Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Semua KRD di Jawa Itu Feeder atau Batu Loncatan
#41
(09-04-2011, 05:55 AM)Dana Komuter Wrote: Naik ABA dg bodi K-8 gitu? Apa gak kepanasan yah di dalem? Atau justru bodi yg skarang justyru malah dingin nan seweujukk....?
Trus sekalian nanya, aku bbrp kali naik KA dari stasiun Gambir (seringan naik KRL sih... kalo weekend) jarang sekali para turis (mayoritas bule) naik selain Argo Dwipangga atau pun Taksaka (lebih sering naik Taksaka). Tapi entah knapa koq banyak turis di stasiun Ambarawa yang menikmati perjalanan KA wisata dg lok uap atau pun lorinya yah?

Kalau memang minim naik KA Argo Muria atau pun Sindoro apalagi ABA, berarti mrk itu yg di Ambarawa apa justru pr turis 'berkantong' sangat tebel? Maksud aku saking tebelnya tuh 'kantong' jadinya lebih sreg naik pesawat gitu? Soalnya khan Argo Dwipangga atau pun Taksaka buka lintas pantura...

Mereka yang naik KA jalur utara rata - rata bukan untuk tujuan wisata, tapi untuk tujuan bisnis yang tidak mendesak... Rata - rata turis yang naik ABA biasanya dari Jepang, mungkin mereka kangen sama Shinkansen jadi naik ABA... Mengenai kenapa mereka lebih prefer ke Argo Dwipangga atau Taksaka mungkin karena mereka ingin dapat pemandangan yang lebih hijau...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#42
Iya sih yah... Makanya kamera tustel mereka sibuk jepret sana - sini meski obyeknya cuma pemandangan pegunungan nan hijau asri meski tanpa obyek manusianya. Yah... alias si bule itu sendiri bersama teman2nya... Mungkin yg hobi fotografi, kamera mereka (baca = turis2 bule) isinya mayoritas pemandangan pegunungan ketimbang aksi mereka sendiri selama di dalam kereta waktu masih berlaju.

Reply
#43
maklum aja, mereka kan gak narsis kaya kita...
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
#44
(10-04-2011, 04:49 AM)Gregoriusparahyangan Wrote: maklum aja, mereka kan gak narsis kaya kita...

Lho, siapa bilang mereka ga narsis? Justru dari mereka kita pun ikut-ikutan narsis...

Tapi, kalo selama perjalanan, emang narsisnya mereka itu kayak lagi tidur, kamera dipake buat motret panorama alam (tempat dimana, biasanya, mereka bernarsis ria disamping di depan monumen bersejarah)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#45
(10-04-2011, 04:49 AM)Gregoriusparahyangan Wrote: maklum aja, mereka kan gak narsis kaya kita...

Narsisnya mereka itu lebih baik daripada narsisnya kita yang over... Mereka kalau ambil foto narsis hanya dengan background monumen atau sesuatu yang penting... Gak kayak kita yang foto narsis di toilet stasiun...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#46
(03-04-2011, 09:12 PM)paul_foxdemon Wrote: Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.

Tambah lagi:
-Fajar Utama YK (pengalaman liat turis turun dr FU di YK hampir 15an orang, mereka rata2 backpacker yg pengen berwisata ke YK/SLO).
-Mutiara Selatan (pernah 1 kereta ma bule hampir 10an orang, sebagian turun d YK, sebagian trus k SB lanjut ke Bali).

Sekian tambahan dari saya, moga2 bermanfaat.Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#47
masa sy pernah njumpai bule naek Penataran ke ML ....
hahahhaa, kasian dah ....
Visit my Facebook:

M Galih Ilham Gifari

and Follow my Twitter


@lihilh
Reply
#48
(10-04-2011, 08:46 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(03-04-2011, 09:12 PM)paul_foxdemon Wrote: Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.

Tambah lagi:
-Fajar Utama YK (pengalaman liat turis turun dr FU di YK hampir 15an orang, mereka rata2 backpacker yg pengen berwisata ke YK/SLO).
-Mutiara Selatan (pernah 1 kereta ma bule hampir 10an orang, sebagian turun d YK, sebagian trus k SB lanjut ke Bali).

Sekian tambahan dari saya, moga2 bermanfaat.Bye Bye

jadi inget dulu waktu Bisnis masih kuning-putih..

Waktu pulang dari YK naik Fajar Utama, di kursi sebelah ada turis asing..entah dari negara mana, yg jelas (maap) Bule

Saya inget,soalnya waktu itu sy masih 6-7 tahun. Mereka ngetawain saya gr2 polah saya yg nggak bisa diam,apalagi pas masuk Terowongan Ijo lampu ny nggak nyala (sebelum nya kedap-kedip)..sy nyerocos ala bocah pas gelap.

pas keluar terowongan..tau2 mereka pada ngeliatin sy sambil ketawa2...Ngeledek
693-5073-893-673
Reply
#49
(10-04-2011, 09:06 AM)Galih Ilham G Wrote: masa sy pernah njumpai bule naek Penataran ke ML ....
hahahhaa, kasian dah ....

Kalo itu terpaksa gara - gara gak ada KA SB - ML lain selain KA Penataran...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#50
Kalau saya malah sering lihat mereka transit pake Malabar. yg 7062 paling sering saya temui naik dari BD, turun di BJR, YK ato SLO. Trus "ganti shift" sama temen2nya sesama bule yang naik dari YK ato SLO, turun di ML. Betewe kebanyakan mereka naik yang ekonomi (+) lho ... cuma ada sepasang bule cowok yang saya tahu sering bareng naik ekse dari YK ke ML.

rute sebaliknya (7061) juga gitu, tp kebanyakan cuma ML sampe YK ... jarang yg sampe BD
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)