03-05-2010, 07:34 PM
Cuman kalau mau full elektrifikasi, apakah sistem kelistrikan di Indonesia mendukung? Bukankah di kita sering lampu mati? Dan bukankah kalau lampu mati KRL di Jakarta ikut KO?
|
Celah untuk kereta api, di tengah maraknya persaingan dunia transportasi.
|
|
03-05-2010, 07:34 PM
Cuman kalau mau full elektrifikasi, apakah sistem kelistrikan di Indonesia mendukung? Bukankah di kita sering lampu mati? Dan bukankah kalau lampu mati KRL di Jakarta ikut KO?
07-02-2011, 10:34 PM
(21-04-2010, 11:37 AM)bagus70 Wrote:(21-04-2010, 11:22 AM)ady_mcady Wrote: betul cak. kalo jakarta gudang kayaknya tak layak. apalagi kalo musim banjir. kalo saya lebih memilih kemayoran, tanah abang, atau cipinang. untuk area jakarta emplasmen mobilnya bisa di stasiun cipinang karena masih banyak lahan, dan dekat dengan jalan raya, aksesnya gampang kereta pengangkut mobil dipadukan dengan kereta tidur lebih sip!!! ![]() emplasmen mobil bisa dibuat dan diperbesar lagi seperi di bandung, cirebon, purwokerto, semarang, surabaya, malang, banyuwangi. untuk jalur utara bisa pakai double decker dan untuk jalur selatan yang ada terowongan pakai gerbong mobil biasa aja....
12-02-2011, 04:47 PM
(03-05-2010, 07:34 PM)bagus70 Wrote: Cuman kalau mau full elektrifikasi, apakah sistem kelistrikan di Indonesia mendukung? Bukankah di kita sering lampu mati? Dan bukankah kalau lampu mati KRL di Jakarta ikut KO? Kalau masalah kayak gitu saran saya buat DEPHUB dan PT KA apa gak sebaiknya membangun pembangkit listrik independen yang khusus mensuplai daya listrik ke KRL dan monorel (kalau sudah ada). Jadi kalau listrik Jawa-Bali terganggu, KRL tetap bisa jalan apalagi kalau sudah ada monorel, wah bisa gawat kalau mati listrik di tengah jalan. Terus kalau jam operasional krl habis, listrik dari pembangkit bisa di jual ke PT PLN Kelihatanya sih terlalu mahal anggaranya tapi jangka panjangnya lebih menguntungkan dari segi ekonomi ataupun ekologi.
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
13-02-2011, 12:58 AM
angkutan barang bisa di optimalkan, sekarang kan ada aturan kereta aling2, nah itu K3-K2 jarak jauh daripada pk K3-K2 dinas kosong,lebaih baik di ganti kereta Bagasi buat angkutan barang...
07-03-2011, 11:52 AM
01 Maret 2011 | 23:10 wib Berita Aktual » Daerah Kereta Api Lebih Murah dari Jalan Tol Semarang, CyberNews. Pengembangan sarana transportasi massal seperti kereta api jauh lebih efisien, ekonomis, dan menguntungkan bila dibandingkan dengan pengembangan sarana transportasi lain seperti jalan tol. Pasalnya pembangunan jalur kereta api tak membutuhkan lahan terlalu lebar hingga ratusan meter, yang akhirnya berimbas pada banyaknya biaya yang harus dikeluarkan. Demikian disampaikan Ikaputra, Ketua Komisi Perencanaan sekaligus pakar perencanaan tata kota dari Jurusan Arsitektur Universitas Gadjah Mada, dalam Workshop Pengembangan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai Destinasi Pariwisata Sejarah Perkeretaapian Indonesia di Gedung Lawang Sewu, Selasa (1/3). Menurut Ikaputra, untuk membangun 'double track' atau jalur ganda kereta api, maksimal lebar lahan yang dibutuhkan adalah 22 meter. Sementara untuk membangun jalan tol seperti tol Semarang-Solo, butuh lebar jalan minimal 100 meter. Belum lagi dari segi biaya. Biaya pembangunan jalan tol per kilometernya bisa mencapai Rp 35 miliar. Itu belum termasuk biaya ganti rugi pembebasan lahan. Sementara biaya membangun jalan kereta api hanya sekitar Rp 10 miliar per kilometer. "Untuk jalan kereta api hanya butuh lahan seperlima dari lebar jalan tol. Itu saja sudah bisa mengangkut ribuan penumpang dari berbagai strata sosial dan barang berton-ton. Kalau jalan tol, paling-paling hanya yang punya kendaraan pribadi yang bisa lewat. Belum akses masuk-keluar yang terbatas. Padahal dengan KA akses transportasi lebih mudah jika stasiun-stasiun kecil dimanfaatkan," ujarnya. ( Fani Ayudea / CN14 / JBSM )
