Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[All About] CC300
#91
Saya tertarik dengan adanya genset pada lok ini yang akan menyuplai kebutuhan listrik pada kereta penumpang. Kira-kira genset ini kapasitasnya sama dengan kereta BP atau sama dengan KMP ya..?
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#92
(24-06-2011, 10:43 AM)kikansha_otaku Wrote:
(24-06-2011, 10:15 AM)antimon40 Wrote:
(24-06-2011, 08:53 AM)bonbon Wrote:
(24-06-2011, 07:58 AM)antimon40 Wrote:
(24-06-2011, 06:42 AM)ady_mcady Wrote: lho, mas loko, bukannya kalo masing2 gandar saling dihubungkan pakai poros maka kecepatannya jadi sama? saya terus terang belum pernah lihat dalemannya bogi lok hidrolik. tapi kayaknya ada gigi nanas kayak di gardan/diferensial mobil?

Setiap roda harus memiliki kecepatan putar yg sama, ini merupakan fungsi utama dari gardan shaft. Untuk merubah arah putar vertikal menjadi horizontal dan sebaliknya pasti dipakai gigi semacam itu.

mungkin kyk mobil 4 x 4 ya atau panser buatan pindad gitu yg 6 x 6 ?

iye kali, coz gw ga pernah liat sistemnya mobil ama panser. Lebih suka utak - atik lokomotif

quote's heaven or hell... yeah..... Playboy

mm... mXD saya, klo antar satu boogie ada shaft, jelas bisa sama kan? nah, klo boogie satu ama lainnya gimana? apakah keduanya pake shaft (dan torque converter) yg sama? klo shaft-nya lain, gimana caranya bisa sinkron? Xie Xie

hydraulic torque converter-nya cuma satu, dihubungkan ke kedua bogie dengan dua gardan shaft
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#93
(23-06-2011, 10:02 PM)Mbah Onie Van Spoor Wrote: Dulu sempat di bahas sedikit saat ada acara "Diskusi Sarana & Prasarana PT KA" di JAKK. u/ CC300 dgn double cabin memang akan di peruntukan di P. Jawa sbg penarik KA pnp. Pasalnya, negara2 besar hanya menggunakan Lok single cabin u/ keperluan menarik KA barang (Pak Hartono).

IMHO :
Kabin tunggal => selera Amerika;
Kabin ganda => selera Eropa.

(24-06-2011, 07:25 AM)b777 Wrote: Apakah ada kemungkinan PT KA juga akan memesan lokomotif ini? Karena lokomotif diesel hidrolik ini lebih handal utk jalur2 rawan banjir spt beberapa petak jalur utara.

Rencananya akan dibuat 3 buah, atas pesanan entah Kemenhub entah PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Reply
#94
(23-06-2011, 06:33 PM)BAMBANG EKO Wrote:
pardjono Wrote:[spoiler]
(Kemarin 04:34 PM)BAMBANG EKO Wrote:
untuk CC 300 yang direncanakan untuk lintas di P Jawa ada sedikit yang belum saya pahami

> berat sekitar 87.000 kg tek gandar sekitar 15 Ton > OK
> tenaga 2200 HP > OK
> panjang sekitar 19 meter > ???

lha apa bisa belok nanti mengingat track di P jawa lebih tajam tikungannya >
Kereta penumpang panjangnya 20 meter.
[/spoiler]

O iya ding
tapi yang masih jadi ganjalan saya CC 202 nggak bisa dioperasikan di P Jawa itu karena bobot matinya yang 108 ton atau panjangnya yang 17 meter lebih ?
Bingung

(24-06-2011, 10:43 AM)kikansha_otaku Wrote:
(24-06-2011, 10:15 AM)antimon40 Wrote:
(24-06-2011, 08:53 AM)bonbon Wrote:
(24-06-2011, 07:58 AM)antimon40 Wrote:
(24-06-2011, 06:42 AM)ady_mcady Wrote: lho, mas loko, bukannya kalo masing2 gandar saling dihubungkan pakai poros maka kecepatannya jadi sama? saya terus terang belum pernah lihat dalemannya bogi lok hidrolik. tapi kayaknya ada gigi nanas kayak di gardan/diferensial mobil?

Setiap roda harus memiliki kecepatan putar yg sama, ini merupakan fungsi utama dari gardan shaft. Untuk merubah arah putar vertikal menjadi horizontal dan sebaliknya pasti dipakai gigi semacam itu.

mungkin kyk mobil 4 x 4 ya atau panser buatan pindad gitu yg 6 x 6 ?

iye kali, coz gw ga pernah liat sistemnya mobil ama panser. Lebih suka utak - atik lokomotif

quote's heaven or hell... yeah..... Playboy

mm... mXD saya, klo antar satu boogie ada shaft, jelas bisa sama kan? nah, klo boogie satu ama lainnya gimana? apakah keduanya pake shaft (dan torque converter) yg sama? klo shaft-nya lain, gimana caranya bisa sinkron? Xie Xie

itu justru teknologi lama. sehingga satu torque converter dengan dua output akan memiliki putaran yang sama.

Saat ini Voith sedang mengembangkan hydraulic transmission dengan model split. jika begini maka putaran output antara bogie depan dan belakang dapat berbeda.

Hal ini akan sangat menguntungkan untuk penghematan energi. karena jika tidak sedang digunakan untuk menarik beban penuh output dari transmisi bisa hanya untuk satu bogie saja dan bogie yang lain berubah jadi trailer saja.

