Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
tiket bisnis-eksekutif naik!
#41
Hadeh,, bener bener.
Jadi makin jarang ajh saya naik kereta jarak jauh kalo begini caranya.

Bawaanya pengen pindah keluar negeri yg perkeretaapiannya udh maju. Jadi bisa tiap hri naik kereta mewah dngan hrga murah.
Reply
#42
Halah wis, kemarin digebar-geber tarif promo, sekarang malah gini..........Bethe keprimen kiye..........?BingungBingung

[Image: tegal.png]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#43
waduh, bisa-bisa makin jarang saya naek kereta....

moda transportasi lain lebih bisa adil dalam pelayanan....
Reply
#44
waduh...harus semakin rajin hunting ni....untuk kenang-kenangan anak cucu,kalo di indonesia dulu pernah ada transportasi bernama kereta api...

Haduh,baca berita ini rasanya sesek banget...ternyata ada ya,penjual jasa yang hanya mikirin keuntungan dengan jalan naikin harga,tapi ga pernah meningkatkan pelayanan (malah menurunkannya). Menunggu kematiannya saja,kalo ga ada perubahan yang positif.
Reply
#45
Wajar ada kenaikkan tarif transportasi terutama Kereta Api. Kenaikkan ini juga didasarkan supaya lebih bagus untuk pelayanan, infrastruktur dan sejenisnya. Dengan adanya kenaikkan ini, juga berpengaruh dari masyarakatnya sendiri, yang makin MARAK nya naik kereta TANPA membeli tiket (alias ngambing). Makanya di berlakukan kayak gini dengan naikkin harga.

Terutama untuk fasilitas yang ada di dalam kereta. Seperti hal mudahnya yang kita temui, yaitu kaca pecah. Kalo masyarakatnya SADAR akan peraturan, gak akan kayak gini jadinya. Setiap ada kereta yang melintas, pasti di timpuki seperti gak punya dosa ajah! Kenaikkan ini juga berpengaruh untuk memperbaiki fasilitas-2 di dalam kereta. Penggantian kaca, perbaikan interior, dan lain sebagainya. Coba kalo semua masyarakat SADAR, paling gak, cukup hanya mencintai Kereta Api (dalam arti gak merusak kereta, termasuk fasilitas), gak akan kayak gini jadinya.
Reply
#46
(10-03-2011, 11:53 PM)Argolawu Wrote: Wajar ada kenaikkan tarif transportasi terutama Kereta Api. Kenaikkan ini juga didasarkan supaya lebih bagus untuk pelayanan, infrastruktur dan sejenisnya. Dengan adanya kenaikkan ini, juga berpengaruh dari masyarakatnya sendiri, yang makin MARAK nya naik kereta TANPA membeli tiket (alias ngambing). Makanya di berlakukan kayak gini dengan naikkin harga.

Terutama untuk fasilitas yang ada di dalam kereta. Seperti hal mudahnya yang kita temui, yaitu kaca pecah. Kalo masyarakatnya SADAR akan peraturan, gak akan kayak gini jadinya. Setiap ada kereta yang melintas, pasti di timpuki seperti gak punya dosa ajah! Kenaikkan ini juga berpengaruh untuk memperbaiki fasilitas-2 di dalam kereta. Penggantian kaca, perbaikan interior, dan lain sebagainya. Coba kalo semua masyarakat SADAR, paling gak, cukup hanya mencintai Kereta Api (dalam arti gak merusak kereta, termasuk fasilitas), gak akan kayak gini jadinya.


sebenerny ga usah deh muluk2 dulu untuk beli gerbong baru, benerin kaca....pt.ka mungkin sekarang lagi "miskin" jadi ga mampu membiayai semua itu. Tapi ada kan perubahan yang ga harus pake uang.
1. Ketepatan waktu.saya punya teman, yang gagal dapet kerja, hanya karena kereta yang dia tumpangi telat masuk jakarta, hanya kereta sering berenti untuk nurunin pedagang. Yang seharusnya masuk senen (yang di tiket di tulis 3.20) kenyataannya baru masuk jam 8. Setelah terjebak macet, akhirnya teman saya itu terlambat interview dan hilang sudah kesempatan dia.
2. Kenyamanan perjalanan, pengalaman pribadi,saya ga pernah bisa tidur di kereta api bisnis, sepanjang jogja-jakarta. Kenapa?pedagang, pengamen, pengemis, preman dibiarkan bebas masuk ke dalam kereta sepanjang perjalanan. Sudah suara mereka mengganggu ketenangan, saya juga was-was dengan keselamatan barang bawaan saya.

apa untuk merubah 2 hal itu harus pake duit? saya rasa enggak, yang perlu diperbaiki bukan harga tiketnya, tapi mental SDM perkereta-apian itu sendiri yang harus diperbaiki. Mereka jualan jasa, prinsip jual jasa itu melayani konsumen sebaik2nya.

masalah per-kambingan itu...memang salah masyarakat yang ogah bayar, tapi salah SDM kereta api juga dong yang hobi mlihara kambing. Berani tegas ga tu sama para kambing?

