Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Luar Negeri (Kompilasi)
Kykynya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) jg hrus mkir ulang deh ngimpor produk Cina, rel UIC-54 buatan Cina, wesel yg baru2 jg impor dr Cina. Untung proyek High Speed Trainnya krja sama ma Jepang Bkn dg Cina.
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
Berikut sumber dari sini: http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/07...ndebarkan/

KECELAKAAN KERETA CEPAT YANG MENDEBARKAN

Berita terjadinya tabrakan kereta cepat di Tiongkok Sabtu malam (23/7) waktu setempat, tentu mengejutkan saya. Apalagi kecelakaan yang menewaskan 35 orang dan melukai 200 orang lebih itu terjadi hanya satu minggu setelah saya mencoba menggunakan kereta cepat yang baru di sana saat bepergian dari Beijing ke Shanghai.

Lebih mengagetkan lagi, karena penyebab kecelakaan kali ini sama dengan penyebab terhentinya kereta cepat Beijing-Shanghai. Yakni sistem listriknya disambar petir. Dalam dua minggu pertama beroperasinya kereta peluru Beijing-Shanghai, terjadi tiga kali kereta tiba-tiba berhenti karena sistem listriknya tiba-tiba tidak berfungsi. Yakni setelah sistem itu disambar petir.

Tentu ngeri membayangkan, bagaimana kereta cepat tiba-tiba berhenti, kemudian ditabrak oleh kereta cepat yang datang berikutnya dari belakang seperti yang terjadi Sabtu malam itu. Berarti, ada dua sistem yang rusak. Di samping sistem relay untuk mencegah pengaruh petir, juga sistem informasi otomatis yang mestinya bisa menghentikan kereta cepat berikutnya.

Saya terus mengikuti perkembangan kecelakaan itu lewat berbagai jalur informasi. Ternyata, yang terlibat kecelakaan ini bukan kereta peluru generasi terbaru seperti jurusan Beijing-Shanghai. Ini kereta peluru generasi pertama yang kecepatannya masih 170 km/jam. Seperti yang saya naiki minggu lalu dari kota Chengdu ke Chongqing.

Setelah generasi ini, lahir generasi kecepatan 350 km/jam. Seperti untuk jurusan Beijing-Tianjin atau Shanghai-Hangzhou. Lalu, lahir pula generasi berikutnya dengan kecepatan 300 (tepatnya 312 km/jam) seperti yang baru saja saya naiki dari Beijing ke Shanghai. Dalam waktu dekat, akan lahir generasi yang dianggap paling tepat, yakni generasi yang kecepatannya 270 km/jam. Yang terakhir itu dianggap tepat karena dari segi kecepatan sudah sangat cepat, dari segi biaya sangat effisien dan dari segi biaya operasi penggunaan listrik paling rendah.

Sekarang ini, Tiongkok sudah memiliki rute sepanjang 8.000 km untuk kereta peluru generasi pertama. Ditambah dengan yang generasi berikutnya, akhir tahun ini akan mencapai hampir 9.000 km. Akhir tahun depan mencapai 13.000 km. Dan akhir tahun 2015 sudah mencapai 16.000 km. Pertumbuhan rute kereta cepat sangat fantastis di sana.

Tentu ancaman petir ini sangat serius. Saya jadi takut untuk mencobanya lagi, terutama di bulan-bulan Juli dan Agustus seperti ini. Dua bulan ini adalah bulan datangnya hujan, badai, petir dan taifun di bagian timur Tiongkok sampai ke Hongkong dan Taiwan. Wenzhou, kota terjadinya kecelakaan kemarin, termasuk di kawasan pantai timur yang menjadi langganan cuaca ekstrem itu.

Kereta yang terlibat kecelakaan itu sebenarnya sudah hampir masuk stasiun Wenzhou. Sudah di pinggir kota. Tiba-tiba petir menyambar dan kereta berhenti mendadak. Malam yang gelap karena cuaca menjadi lebih gelap karena listrik di kereta juga mati. Beberapa menit kemudian tiba-tiba blaaaar! Kereta cepat berikutnya datang dan menabrak dengan keras. Gerbong-gerbong, baik yang ditabrak maupun yang menabrak anjlok keluar rel. Empat gerbong terjun ke jurang, salah satunya masih menggantung di bibir jembatan. Mayat-mayat segera diangkut ke rumah sakit dan yang selamat dikumpulkan di sekolahan setempat.

Daerah Wenzhou ini topografinya memang penuh pegunungan dan jurang. Saya pernah naik kereta (lama) dari Wenzhou ke Jinhua. Kereta selalu merayat di sela-sela gunung dan di bibir jurang. Tapi untuk kereta cepat ini sudah ada jalur baru. Gunung-gunung diterobos dengan terowongan dan lembah-lembah diatasi dengan rel layang. Kecelakaan itu terjadi di kawasan rel layang ini, sehingga kalau ada jembatan di situ bukanlah jembatan karena ada sungai.

