Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All about KA Sritanjung (LPN - BW)
Mohon maaf, mau numpang sharing Sritanjung berdasar pengalaman dan ingatan saya...

Dulu memang KA ini bernama Argopuro dan berangkat dari Jember. Seingat saya, dulu berangkat dari Jember pagi sekali, masih gelap. Saat itu saya selalu berharap semoga lokonya BB303... Ngiler hehehe...Pengalaman ketika saya kelas 1 SMP (tahun 1990) eyang putri saya meninggal di Jogja Sedih, kami sekeluarga berangkat pagi sekali, mungkin jam 4 dari rumah, dan Argopuro ini berangkatnya kalo tidak salah jam 5 atau jam 6 pagi, dan jam 18.00 (saat adzan maghrib) sudah tiba di stasiun Tugu Yogyakarta. Saat itu pemberhentian terakhir adalah stasiun Tugu Yogyakarta.

Bersamaan dengan lahirnya KA Argo, Argopuro ini berganti nama menjadi Sritanjung dan sempat hanya menjalani relasi SGU-BW, berlangsung beberapa lama (sekitar enam bulanan kalo tidak salah). Kelas 2 SMP, bersamaan dengan libur lebaran tahun 1991, saya pernah ke Jogja sendirian, saat itu Sritanjung sudah menjalani relasi BW-YK (masih stasiun Tugu), dan selalu ada 1-2 kereta tambahan dari Jember. Tahun 1993, kelas 3 SMP, sekolah saya piknik ke Jogja, dan kami memanfaatkan jasa kereta ini untuk mengantar ke Jogja (carter 2 kereta). Ketika saya melanjutkan SMA di Jogja, Sritanjung masih menjadi angkutan favorit saya, dan pilihan saya selalu cw 1 (belakang lokomotif) dan masih berangkat dari Tugu YK (sekitar 1993-1995), bahkan di masa itu Sritanjung sempat berjalan langsung di Lempuyangan. Ketika saya kuliah Sritanjung juga masih menjadi pilihan, terutama ketika lebaran karena pasti masih ada tempat, tetapi pada masa itu sudah pindah keberangkatan dari Lpn.

Sekitar tahun 1999/2000 (saya lupa tepatnya) Logawa lahir, dan disertai 1 kereta bisnis. Saya sempat beralih pilihan ke Logawa mengingat jamnya yang lebih siang namun kedatangan lebih awal (masa-masa awal Logawa dari Lpn sekitar jam 9-an dan tiba di Jr sekitar jam 18-an, susul Sritanjung biasanya di SGU atau Semut). Berangkat dari Jember saya juga lebih suka naik Logawa karena pasti masih ada tempat dan tibanya juga siang (tiba di Lpn dari Jr sekitar jam 14.30, pada masa-masa awal kelahirannya). Ketika Logawa mulai melambat dan jam kedatangannya dimundurkan, saya kembali ke Sritanjung, lebih-lebih ketika Logawa sudah tidak ada kereta bisnisnya (maaf OOT, menurut info dari kondektur Logawa saat itu, ada wacana Logawa bisnis namun menunggu ketersediaan sarana). Nah, ketika Logawa sudah tidak menyertakan kereta bisnis, Sritanjung sempat membawa 1 kereta bisnis dan promosinya di stasiun Jember saat itu: "Sritanjung rasa bisnis". Tidak berjalan lama, kereta bisnis ini juga hilang karena menurut salah seorang kondekturnya, kereta bisnis lebih sering ditempati pedagang asongan dan mereka yang mau naik gratis dan tidak mau membayar (padahal harga tiket jelas lebih mahal) atau mereka yang bertiket ekonomi tapi dengan seenaknya pindah kelas. Menurut sang kondektur, "mendewasakan penumpang kita memang masih sulit mas. Maunya naik yang enak tapi bayare murah". Bingung

Demikian sekilas yang bisa saya bagikan dari pengalaman saya bersama Sritanjung, mohon maaf mungkin beberapa informasi tidak tepat karena berdasar ingatan saja (CMIIW). FYI, untuk saat ini kereta favorit mudik saya adalah Logawa karena Ibu di Jember sementara saya cari makan di Purwokerto, jadi belum ada kesempatan bareng Jeng Sri lagi...

