh ga ada pilihan lg klo mau pergi dr ML ke YK selain gajayana
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)