Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kenapa LOK UAP di Ambarawa ndak pake batubara aja sbg bahan bakarnya?
#1
Bukankah kalo LOK UAP di Ambarawa pake batubara biaya pengoperasiannya jauh lebih murah soalnya batubarakan masih banyak daripada kayu jati? Mohon tanggapannya?Bingung
Reply
#2
maaf mas bukannya kenapa-napa tapi loko2 yang di ABR sekarang itu (B25) memang bahan bakarnya Kayu jadi tidak bisa diganti dengan batu bara...(CMIIW)

kalo dulu ada yaitu E1060 yang memakai batu bara tapi sekarang udah pindah ke sumatera karena di ABR lintasan jalur bergeriginya tidak cocok dengan loko E1060

[Image: 11854949193_f4066c0b84.jpg]
Reply
#3
kalo jenis lokonya sudah menggunakan kayu ya tidak bisa dirubah....
kecuali kalau ada modifikasi seperti loko uap di eropa yg semula menggunakan batu bara menjadi menggunakan minyak residu.
Wink

CMIIW
Reply
#4
E1060 waktu di ABR diisi kayu kok, borosnya luar biasa
di ABR pakai kayu karena disitu tidak ada sumber batubara, adanya hutan jati, jadi itu yang di pakai sebagai bahan bakar.
lok lok di sumatera rata rata batubara, karena kaju jati disana jarang, adanya batubara.
bahan bakar lok uap mengikuti daerah dimana lok itu beroperasi.
Reply
#5
loko B25 memang didesain berbahan bakar kayu. Menurut pendapat saya sih, mungkin material yang digunakan untuk ketel uapnya juga berbeda dengan yang pakai batubara. Bisa jadi karena kayu dan batubara mempunyai perbedaan unsur kimia, kalau batubara dipaksakan dipakai di loko uap berbahan bakar kayu nanti bisa merusak material yang ada di dalam loko uap.

atau gampangnya ibaratkan gini saja lah, kalau mobil tua yang berbahan bakar premium tapi belum dirancang supaya bisa pakai Pertamax diisi Pertamax jalannya nggak lancar kan? Begitu pula loko uap, berbahan bakar kayu ditukar dengan batubara juga tidak bisa lancar jalannya.
Reply
#6
(11-01-2011, 09:31 AM)tegarz Wrote: loko B25 memang didesain berbahan bakar kayu. Menurut pendapat saya sih, mungkin material yang digunakan untuk ketel uapnya juga berbeda dengan yang pakai batubara. Bisa jadi karena kayu dan batubara mempunyai perbedaan unsur kimia, kalau batubara dipaksakan dipakai di loko uap berbahan bakar kayu nanti bisa merusak material yang ada di dalam loko uap.

atau gampangnya ibaratkan gini saja lah, kalau mobil tua yang berbahan bakar premium tapi belum dirancang supaya bisa pakai Pertamax diisi Pertamax jalannya nggak lancar kan? Begitu pula loko uap, berbahan bakar kayu ditukar dengan batubara juga tidak bisa lancar jalannya.

E1060 waktu diisi kayu jalannya lancar, cuma boros kayu aja
bahan tungku sih sama bedanya ada di luas Fire Grate area dalam tungku. yang bahan bakarnya kayu lebih besar, yang pakai batubara lebih sempit sama seperti yang pakai residu.
Reply
#7
Kenapa nggak pake Elpiji saja bahan bakarnya. Kalau kayu nanti merusak lingkungan karena harus menebang pohon.
Reply
#8
Ide bagus juga pake ELPIJI tapi perawatannya susah. Bocor dikit MELEDUK deh. Kalo beda di luas tungku aja berarti ndak masalah pake BATUBARA. PLTU PAITON aja bisa ndatangkan batubara buat tungkunya apalagi buat Loko yang kebutuhannya ndak sebanyak PLTU. Lagipula batubara lebih murah dari kayu jati yg dah mulai langka.
Reply
#9
memang panas yang dihasilkan batu bara jauh lebih panas di banding pake kayu bakar...namun karena teknologi lok B25 yang lebih tua di banding E10 ( generasi II datang tahun 60an) jadi ya mengharuskan memakai kayu bakar...kalo mau merubah menjadi batu bara sulit prosesnya namun memang ada beberapa jenis lokomotif yang bisa memakai dua bahan bakar yakni batu bara dan kayu..contoh tersebut adalah E10 namun untuk loko B25 memang mengharuskan memakai kayu bakar..

kalo kayu bakar kan tidak terlalu panas dan ketel yang berada di B25 memang tidak dirancang untuk menahan panas yang berlebih...biasanya loko yang memakai bahan bakar kayu ketelnya dirancang untuk temperature yang tidak terlalu over...

dan juga loko B25 bukan untuk lokomotif jarak jauh jadi katanya loko seperti ini lebih cocok untuk jarak pendek...bandingkan dengan E10 yang harus dinasan batu bara yang terkenal berat..maka dari itu E10 memakai batu bara

CMIIW

[Image: 11854949193_f4066c0b84.jpg]
Reply
#10
(11-01-2011, 05:44 PM)bagas_alqadri Wrote: memang panas yang dihasilkan batu bara jauh lebih panas di banding pake kayu bakar...namun karena teknologi lok B25 yang lebih tua di banding E10 ( generasi II datang tahun 60an) jadi ya mengharuskan memakai kayu bakar...kalo mau merubah menjadi batu bara sulit prosesnya namun memang ada beberapa jenis lokomotif yang bisa memakai dua bahan bakar yakni batu bara dan kayu..contoh tersebut adalah E10 namun untuk loko B25 memang mengharuskan memakai kayu bakar..

kalo kayu bakar kan tidak terlalu panas dan ketel yang berada di B25 memang tidak dirancang untuk menahan panas yang berlebih...biasanya loko yang memakai bahan bakar kayu ketelnya dirancang untuk temperature yang tidak terlalu over...

dan juga loko B25 bukan untuk lokomotif jarak jauh jadi katanya loko seperti ini lebih cocok untuk jarak pendek...bandingkan dengan E10 yang harus dinasan batu bara yang terkenal berat..maka dari itu E10 memakai batu bara

CMIIW

bisa begitu
karena di indonesia batubara dan kayu bakar sama banyaknya.
tapi di negara yang sedikit batubara, amerika jaman wild wild west, kereta jarak jauh pun pakai kayu, adanya kayu kok.
di padang jarang kayu jati, tapi batubara ombilin luarbiasa melimpah, ya beli lok uap batubara.
di Jawa banyakan Kayu, jadi sebagian besar lok uap dulu pakai kayu sampai akhirnya batubara di impor ke jawa.
teknologi juga pengaruh, beberapa lok koleksi ambarawa malah pakai residu, jadi sekop dan stoker kecapekan udah iilang dari peredaran.

ada yg mau nambahin, monggo
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)