Reply
ternyata memang KA Sritanjung sejarahnya dulu sempat menjadi Unggulan jg meski akhirnya sekarang sudah benar2 turun kasta. sy lihat, okupansi sritanjung sangat bagus, hampir gak pernah sepi, untuk petak SGU-BW perjalanan lancar, tp SGU-LPN banyak silang/disusul KA Eksis. tp akhir2 ini sayang banyak gerbong Sritanjung yg dicoret-coert oleh oknum suporter Bonek, Aremania, jackmania ( bisa dibaca dari tulisan coretan),
RF kukun_KSL, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
(22-04-2011, 01:21 PM)kukun_KSL Wrote: ternyata memang KA Sritanjung sejarahnya dulu sempat menjadi Unggulan jg meski akhirnya sekarang sudah benar2 turun kasta. sy lihat, okupansi sritanjung sangat bagus, hampir gak pernah sepi, untuk petak SGU-BW perjalanan lancar, tp SGU-LPN banyak silang/disusul KA Eksis. tp akhir2 ini sayang banyak gerbong Sritanjung yg dicoret-coert oleh oknum suporter Bonek, Aremania, jackmania ( bisa dibaca dari tulisan coretan),

iya mas... tapi kan untuk petak BW-SB kan termasuk lintasan sepi mas... jadi lancar2 aja toh.. toh dia cuman silang Muttim ma KA lokal yg cuman 1 or 2 KA ajah.... dan dia silang Muttim juga di Probolinggo...dan sama2 brenti... paling2 nambah juga di petak Bangil-SB juga cuman ama penataran dan paling2 Komuter..... nah Sritanjung bisa lancar, karena di petak2 tsb kan ngga ada KA bendera...

sementara untuk petak SGU-LPN dia memang jadi bulan2 an... soalnya mengingat Sritanjung ini kan bukan K-3 unggulan... jadi ya banyak juga brenti di stasiun kelas 2... trus di petak tersebut rata2 Sritanjug telat 1 jam dari gapeKA nya... jadwal Jombang Sritanjung BW-LPN jam 14.35.. tapi realisasinya..sering banget baru masuk Jombang jam 15.40.. dibelakang Gaya Baru.... jadinya jam2 tersebut kan bertepatan dengan keberangkatan KA-KA bendera.... selain itu KA sritanjung klo telat, pasti akan diberangkatkan di belakang Kahuripan dari Kertosono..... dimana Kahuripan sebagai KA milik Daop VII, ya harus ngodong di wilayah Daop VII... maka mau-tak mau Sritanjung juga musti ngekor dibelakang Kahuripan....nah sementara Kahuripan mulai Ngacir begiru masuk Daop VI.. Sritanjung ngga bisa, dia musti brenti di banyak tasiun kecil.... jadi akan banyak disusul... mulai dari Sancaka, Bangunkarta, Senja Kediri, Mutiaran Selatan hingga Bima... untuk Silangannya ga cuman ekbis mas.. Ada Argo Wilis, Sancaka (yg emang ekbis)... dan juga Pasundan (KAC-SB)

nah kalo lintas LPN-SB lumayan lancar... karna dia brangkat dibelakang Sancaka..sehingga tidak mengalami penyusulan.... selain itu petak LPN-SLO udah DT.... jadi Sritanjung cuman silangan yg musti ngalah juga cuman ma 1 KA bendera (Argo Wilis).. sementara Sancaka juga kelasnya sekedar Ekbis.. trus silang juga ma Pasundan n Logawa..cuman kan sama2 ekonomi..jadi ngga musti sp yg ngalah.. trus juga paling2 ma Rapih Dhoho..mangkanya di LPN-SB Sritanjung sering lancar
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
Sritanjung = Argopuro, saya punya cerita dengan Argopuro, di pertengahan 90-an, Surabaya-Madiun 2 jam 45 menit, bawa 6 gerbong, pake 2 lok BB, gile kenceng banget, serasa naek argo. Ceritanya, seharusnya dia berangkat jam 2 siang dari Gubeng, tapi di Semut lama banget, jam 3 sore baru berangkat, setelah keluar dari Wonokromo lari sprint, di Jombang-Sembung sepertinya lomba balap dengan bus karena rel berdampingan dengan jalan raya, juga antara stasiun setelah (lupa namanya) kertosono-Nganjuk, semua roda 4 lewat, padahal jalur Jombang-Madiun bantalannya masih pake kayu semuanya. Ga kayak sekarang, (setelah Logawa anjok di tikungan barat stasiun Wilangan), meliyuk-liyuk di hutan Saradan masih kencang larinya. Kapan Sritanjung bisa sekencang dulu lagi?
Reply
^^^^

