Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Celah untuk kereta api, di tengah maraknya persaingan dunia transportasi.
#31
Cuman kalau mau full elektrifikasi, apakah sistem kelistrikan di Indonesia mendukung? Bukankah di kita sering lampu mati? Dan bukankah kalau lampu mati KRL di Jakarta ikut KO?
Reply
#32
(21-04-2010, 11:37 AM)bagus70 Wrote:
(21-04-2010, 11:22 AM)ady_mcady Wrote: betul cak. kalo jakarta gudang kayaknya tak layak. apalagi kalo musim banjir. kalo saya lebih memilih kemayoran, tanah abang, atau cipinang.

btw, punya gambar emplasemen semacam itu cak bagus? entah di australia atau di mana saja buat perbandingan. trims.

Punya...termasuk di Bandung pastinya. Bye Bye

Ini yang di Eropa sana. Fasilitas pemunggahan mobil bisa dilihat di kanan.

[Image: e8amw2.jpg]

Kalau ini yang di Bandung. Top Banget

[Image: 15ewbpu.jpg]

untuk area jakarta emplasmen mobilnya bisa di stasiun cipinang karena masih banyak lahan, dan dekat dengan jalan raya, aksesnya gampang

kereta pengangkut mobil dipadukan dengan kereta tidur lebih sip!!!Top Banget
emplasmen mobil bisa dibuat dan diperbesar lagi seperi di bandung, cirebon, purwokerto, semarang, surabaya, malang, banyuwangi.
untuk jalur utara bisa pakai double decker dan untuk jalur selatan yang ada terowongan pakai gerbong mobil biasa aja....
[Image: _DSC0376a.jpg]
Reply
#33
(03-05-2010, 07:34 PM)bagus70 Wrote: Cuman kalau mau full elektrifikasi, apakah sistem kelistrikan di Indonesia mendukung? Bukankah di kita sering lampu mati? Dan bukankah kalau lampu mati KRL di Jakarta ikut KO?

Kalau masalah kayak gitu saran saya buat DEPHUB dan PT KA apa gak sebaiknya membangun pembangkit listrik independen yang khusus mensuplai daya listrik ke KRL dan monorel (kalau sudah ada). Jadi kalau listrik Jawa-Bali terganggu, KRL tetap bisa jalan apalagi kalau sudah ada monorel, wah bisa gawat kalau mati listrik di tengah jalan. Terus kalau jam operasional krl habis, listrik dari pembangkit bisa di jual ke PT PLN

Kelihatanya sih terlalu mahal anggaranya tapi jangka panjangnya lebih menguntungkan dari segi ekonomi ataupun ekologi.
Bye Bye
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#34
angkutan barang bisa di optimalkan, sekarang kan ada aturan kereta aling2, nah itu K3-K2 jarak jauh daripada pk K3-K2 dinas kosong,lebaih baik di ganti kereta Bagasi buat angkutan barang...

Reply
#35


01 Maret 2011 | 23:10 wib
Berita Aktual » Daerah
Kereta Api Lebih Murah dari Jalan Tol

Semarang, CyberNews. Pengembangan sarana transportasi massal seperti kereta api jauh lebih efisien, ekonomis, dan menguntungkan bila dibandingkan dengan pengembangan sarana transportasi lain seperti jalan tol. Pasalnya pembangunan jalur kereta api tak membutuhkan lahan terlalu lebar hingga ratusan meter, yang akhirnya berimbas pada banyaknya biaya yang harus dikeluarkan.

Demikian disampaikan Ikaputra, Ketua Komisi Perencanaan sekaligus pakar perencanaan tata kota dari Jurusan Arsitektur Universitas Gadjah Mada, dalam Workshop Pengembangan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai Destinasi Pariwisata Sejarah Perkeretaapian Indonesia di Gedung Lawang Sewu, Selasa (1/3).

Menurut Ikaputra, untuk membangun 'double track' atau jalur ganda kereta api, maksimal lebar lahan yang dibutuhkan adalah 22 meter. Sementara untuk membangun jalan tol seperti tol Semarang-Solo, butuh lebar jalan minimal 100 meter. Belum lagi dari segi biaya. Biaya pembangunan jalan tol per kilometernya bisa mencapai Rp 35 miliar. Itu belum termasuk biaya ganti rugi pembebasan lahan. Sementara biaya membangun jalan kereta api hanya sekitar Rp 10 miliar per kilometer.

