Poll: Eksterior Kereta Ditawarkan Jadi Media Iklan
You do not have permission to vote in this poll.
Setuju
35.00%
14 35.00%
Tidak Setuju
65.00%
26 65.00%
Total 40 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Eksterior Kereta Ditawarkan Jadi Media Iklan
#11
konsumen KA cmn nge lihat eksterior sebentar saja, trus langsung masuk nikmatin hawa dingin sepanjang perjalanan, paling2 kalo pas lagi silangan, itu jg sebentar dan saking cepetnya nggak kebaca...

Beryukurlah mereka menambah pemasukan dengan hal2 seperti itu(iklan di eksterior), coba kalo menambah pemasukan dengan menaikan tarifnya, pasti pada teriak ...

Malah, sekalian aje Lokonya, 70% body samping kanan kiri yah, itung2 buat nambah2 perawatan loko, kan nggak mungkin RF buka pundi amal demi eksistensi KA di Indonesia..

Yang penting HALAL dan BAROKAH Big Grin
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#12
(14-04-2011, 10:06 AM)bonbon Wrote: konsumen KA cmn nge lihat eksterior sebentar saja, trus langsung masuk nikmatin hawa dingin sepanjang perjalanan, paling2 kalo pas lagi silangan, itu jg sebentar dan saking cepetnya nggak kebaca...

Beryukurlah mereka menambah pemasukan dengan hal2 seperti itu(iklan di eksterior), coba kalo menambah pemasukan dengan menaikan tarifnya, pasti pada teriak ...

Malah, sekalian aje Lokonya, 70% body samping kanan kiri yah, itung2 buat nambah2 perawatan loko, kan nggak mungkin RF buka pundi amal demi eksistensi KA di Indonesia..

Yang penting HALAL dan BAROKAH Big Grin

yang diincar bukan penumpang yang naek KA tsb mas, tapi setiap masyarakat yang liat di PJL atau mereka yang menunggu KA lain dan KA ini stand by di Sta tsb.
yang ada sekarang iklan komersil sudah ada di sarungnya kursi, kalo memang mau buat iklan komersial, bekerja sama saja dengan memberikan voucher atau mercahndise untuk para penumpang dimulailah dari KA exe.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#13
lebih baik di dalam (interior) KA dan tata letak diatur sedemikian rupa, agar tdk mengganggu kenyamanan para penumpang.
[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
#14
Ya penyusunan gambar dan tulisan akan iklan tersebut juga seharusnya ditata rapih. sehingga tidak menjadikan KA terlihat "ngaco". Itung-itungkan ini juga meningkatkan kreatifitas. Ya seperti kereta batik saja. secara tidak langsung dia juga "Memperilkankan" batik Indonesia. Grin Grin Grin Grin
Jatinegara Station
[Image: 250540_1708989935374_1556859165_31288388_7805684_n.jpg]

Reply
#15
[spoiler]
(13-04-2011, 10:28 PM)Narendro Anindito Wrote:
Quote:Badan Kereta Ditawarkan Jadi Sarana Promosi
Rabu, 13 April 2011 | 14:45 WIB
TEMPO/Nita Dian

TEMPO Interaktif, Bandung - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II menawarkan semua badan kereta kelas bisnis dan eksekutifnya menjadi media promosi. "Semua eksterior kereta kelas eksekutif bisa dijadikan media beriklan," kata Kepala Humas PT. Kereta Api (Persero) Daop II Bandung Bambang S Prayitno saat dihubungi Tempo hari ini.

Bambang mengatakan, program ini sengaja ditawarkan untuk mendapatkan pemasukan tambahan. "Potensi pasarnya cukup bagus, representatif untuk promosi," katanya.

Bambang mengatakan, pemasangan iklan di badan kereta punya banyak keuntungan. Dibandingkan papan iklan yang stationer, katanya, badan kereta terus bergerak. "KA Mutiara Selatan misalnya, bisa samapai ke Surabaya," katanya.

Dia mencontohkan, pemasangan iklan di badan kereta itu, mirip penampilan kereta Argo Parahyangan, yang salah satu gerbongnya dibalut tempelan stiker motif batik. "Ini lebih ke komersil," kata Bambang.

Perusahaan kereta itu menyediakan eksterior seluruh rangkaian kereta untuk media iklan. Kereta yang ditawarkan PT. Kereta Api (Persero) Daop II itu di antaranya semua KA Parahyangan, Ka Argowilis, KA Lodaya, KA Harina, KA Mutiara Selatan, serta KA Malabar.

Soal jangka waktu pemasangan iklan itu, kata Bambang, tergantung kesepakatan kontraknya nanti. Sejumlah perusahaan saat ini tengah menjajaki penggunaan badan kereta untuk iklan mereka.

Ahmad Fikri

bagaimana pendapat anda tentang rencana ini? silahkan didiskusikan disini...
monggo Big Grin
[/spoiler]
Yang penting keuntungan dari uang tersebut di kembalikan ke PT Kereta Api dan ada perawatannya, dalam arti kalo sudah expire maka sang pengiklan wajib mengembalikan Cat Kereta Api seperti sedia kala, paling ngga uang ganti rugi cat dibebankan kedia krn kalo dibebankan ke PT KA jatuhnya tetep aja tar ada biaya2 siluman... (*Anggaran lagi ngecat ulang kereta2 bekas iklan)

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#16
(14-04-2011, 10:21 AM)andya nur Wrote: lebih baik di dalam (interior) KA dan tata letak diatur sedemikian rupa, agar tdk mengganggu kenyamanan para penumpang.