walah ya berat mas... namanya juga Ekonomi... disamping lebh banyak brentinya... juga jalur KA kan semakin padat jadi wajar lah kalo lambat karna silang/susul.... kalo mau Madiun Gubeng 2,5 jam.. ada Sancaka kan???
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
Sepur favorit karena ane dulu (sejak kecil ampe umur 20 tahun tinggal di Nganjuk) kalo ke rumah embah and sodara2 di BW (Turun di Sta Sumberwadung setelah Sta Glenmore/Sebelum Sta Kalisetail ato Sempu) naek KA Argopuro/Sritanjung... Kalo dulu (masih namanya Argopuro) ane musti turun/naek dari Sta Kalisetail/Sempu... Soalnya Sta Sumberwadung adalah Sta kecil... Tapi setelah ganti nama jadi Sritanjung, nggak perlu susah2 turun/naek dari Sta Kalisetail/Sempu lagi...

Bahkan kenangan yg nggak (waktu itu ane masih di bangku SD kelas 6) terlupakan adalah jari manis dan jari tengah tangan sebelah kiri ane sempat kecepit pintu toilet waktu ane berdiri di pintu gerbong samping kanan (seingat ane gerbong ke-3 dari depan)... Ampe sekarang kedua jari ane yg kecepit itu keliatan agak "bengkok" (terutama yg jari manis)... Sampek bapak kondekturnya yang tahu ketika itu langsung gendong ane ke gerbong makan (restorasi) trus dikasih minuman es jeruk gretongan alias gratisan...

Tapi walopun udah pernah "celaka" kyk gitu, ane nggak ada kapoknya naek kereta itu... sampek sekarang, keluarga ane kalo mau ke Banyuwangi (Sta Sumberwadung) ya pasti naek KA... tentunya ya KA Sritanjung... Ane harap KA Sritanjung itu tetep ada and kalo bisa ampe cucu/cicit ane bisa ngerasain naek KA Sritanjung...
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
Sritanjung penuh nuansa kenangan kayaknya, luar biasa. Jika benar-benar Sritanjung ga lewat Surabaya lagi, (Tarik-Tulangan-Japanan-Bangil), jadi kurang armada ekonominya yang lewat Surabaya.
Reply
(18-10-2009, 07:55 PM)BB 30501 Wrote: guys. . . .yg pngen bahas KA Sritanjung kumpuLin disini yaw. . . .
trus knp ya KA ini dijaLankan di siang hari.?
kan kasian pnumpang harus brngkt pagi2 & baru tiba saat Larut malam.?!
(dari BW 06.00 tiba LPN 22.16 & 07.30 dari LPN 22.22 tiba di BW)


Bingungane mau ke bw dari bks, bingung kereta dari daop 1nya, naek apa ya biar pas sma jam starnya sritanjung? bles ya....
[Image: overstappen.png]
Ka sritanjung itu punya daop brapa ya ? YK apa JR ?
Reply
(09-05-2011, 08:28 PM)Arman_brantas Wrote: Bingungane mau ke bw dari bks, bingung kereta dari daop 1nya, naek apa ya biar pas sma jam starnya sritanjung? bles ya....
[Image: overstappen.png]
Ka sritanjung itu punya daop brapa ya ? YK apa JR ?

naik bengawan aja, biasanya sampe lempuyangan jam 6 pagi (kalo ga ngaret!!!) , jam 1/2-8 sri tanjung brangkat

jumat 6/5 sritanjung dari BW telat parah, ane naik di sidoarjo dateng ke stasiun jam 11 siang, kereta dateng udah hampir magrib, padahal jadwalnya jam 1 siang, sampe lempuyangan jam 1 pagi!!! Sakit
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
(09-05-2011, 08:44 PM)nino Wrote:
(09-05-2011, 08:28 PM)Arman_brantas Wrote: Bingungane mau ke bw dari bks, bingung kereta dari daop 1nya, naek apa ya biar pas sma jam starnya sritanjung? bles ya....
[Image: overstappen.png]
Ka sritanjung itu punya daop brapa ya ? YK apa JR ?

naik bengawan aja, biasanya sampe lempuyangan jam 6 pagi (kalo ga ngaret!!!) , jam 1/2-8 sri tanjung brangkat

jumat 6/5 sritanjung dari BW telat parah, ane naik di sidoarjo dateng ke stasiun jam 11 siang, kereta dateng udah hampir magrib, padahal jadwalnya jam 1 siang, sampe lempuyangan jam 1 pagi!!! Sakit

Ini gara2 lokonya mogok di KBR n BG, makanya telat parah...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)