Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur mati Purwokerto-Wonosobo
Ketel tua di stasiun Banjarnegara


[Image: IMG_0397.jpg]



Tertulis tahun 1913


[Image: IMG_0401.jpg]

Reply
(08-09-2011, 06:22 PM)phepe_ph Wrote: Ketel tua di stasiun Banjarnegara


[Image: IMG_0397.jpg]



Tertulis tahun 1913


[Image: IMG_0401.jpg]

wah..mangkrak gitu..kenapa ga di taro Ambarawa aja ya..untuk melengkapi koleksi rolling stock nya..
Reply
koleksi langka. ada ketel tahun 1913. tapi kok namanya SS ya? berarti ini dulu ketel punya SS jalan2 di korodir SDS?

baru sadar kalo nggak ada relnya! gimana ngambil relnya ya? Bingung
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(13-09-2011, 08:36 PM)ady_mcady Wrote: koleksi langka. ada ketel tahun 1913. tapi kok namanya SS ya? berarti ini dulu ketel punya SS jalan2 di korodir SDS?

mungkin ketel ini bisa nyasar kesini pas udah masuk era nya PJKA... buat ngisi HSD kalee buat mbah BB 300 ma mbah D 300
virus GALAU telah melanda. . .Jedotin
Reply
(13-09-2011, 08:36 PM)ady_mcady Wrote: koleksi langka. ada ketel tahun 1913. tapi kok namanya SS ya? berarti ini dulu ketel punya SS jalan2 di korodir SDS?

baru sadar kalo nggak ada relnya! gimana ngambil relnya ya? Bingung

Mungkin juga punya SS, tapi kurang tau juga...
Ah ini ada relnya kok, cuma udah ketutup tanah sama rerumputan.

[Image: IMG_0403.jpg]
Reply
(18-01-2010, 08:48 PM)asep_0907 Wrote: SAMBUNGAN :

Kebetulan sekali pada hari itu, Pak KS Wonosobo (meskipun sudah bukan merupakan lintas aktif, tapi ada KS-nya lho) sedang berada di stasiun. Beliau bernama Bapak Sudiono. KS Wonosobo juga merangkap sebagai KS Banjarnegara dengan jadwal dinas adalah Senen sampai Rabu di Banjarnegara dan Kamis sampai Sabtu di Wonosobo. Untuk Stasiun yang lain, di Stasiun Sokaraja, terdapat petugas dari Divisi Operasional (Juru Gambar). Kami sempat beramah-tamah dengan beliau dan mendengarkan dengan seksama cerita dan informasi yang beliau sampaikan. Beliau dulu merupakan masinis dan sempat tugas ke Wonosobo, namun tidak merasakan lok uap karena beliau sudah membawa lok-lok DH ke Wonosobo. Pada masa jayanya, angkutan Wonosobo-Banjarnega ra-Purwokerto merupakan angkutan campuran antara barang dan penumpang. 1 Rangkaian dapat mencapai 5 gerbong. Angkutan barang biasanya adalah hasil bumi seperti sayuran dan tembakau. Pada masa lok DH, jadwal kereta adalah 2 kali dari Wonosobo yaitu pagi dan sore, serta 2 kali dari Purwokerto pagi dan sore juga, sehingga ada 2 rangkaian yang digunakan. Diantara stasiun-stasiun, yang memiliki depo adalah Stasiun Banjarnegara dan Stasiun Klampok.
Tugas KS Wonosobo ternyata lumayan berat, karena menjaga aset dan properti PT KA yang terbujur dari Banjarnegara hingga ke Wonosobo. KS Wonosobo dapat dikatakan sebagai orang Ops yang dikaryakan di Divisi Properti. Beliau pernah dinas di Cilacap juga. Rumah beliau di Mrican, Kab. Banjarnegara sekitar 1 jam perjalanan dari Stasiun Wonosobo. Dari informasi yang disampaikan, ternyata di dekat Stasiun, terdapat wisma PT KA yang dapat digunakan untuk umum, jadi apabila ada teman-teman yang pengin main ke Wonosobo dan butuh penginapan dapat menginap di sana. Setelah puas foto-foto dan saling bertukar cerita, kamipun pamitan dan berfoto bersama di dekat pengendali sinyal yang tersisa di dekat pintu stasiun.
Perjalanan dilanjutkan.
[spoiler]
KS Wonosobo dan Banjarnegara Bp. Sugiono

