Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Nampaknya jadi banyak sekali lokomotif yang tercantum cuma no. serinya aja, terlebih CC 203 kalau gak salah inget yg 05 dan lain sebagainya yang tanpa diponya. Kalau boleh tau, kenapa sampai demikian? Apa emang sudah mau ada perubahan jatah diponya atau semata karena mau diganti dengan yang trend sekarang disaertai tahun pembuatannya juga? Jadi namanya juga panjang. Semisal nih... (misalnya aja lho...->) CC 203 05 00. Berarti tahun pembuatannya tahun 2000.
Temen2 mungkin ada yg punya fotonya?
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
CC 203 41 juga ga ada tulisan "DIPO INDUK BD"-nya, apa karena belum di-PA ya?
Soalnya kalo liat CC 201 100 (sebagai contoh) tulisan nama dipo-nya sudah "new image", berbeda dengan CC 201 99 yang masih "old image"...
Maksudnya seperti ini:
CC 201 99 BD ("old image")
CC 201 100 BD ("new image")
CC 203 41 BD
Kan kalo si Cepe belum lama ini PA di Pengok, jadi font "DIPO INDUK BD"-nya lebih tebal daripada C1 99...
Nah mungkin itu lok yang nama diponya ga ada (di luar CC 204) karena belum PA...
Posts: 300
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
4
kalo yg saya perhatikan, CC20195 udah setahun lebih ini gak ada nama dipo induknya.
naik kereta api tut tut tut...
siapa hendak turut...
ke bandung... surabaya...
bolehlah turun di KROYA saja...
Posts: 1,832
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
50
27-01-2011, 06:28 PM
(This post was last modified: 27-01-2011, 06:28 PM by arif96.)
CC2041005 gak ada depo induknya
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
CC2041005 gak ada depo induknya
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
@ d'tRAiNeR > Yup... nampaknya emang ini yg aku lihat di stasiun Gambir waktu mau narik KA Gopar. Ditunggu lagi yah foto2nya kalau ada yg tanpa nama dipo induknya. Tapi miris yah liat bbrp lok yg udah hancur mengelupas gitu catnya kyk si seri 41.
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(27-01-2011, 06:28 PM)arif96 Wrote: CC2041005 gak ada depo induknya
Kalo CC 204 sih mulai dari 12 sampai 23 (kecuali C4 13 punya BD) emang belum dikasih nama diponya, beda dengan CC 201 dan CC 203...
(27-01-2011, 06:46 PM)Dana Komuter Wrote: @ d'tRAiNeR > Yup... nampaknya emang ini yg aku lihat di stasiun Gambir waktu mau narik KA Gopar. Ditunggu lagi yah foto2nya kalau ada yg tanpa nama dipo induknya. Tapi miris yah liat bbrp lok yg udah hancur mengelupas gitu catnya kyk si seri 41.
Padahal, dilihat dari sejarahnya, CC 203 41 adalah yang termuda dari keluarga CC 203... Nasib CC 201 95 juga ga beda jauh kayak CC 203 41, tapi kan setidaknya C1 95 sudah lebih senior ketimbang C3 41...
OK, nanti kalo ada foto baru lagi saya upload, di BD masih ada lok yang "tak bernama", seperti yang sudah dipaparkan: CC 201 95, CC 203 05, dan CC 203 41...
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(27-01-2011, 07:30 PM)dtRAiNeR Wrote: (27-01-2011, 06:46 PM)Dana Komuter Wrote: @ d'tRAiNeR > Yup... nampaknya emang ini yg aku lihat di stasiun Gambir waktu mau narik KA Gopar. Ditunggu lagi yah foto2nya kalau ada yg tanpa nama dipo induknya. Tapi miris yah liat bbrp lok yg udah hancur mengelupas gitu catnya kyk si seri 41.
[edited]
di BD masih ada lok yang "tak bernama", seperti yang sudah dipaparkan: CC 201 95, CC 203 05, dan CC 203 41...
Nambah lagi lok BD yang ga ada tulisan "DIPO INDUK BD" : CC 203 04...
Yang satu ini juga tampangnya sudah amat buruk, cat mulai mengelupas, bahkan mulai terlihat bercak karat di beberapa bagian. Tapi, biar begitu, lok inilah yang mendapatkan kehormatan membawa si "Rahayu Neng Bawono" (K1 GoPar Batik) saat peresmiannya di Stasiun Bandung, 15 Februari silam...
Berikut fotonya, maaf kalo udah pernah di-post di thread "Shorthood locomotif" (forum Fotografi)...
CC 203 04 BD bersama K1-02527 BD "New Image"...
02152011116 by CC 201 100 "Cepe" Fan, on Flickr
Posts: 229
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
4
(21-02-2011, 02:18 PM)dtRAiNeR Wrote: (27-01-2011, 07:30 PM)dtRAiNeR Wrote: (27-01-2011, 06:46 PM)Dana Komuter Wrote: @ d'tRAiNeR > Yup... nampaknya emang ini yg aku lihat di stasiun Gambir waktu mau narik KA Gopar. Ditunggu lagi yah foto2nya kalau ada yg tanpa nama dipo induknya. Tapi miris yah liat bbrp lok yg udah hancur mengelupas gitu catnya kyk si seri 41.
[edited]
di BD masih ada lok yang "tak bernama", seperti yang sudah dipaparkan: CC 201 95, CC 203 05, dan CC 203 41...
Nambah lagi lok BD yang ga ada tulisan "DIPO INDUK BD" : CC 203 04...
Yang satu ini juga tampangnya sudah amat buruk, cat mulai mengelupas, bahkan mulai terlihat bercak karat di beberapa bagian. Tapi, biar begitu, lok inilah yang mendapatkan kehormatan membawa si "Rahayu Neng Bawono" (K1 GoPar Batik) saat peresmiannya di Stasiun Bandung, 15 Februari silam...
Berikut fotonya, maaf kalo udah pernah di-post di thread "Shorthood locomotif" (forum Fotografi)...
[spoiler=CC 203 04 BD bersama K1-02527 BD "New Image"...]
![[Image: 5446894243_0574eb1410_z.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4109/5446894243_0574eb1410_z.jpg)
02152011116 by CC 201 100 "Cepe" Fan, on Flickr[/spoiler]
bahkan lambang ptkanya pun tak ada
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
(27-01-2011, 05:35 PM)anodarno Wrote: kalo yg saya perhatikan, CC20195 udah setahun lebih ini gak ada nama dipo induknya.
Sekedar info saja...
Kemaren (13/03) CC 201 95 sudah terlihat lebih gagah, dengan tulisan "DIPO INDUK BD" dan livery yg kinclong sehabis di-PA...
Jadi, C1 95 sudah "mengundurkan diri" dari kelompok lokomotif tanpa cantuman dipo...
Posts: 7
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
0
(27-01-2011, 05:35 PM)anodarno Wrote: kalo yg saya perhatikan, CC20195 udah setahun lebih ini gak ada nama dipo induknya. sekarang CC 201 95 udh PA trus tulisan dipo induk BD nya jd model sekarang
|