Kereta yang tersambar petir tersebut adalah kereta untuk jurusan Hangzhou (ibukota propinsi Zhejiang) menuju Fuzhou (ibukota propinsi Fujian). Kota Wenzhou, lokasi kecelakaan itu ada di tengah perjalanan. Wenzhou sendiri adalah kawasan dagang yang paling menonjol di Tiongkok karena orang Wenzhou dikenal paling pandai dagang di seluruh Tiongkok. Untuk Tiongkok, Wenzhou adalah Belandanya Eropa.

Ketika zaman politik jadi panglima di Tiongkok pun orang Wenzhou tetap bisa berdagang secara diam-diam. Karena itu pedagangan dan peredaran uang bawah tanah sangat menonjol di Wenzhou.

Sepulang dari Tiongkok, kemarin saya harus ke Salatiga dekat Semarang. Lalu ke Solo. Dari Solo saya naik kereta api Argo Wilis ke Surabaya. Ini karena hari Minggu pagi kemarin saya harus ke Madura.

Naik Argo Wilis Solo-Surabaya ternyata enak juga. Naik kereta yang lebih lambat perasaan lebih tenang. Apalagi gerbong dan toiletnya juga selalu dibersihkan. Saya melihat ada kemajuan yang besar dalam pelayanan kereta api di Indonesia. Terutama sejak Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero)-nya dipegang Jonathan, arek Suroboyo yang nekat itu.

Memang, kereta tiba terlambat 15 menit di Solo (dari Bandung). Tapi tiba di Surabaya tepat waktu. Rupanya keterlambatan itu bisa dikejar di rute Solo-Madiun. Pada rute ini (juga rute Jogja-Solo) kereta kita bisa melaju 100 km/jam. Ini baru separo kecepatan kereta cepat generasi pertama Tiongkok.

Rute selebihnya lebih rendah lagi. Banyak rute yang keretanya hanya bisa berjalan 80 km/jam. Bahkan untuk rute Malang-Blitar hanya bisa jalan 50 km/jam. Lingkungan dan konsidi rel tidak lagi memungkinkan untuk lebih cepat lagi.

Tentu saya akan terus mengikuti perkembangan infrastruktur kereta api ini. Baik di Tiongkok maupun di dalam negeri. Saya pasti ingin tahu bagaimana Tiongkok mencari jalan keluar agar kereta api cepatnya bisa anti petir secara sempurna! Saat naik kereta cepat Beijing-Shanghai saya sempat menghitung papas an dengan kereta dari arah berlawanan setiap berapa lama. Ternyata ada yang baru lima menit sudah berpapasan. Ada juga yang baru 7 menit dan 10 menit. Berarti dari belakang pun demikian. Berarti di belakang kereta saya itu banyak sekali kereta cepat yang siap menerkam dari belakang. Alangkah bahayanya kalau system informasi dan pencegahan tabrakan otomatis antar kereta itu mengalami kerusakan!
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
Reply
Kesaksian seorang Dahlan Iskan ini membuat kita merinding aja yah... Gak kebayang kalau saja kita yang ngalamin saat tiba2 listrik mati, lampu mati, AC tiba2 mati pula. Segimana panasnya yah di dalam kabin?? Awal2nya pasti para penumpang di dalemnya berpikir cuma sekedar sedikit kesalahan teknis. Palingan mati sebentar. Kita2 sulit bayangin di atas jembatan matinya pula. Sata di dalem KA yang hari2 atau pun setiap saat kita naikin aja ngeri dengan terbayang terjadinya kecelakaan atau tiba2 kereta yg kita naikin terguling...

Yang ini, tiba2 DHUARRR....!!! Kejadian pun berlangsung seketika. Berapa banyak para penumpang di dalemnya yg terkejut bukan kepalang yah? Yang anak kecil menjerit ketakutan karena tubuh mrk tergantung di antara jembatan dan jurang, yang para lansia gak bisa berbuat banyak apalagi yang sehari - hari pake tongkat, kursi roda bahkan gangguan pendengaran yah... Yang remaja pun sedang asyik bersenda gurau, becanda dan entah mungkin ada yang lagi patah hati. Semua terbuai dalam 1 lamunan dan kepasrahan, yaitu HARI DATANGNYA AJAL DENGAN HITUNGAN DETIK...

Jadi, apakah teman2 railfans semua akan berpikir 1000x lipat utk beli produk2 China??

