18-04-2011, 07:43 PM
Union Pacific sebagai maskapai KA di USA yang mengangkut berbagai macam barang sangat membutuhkan Locomotive yang kuat. Oleh karna itu pada awal tahun 1948 loko2 diesel masih berkisar 1750-2300 HP, maka UP mempunya Inovasi untuk membuat lokomotif berteknologi Turbine (mesin Jet). Hal ini juga di motivasi oleh datangnya pesawat bermesin Jet. Namun berbagai permasalahan Bahan Bakar menyebabkan era Turbines Locomotive sirna di Tahun 1970an.
Quote:[spoiler]Prototipe (UP X50)
Dibuat oleh Konsorsium GE-ALCo (kode : GE 101) di tahun 1948 dan merupakan prototipe dari lokomotif turbine. Lokomotif ini memiliki kabin ganda dan merupakan model Carbody yang bersusunan roda B+B-B+B dan menghasilkan daya 4500HP (3,4 MW). Loko ini memiliki berat 500.000 lb(230.000 kg) dan panjangnya lebih dari 80 ft (24 m).
Turbine dikirim dalam tiga kelompok utama setelah pengujian ekstensif prototipe. Union Pacific memakai lokomotif turbin ini untuk mengganti Big Boys yang akan segera pensiun pada saat itu.
Lokomotif digunakan pada rute Los Angeles-Salt Lake City, namun tingkat kebisingan yang tinggi mengakibatkan mereka dilarang dari operasi ke Los Angeles.
Foto Prototipe[spoiler]
[/spoiler]
Generasi Pertama (UP X51-X60)
Dikarenakan UP X50 di anggap gagal maka pada awal 1952 UP mencoba lokomotif turbine kembali.
Pada dasarnya lokomotif ini identik dengan prototipe namun hanya memiliki satu kabin di salah satu ujungnya. Tangki lokomotif berisi bahan bakar 7.200-US-galon (27.000 l). Dalam tahun-tahun kemudian, lokomotif ini ditambah dengan 24.000-US-galon (91.000 l) bahan bakar tender, yang pertama kali diuji pada bulan Oktober, 1955, dan diletakkan di belakang salah satu turbin generasi kedua.
Kemudian pada seri X53 dirubah untuk menguji air intake atap, yang terbukti sukses, dan lokomotif akhirnya di pakai di UP X57-X60.
UP X57 dikonversi untuk membakar propana dan dilengkapi tender tangki bertekanan. Bahan bakar ini dibakar lebih bersih tapi lebih sulit untuk transportasi.
UP 59 dan 60 digunakan dalam sepasang eksperimental 9000 hp , tender pun dibagi dua. Kesulitan ditemui karena turbin trailing menyala di terowongan. Meskipun modifikasi lokomotif untuk meminimalkan kesulitan-kesulitan ini, percobaan dihentikan, demi menjalankan lokomotif diesel tambahan dengan turbin.
Foto Generasi Pertama[spoiler]
[/spoiler]
Generasi Kedua (UP X61-X75)
Dibuat tahun 1954 dan berbeda dari sebelumnya, yakni ada penambahan deck di sisi mesin. Memilik Julukan "Veranda" karena setengah Carbody dan Hood Lokomotif. Peralatan turbin dan listrik pada dasarnya sama, meskipun sisi intake Louver udara telah diganti dengan atap besar dan digunakan pertama pada UP X53.
Pada bulan Oktober 1955, UP X61 diuji dengan tender bahan bakar yang diubah dari tender lokomotif uap 4-8-4 #806 yang di-scrap. Tes berhasil dan semua lokomotif 4500HP ini dilengkapi dengan tender BBM konversi dari tender lokomotif uap tua. Kapasitas Tender adalah 24.000 US galon (91.000 l).
UP X61 juga digunakan dalam pengujian pemasangan MU dengan lokomotif diesel pada tahun 1958. Tes ini berhasil dan akhirnya 19 dari 25 "Veranda" ini dilengkapi MU untuk lokomotif diesel. Sebagai persyaratan tonase meningkat, mengMU-kan lokomotif diese untuk beberapa unit operasi menjadi lebih umum.
Foto Generasi Kedua[spoiler]
[/spoiler]
Generasi Ketiga (UP X1-X30)
Dijuluki "Big Blows" karena sangat berisik. Loko ini dikirim dari tahun 1958-1961. Lokomotif ini beratnya 900.000lb (410.000 kg) dan tidak termasuk tender, dan memiliki traksi maksimum mulai dari 240.000 lbf (1.100 kN) dengan susunan roda C-C+C-C . Unit pertama berisi taksi, mesin diesel pembantu, dan peralatan kontrol lainnya. Mesin diesel aslinya menghasilkan 850 hp (630 kW), dan ketika di tambah turbin barulah menghasilkan 8.500 hp (6,3 MW). Unit kedua berisi turbin dan generator listrik. Masalah muncul dengan filter bahan bakar yang menyumbat pada turbin sebelumnya, sehingga diputuskan untuk menyaring bahan bakar sebelum mengisi tangki bahan bakar lokomotif dan tender. Berbeda dengan turbin sebelumnya, loko dengan 8500HP ini dirancang dari awal untuk menggunakan 24.000-US-galon (91.000 l) tender bahan bakar, di samping 2.500 galon US (9.500 l) bahan bakar diesel dalam tangki bahan bakar lokomotif.
Foto Generasi Ketiga[spoiler]
[/spoiler]
Coal Burning Turbine Locomotive (UP 80/8080)
Pada bulan Oktober 1961, UP membuat sebuah loko turbin eksperimen mereka sendiri, menggunakan lokomotif Alco PA-2 yang di modifikasi sebagai lokomotif turbin, kemudian frame lokomotif GN W-1 loko listrik sebagai unit kedua dan penggerak turbin utama diubah dihapus dari salah satu dari 50 sampai 75 seri lokomotif.
Susunan roda A1A-A1A +2-D+D-2, yaitu 18 as yang telah didukung 12 as. Sebuah tender lokomotif uap dibangun kembali dengan crusher batubara untuk menghancurkan dan memasukkan batubara ke turbin. Tenaganya diperkirakan mencapai 7.000 hp (5,2 MW). Mesin asli ALCo PA dipertahankan dan menghasilkan 2.000 hp (1,5 MW) dan turbin menghasilkan 5.000 tambahan hp (3,7 MW).
Erosi pisau di turbin dan masalah penumpukan jelaga di lokomotif sebelumnya telah diperbesar dengan turbin batubara. Grinding batubara menjadi partikel yang halus juga merepotkan. Setiap partikel batubara besar dapat merusak pisau turbin. Pada akhirnya, percobaan dinyatakan gagal dan dibatalkan. Lokomotif gas turbin konvensional ini melayani lebih dari 1.000.000 mil (1.600.000 km) dalam pelayanan kereta, dengan perbandingan prototipe turbin batubara berjalan kurang dari 10.000 mil (16.000 km) sebelum pensiun dari armada UP pada tanggal 15 Maret 1968. Lokomotif ALCo PA-2 (yang sebagai pengendali) dijual ke EMD, sedangkan unit turbin dan tender yang di-scrap pada toko-toko di Omaha.
Foto Coal Burning[spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]


[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]


![[Image: 8020.1072118760.jpg]](http://www.railpictures.net/images/d1/0/2/0/8020.1072118760.jpg)

jangan lempar sepur ah...
[/align]