Ya tetap ga setuju aja kalo pt.ka masih nekat naikin harga, tapi dengan kualitas pelayanan diatas masih di bawah rata-rata. Naik boleh, tapi benerin dulu pelayanannya.

Oya, ngomong para pejabat pt.ka pernah merasakan naik kereta api ga sih, untuk semua kelas, jangan2 mereka ga pernah, jadi mereka ga tau kondisi sebenernya di lapangan seperti apa. mungkin mereka dibutakan oleh para nak buahnya, jadi merasa perusahaan yang dipimpinya udah memberikan yang terbaik untuk konsumen
Reply
#47
JAdi inget beberapa tahun lalu
Bulan Pertama: Gembar gembor, "TUslah DIHAPUS TIKET TURUN!!!" Tiket Pun turun
Bulan Ketiga: Masih diem tapi tiap weekend tiket mulai dinaikan pelan2. 10rb dulu
Bulan ke empat-Enam: Masih diem mulai naik 10rb tiap weekdays dan weekend 20rb
tujuh keatas: masih diam mulai dinaikan dengan harga ga rasional, lalu pelayanan di turunkan
Setaun kemudian teriak: "Kita uda dua tahun ga naikan tiket kereta" ES WE TE =3=

Selama Anda Telah Tertipu Ngakak

Kalau caranya gini, bener2 tertawa tuh PO BUS Wek
NU3 115rb EXA class dpt makan
Sindoro 250rb EXa Class tanpa makan
kakakakakakka tentu kalau orang awam tentu tau milih yang mana

Kalau soal sampai mana yang lebih dulu sama aja kok bis ama kereta Wek
kepaut 1 jaman doank malah.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#48
yg naik KA paling nantinya hanya orang2 fanatik angkutan KA & yg rumahnya dekat dgn stasiun...
kl saya ke surabaya tetap pk KA krn dekat dgn SGU atau SBI yg masih dalam kota surabaya, bayangkan kl harus ke terminal Purbaya yg lokasinya wonokromo masih kesono lagi...ampun jauhnya.....

Reply
#49
Maaf, rupanya kawan-kawan masih belum tanggap terhadap postingan saya yang dalam bentuk video. Videonya memang terkesan banyolan, tapi sebenarnya itulah yang menyebabkan kenapa tarif KA naik:

PErang saudara di Libya rupanya sudah membuat harga minyak dunia naik drastis, bahkan menembus level tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Otomatis para pengguna BBM non-subside harus menaikkan harga, karena biaya bahan bakar meningkat drastis. Termasuk PT KA yang mengunakan solar industri.
Diperparah lagi dengan kebijakan gerbong aling-aling yang mengurangi pendapatan PT KA, dan menambah beban kerja loko secara sia-sia.

Makanya kawan-kawan sebaiknya jangan cuman mengeluh, mengomel, atau malah mempromosikan bis.

Mbok, masalah ini dilihat secara makro dulu.
Reply
#50
(11-03-2011, 02:43 PM)bagus70 Wrote: Maaf, rupanya kawan-kawan masih belum tanggap terhadap postingan saya yang dalam bentuk video. Videonya memang terkesan banyolan, tapi sebenarnya itulah yang menyebabkan kenapa tarif KA naik:

PErang saudara di Libya rupanya sudah membuat harga minyak dunia naik drastis, bahkan menembus level tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Otomatis para pengguna BBM non-subside harus menaikkan harga, karena biaya bahan bakar meningkat drastis. Termasuk PT KA yang mengunakan solar industri.
Diperparah lagi dengan kebijakan gerbong aling-aling yang mengurangi pendapatan PT KA, dan menambah beban kerja loko secara sia-sia.

Makanya kawan-kawan sebaiknya jangan cuman mengeluh, mengomel, atau malah mempromosikan bis.

Mbok, masalah ini dilihat secara makro dulu.
Saya ambil kesimpulan.....Mikir Dulu berati dampak dari kenaikan minyak dunia berpengaruh dengan tarif KA gitu maksudnya mungkin...........BingungLok Merah Biru
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)