(24-06-2011, 06:21 PM)MakSaa Wrote: Saya tertarik dengan adanya genset pada lok ini yang akan menyuplai kebutuhan listrik pada kereta penumpang. Kira-kira genset ini kapasitasnya sama dengan kereta BP atau sama dengan KMP ya..?

kira-kira setara BP engine yang dipake kan Cat C15, daya engine nya sekitar 400 kW
Reply
#95
(24-06-2011, 11:04 PM)clodderes Wrote:
(23-06-2011, 06:33 PM)BAMBANG EKO Wrote:
pardjono Wrote:[spoiler]
(Kemarin 04:34 PM)BAMBANG EKO Wrote:
untuk CC 300 yang direncanakan untuk lintas di P Jawa ada sedikit yang belum saya pahami

> berat sekitar 87.000 kg tek gandar sekitar 15 Ton > OK
> tenaga 2200 HP > OK
> panjang sekitar 19 meter > ???

lha apa bisa belok nanti mengingat track di P jawa lebih tajam tikungannya >
Kereta penumpang panjangnya 20 meter.
[/spoiler]

O iya ding
tapi yang masih jadi ganjalan saya CC 202 nggak bisa dioperasikan di P Jawa itu karena bobot matinya yang 108 ton atau panjangnya yang 17 meter lebih ?
Bingung

(24-06-2011, 10:43 AM)kikansha_otaku Wrote:
(24-06-2011, 10:15 AM)antimon40 Wrote:
(24-06-2011, 08:53 AM)bonbon Wrote:
(24-06-2011, 07:58 AM)antimon40 Wrote: Setiap roda harus memiliki kecepatan putar yg sama, ini merupakan fungsi utama dari gardan shaft. Untuk merubah arah putar vertikal menjadi horizontal dan sebaliknya pasti dipakai gigi semacam itu.

mungkin kyk mobil 4 x 4 ya atau panser buatan pindad gitu yg 6 x 6 ?

iye kali, coz gw ga pernah liat sistemnya mobil ama panser. Lebih suka utak - atik lokomotif

quote's heaven or hell... yeah..... Playboy

mm... mXD saya, klo antar satu boogie ada shaft, jelas bisa sama kan? nah, klo boogie satu ama lainnya gimana? apakah keduanya pake shaft (dan torque converter) yg sama? klo shaft-nya lain, gimana caranya bisa sinkron? Xie Xie

itu justru teknologi lama. sehingga satu torque converter dengan dua output akan memiliki putaran yang sama.

Saat ini Voith sedang mengembangkan hydraulic transmission dengan model split. jika begini maka putaran output antara bogie depan dan belakang dapat berbeda.

Hal ini akan sangat menguntungkan untuk penghematan energi. karena jika tidak sedang digunakan untuk menarik beban penuh output dari transmisi bisa hanya untuk satu bogie saja dan bogie yang lain berubah jadi trailer saja.

(24-06-2011, 06:21 PM)MakSaa Wrote: Saya tertarik dengan adanya genset pada lok ini yang akan menyuplai kebutuhan listrik pada kereta penumpang. Kira-kira genset ini kapasitasnya sama dengan kereta BP atau sama dengan KMP ya..?

kira-kira setara BP engine yang dipake kan Cat C15, daya engine nya sekitar 400 kW

emng yang CC300 bakal pake mode split???Bethe
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#96
oh ya... klo sistem komputernya cc300 ini ada gambarannya kah? apakah berbasis sparc atau arsitektur lain, trus OS yg dipake apakah OS khusus buat lok atau derivat linux/*NIX lainnya? lain itu yg paling penting, tugas komputernya apa aja Bingung

trus, pengereman lok ini terpisah antara rem angin dan rem hidrodinamik atau udah gabung jadi satu tuas?

klo ada trit yg emang ngebahas transmisi lok DH, mohon petunjuk link-nya yah....

Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#97
ini mas loko coba di lihat disini. kayaknya itu punya nya lokBB301/4. foto2 dari rf hasan.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#98
(24-06-2011, 11:09 PM)antimon40 Wrote: emng yang CC300 bakal pake mode split???Bethe

Setahuku ndak. masih pake tipe lama. belum tahu juga apa transmisi split ini sudah ada yang pakai atau belum.
Reply
#99
(25-06-2011, 06:20 PM)clodderes Wrote:
(24-06-2011, 11:09 PM)antimon40 Wrote: emng yang CC300 bakal pake mode split???Bethe

Setahuku ndak. masih pake tipe lama. belum tahu juga apa transmisi split ini sudah ada yang pakai atau belum.

Selama saya mempelajari datasheet dari transmisi Voith yang akan digunakan di lokomotif CC300, sejauh ini memang nggak ada sinyal digital ataupun analog yang masuk ke prosesor yang memiliki fungsi untuk membedakan putaran antara bogie depan dan bogie belakang. Bethe
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
(28-06-2011, 07:37 AM)antimon40 Wrote:
(25-06-2011, 06:20 PM)clodderes Wrote:
(24-06-2011, 11:09 PM)antimon40 Wrote: emng yang CC300 bakal pake mode split???Bethe

Setahuku ndak. masih pake tipe lama. belum tahu juga apa transmisi split ini sudah ada yang pakai atau belum.

Selama saya mempelajari datasheet dari transmisi Voith yang akan digunakan di lokomotif CC300, sejauh ini memang nggak ada sinyal digital ataupun analog yang masuk ke prosesor yang memiliki fungsi untuk membedakan putaran antara bogie depan dan bogie belakang. Bethe

mas antimon boleh tahu gearbox voith-nya pakai tipe apa? biar lebih pasti aja loko ini pakai gearbox yang gimana, apalagi di website voith sendiri cukup lengkap penjelasan mengenai produk2nya Playboy

website voith bagian gearbox loco: http://www.voithturbo.com/diesel-driveli...otives.htm
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)