Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Semua KRD di Jawa Itu Feeder atau Batu Loncatan
#31
Kalo boleh tahu mereka itu turis bule, Jepang atau dari negara mana mas? Dg berbicara berbahasa apa yah maksudnya antar sesama mereka sendiri? Buat sekedar keingin tahuan aku aja sih... belakangan turis dari negara mana aja yg sering naek KA di Indonesia.

Reply
#32
(31-03-2011, 11:01 PM)nistra_cakep_deh Wrote: turis betah naek kereta dimarih coz pada boleh bordesan.. kagak kek di negara mereka, naik kereta musti duduk manis di tempat duduk masing2

Sebenernya sih, sepengalaman saya di Rumania, boleh aja bordesan, cuma kereta khususnya EXA di sana pintu luar otomatis, hanya bisa dibuka saat KA berhenti di stasiun, ga kayak disini, di luar ABA/ASIN K9 pintu masih manual, bisa dibuka pas jalan, jadi penumpang khususnya fotografer bebas motret dari sisi samping KA

(03-04-2011, 07:55 AM)Dana Komuter Wrote: Kalo boleh tahu mereka itu turis bule, Jepang atau dari negara mana mas? Dg berbicara berbahasa apa yah maksudnya antar sesama mereka sendiri?

Pengamatan di KA-KA dari/ke BD, biasanya yg mendominasi itu turis-turis Eropa, khususnya Belanda dan Jerman (hasil nguping sedikit obrolan diantara mereka pas mo naik kereta, belum tentu bener)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#33
Oya blom aku cerita yah? Pernah naik KA Eksekutif rombongan bule kayaknya asli Inggris krn logat Inggris-nya kental banget gitu, pada mesen "nasi gowrreng"begitu mrk nyebutnya ke prama. Cuma 1 di antara mrk di simpennya di dalem bagasi yg di atas kita duduk itu. Begitu kereta yang kami naikin sampai tujuan akhir, sepiring nasi goreng yg masih dipress pake plastik gitu dikasihin ke seorang kuli koper atau petugas kebersihan aku gak gitu perhatiin. Yah pastilah dg senang hati si org yg nerimanya itu jadi senang. Tau tuh jd unik dan aneh aja menurut aku...

Di negaranya gak biasa makan nasi kali atau buat tuh org (cowok tinggi kurus berambut agak gimbal layaknya Slash) nasi goreng itu menebar aroma yg aneh.

Reply
#34
Satu bulan yang lalu di KA Penataran 975 ada rombongan bule yang terdiri dari 5 orang, mereka bilang, "This is fantastic, many class of people mixed here, we can't found any kind of this in our country, this is a worth object for our study"... Bahagianya ada turis yang menjadikan KA Indonesia sebagai bahan study...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#35
Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Reply
#36
(03-04-2011, 09:12 PM)paul_foxdemon Wrote: Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.

Tambahan : KA Argo Bromo Anggrek... Tapi biasanya turis yang pakai KA ini adalah turis yang datang untuk keperluan bisnis yang tidak mendesak...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#37
sekedar share maaf kalo oot :
waktu itu ada bule ngantri tiket di loket argoparahyangan pas pagi-pagi banget, ternyata dia mau pake argo muria nah karena belum fasih bahasa Indonesia dia gak bisa baca tulisan tiket argo Muria habis, orang tua saya langsung membantunya mencari tiket tapi tetap tidak bisa akhirnya dia di suruh pake argo bromo abis itu saya gak tau deh dia bisa dapet atau enggak
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
#38
Naik ABA dg bodi K-8 gitu? Apa gak kepanasan yah di dalem? Atau justru bodi yg skarang justyru malah dingin nan seweujukk....?
Trus sekalian nanya, aku bbrp kali naik KA dari stasiun Gambir (seringan naik KRL sih... kalo weekend) jarang sekali para turis (mayoritas bule) naik selain Argo Dwipangga atau pun Taksaka (lebih sering naik Taksaka). Tapi entah knapa koq banyak turis di stasiun Ambarawa yang menikmati perjalanan KA wisata dg lok uap atau pun lorinya yah?

Kalau memang minim naik KA Argo Muria atau pun Sindoro apalagi ABA, berarti mrk itu yg di Ambarawa apa justru pr turis 'berkantong' sangat tebel? Maksud aku saking tebelnya tuh 'kantong' jadinya lebih sreg naik pesawat gitu? Soalnya khan Argo Dwipangga atau pun Taksaka buka lintas pantura...

Reply
#39
(09-04-2011, 05:55 AM)Dana Komuter Wrote: Naik ABA dg bodi K-8 gitu? Apa gak kepanasan yah di dalem? Atau justru bodi yg skarang justyru malah dingin nan seweujukk....?
Trus sekalian nanya, aku bbrp kali naik KA dari stasiun Gambir (seringan naik KRL sih... kalo weekend) jarang sekali para turis (mayoritas bule) naik selain Argo Dwipangga atau pun Taksaka (lebih sering naik Taksaka). Tapi entah knapa koq banyak turis di stasiun Ambarawa yang menikmati perjalanan KA wisata dg lok uap atau pun lorinya yah?

Kalau memang minim naik KA Argo Muria atau pun Sindoro apalagi ABA, berarti mrk itu yg di Ambarawa apa justru pr turis 'berkantong' sangat tebel? Maksud aku saking tebelnya tuh 'kantong' jadinya lebih sreg naik pesawat gitu? Soalnya khan Argo Dwipangga atau pun Taksaka buka lintas pantura...

Ehm... Mikir Dulu Ada kemungkinan mereka tujuan awalnya Yogya atau Solo, baru dari situ mereka ke Ambarawa, makanya mereka milih naik Taksaka dan/atau Argo Dwipangga (siang GMR-SLO)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#40
(09-04-2011, 12:18 PM)dtRAiNeR Wrote:
(09-04-2011, 05:55 AM)Dana Komuter Wrote: Naik ABA dg bodi K-8 gitu? Apa gak kepanasan yah di dalem? Atau justru bodi yg skarang justyru malah dingin nan seweujukk....?
Trus sekalian nanya, aku bbrp kali naik KA dari stasiun Gambir (seringan naik KRL sih... kalo weekend) jarang sekali para turis (mayoritas bule) naik selain Argo Dwipangga atau pun Taksaka (lebih sering naik Taksaka). Tapi entah knapa koq banyak turis di stasiun Ambarawa yang menikmati perjalanan KA wisata dg lok uap atau pun lorinya yah?

Kalau memang minim naik KA Argo Muria atau pun Sindoro apalagi ABA, berarti mrk itu yg di Ambarawa apa justru pr turis 'berkantong' sangat tebel? Maksud aku saking tebelnya tuh 'kantong' jadinya lebih sreg naik pesawat gitu? Soalnya khan Argo Dwipangga atau pun Taksaka buka lintas pantura...

Ehm... Mikir Dulu Ada kemungkinan mereka tujuan awalnya Yogya atau Solo, baru dari situ mereka ke Ambarawa, makanya mereka milih naik Taksaka dan/atau Argo Dwipangga (siang GMR-SLO)...

jelas mereka yang naik ArDwip/Taksaka mungkin sudah kapok naik AMur..

karena pemandangan nya cuma jalur pantura sm pantai Plabuan.

Kalo naik 10/40?
Buanyak yang bisa dimuat di memori kamera nya....

IMHO
693-5073-893-673
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)