Posts: 1,287
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
4
(22-01-2011, 08:57 AM)bonbon Wrote: setuju aja, asal, semua KRL dari arah penyangga jakarta (bogor, bekasi, serpong, tanggerang) cukup sampai di manggarai, jatinegara, tanah abang, duri, pasti deh lingkar ciliwung rame plus line manggarai-kota tentunya
yup, idem...cuma sekarang yg jadi masalah, apakah PT KA pemikirannya seiring sejalan dengan kita...
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Posts: 191
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
3
22-01-2011, 02:49 PM
(This post was last modified: 22-01-2011, 02:53 PM by zulfahmi.)
(22-01-2011, 11:57 AM)BuGe780 Wrote: (22-01-2011, 08:57 AM)bonbon Wrote: setuju aja, asal, semua KRL dari arah penyangga jakarta (bogor, bekasi, serpong, tanggerang) cukup sampai di manggarai, jatinegara, tanah abang, duri, pasti deh lingkar ciliwung rame :D plus line manggarai-kota tentunya
yup, idem...cuma sekarang yg jadi masalah, apakah PT KA pemikirannya seiring sejalan dengan kita...:bingung: penggunaan RB yang lebih ringan pasti konsumsi listriknya lebih rendah. jumlah gerbong per rengkaian disa lebih sedikit sehingga jadwal perjalanan bisa diperbanyak. misalnya jika satu rute bisa dua rangkaian pasti tidak terlalu lama menunggunya. inilah sebenarnya impian para penumpang kereta, "tidak lama nunggunya". jadi fleksibel dengan jadwal para pengguna RB. penggunaan RB pasti menguntungkan dari segi ekonomi tapi itu dilihat dari sisi KJC.
tapi jika dilihat dari sisi penumpang ini bisa memberatkankarana harus menggunakan biaya tambahan jika harus menggunakan 2 rute. jalur pinggir kota lalu jalur lingkar ciliwung. jadi mahal deh ongkosnya.
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
22-01-2011, 03:16 PM
(This post was last modified: 22-01-2011, 03:21 PM by bonbon.)
kalau soal ongkos, mungkin bisa di buat terpisah, misal Rail Bus untuk Lingkar Ciliwung, Line MRI-JAKK, Lingkar TPK - AC - KMY/PSE - KPB - JAKK- KPB atas- AC- TPK (mudah2an  ) mengunakan tarif flat (kyk b*sway lah), sedangkan utk MRI-BOO, DU-TNG, BKS-JNG/MRI dan THB - SRP/PRP, menggunakan tarif jarak terdekat dan terjauh (syarat asal semua menggunakan tiket elektronik)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 191
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
3
(22-01-2011, 03:16 PM)bonbon Wrote: kalau soal ongkos, mungkin bisa di buat terpisah, misal Rail Bus untuk Lingkar Ciliwung, Line MRI-JAKK, Lingkar TPK - AC - KMY/PSE - KPB - JAKK- KPB atas- AC- TPK (mudah2an ) mengunakan tarif flat (kyk b*sway lah), sedangkan utk MRI-BOO, DU-TNG, BKS-JNG/MRI dan THB - SRP/PRP, menggunakan tarif jarak terdekat dan terjauh (syarat asal semua menggunakan tiket elektronik)  bentuk stasiun yang masih terbuka juga jadi masalah. terlalu banyak celah untuk lalu lalang. nah kapan penarapan tiket elekteronik dimulai?
|