"Untuk jalan kereta api hanya butuh lahan seperlima dari lebar jalan tol. Itu saja sudah bisa mengangkut ribuan penumpang dari berbagai strata sosial dan barang berton-ton. Kalau jalan tol, paling-paling hanya yang punya kendaraan pribadi yang bisa lewat. Belum akses masuk-keluar yang terbatas. Padahal dengan KA akses transportasi lebih mudah jika stasiun-stasiun kecil dimanfaatkan," ujarnya.

( Fani Ayudea / CN14 / JBSM )
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#36
Khusus komuter, masukan aku :
* LAWAN MOBIL PRIBADI
Mobil peribadi bisa cepet sampai tujuan ketimbang angkutan umum mesti naik turun sana sini ongkos.
LHA... Koq? Bensin mobil Rp 100ribu per hari. Kalo angk umum terlebih KA paling cuma Rp 10ribu per hari.
* LAWAN MOTOR 'SETAN JALANAN'
Pake motor khan lebih singkat lagi... Bisa nyelak.
Tapi resikonya kalo gregetan nerobos garis stop di lampu merah, rambu larangan tertentu terabas aja / langgar, bisa nekad lewat trotoar meski ganggu pejalan kaki.
* LAWAN BUS2 KECIL (METRO MINI DAN SEBANGSANYA)
Naek ini lebih hemat ketimbang buswae.
Tapi resikonya, kalo ngetem lama, polusi bnanget, sopirnya gila kalo nyetir, sodok sana sini.
* LAWAN POLISI
Bisa koq banyak modal di kantong celana kita buat aparat...
Tapi di KA justru kita bisa salam tempel? Gak lagi deh ada secara karcis toh Rp 1.000 - Rp 2.000 per penumpang utk si KA Ekonomi komuter.

Skr yang perlu dilawan lagi ialah JALAN TOL.
Gimana? Perbanyak petak rel KA di kawasan (khususnya Jabodetabek) yang blom tersentuh petak rel KA. Kasian yg sengsara di ruas jalan yang sempit penuh aspal bergelombang, pasar liar, mobil parkir dan lain sebagainya.

Reply
#37
(24-04-2010, 08:42 PM)sultan rakyat Wrote: Wah klo itung2an bbm menurut sy tetep tarif ka ga msuk akal.knp sy brani ngomong bgtu?? Gni critanya,wktu hrga minyak lg gila2nya $130/barel sy dmintai tolong jualin hsd shell harga cuma rp.4950/lt itu ud tmsuk fee sy nyalo loh.logika sy yg orang bodo,klo hrga mnyak skrang kisaran $80/barel brarti hsd dbwah 4rb/lt.ga tau deh brp hrga hsd yg dpake kreta. Slain itu kreta kn irit rta2 cuma 2,5lt/km & yg diangkut bnyak.klo bis kn 2,5km/lt tp pnumpangny dkit.jd sy ingin k1 k2 tarifny drasionalisasi,paling ga 25% dr tarif skrang +klo wekend naekny 10rb aj.hehe
Nambahin KA punya jalan sendiri gak kayak xxx dan angkutan lain dah disubsidi ngerusak jalan lagi ...Bethe dan wacana inipun (KA bhn bkarnya akan disubsidi) dah dibahas kok ama ybs dan akan dituangkan dlm perpres. ada kok threds nya disini ...

Kalo masalah listrik, dulu JK pernah ada wacana mau bangun pake panas bumi tp gak tau realisasinya, dan yg jadi pemikiran saya, kok gak coba pake panas matahari ya... dengan mengundang ahli2nya kan pasti ketemu ya gak? orang solar cell aja ada kok dijual dipasaran yg dapat menggganti lisrik rumah berkekuatan 1500 - 3000 watt, kita gak akan kena mati lampu.. masa pemerintah gak kepikiran kesana ya.... Gak ada ide apa modal nih..?

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#38
(23-04-2010, 02:07 PM)joe cole Wrote: Salam Semua Senior RF

Liat Tread ini jadi gatel pengen ikut urug rembug soal Perkembangan/Kemunduran KA di negeri kita tercinta ini.