Reply
maklumlah mas dana, baru pertamakali mengoperasikan ka hst, lalu ngejar setoran bikin rekor dunia terbaru, baik kecepatan operasional dan panjang jaringannya.

sampai lupa kalau semakin cepat keretanya, safety nya juga semakin rentan. dan china juga belajar banyak dari sini, termasuk kalau kecepatan operasional yang paling optimal dari segi safety dan ekonomis sekitar 270-280 km/h, seperti hst2 di eropa dan jepang sana.

wah, salut saya sama pak DI. ternyata senang naik kereta juga. sampai2 nyobain argo wilis segala. kalau kayak begini, bisa kelupaan niatannya dulu mengganti rel ka dengan jalan tol...

atau malah yang ada, bikin jalur kereta peluru disepanjang jalan tol trans jawa... hehehe...

hati2 pak DI, sering naik ka bisa terkena virus railfans yang dapat menyebabkan penyakit edan sepur. Ngakak
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(01-08-2011, 04:42 PM)Martu Hares P Wrote: Kykynya PT. Kereta Api (Persero) jg hrus mkir ulang deh ngimpor produk Cina, rel UIC-54 buatan Cina, wesel yg baru2 jg impor dr Cina. Untung proyek High Speed Trainnya krja sama ma Jepang Bkn dg Cina.

jangan meremehkan product china dunk Bethe
lama2 semua produk juga dibuat di china, kalau tabrakan kereta ma semua negara juga pernah mengalami wajar2 aja kek Bethe

yang jelas kita salut ama china Xie Xie
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
54 Kereta Api di Cina Ditarik
News » Humanity
Jumat, 12 Agu 2011 - 15.40 WIB

Setelah kecelakaan kereta api cepat Cina beberapa waktu lalu, Perusahaan pembuat kereta api milik pemerintah Cina, CNR akan menarik 54 kereta api super cepat Cina.

Pengumuman ini dibuat sehari setelah pejabat menghentikan sementara proyek kereta api super cepat. Alasan ditariknya kereta api super cepat ini yaitu Pemerintah Cina menghadapi kecaman dari masyarakat akibat kecelakaan kereta api yang terjadi di Wenzhou yang menewaskan 40 orang. Masyarakat meminta agar proyek tersebut diselidiki guna keselamatan para penumpang nantinya.

Seperti yang dikatakan Dewan Negara Cina bahwa pengecekan keselamatan penumpang akan dilakukan terhadap rel, batas kecepatan yang akan lebih diatur dan keamanan proyek, “Kami akan menghentikan sementara untuk melakukan pemeriksaan dan menyetujui proyek pembangunan rel kereta api yang baru.” Walaupun demikian Cina tidak akan berhenti untuk melanjutkan pembangunan jalur rel kereta api super cepat.

Oleh: Vivi Irmawati
http://www.centroone.com/news/2011/08/2v...a-ditarik/

Reply
Salut lah sama China, walau HSTnya tertimpa musibah, paling nggak mereka lebih maju lah perkeretapian nya daripada kita, cukuplah mereka dpt mensejajarkan diri dengan jerman, perancis ataupun jepang...

Kalau negeri sendiri belum bisa buat, jgnlah menjelek2an produk cina, jgn2 kompi atau yg hp kita buat posting atau bikin trit dr produk sana jg Big Grin,
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Tayangannya dapat dilihat di http://tv.detik.com/index.php?fa=content...1URXZNRGd2. Mohon bagi yg gak suka ama suara si komentatornya gimana cara bawain beritanya utk gak usah dihirauin... Yang penting isi dari beritanya aja...

Kereta Tergelincir, Empat Tewas
13 Agustus 2011 09:15 WIB
WARSAWA--MICOM: Empat orang tewas dan lebih dari 50 orang cedera setelah satu kereta penumpang antar-kota tergelincir di sekitar Piotrkow Trybunalski di Polandia tengah, Jumat (12/8). Kereta tersebut, milik perusahaan kereta PKP, Intercity, sedang dalam perjalanan dari Warsawa ke kota Katowice di bagian selatan Polandia. Satu dari empat gerbong yang tergelincir keluar rel dan terbalik. Sebanyak 280 penumpang diduga berada di dalam kereta itu, kata jurubicara PKP Polandia, Lukasz Kurpiewski kepada TVN24. Satu operasi penyelamatan dilakukan oleh petugas medis darurat, polisi dan petugas pemadam sedang dilakukan. (Ant/OL-9)
http://m.mediaindonesia.com/index.php/re...mpat_Tewas
Pasrah Aja Dah

[Image: 45105151924825560010663.th.jpg]


Uploaded with ImageShack.us
Lagi - lagi.... PLH... biar di mana pun lokasinya....
Turut berduka cita...Sedih atas jatuhnya para korban....Malaikat

Reply
Sekedar menambah info & pengetahuan.