kapanlagi

20100118203949_IMG_0530_copy_4b5464a5a79dd.jpg
Sebelum melanjutkan perjalanan foto bersama dulu

kapanlagi

20100118203949_IMG_0547_4b5464a5b3c44.jpg
[/spoiler]
Diantara Wonosobo-Banjarnega ra, rel beberapa kali menyilang dengan jalan raya. Sebelum keluar kota 1 kali. Di batas kota ada yang membuat saya penasaran (lihat postingan: Jalur Wonosobo). Kami berhenti untuk memoto persilangan jalan rel dimana rel lewat di atas jalan raya. Jalan raya ke arah Banjarnegara adalah menurun dan posisi jalan rel sangat tinggi di atas jalan raya. Namun, beru beberapa ratus meter berjalan, tiba-tiba mobil bergetar khas melewati silang datar kereta api, dan benar, jalan rel ternyata sudah setinggi jalan raya, padahal jalan menurun. Anehnya lagi adalah silang datar ini sejajar dengan silang sebelumnya. Saya jadi ingin menelusuri jalur diantara dua persilangan ini, memutar seperti apa bisa sampai seperti itu.
[spoiler]
Bekas Viaduct

kapanlagi

20100118203949_IMG_0551_copy_4b5464a5bd83c.jpg
Viaduct dari atas

kapanlagi

20100118203949_IMG_0553_copy_4b5464a5ca0c3.jpg
[/spoiler]

kalo yang di rel yang bukan viaduct itu kelihatanya udah ada warung dua rel itu keliatanya salah satu punyanaya sds salah 1 punyanaya ssMikir Dulu
CC20411 oh C20411Patah Hati
Reply
(28-09-2011, 09:56 PM)alastuwa Wrote:
(18-01-2010, 08:48 PM)asep_0907 Wrote: SAMBUNGAN :

Kebetulan sekali pada hari itu, Pak KS Wonosobo (meskipun sudah bukan merupakan lintas aktif, tapi ada KS-nya lho) sedang berada di stasiun. Beliau bernama Bapak Sudiono. KS Wonosobo juga merangkap sebagai KS Banjarnegara dengan jadwal dinas adalah Senen sampai Rabu di Banjarnegara dan Kamis sampai Sabtu di Wonosobo. Untuk Stasiun yang lain, di Stasiun Sokaraja, terdapat petugas dari Divisi Operasional (Juru Gambar). Kami sempat beramah-tamah dengan beliau dan mendengarkan dengan seksama cerita dan informasi yang beliau sampaikan. Beliau dulu merupakan masinis dan sempat tugas ke Wonosobo, namun tidak merasakan lok uap karena beliau sudah membawa lok-lok DH ke Wonosobo. Pada masa jayanya, angkutan Wonosobo-Banjarnega ra-Purwokerto merupakan angkutan campuran antara barang dan penumpang. 1 Rangkaian dapat mencapai 5 gerbong. Angkutan barang biasanya adalah hasil bumi seperti sayuran dan tembakau. Pada masa lok DH, jadwal kereta adalah 2 kali dari Wonosobo yaitu pagi dan sore, serta 2 kali dari Purwokerto pagi dan sore juga, sehingga ada 2 rangkaian yang digunakan. Diantara stasiun-stasiun, yang memiliki depo adalah Stasiun Banjarnegara dan Stasiun Klampok.
Tugas KS Wonosobo ternyata lumayan berat, karena menjaga aset dan properti PT KA yang terbujur dari Banjarnegara hingga ke Wonosobo. KS Wonosobo dapat dikatakan sebagai orang Ops yang dikaryakan di Divisi Properti. Beliau pernah dinas di Cilacap juga. Rumah beliau di Mrican, Kab. Banjarnegara sekitar 1 jam perjalanan dari Stasiun Wonosobo. Dari informasi yang disampaikan, ternyata di dekat Stasiun, terdapat wisma PT KA yang dapat digunakan untuk umum, jadi apabila ada teman-teman yang pengin main ke Wonosobo dan butuh penginapan dapat menginap di sana. Setelah puas foto-foto dan saling bertukar cerita, kamipun pamitan dan berfoto bersama di dekat pengendali sinyal yang tersisa di dekat pintu stasiun.
Perjalanan dilanjutkan.
[spoiler]
KS Wonosobo dan Banjarnegara Bp. Sugiono