Terus terang saya sejak awal tahun 1990an adalah pelanggan setia KA. Bangunkarta dari harga tiket masih Rp.7000 kali, dan KA.Sawunggalih ini dari tarip Rp. 8.000 tapi sejak tahun 2003 sampai saat ini saya benar2 berpaling dari Kedua KA tersebut, bukan karena tidak sayang dengan KA namun melihat postingan agan2 di atas seperti yang di Cilincing memilih naik Bus Sumber Alam tuk ke Kutoarjo, saya pun demikian persoalan tarif KA jujur aja saat ini udag tidak kompetitif entah bagaimana perhitungan biaya oprasional sebuah KA sampai saat ini saya buta sama sekali.

kalo boleh saya bandingkan dengan kompetitor darat lain disesuaikan dengan kampung saya di Nganjuk dan Kebumen.. Untuk naik KA. Eksekutif harus mengeluarkan budged Rp.220-250rb bahkan jika long Weekend meroket hingga Rp.280-320rb dengan fasilitas standar AC, Toilet, Blanket n pillow tanpa fasilitas tambahan seperti welocome drink, snack dan makan malam, jika saya naik Bus Malam Eksekutif Po. Harapan Jaya/Po. Rosalia Indah selain fasilitas standar itu saya bisa mendapatkan fasilitas tambahan berupa welcome drink, snack, makan malam prasmanan (bebas memilih lauk/sayur yang tersedia) saya cukup mengeluarkan budged Rp.175-190rb pun ini juga berlaku pada saat peak season kecuali Lebaran melonjak hingga Rp. 360-400rb. itu pun saya bisa menguranggi budged lagi jika menggunakan kelas VIP atau Bisnis AC, dengan fasilitas standar exe juga dengan pengurangan jarak seat saja FYI: seat kelas EXE 28 buah, VIP 36, Bisnis AC 44 buah masih dapat fasilitas tambahan berupa snack dan welcome drink. Jelas disini di lihat tarif KA sangat kalah jauh, untuk kenyamanan memang dari beberpa senior Semboyan 35 menilai Bus AKAP itu tidak nyaman, hal itu sudah diantisipasi dengan banyaknya Bus AKAP yang sudah menggunakan teknologi Air Suspention tuk peredam getaran juga sudah mulai banyaknya bus AKAP yang menggunakan armada terbaru HINO RK260, Mercedes-Benz OH-1525 dan OH-1526 yang baru aja di laucing bulan Februari lalu, SCANIA K124ib dan K380i lalu Volvo B7R yang semuanya relatif baru keluaran tahun 2007-2009

untuk ke Kebumen ini malah lebih-lebih deh... Naik KA. Sawunggalih Utama (non AC) harus keluar budged Rp. 80rb dengan rasa wes-was (barang bawaan hilang) untuk tidur selama perjalanan yah tau sendiri lah KA ini kan orang bebas keluar masuk, pedagang,pengamen, penumpang gelap. untuk yang satu ini Bus AKAP lebih unggul, dengan budged yang sama sudah bisa menikmati layanan VIP dengan AC, tidur lebih nyeyak merasa aman dengan barang bawaan di bagasi, tidak diganggu pengamen, bisa request dengan crew minta stel DVD Film/Lagu Favorit, saya selalu bawa CD/MP3 n Film DVD kalo naik bis.


Sekali lagi bukan untuk mengatakan bahwa bus AKAP lebih unggul, tapi memang seperti itu kenyataan, secara tarif, fasilitas dan fleksibelitas pengunaan membuat KA tertinggal mungkin, belum lagi jika ada Konsorsium Swasta yang masuk sebagai operator KA, bersaing dalam pelayanan dan kenyamanan dengan Bus AKAP saja sudah terasa berat "menurut saya"

ini hanya pendapat saya pribadi demi kemajuan KA di negeri kita

iya om naik kereta ke yogya 280rb, naik lion air antara 273-320 gimana kereta AKAP mau kompetitif sama pesawat ya ? kalau bis jelas lebih murah pakai bbm subsidi, kalau pesawat emang ada bbm subsidinya Hehe, ngak usah keluar duit buat jajan di pesawat karena cepet, makanan, welcome drink, selimut keyenya ngak perlu di pesawat deh, kalau utk penerbangan di bawah 2 jam.
PLUS PLUS bisa beli ticket pesawat melalui internet keyenya sepele tapi menyenangkan...
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)