Posts: 81
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
0
19-02-2011, 08:22 PM
(This post was last modified: 19-02-2011, 08:23 PM by beruanglucu.)
Saya punya usul, yah sukur2 ada yang mau komen
Seandainya saja warna kereta tidak dibatasi dengan kelasnya saja tapi mempunyai ciri khas tersendiri misalnya untuk warna kereta Argo Bromo Anggrek, Argo Jati, Argo Parahyangan itu berbeda semua baik dari warna maupun coraknya sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri.dan ada warna strip dibawahnya dengan warna yang sama hanya untuk menandakan berasal dari DAOP mana kereta itu berasal.
Mungkin akan memakan biaya yg amat sangat mahal, tapi kan bisa bertahap, mulai dari kelas Argo dulu.
Kenapa saya punya usul ini? karena tidak semua orang yang suka mungkin se "hebat" RF-RF yg ada disini, hanya dengan melihat sebentar dan hapal jadwal kereta sudah tau kereta apa yg lewat.
Tapi bagaimana pe"nikmat" kereta yg setiap hari hanya tau ada kereta lewat tapi gak "ngeh" itu kereta apa (kayak saya  )
demikian sih sedikit usulnya , jangan dimarahin yah kalo kesannya asal bicara
Hmm.. anak-anak ku pun sudah mulai menyukai kereta nampaknya
Posts: 451
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
1
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
Sebenernya ini ide bagus, tapi bakal susah untuk mencatat statistik, pencatatan komponen, pengkodean dsbg. Kasian yang kerja di kantor hehehe
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
Selain itu, kalo dikasih warna yang berbeda berarti kalo dipinjamkan nanti jadi belang-belang donk rangkaiannya...
Paling kalo mau ya kita kembali ke zaman Argo dulu, walau stripping sama putih abu tapi ada tulisan nama KA-nya. Saya rasa sih dengan adanya tulisan itu sudah cukup mempermudah pengenalan kereta apa itu.
Sekarang juga sih sudah diterapkan pada beberapa kereta (misal Argo Anggrek yang K1 boogie K9, Argo Jati New Image, dan beberapa K1 Argo Parahyangan dan K1 Malabar - strip Eksis), tinggal diterapkan juga pada beberapa kereta lain...
Bagaimana?
Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
usul yg bagus,memang harus seperti itu agar nampak variasinya...
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 248
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
1
(20-02-2011, 07:39 AM)dtRAiNeR Wrote: Selain itu, kalo dikasih warna yang berbeda berarti kalo dipinjamkan nanti jadi belang-belang donk rangkaiannya...
Paling kalo mau ya kita kembali ke zaman Argo dulu, walau stripping sama putih abu tapi ada tulisan nama KA-nya. Saya rasa sih dengan adanya tulisan itu sudah cukup mempermudah pengenalan kereta apa itu.
Sekarang juga sih sudah diterapkan pada beberapa kereta (misal Argo Anggrek yang K1 boogie K9, Argo Jati New Image, dan beberapa K1 Argo Parahyangan dan K1 Malabar - strip Eksis), tinggal diterapkan juga pada beberapa kereta lain...
Bagaimana?
nah, bisa jadi kan biar yg dibold itu dihilangkan...
budaya pinjam-meminjam rangkaian... 
harusnya tiap rangkaian punya cadangan misal 2-3 gerbong untuk jaga2.
kecuali kalo pas ada PLH (moga2 ga ada) yang bener2 merusak semua rangkaian kereta tersebut, barulah meminjam rangkaian kereta lain...
keliatan banget kan kurang modalnya ptkai, pinjam-meminjam terus...
Posts: 81
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
0
(22-02-2011, 08:51 AM)sochdi Wrote: (20-02-2011, 07:39 AM)dtRAiNeR Wrote: Selain itu, kalo dikasih warna yang berbeda berarti kalo dipinjamkan nanti jadi belang-belang donk rangkaiannya...
Paling kalo mau ya kita kembali ke zaman Argo dulu, walau stripping sama putih abu tapi ada tulisan nama KA-nya. Saya rasa sih dengan adanya tulisan itu sudah cukup mempermudah pengenalan kereta apa itu.
Sekarang juga sih sudah diterapkan pada beberapa kereta (misal Argo Anggrek yang K1 boogie K9, Argo Jati New Image, dan beberapa K1 Argo Parahyangan dan K1 Malabar - strip Eksis), tinggal diterapkan juga pada beberapa kereta lain...