kapanlagi

20100118203949_IMG_0530_copy_4b5464a5a79dd.jpg
Sebelum melanjutkan perjalanan foto bersama dulu

kapanlagi

20100118203949_IMG_0547_4b5464a5b3c44.jpg
[/spoiler]
Diantara Wonosobo-Banjarnega ra, rel beberapa kali menyilang dengan jalan raya. Sebelum keluar kota 1 kali. Di batas kota ada yang membuat saya penasaran (lihat postingan: Jalur Wonosobo). Kami berhenti untuk memoto persilangan jalan rel dimana rel lewat di atas jalan raya. Jalan raya ke arah Banjarnegara adalah menurun dan posisi jalan rel sangat tinggi di atas jalan raya. Namun, beru beberapa ratus meter berjalan, tiba-tiba mobil bergetar khas melewati silang datar kereta api, dan benar, jalan rel ternyata sudah setinggi jalan raya, padahal jalan menurun. Anehnya lagi adalah silang datar ini sejajar dengan silang sebelumnya. Saya jadi ingin menelusuri jalur diantara dua persilangan ini, memutar seperti apa bisa sampai seperti itu.
[spoiler]
Bekas Viaduct

kapanlagi

20100118203949_IMG_0551_copy_4b5464a5bd83c.jpg
Viaduct dari atas

kapanlagi

20100118203949_IMG_0553_copy_4b5464a5ca0c3.jpg
[/spoiler]

kalo yang di rel yang bukan viaduct itu kelihatanya udah ada warung dua rel itu keliatanya salah satu punyanaya sds salah 1 punyanaya ssMikir Dulu

Klo masalah suatu jalur mati ada rel dari perusahaan lain itu biasa,soalnya sejak jepang-DKA hingga PJKA relnya mulai ditukar-tukar n jadi tercampur.
Trainz Art Picture - jual & terima order lukisan KA unik & berseni tinggi klik disini
Roda Tebang
Reply
Kemarin" sepanjang jalur banjarnegara ke timur lg dilakuin pengukuran & pematokan" batas tanah milik PT.KAI,, mungkin saja si itu adalah secuil dari realisasi revitalisasi bhahahah :ngarep.com
Reply
hwalah.. susah nih buat diaktifin, belom lama ini ane ke WNB buat ke rumah sodara sekalian ngecek kondisi rel disono, dan cukup miris juga di daerah banjarnegara udah berdiri bangunan permanen diatas lahan bekas rel KA dan bangunan ini merupakan toko, sehingga kalo misal jadi dibebasin lahannya yaa... siap2 aja deh abot alot sama pemda setempat soalnya yaa pajak dari bangunan tsb lbh menjanjikan
virus GALAU telah melanda. . .Jedotin
Reply
(08-09-2011, 06:22 PM)phepe_ph Wrote: Ketel tua di stasiun Banjarnegara


[Image: IMG_0397.jpg]



Tertulis tahun 1913


[Image: IMG_0401.jpg]

ini ketel enggak di angkat ke ambarawa aja.? udah jarang nih ketel model gini.. Sedih apa lagi peninggalan SS.. Ngakak
ayo nih PT KA sebelum di comot sama juragan besi...
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 8 Guest(s)