PLH ini sebenernya sudah lama terjadi, yakni tahun 1986, tepatnya 8-2-1986, melibatkan 2 rangkaian kereta. Kereta barang (CN Railway) & kereta penumpang (VIA Rail).
KA Penumpang dengan total 14 rangkaian beradu dengan KA barang dengan 3 lokomotif (1 EMD GP38-2W + 2 EMD SD40) + 115 gerbong, total panjang mencapai 1.866 m (hampir 2 km Heran).


wikipedia Wrote:
The Hinton train collision was a railway accident that occurred on February 8, 1986. Twenty-three people were killed in a collision between a Canadian National Railway freight train and a Via Rail passenger train. It was the most lethal Canadian rail disaster since the Dugald accident of 1947. It was surmised that the accident was a result of the crew of the freight train becoming incapacitated, and the resulting investigations revealed serious flaws in CN's employee practices.

Biar ga panjang-panjang, ini ringkasannya:
Lokasi : Kota Hinton
Korban: 23 meninggal.
Penyebab: KA barang melanggar sinyal merah, diduga crew KA barang (3 orang, 1 masinis, 1 brake man & 1 kondektur) tertidur saat bertugas.

Info lengkap silakan baca di sini. Tapi kalo pusing baca artikel bahasa Inggris, silakan tonton episode National Geographic Channel: Head On Collision.

Ini videonya yg ada di youtube, total ada 5 part, dengan durasi total 45 menit. Kalo semua di-download dengan format mp4 totalnya 183 Mb. Layak untuk disimpan dan ditonton.

Part 1
[spoiler]

[/spoiler]

Part 2
[spoiler]

[/spoiler]

Part 3
[spoiler]

[/spoiler]

Part 4
[spoiler]

[/spoiler]

Part 5
[spoiler]

[/spoiler]

Quote:Note:
Kalo buferring bikin puyeng akibat lama nunggu...mendingan videonya didownload saja....sekalian buat koleksi.

Bye Bye
Reply
(14-08-2011, 02:10 AM)pinguin Wrote: Sekedar menambah info & pengetahuan.

PLH ini sebenernya sudah lama terjadi, yakni tahun 1986, tepatnya 8-2-1986, melibatkan 2 rangkaian kereta. Kereta barang (CN Railway) & kereta penumpang (VIA Rail).
KA Penumpang dengan total 14 rangkaian beradu dengan KA barang dengan 3 lokomotif (1 EMD GP38-2W + 2 EMD SD40) + 115 gerbong, total panjang mencapai 1.866 m (hampir 2 km Heran).


wikipedia Wrote:
The Hinton train collision was a railway accident that occurred on February 8, 1986. Twenty-three people were killed in a collision between a Canadian National Railway freight train and a Via Rail passenger train. It was the most lethal Canadian rail disaster since the Dugald accident of 1947. It was surmised that the accident was a result of the crew of the freight train becoming incapacitated, and the resulting investigations revealed serious flaws in CN's employee practices.

Biar ga panjang-panjang, ini ringkasannya:
Lokasi : Kota Hinton
Korban: 23 meninggal.
Penyebab: KA barang melanggar sinyal merah, diduga crew KA barang (3 orang, 1 masinis, 1 brake man & 1 kondektur) tertidur saat bertugas.

Info lengkap silakan baca di sini. Tapi kalo pusing baca artikel bahasa Inggris, silakan tonton episode National Geographic Channel: Head On Collision.

Ini videonya yg ada di youtube, total ada 5 part, dengan durasi total 45 menit. Kalo semua di-download dengan format mp4 totalnya 183 Mb. Layak untuk disimpan dan ditonton.

Part 1
[spoiler]

[/spoiler]

Part 2
[spoiler]

[/spoiler]

Part 3
[spoiler]

[/spoiler]

Part 4
[spoiler]

[/spoiler]

Part 5
[spoiler]

[/spoiler]

Quote:Note:
Kalo buferring bikin puyeng akibat lama nunggu...mendingan videonya didownload saja....sekalian buat koleksi.

Bye Bye

video ini juga baru saya lihat beberapa minggu yang lalu,dan ini sepertinya memang karena human error,dari pertama lihat konduktornya ketika akan menggantikan shift sebelumnya aja udah ngantuk Sedih
Official twitter RF Malang @malangkereta .
Salam Satu Rel. Informasi Jadwal Kereta di Malang Raya,menerima pemesanan tiket KA ekonomi jarak jauh,bisnis,eksekutif. CP 085855768686 atau 081217469444 atau pin bb 229DC2C0. Supported by RF +444 Malang.
Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)