Bagaimana?
nah, bisa jadi kan biar yg dibold itu dihilangkan...
budaya pinjam-meminjam rangkaian...
harusnya tiap rangkaian punya cadangan misal 2-3 gerbong untuk jaga2.
kecuali kalo pas ada PLH (moga2 ga ada) yang bener2 merusak semua rangkaian kereta tersebut, barulah meminjam rangkaian kereta lain...
keliatan banget kan kurang modalnya ptkai, pinjam-meminjam terus...
setuju, budaya seperti itu sebenernya bisa saja dihilangkan jika mempunyai program perawatan yg rutin, dan cadangan yang mumpuni... lagian usul ini juga biar satu ma daerah yg lain biar saling kenal kebudayaan nya...
Hmm.. anak-anak ku pun sudah mulai menyukai kereta nampaknya
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(25-02-2011, 04:46 PM)beruanglucu Wrote: (22-02-2011, 08:51 AM)sochdi Wrote: (20-02-2011, 07:39 AM)dtRAiNeR Wrote: Selain itu, kalo dikasih warna yang berbeda berarti kalo dipinjamkan nanti jadi belang-belang donk rangkaiannya...
Paling kalo mau ya kita kembali ke zaman Argo dulu, walau stripping sama putih abu tapi ada tulisan nama KA-nya. Saya rasa sih dengan adanya tulisan itu sudah cukup mempermudah pengenalan kereta apa itu.
Sekarang juga sih sudah diterapkan pada beberapa kereta (misal Argo Anggrek yang K1 boogie K9, Argo Jati New Image, dan beberapa K1 Argo Parahyangan dan K1 Malabar - strip Eksis), tinggal diterapkan juga pada beberapa kereta lain...
Bagaimana?
nah, bisa jadi kan biar yg dibold itu dihilangkan...
budaya pinjam-meminjam rangkaian...
harusnya tiap rangkaian punya cadangan misal 2-3 gerbong untuk jaga2.
kecuali kalo pas ada PLH (moga2 ga ada) yang bener2 merusak semua rangkaian kereta tersebut, barulah meminjam rangkaian kereta lain...
keliatan banget kan kurang modalnya ptkai, pinjam-meminjam terus...
setuju, budaya seperti itu sebenernya bisa saja dihilangkan jika mempunyai program perawatan yg rutin, dan cadangan yang mumpuni... lagian usul ini juga biar satu ma daerah yg lain biar saling kenal kebudayaan nya...
Iya sih, sebenernya saya juga setuju dengan usul warna kereta yang berbeda.
Tapi sekarang, tahulah... Bukannya pesimis, tapi saat ini jumlah rangkaian belum bisa ditambah. Merawat yang sudah ada saja kesulitan, apalagi mo nambah rangkaian baru. Ditambah adanya kebijakan aling-aling yang membutuhkan armada K1/K2/K3 tambahan, ga aneh lagi kalo sering kita temui "Argo Parahyangan Timur" (Argo Wilis dengan K1 GoPar) dkk.
Jadi, sementara sih belum bisa, mungkin di kesempatan yang akan datang bakal terwujud keinginan kita bersama ini...
Posts: 287
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
2
Jadi malah bingung nanti kalau belang-belang ,gk tau rangkaian apa lagi . . . (tapi sudah ada papan nama KA)
kalau warna warni bebas pasti seperti ,shinkansen ,rangkaian KRL/KRLI/KRD/railbus pasti masih bisa bebas pilih warna

setuju sama mas d'tRAiNeR aja dah ,belum saatnya
mau sehat ? minumlah jamu !
Posts: 81
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
0
(25-02-2011, 06:00 PM)Kyoshu Wrote: Jadi malah bingung nanti kalau belang-belang ,gk tau rangkaian apa lagi . . . (tapi sudah ada papan nama KA)
kalau warna warni bebas pasti seperti ,shinkansen ,rangkaian KRL/KRLI/KRD/railbus pasti masih bisa bebas pilih warna

setuju sama mas d'tRAiNeR aja dah ,belum saatnya
Jika kita lagi ke bandara ingin pergi/ mengantar orang naik pesawat terbang, dari pintu gerbang yg ada tulisan "Soekarno Hatta" sampe terminal yg kita tuju terkadang mata kita disuguhkan oleh pemandangan2 macam2 pesawat dengan berbagai macam jenisnya. nah dengan hanya melihat dari warna strip nya saja kita secara langsung bisa membedakan pesawat2 dari maskapai penerbangan apa saja itu. bahkan untuk orang awam sekalipun
Nah dari sini lah sebenernya usul saya ingin kereta api tercinta kita berbeda warnanya untuk masing2 kereta.
Hmm.. anak-anak ku pun sudah mulai menyukai kereta nampaknya
|