Sebenarnya para penumpang tidak terganggu asalkan fasilitas masih berfungsi dan masih ada di KA tsb, yang bikin ga nyaman mungkin yang melihat dari luar KA tsb.
untuk sekarang ini kalo mau PT KA dululah yang mempromosikan semua aset yang ada di Ina seperti batik sebagai bautan Ina dan wisata2 yang ada di Ina.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#17
(14-04-2011, 10:06 AM)bonbon Wrote: konsumen KA cmn nge lihat eksterior sebentar saja, trus langsung masuk nikmatin hawa dingin sepanjang perjalanan, paling2 kalo pas lagi silangan, itu jg sebentar dan saking cepetnya nggak kebaca...

Beryukurlah mereka menambah pemasukan dengan hal2 seperti itu(iklan di eksterior), coba kalo menambah pemasukan dengan menaikan tarifnya, pasti pada teriak ...

Malah, sekalian aje Lokonya, 70% body samping kanan kiri yah, itung2 buat nambah2 perawatan loko, kan nggak mungkin RF buka pundi amal demi eksistensi KA di Indonesia..

Yang penting HALAL dan BAROKAH Big Grin
Setuju Mas.... tapi kalo LOKOnya jangan ah ..... kurang etis kalo menurut Ane karena LOKO melambangkan Leader Pemimpin....

Efeknya lainnya generasi penerus RF yg lain bkn tambah pinter, soal dia nanti menandai Loko pasti yg mudah di hafal kl sampai saat sekarangkan kita tau pengkodean lokonya misal CC 201 66 artinya apa?, Nah kalo di branding bisa2 ntar kalo bikin ts, di Photography berjudul "FOTO ARGO BROMO KEPALA GAJAH DUDUK MELINTAS DI JALUR XX...??") (*misalnya LOKO tersebut di branding ama pengusaha sarung")

inikan menghilangkan "pengetahuan" system pengkodean yg ada...wlaopun stlh di branding tetep ada kode CC 201nya,Sori2 kata nih bukan bercanda tp kemungkinanya bisa dong terjadi

Pleaseee Banget LOKO jangan diutak - atik apa adanya aja seperti sekarang.. gerbong penumpang terserah dahh ...........
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#18
(14-04-2011, 10:50 AM)nikmuracell Wrote:
(14-04-2011, 10:06 AM)bonbon Wrote: konsumen KA cmn nge lihat eksterior sebentar saja, trus langsung masuk nikmatin hawa dingin sepanjang perjalanan, paling2 kalo pas lagi silangan, itu jg sebentar dan saking cepetnya nggak kebaca...

Beryukurlah mereka menambah pemasukan dengan hal2 seperti itu(iklan di eksterior), coba kalo menambah pemasukan dengan menaikan tarifnya, pasti pada teriak ...

Malah, sekalian aje Lokonya, 70% body samping kanan kiri yah, itung2 buat nambah2 perawatan loko, kan nggak mungkin RF buka pundi amal demi eksistensi KA di Indonesia..

Yang penting HALAL dan BAROKAH Big Grin
Setuju Mas.... tapi kalo LOKOnya jangan ah ..... kurang etis kalo menurut Ane karena LOKO melambangkan Leader Pemimpin....

Efeknya lainnya generasi penerus RF yg lain bkn tambah pinter, soal dia nanti menandai Loko pasti yg mudah di hafal kl sampai saat sekarangkan kita tau pengkodean lokonya misal CC 201 66 artinya apa?, Nah kalo di branding bisa2 ntar kalo bikin ts, di Photography berjudul "FOTO ARGO BROMO KEPALA GAJAH DUDUK MELINTAS DI JALUR XX...??") (*misalnya LOKO tersebut di branding ama pengusaha sarung")

inikan menghilangkan "pengetahuan" system pengkodean yg ada...wlaopun stlh di branding tetep ada kode CC 201nya,Sori2 kata nih bukan bercanda tp kemungkinanya bisa dong terjadi

Pleaseee Banget LOKO jangan diutak - atik apa adanya aja seperti sekarang.. gerbong penumpang terserah dahh ...........

okelah Ngakak yang loko jangan pake iklan, kalo boleh dan tidak melanggar undang-undang, lambang Garuda di pasang di samping loko dengan ukuran besar, kyk Air Force One nya amerika gitu Ngakak
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#19
Eksterior kereta dipakai untuk media iklan jg udah pernah kok..
ini contohnya pada KA Prameks pada tahun 2008
[Image: PrameksSoundrenaline-r.jpg]

[Image: Prameks%20Soundrenaline1-r.jpg]

Sumber
Reply
#20
dari segi ESTETIKA, menurut saya tidak usah dijadikan media iklan, soalnya terkesan gak rapi karena gak seragam..namun kalo dari segi PENDAPATAN, ya terserah PT KA, coz yg tau masalah keuangan kan PT KA sendiri...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)