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu ![]() BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
07-03-2011, 12:42 PM
Khusus komuter, masukan aku :
* LAWAN MOBIL PRIBADI Mobil peribadi bisa cepet sampai tujuan ketimbang angkutan umum mesti naik turun sana sini ongkos. LHA... Koq? Bensin mobil Rp 100ribu per hari. Kalo angk umum terlebih KA paling cuma Rp 10ribu per hari. * LAWAN MOTOR 'SETAN JALANAN' Pake motor khan lebih singkat lagi... Bisa nyelak. Tapi resikonya kalo gregetan nerobos garis stop di lampu merah, rambu larangan tertentu terabas aja / langgar, bisa nekad lewat trotoar meski ganggu pejalan kaki. * LAWAN BUS2 KECIL (METRO MINI DAN SEBANGSANYA) Naek ini lebih hemat ketimbang buswae. Tapi resikonya, kalo ngetem lama, polusi bnanget, sopirnya gila kalo nyetir, sodok sana sini. * LAWAN POLISI Bisa koq banyak modal di kantong celana kita buat aparat... Tapi di KA justru kita bisa salam tempel? Gak lagi deh ada secara karcis toh Rp 1.000 - Rp 2.000 per penumpang utk si KA Ekonomi komuter. Skr yang perlu dilawan lagi ialah JALAN TOL. Gimana? Perbanyak petak rel KA di kawasan (khususnya Jabodetabek) yang blom tersentuh petak rel KA. Kasian yg sengsara di ruas jalan yang sempit penuh aspal bergelombang, pasar liar, mobil parkir dan lain sebagainya.
07-03-2011, 01:16 PM
(This post was last modified: 07-03-2011, 01:18 PM by nikmuracell.)
(24-04-2010, 08:42 PM)sultan rakyat Wrote: Wah klo itung2an bbm menurut sy tetep tarif ka ga msuk akal.knp sy brani ngomong bgtu?? Gni critanya,wktu hrga minyak lg gila2nya $130/barel sy dmintai tolong jualin hsd shell harga cuma rp.4950/lt itu ud tmsuk fee sy nyalo loh.logika sy yg orang bodo,klo hrga mnyak skrang kisaran $80/barel brarti hsd dbwah 4rb/lt.ga tau deh brp hrga hsd yg dpake kreta. Slain itu kreta kn irit rta2 cuma 2,5lt/km & yg diangkut bnyak.klo bis kn 2,5km/lt tp pnumpangny dkit.jd sy ingin k1 k2 tarifny drasionalisasi,paling ga 25% dr tarif skrang +klo wekend naekny 10rb aj.heheNambahin KA punya jalan sendiri gak kayak xxx dan angkutan lain dah disubsidi ngerusak jalan lagi ... dan wacana inipun (KA bhn bkarnya akan disubsidi) dah dibahas kok ama ybs dan akan dituangkan dlm perpres. ada kok threds nya disini ...Kalo masalah listrik, dulu JK pernah ada wacana mau bangun pake panas bumi tp gak tau realisasinya, dan yg jadi pemikiran saya, kok gak coba pake panas matahari ya... dengan mengundang ahli2nya kan pasti ketemu ya gak? orang solar cell aja ada kok dijual dipasaran yg dapat menggganti lisrik rumah berkekuatan 1500 - 3000 watt, kita gak akan kena mati lampu.. masa pemerintah gak kepikiran kesana ya.... Gak ada ide apa modal nih..?
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO! nikimura.cellular (23-04-2010, 02:07 PM)joe cole Wrote: Salam Semua Senior RF iya om naik kereta ke yogya 280rb, naik lion air antara 273-320 gimana kereta AKAP mau kompetitif sama pesawat ya ? kalau bis jelas lebih murah pakai bbm subsidi, kalau pesawat emang ada bbm subsidinya Hehe, ngak usah keluar duit buat jajan di pesawat karena cepet, makanan, welcome drink, selimut keyenya ngak perlu di pesawat deh, kalau utk penerbangan di bawah 2 jam. PLUS PLUS bisa beli ticket pesawat melalui internet keyenya sepele tapi menyenangkan...
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu ![]() BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|